03-12-2010, 08:30 AM
[]
Tiga Tewas Diseruduk Kereta Api
PURWAKARTA, (PR).-
Tiga orang tewas dan tiga lainnya luka-luka saat satu rombongan keluarga yang tengah berjalan di pinggir rel kereta api double track (jalur ganda) di Kampung/Desa Malangnengah, Kec. Sukatani, Kab. Purwakarta disambar kereta api cepat (Argo Parahyangan) di KM 116+800 yang melaju dari arah Bandung-Jakarta, Kamis (2/12) siang.
Ketiga korban tewas itu adalah pasangan suami istri, Ujang Karmita bin Sumarna (35) dan Ai Nuryeti bin Haerudin (30), serta anaknya Tia Setyawati (12). Sementara tiga lainnya yaitu Ahor (56), ayah dari Ai Nuryeti, Arya (5) dan Irma (18 bulan).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh "PR", tewasnya pasutri beserta anak sulungnya itu berawal ketika keluarga besar Ujang-Ai yang tinggal di Kp. Cibuntu RT 27 RW 08, Desa Sukatani, Kab. Purwakarta tengah berjalan menuju Stasiun Purwakarta.
Keluarga tersebut hendak pergi ke Garut menggunakan kereta api KRD di Stasiun Sukatani, Purwakarta.
Mereka kemudian berjalan beriringan menyusuri lintasan kereta api. Tepat sebelum tiba di stasiun, dari arah belakang mereka datang kereta api cepat Argo Parahyangan. Rupanya, mereka tak menghiraukannya dan terus berjalan di pinggir lintasan kereta api.
Diduga rombongan keluarga besar itu berjalan terlalu dekat dengan lintasan kereta api sehingga langsung disambar kereta api yang bergerak dengan kecepatan tinggi tersebut.
Akibat kejadian itu, dua korban yaitu Ai Nuryeti dan Tia Setyawati meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Ujang Karmita meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tiga anggota keluarga lainnya yaitu Ahor dan Arya selamat. Namun, putri bungsu dari Ujang-Ai mengalami luka berat akibat patah di bagian kaki dan tangan serta mendapat jahitan di bagian pelipis.
Marna (60), ayah dari salah seorang korban, Ujang Karmita saat ditemui di ruang pemulasaran RSUD Bayu Asih Purwakarta mengatakan, dalam kejadian itu ia tidak menyalahkan siapa pun. Sebab, sebelum peristiwa itu terjadi masyarakat ataupun petugas yang ada di Stasiun Sukatani sempat meneriaki agar mereka menjauh dari lintasan yang akan dilewati kereta api. "Rupanya teriakan warga dan petugas tidak terdengar sehingga mereka disambar kereta api," katanya.
Salah seorang dokter jaga di Unit Gawat Darurat RSUD Bayu Asih Purwakarta, dr. Heryati mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Irma, diketahui bahwa Irma mengalami luka di kepala terutama mendapat jahitan di pelipis serta mengalami patah tulang kaki dan tangan.
Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Herry Santoso melalui Kapolsek Sukatani Ajun Komisaris Slamet kepada "PR" mengatakan, dua korban yang disambar kereta api itu tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengusutan kasus tewasnya tiga anggota keluarga di lintasan kereta api di dekat Stasiun Sukatani tersebut. "Kami masih memintai keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian," katanya. (A-86) ***
Penulis:
Back
[/]
sumber:http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=166526
Tiga Tewas Diseruduk Kereta Api
PURWAKARTA, (PR).-
Tiga orang tewas dan tiga lainnya luka-luka saat satu rombongan keluarga yang tengah berjalan di pinggir rel kereta api double track (jalur ganda) di Kampung/Desa Malangnengah, Kec. Sukatani, Kab. Purwakarta disambar kereta api cepat (Argo Parahyangan) di KM 116+800 yang melaju dari arah Bandung-Jakarta, Kamis (2/12) siang.
Ketiga korban tewas itu adalah pasangan suami istri, Ujang Karmita bin Sumarna (35) dan Ai Nuryeti bin Haerudin (30), serta anaknya Tia Setyawati (12). Sementara tiga lainnya yaitu Ahor (56), ayah dari Ai Nuryeti, Arya (5) dan Irma (18 bulan).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh "PR", tewasnya pasutri beserta anak sulungnya itu berawal ketika keluarga besar Ujang-Ai yang tinggal di Kp. Cibuntu RT 27 RW 08, Desa Sukatani, Kab. Purwakarta tengah berjalan menuju Stasiun Purwakarta.
Keluarga tersebut hendak pergi ke Garut menggunakan kereta api KRD di Stasiun Sukatani, Purwakarta.
Mereka kemudian berjalan beriringan menyusuri lintasan kereta api. Tepat sebelum tiba di stasiun, dari arah belakang mereka datang kereta api cepat Argo Parahyangan. Rupanya, mereka tak menghiraukannya dan terus berjalan di pinggir lintasan kereta api.
Diduga rombongan keluarga besar itu berjalan terlalu dekat dengan lintasan kereta api sehingga langsung disambar kereta api yang bergerak dengan kecepatan tinggi tersebut.
Akibat kejadian itu, dua korban yaitu Ai Nuryeti dan Tia Setyawati meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Ujang Karmita meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tiga anggota keluarga lainnya yaitu Ahor dan Arya selamat. Namun, putri bungsu dari Ujang-Ai mengalami luka berat akibat patah di bagian kaki dan tangan serta mendapat jahitan di bagian pelipis.
Marna (60), ayah dari salah seorang korban, Ujang Karmita saat ditemui di ruang pemulasaran RSUD Bayu Asih Purwakarta mengatakan, dalam kejadian itu ia tidak menyalahkan siapa pun. Sebab, sebelum peristiwa itu terjadi masyarakat ataupun petugas yang ada di Stasiun Sukatani sempat meneriaki agar mereka menjauh dari lintasan yang akan dilewati kereta api. "Rupanya teriakan warga dan petugas tidak terdengar sehingga mereka disambar kereta api," katanya.
Salah seorang dokter jaga di Unit Gawat Darurat RSUD Bayu Asih Purwakarta, dr. Heryati mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Irma, diketahui bahwa Irma mengalami luka di kepala terutama mendapat jahitan di pelipis serta mengalami patah tulang kaki dan tangan.
Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Herry Santoso melalui Kapolsek Sukatani Ajun Komisaris Slamet kepada "PR" mengatakan, dua korban yang disambar kereta api itu tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengusutan kasus tewasnya tiga anggota keluarga di lintasan kereta api di dekat Stasiun Sukatani tersebut. "Kami masih memintai keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian," katanya. (A-86) ***
Penulis:
Back
[/]
sumber:http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=166526

Nambahin, moga keluarga yg selamat di beri kekuatan, kesabaran & ketabahan.
-