04-12-2012, 10:10 PM
Sesuai dengan judul trit ini, saya mencoba berkomentar ya. Mohon dikoreksi bila ada kesalahan.
Pantas ato tidaknya sebuah pernyataan dari seorang RF mengenai perkeretaapian di Indonesia adalah sebuah wujud dari pengalamannya pribadi berkereta api. Saya bilang wajar aja jika ada RF yang berkomentar pro ataupun kontra terhadap pemerintah dan PT KA. Selama pernyataan2 tersebut bersifat membangun dan memberi solusi. Okelah mengumbar emosi sebagai wujud kekecewaan, siapa sih yang tidak bisa marah dan kecewa. Tapi diimbangi lah porsinya pada saat memberi pernyataan. Karena pernyataan yang bermuatan negatif tidak akan memberi perubahan apa2 yang ada orang2 mungkin akan ikut terpancing emosinya.
Saya bukannya munafik, tapi jika saya mau sedikit subjektif dalam memandang perkeretaapian Indonesia, saya akan bilang:
"Persetan dengan kereta api. Tapi sialnya gw gak suka naik mobil ato bus buat mudik karena gw alergi ruang sempit. Naik pesawat mahal, lagian gw juga alergi ketinggian. Rasanya pengen gw culik tuh bos kereta2 api dan siapapun yang bertanggung jawab atau berperan bikin kebijakan2 di PT KA. Gw culik, gw ikat, gw gebukin, gw caci maki abis itu gw seret ke lapangan buat liat realita dari hasil kebijkan yang mereka buat. Mau naik kereta aja kok dipersulit, dibikin sulit dan tambah sulit. Sial. Sarana dan prasarana banyak yang uzur, gak keurus, ilang tanpa bekas dll. Sompret lo semua"
Itu kalo saya mau emosi dan subjektif.
tapi kalo saya mau sedikit objektif dan melihat sejarah, saya akan berkata:
Setiap jalan menuju perubahan untuk masa depan yang lebih baik, pasti akan melalui jalan yang berliku, terjal. Intinya tidak enaklah, ada pro ada kontra. Nah itulah yang kita hadapi sekarang jika kita melihat perkeretaapian Indonesia. Perubahan sedang berjalan, sedang terjadi.
Ke arah manakah perubahan ini??? Ke arah yang baik atau yang buruk??? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Terlepas dari rencana2 perkeretaapian ke depannya sebagainmana yang sudah dipaparkan rekan2 RF di forum semboyan35, saya menilai bahwa PT KA sedang berupaya keras untuk bisa survive di era modern ini, mencoba maju walau tertatih, mencoba untuk tetap hidup dan bertahan.
Ini adalah sektor jasa. Yang intinya adalah memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Tapi harus diingat juga, pelayanan terbaik membutuhkan harga. Ada harga ada rupa. Saya berasumsi memang PT KA sengaja membuat banyak kebijakan2/aturan2 yg menjengkelkan, dengan tujuan untuk bereksperimen/ujicoba, bahwa dari sekian banyak eksperimen tersebut akan membuahkan suatu hasil yang baik yang akan membuat perkeretaapian Indonesia menjadi baik.
Cuma disini letak masalahnya, mental dan karakter dari orang yang membuat kebijakan dan menjalankan kebijakan tersebut. Itu juga harus diperbaiki, jangan cuma hanya memperbaiki sarana dan prasarana.
Sekarang mungkin penumpang dan/atau RF merasa benci atau dirugikan dengan kebijakan2 PT KA, anggaplah itu bagian dari perubahan sekalipun itu pahit buat kita. Kita tidak didengar, tidak digubris, okelah, jangan lantas kita marah2, anggap itu sebagai jalan menuju perubahan. Waktu, cepat atau lambat dengan sendirinya akan memberitahukan kepada PT KA melalui angka2 dan statistik apakah kebijakan merka baik atau tidak.
Saya berharap PT KA menyadari satu hal dalam setiap pembuatan kebijakan/aturan, bahwa uang bukan segala2nya, keuntungan mutlak dengan modal kecil bukanlah jaminan perusahaan akan tetap hidup. Serakah adalah pangkal dari kesia-siaan.
Maaf ya kalo komentar saya terlalu OOT dan kurang berbobot sesuai dengan fakta di lapangan.
