tgl 4 Juni saya naik gajayana ke Blitar tapi terpaksa berenti 1 jam di Purwokerto trus nyampe Blitar jam 12.15... ckckckck... padahal biasanya nyampe Blitar jam 8.
Sekdar info, tanggal 6 Juni 2011 ane naik 41 rasa BK dari YK. Gara-gara anjlogan Taksaka ane jadi ngerasain BK deh. Tapi ngomong2, BK lebih nyaman lo dari KA 41 yang asli...Berangkat Yk tepat waktu jam 20:00 sampe Gmr jam 05:50.
(07-06-2011, 07:11 PM)masukangin Wrote: Itu katanya penyebabnya akibat gauge rel yang seharusnya 1.067 mm melebar ya akibat beban yang diterima dari kereta yang lewat??
menurut saya pribadi ya... selain kontur jalur selatan yang turun naik... juga disebabkan MUNGKIN karena efek pergeseran tanah..
mau tanya ni. di petak bjr-bdg kan ada rel pembantu ya?? itu gunanya buat nahan roda kan?? klo gauge nya mlebar wajar saja di daerah priangan sini sering terjadi ujan lebat..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
(07-06-2011, 06:48 PM)H4R15 0N Wrote: tgl 4 Juni saya naik gajayana ke Blitar tapi terpaksa berenti 1 jam di Purwokerto trus nyampe Blitar jam 12.15... ckckckck... padahal biasanya nyampe Blitar jam 8.
Akibat anjlogan Taksaka tanggal 4 Juni kemarin, KA 32 Gajayana yang akan saya tumpangi masuk YK pada pukul 06:00WIB. Dan baru di berangkatkan pukul 06:15WIB dari YK. Tetapi hikmah dari semua itu, saya dapat menikmati pengalaman bersama KA 32 Gajayana pagi tujuan ML dari YK dan sampai ML pada pukul 14:00WIB. Dengan di temani pemberian kompensasi Pop Mie plus Air Mineral...
(07-06-2011, 07:11 PM)masukangin Wrote: Itu katanya penyebabnya akibat gauge rel yang seharusnya 1.067 mm melebar ya akibat beban yang diterima dari kereta yang lewat??
menurut saya pribadi ya... selain kontur jalur selatan yang turun naik... juga disebabkan MUNGKIN karena efek pergeseran tanah..
mau tanya ni. di petak bjr-bdg kan ada rel pembantu ya?? itu gunanya buat nahan roda kan?? klo gauge nya mlebar wajar saja di daerah priangan sini sering terjadi ujan lebat..
Oya betul ada rel paksa untuk penahan gaya sentrifugal pada roda KA agar tidak tergelincir................
UTAMAKAN KESELAMATAN..........! Keluarga Anda Menanti di Rumah ! Juragan Warteg yang Juga Seorang Aktivis KA
(07-06-2011, 07:11 PM)masukangin Wrote: Itu katanya penyebabnya akibat gauge rel yang seharusnya 1.067 mm melebar ya akibat beban yang diterima dari kereta yang lewat??
menurut saya pribadi ya... selain kontur jalur selatan yang turun naik... juga disebabkan MUNGKIN karena efek pergeseran tanah..
mau tanya ni. di petak bjr-bdg kan ada rel pembantu ya?? itu gunanya buat nahan roda kan?? klo gauge nya mlebar wajar saja di daerah priangan sini sering terjadi ujan lebat..
Oya betul ada rel paksa untuk penahan gaya sentrifugal pada roda KA agar tidak tergelincir................
nambhin 1 lg... kt pnduduk skitar,semnjk dgnti bntaln rel dgn beton sering trjd kclkaan serupa. seperti KA GALUH (alm) thn 1998 kmudian turangga dan trakhir serayu. selain itu pula lintasan ini cukup curam terjal dan menikung kisaran 20''
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
(05-06-2011, 05:00 PM)dtRAiNeR Wrote: Walah, koq masalah roda lagi?
PLH Taksaka juga gara-gara roda keluar rel...
Moga-moga daftar rentetan PLH sementara berhenti di sini saja, kalo perlu untuk selamanya, biar ga ada kejadian yang tidak-tidak lagi...
(...selain karena saya rencananya besok mo naik GoPar, semoga semuanya berjalan lancar dari GMR sampe BD...)
‎​Ilustrasi sederhana : jaman dulu belum pernah ada kasus PLH karena as roda patah atau bahkan roda nya yang patah (contoh: anjlokan KA Kamandanu (alm) di Lemahabang tahun 2003). Ini bukti bahwa dulu tidak ada masalah "metal fatigue". Nah, sekarang? Dengan sebagian besar rolling stock yang usianya bahkan lebih tua dari crew KA nya, faktor pengadaan komponen yang kualitasnya substandar, backlog maintenance yang tinggi, serta kebijakan yg kontroversial (gerbong aling-aling) membuat peluang terjadinya PLH karena rolling stock yg tdk andal akan makin tinggi. Kalo "titik didih" ini tercapai, saya yakin policy penurunan taspat tidak akan banyak membantu.
RF spoor_jadul, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Jul 2010.
Menurut cerita yang saya denger..Lok CC 203 41 ini bakal jadi lok penolong KRD Patas Rencang Geulis yang mogok..rupanya loko ini keburu anjlok di wesel sebelah timur Stasiun Cimindi yang merupakan wesel perpindahan track 1 dan track 2
fotonya baru satu nih agan2 sekalian..yang lain menyusul..kebetulan kejadiannya nggak jauh dari kos2an saya nih..