Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Banyuwangi-Mlg-Solo-Yogya & Malang-Semarang-Pk.Longan kapan ya..?
#21
(10-02-2011, 09:26 PM)JaY Wrote: Kalo Malang - Semarang - Pekalongan mendingan lewat utara aja pak..
Shortcut Gila Gubeng - Turi kan da jadi..

Ngakak benar2 gila kalo emang ada trobosannya.[Image: overstappen.png]
(10-02-2011, 10:16 PM)gilang pratama Wrote: ternyata udah ada yg buat thread nya,hehehe... Sy punya usul,gimana kalo gajayana lewat semarang?? Nah,pasti kalian akan protes,gimana nanti nasib bangunkarta?? Sejauh ini dengan dioperasikan bangunkarta sudan meramaikan perkeretaapian di jalur utara dan selatan jawa. Mengenai okupansi yg rebutan pasar,kai,bisa mengatur jadwal keberangkatan KA yg akan melintas di jalur utara khususnya. Contoh pemberangkatan dr jakarta dari jam pertama,Bangunkarta-argosindoro-gajayana-sembrani-argo anggrek. Ada yang mau menanggapi??

mmmhhh...gw stuju sama pendapat om, tp kalo bisa sieh ada jalur Yogya-Mlg-Banyuwangi ada brangkat pagi/siang..kalo bisa, sekedar masukan juga nieh krn jalur tsb penumpangnya/peminat banyak seperti anak kuliah,pedagang,wisatawan(Gn.Bromo di Jatim-Malioboro di Yogya) ya apa salahnya mencoba, & kalo dipikir2 jalur Sancaka walaupun banyak kereta yg dengan tujuan Surabaya krn pemilihan jam yg tepat toh bisa berjalan sampai sekarang. Dulu pengalaman saya slama 4thn di Malang apabila saya&teman2 ingin naik kereta ke Yogya [/align]harus ke Surabaya dulu.

Yah ini sih hanya sekedar pandangan org awam seperti saya, mohon apabila ada kesalahan agar dimaafkan. Xie XieXie Xie
Lok Merah Biru
CC 201 24
Reply
#22
(10-02-2011, 09:26 PM)JaY Wrote: Kalo Malang - Semarang - Pekalongan mendingan lewat utara aja pak..
Shortcut Gila Gubeng - Turi kan da jadi..

Ide yang bagus juga. Tapi ane khawatir akan mengganggu okupansi KA Rajawali. Terlebih mau dijalankan Rajawali 2.
Reply
#23
(11-02-2011, 05:24 PM)Shiro_MaJa Wrote:
(10-02-2011, 09:26 PM)JaY Wrote: Kalo Malang - Semarang - Pekalongan mendingan lewat utara aja pak..
Shortcut Gila Gubeng - Turi kan da jadi..

Ngakak benar2 gila kalo emang ada trobosannya.[Image: overstappen.png]
(10-02-2011, 10:16 PM)gilang pratama Wrote: ternyata udah ada yg buat thread nya,hehehe... Sy punya usul,gimana kalo gajayana lewat semarang?? Nah,pasti kalian akan protes,gimana nanti nasib bangunkarta?? Sejauh ini dengan dioperasikan bangunkarta sudan meramaikan perkeretaapian di jalur utara dan selatan jawa. Mengenai okupansi yg rebutan pasar,kai,bisa mengatur jadwal keberangkatan KA yg akan melintas di jalur utara khususnya. Contoh pemberangkatan dr jakarta dari jam pertama,Bangunkarta-argosindoro-gajayana-sembrani-argo anggrek. Ada yang mau menanggapi??

mmmhhh...gw stuju sama pendapat om, tp kalo bisa sieh ada jalur Yogya-Mlg-Banyuwangi ada brangkat pagi/siang..kalo bisa, sekedar masukan juga nieh krn jalur tsb penumpangnya/peminat banyak seperti anak kuliah,pedagang,wisatawan(Gn.Bromo di Jatim-Malioboro di Yogya) ya apa salahnya mencoba, & kalo dipikir2 jalur Sancaka walaupun banyak kereta yg dengan tujuan Surabaya krn pemilihan jam yg tepat toh bisa berjalan sampai sekarang. Dulu pengalaman saya slama 4thn di Malang apabila saya&teman2 ingin naik kereta ke Yogya [/align]harus ke Surabaya dulu.

Yah ini sih hanya sekedar pandangan org awam seperti saya, mohon apabila ada kesalahan agar dimaafkan. Xie XieXie Xie

Itu akan merusak okupansi malabar khususnya dan gajayana pada umumnya.. Alasannya 1,malang,walaupun merupakan kota,tapi belum bisa menjanjikan tentang berkembangnya jalur tsb.. Saya pengennya sih memanfaatkan yang ada sebagai pemancing,bila tidak tercover,barulah kai memikirkan solusi yang tepat.
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#24
Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.
Reply
#25
(11-02-2011, 07:56 PM)JaY Wrote: Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.

