06-04-2011, 05:04 PM
nah jalur ini rencananya malah untuk angkutan penumpang & barang, tak hanya sekedar wisata.. 

Quote:05 April 2011 | 22:08 wib
Sejumlah Jalur KA Antarkota Kembali Dihidupkan
Semarang, CyberNews. Pemerintah berencana menghidupkan kembali sejumlah jalur kereta api yang mati guna menghubungkan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Dihidupkannya kembali sejumlah jalur tersebut diharapkan mengurangi kepadatan jalan raya serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng, Urip Sihabudin menyatakan beberapa jalur KA yang dimaksud diantaranya jalur Tuntang-Kedungjati, Yogyakarta-Magelang, Purwokerto-Wonosobo, serta jalur Semarang-Demak-Kudus.
Dijelaskan, untuk jalur Tuntang-Kedungjati perencanaan detail engineering design (DED) akan dilakukan pada tahun ini dengan pembiayaan dari APBD Provinsi Jateng. "Untuk pembangunan fisik, sarana, dan prasarana semua akan dibangun pemerintah pusat. Tahun 2012 proyek fisik dimulai dan diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013," kata Urip didampingi Kepala Bidang ASDP dan Perkeretaapian, Prasetyo Kencono.
Untuk jalur sepanjang sekitar 30 km itu, fasilitas pendukung seperti jalur rel, bantalan, shelter, maupun stasiun sebenarnya sudah ada. Namun, pemerintah akan mengganti semua jalur rel serta merenovasi bangunan stasiun karena sudah sangat tua. Nantinya, kereta yang akan dioperasikan adalah kelas ekonomi dengan segmen menengah ke bawah serta untuk sarana angkutan barang antarkota.
Disinggung mengenai total biaya, Urip mengaku belum mengetahui secara rinci karena DEDnya sendiri baru akan dibuat tahun ini. Namun dia menggambarkan bahwa untuk pembangunan 1 km jalur kereta api beserta fasilitas pendukung lainnya membuthkan dana rata-rata Rp 10 miliar.
Sementar untuk jalur Yogyakarta-Magelang, DED sudah ada dan tinggal menunggu pengaktifan saja. Jalur itu diharapkan bisa beroperasi pada 2014, namun demikian masih dibutuhkan perbaikan infrastruktur pendukung. Sementara Purwokerto Wonosobo, pengoperasiannya diharapkan tiga tahun mendatang namun harus menunggu rampungnya dobel trek Pekalongan Semarang. Sedangkan jalur Semarang-Demak-Kudus pembiayaan sepenuhnya akan ditanggung APBN.
Menghidupkan kembali jalur lama, lanjut Urip, bukan persoalan mudah meskipun sebenarnya lahan dan sarana pendukungnya sudah ada. Saat ini kendala yang dialami adalah lahan, dimana tidak sedikit tanah milik PT KA yang telah beralih fungsi. Dikatakan, sebagian besar lahan sekarang ini sudah menjadi hunian, pertokoan, maupun fasilitas umum seperti jalan dan jembatan.
( Saptono Joko Sulistyo / CN27 / JBSM )

![[Image: mw3c5v.jpg]](http://i42.tinypic.com/mw3c5v.jpg)

![[Image: new2copy.jpg]](https://img254.imageshack.us/img254/7018/new2copy.jpg)