Pantas ato tidaknya sebuah pernyataan dari seorang RF mengenai perkeretaapian di Indonesia adalah sebuah wujud dari pengalamannya pribadi berkereta api. Saya bilang wajar aja jika ada RF yang berkomentar pro ataupun kontra terhadap pemerintah dan PT KA. Selama pernyataan2 tersebut bersifat membangun dan memberi solusi. Okelah mengumbar emosi sebagai wujud kekecewaan, siapa sih yang tidak bisa marah dan kecewa. Tapi diimbangi lah porsinya pada saat memberi pernyataan. Karena pernyataan yang bermuatan negatif tidak akan memberi perubahan apa2 yang ada orang2 mungkin akan ikut terpancing emosinya.
Saya bukannya munafik, tapi jika saya mau sedikit subjektif dalam memandang perkeretaapian Indonesia, saya akan bilang:
"Persetan dengan kereta api. Tapi sialnya gw gak suka naik mobil ato bus buat mudik karena gw alergi ruang sempit. Naik pesawat mahal, lagian gw juga alergi ketinggian. Rasanya pengen gw culik tuh bos kereta2 api dan siapapun yang bertanggung jawab atau berperan bikin kebijakan2 di PT KA. Gw culik, gw ikat, gw gebukin, gw caci maki abis itu gw seret ke lapangan buat liat realita dari hasil kebijkan yang mereka buat. Mau naik kereta aja kok dipersulit, dibikin sulit dan tambah sulit. Sial. Sarana dan prasarana banyak yang uzur, gak keurus, ilang tanpa bekas dll. Sompret lo semua"
Itu kalo saya mau emosi dan subjektif.
tapi kalo saya mau sedikit objektif dan melihat sejarah, saya akan berkata:
Setiap jalan menuju perubahan untuk masa depan yang lebih baik, pasti akan melalui jalan yang berliku, terjal. Intinya tidak enaklah, ada pro ada kontra. Nah itulah yang kita hadapi sekarang jika kita melihat perkeretaapian Indonesia. Perubahan sedang berjalan, sedang terjadi.
Ke arah manakah perubahan ini??? Ke arah yang baik atau yang buruk??? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Terlepas dari rencana2 perkeretaapian ke depannya sebagainmana yang sudah dipaparkan rekan2 RF di forum semboyan35, saya menilai bahwa PT KA sedang berupaya keras untuk bisa survive di era modern ini, mencoba maju walau tertatih, mencoba untuk tetap hidup dan bertahan.
Ini adalah sektor jasa. Yang intinya adalah memberi pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Tapi harus diingat juga, pelayanan terbaik membutuhkan harga. Ada harga ada rupa. Saya berasumsi memang PT KA sengaja membuat banyak kebijakan2/aturan2 yg menjengkelkan, dengan tujuan untuk bereksperimen/ujicoba, bahwa dari sekian banyak eksperimen tersebut akan membuahkan suatu hasil yang baik yang akan membuat perkeretaapian Indonesia menjadi baik.
Cuma disini letak masalahnya, mental dan karakter dari orang yang membuat kebijakan dan menjalankan kebijakan tersebut. Itu juga harus diperbaiki, jangan cuma hanya memperbaiki sarana dan prasarana.
Sekarang mungkin penumpang dan/atau RF merasa benci atau dirugikan dengan kebijakan2 PT KA, anggaplah itu bagian dari perubahan sekalipun itu pahit buat kita. Kita tidak didengar, tidak digubris, okelah, jangan lantas kita marah2, anggap itu sebagai jalan menuju perubahan. Waktu, cepat atau lambat dengan sendirinya akan memberitahukan kepada PT KA melalui angka2 dan statistik apakah kebijakan merka baik atau tidak.
Saya berharap PT KA menyadari satu hal dalam setiap pembuatan kebijakan/aturan, bahwa uang bukan segala2nya, keuntungan mutlak dengan modal kecil bukanlah jaminan perusahaan akan tetap hidup. Serakah adalah pangkal dari kesia-siaan.
Maaf ya kalo komentar saya terlalu OOT dan kurang berbobot sesuai dengan fakta di lapangan.
![[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]](http://i1118.photobucket.com/albums/k620/nearistudiosoerabaia/00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg)
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.

(bagi yg bener2 ingin menghujat/mencaci pemerintah, silakan masuk 
![[Image: ok.gif]](http://i326.photobucket.com/albums/k404/mugiwara_pirates/Pussy%20emot/ok.gif)