22-07-2010, 01:36 PM
(This post was last modified: 22-07-2010, 01:38 PM by Dj_Dj_300791.)
Ane ragu dengan rencana penyisipan K2 di dalam Harina...
menurut analisa ane :
- Dengan Adanya K2 otomatis dia "turun kelas" menjadi eksbis (berbeda halnya dengan gopar) yang otomatis akan dinomorsekiankan saat persilangan (karena tidak full eksekutif) sehingga memperlama waktu perjalanan
- Yang paling dihindar penumpang saat naik KA adalah sering berhenti. Hal ini sering terjadi jika ada K2 dicampur pada K1 karena potensi K2nya harus maksimal, maka tempat berhentinya pun harus diperbanyak sehingga penumpang yang belum terjamah bisa merasakan KA ini (sesuai target potensi)
- Tarif yang mahal membuat beberapa kalangan berpikir kembali akan 2 faktor diatas yang justru berperang tarif dengan beberapa armada lain, yang mana dengan harga segitu penumpang sudah mendapat travel/bis yang "Eksekutif" sementara KA hanya bersifat Eksbis...
CMIIW
menurut analisa ane :
- Dengan Adanya K2 otomatis dia "turun kelas" menjadi eksbis (berbeda halnya dengan gopar) yang otomatis akan dinomorsekiankan saat persilangan (karena tidak full eksekutif) sehingga memperlama waktu perjalanan
- Yang paling dihindar penumpang saat naik KA adalah sering berhenti. Hal ini sering terjadi jika ada K2 dicampur pada K1 karena potensi K2nya harus maksimal, maka tempat berhentinya pun harus diperbanyak sehingga penumpang yang belum terjamah bisa merasakan KA ini (sesuai target potensi)
- Tarif yang mahal membuat beberapa kalangan berpikir kembali akan 2 faktor diatas yang justru berperang tarif dengan beberapa armada lain, yang mana dengan harga segitu penumpang sudah mendapat travel/bis yang "Eksekutif" sementara KA hanya bersifat Eksbis...
CMIIW

Cobalah Cari tahu sendiri dulu baru bertanya bila benar - Benar Bingung dan tidak ada penjelasan, jangan maunya disuapin terus. Gak ada Nubie atau Master, semua sama, sama - sama belajar. 


![[Image: bannersaveourearth.png]](http://img188.imageshack.us/img188/5319/bannersaveourearth.png)