Maksudnya lewat utara via gundih ya nyampenya ke malang juga broooo
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#26
(11-02-2011, 07:56 PM)JaY Wrote: Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.

Saya setuju dengan Mas Jay. Intinya kalau mau nambah jadwal perjalanan KA harus dibenahi dulu sarana dan prasarana yang ada. Terutama karena sebagian besar masih single track dan juga ketersediaan gerbong dan lokomotif serta masinis yang bertugas. Jangan sampai menambah jadwal KA tapi masinis diforsir.
Reply
#27
(11-02-2011, 07:56 PM)JaY Wrote: Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.

mungkin maksud di atas, Gajayana melewati rute JAKK - GMR - CN - TG - PK - SMT - SK - MN -ML... gitu mas...
tapi okupansi gajayana tidak hanya di sekitar daop VII dan VIII saja, penumpang daop V dan VI banyak juga yang mengandalkan KA ini, makanya gajayana dipertahankan lewat CN - PWT - YK - SLO, itu menurut ane, hehe
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply
#28
tidak ada yang tidak mungkin. Armada, Loko, Infrastruktur, bahkan penumpang, semua itu bisa kok asal bisnisnya benar2 berjalan dengan baik, saling berkaitan dan benar-benar menciptakan transportasi antar daerah yang efektif, efisien dan murah. PT Kereta api saya yakin bisa menciptakan Rute-rute baru, namun kembali lagi yang dikeluhkan adalah dananya dan perawatan blabla macamnya.

jika pemasaran dan Informasinya jelas dan bagus serta pelayanannya baik, bukan tidak mungkin banyak penumpang dari smarang yang ke Malang atau sebaliknya ataupun dari BWI ke Malang- atau jogja solo. dll.

Lemahnya disini adalah yang simpel saja, Setiap daop tidak mau Nyebrang daop.
misalnya ka kaligung seperti ada yang bilang kenapa gak di terusin ke malang, jawabannya adalah karna birokrasi Nyebrang daopnya yang di buat mblibet. keuntungan itu balik ke daop bukan ke pt Kreta api. makanya harusnya yang rubah adalah system bisnis di kereta api itu sendiri dulu. kalau saling membantu, saling bisa untuk mengissi, dan memberikan fasilitas yang baik kepada penumpang, saya yakin kereta api akan menjadi transportasi utama untuk perjalanan kesetiap kota2.

Reply
#29
(12-02-2011, 01:38 PM)Dj_Dj_300791 Wrote:
(11-02-2011, 07:56 PM)JaY Wrote: Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.

mungkin maksud di atas, Gajayana melewati rute JAKK - GMR - CN - TG - PK - SMT - SK - MN -ML... gitu mas...
tapi okupansi gajayana tidak hanya di sekitar daop VII dan VIII saja, penumpang daop V dan VI banyak juga yang mengandalkan KA ini, makanya gajayana dipertahankan lewat CN - PWT - YK - SLO, itu menurut ane, hehe

saya sih pengennya agar menaikkan okupansi malabar, mengakomodir penumpang dari tegal-smt biar mereka bisa ke malang.. kalaupun ada senja kediri paling tidak bisa memilih dari segi layanan, dimana gajayana adalah KA eksekutif. selain itu pula biar menarik bagi para wisatawan juga baik dari maupun ke malang..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
Reply
#30
(12-02-2011, 10:14 PM)gilang pratama Wrote:
(12-02-2011, 01:38 PM)Dj_Dj_300791 Wrote:
(11-02-2011, 07:56 PM)JaY Wrote: Gajayana jangan lewat Utara, ntar Kepanjen-Blitar-Tulungagung-Kediri gmn ?
Coba kalo seandainya Kereta Rajawali Pagi dan II diterusin smpe Malang, mantap bkan...
Mungkin lebih baik, biarkan seperti ini dulu saja, nanti suatu saat pasti ada solusinya, kita
tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Dirut saat ini. Ada kalanya Dirut juga berpikir seperti itu
Lebih baik tuggu, biar kondisi sarana dan prasarana dibenahi dulu, tentu saja main utamanya
adalah Double Track. Ini merupakan syarat mutlak.

mungkin maksud di atas, Gajayana melewati rute JAKK - GMR - CN - TG - PK - SMT - SK - MN -ML... gitu mas...
tapi okupansi gajayana tidak hanya di sekitar daop VII dan VIII saja, penumpang daop V dan VI banyak juga yang mengandalkan KA ini, makanya gajayana dipertahankan lewat CN - PWT - YK - SLO, itu menurut ane, hehe

saya sih pengennya agar menaikkan okupansi malabar, mengakomodir penumpang dari tegal-smt biar mereka bisa ke malang.. kalaupun ada senja kediri paling tidak bisa memilih dari segi layanan, dimana gajayana adalah KA eksekutif. selain itu pula biar menarik bagi para wisatawan juga baik dari maupun ke malang..

kan sudah ada Bangunkarta, kelas eksekutif yang mengakomodir sampai Jombang?
Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. Eh iya lupa...
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)