Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pemkot Solo siapkan gerbong kereta api ditarik kuda
#51
(11-07-2010, 11:02 AM)bagus70 Wrote: Belum tentu tersiksa. Walaupun kereta kudanya kecil (dan dalam batas beban yang bisa ditarik si kuda), tapi bukankah kuda beban itu hanya bisa jalan dengan kecepatan max 20 km/jam? Terlalu pelan dibandingkan dengan KA yang umumnya paling pelan berjalan 40 km/jam.

Benar mas kalo jaman dulu harap maklum soalnya loko uap belum merambah kota Solo (dlm arti digunakan secara luas). Baru tahun 1905 atau 5 tahun setelah trem kuda, loko uap muncul menggantikan peran kuda sbg traksinya dan gerbong ditambah sampai sekitar 10 buah. Dan kalau memakai trem kuda, dahulu hanya org punya uang saja yg mampu naik karena harga sewanya mahal. Wkt diganti traksi uap semua org bisa naik, entah itu para bakul atau masyarakat umum yg ingin bepergian.
Reply
#52
justru dalam sejarahnya, kereta rel dengan mesin yg seperti jaman sekarang itu justru diciptakana salahsatunya untuk menggantikan kereta rel yg ditarik kuda karena sangat tidak efisien dan sangat menyiksa kuda2, ini kok malah jalan mundur ke belakang?
klo pingin diatas rel, ya sebaiknya pakai traksi motor, klo maksa pake kuda ya mending kereta kuda biasa, klo mau main "jadul-jadulan", pake kereta uap atau trem aja, klo maksa pake kuda diatas rel kasian kudanya, ntar malah diprotes greenpeace, blum lagi ntar biayanya bakal malah membengkak untuk perawatan kuda2 yg sakit atau mati..Bethe
menurut ane ini kurang kerjaan..sori
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#53
wacana dan ide yg sangad aneh ...mungkin maksudnya pemkot Solo, wisata ini jg ber Green Concept, tanpa polusi, penggunaan bahan bakar murah dan bisa didapatkan di mana-mana juga bisa di daur ulang, kudanya juga ramah lingkungan, kalo modar bisa diproses secara alami (kasih buaya...tinggal lllhheeeppp Wek)
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#54
ya, tapi gmana nasib kudanya,,wktu jaman belanda wktu msih pake trem kuda aja ada brapa aja kuda yg mati krena kelelahan..ini malah penyiksaan terhadap binatang
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#55
Contoh trem yang ditarik kuda bisa dilihat disini.

Tapi trem ini punya jalur sendiri yang memang khusus untuk dia.
Reply
#56
(11-07-2010, 11:56 AM)bonbon Wrote: wacana dan ide yg sangad aneh ...mungkin maksudnya pemkot Solo, wisata ini jg ber Green Concept, tanpa polusi, penggunaan bahan bakar murah dan bisa didapatkan di mana-mana juga bisa di daur ulang, kudanya juga ramah lingkungan, kalo modar bisa diproses secara alami (kasih buaya...tinggal lllhheeeppp Wek)

buayanya tambah gemuk...Bethe

Back to topic.. Xie Xie
Reply
#57
(11-07-2010, 08:29 PM)bagus70 Wrote: Contoh trem yang ditarik kuda bisa dilihat disini.

Tapi trem ini punya jalur sendiri yang memang khusus untuk dia.

cuma satu gerbong, n keliatannya gerbong yg ringan..Eh iya lupa...
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#58
gapapa kalo buat mengenang histori tempo dulu...
Reply
#59
(12-07-2010, 03:37 PM)ojo gemagus Wrote: gapapa kalo buat mengenang histori tempo dulu...

Apa-apa mas.... Bethe

Kalau mengenang kenangan indah di masa lalu ya semua setuju... Top Banget

Kalau mengenang kenangan buruk di masa lalu ya semua gempar.... Heran
Reply
#60
SOLOPOS Edisi : Senin, 12 Juli 2010 , Hal.I
Trem kuda, kenangan transportasi pada masa PB X...

[Image: horse-tram-37.jpg]
Foto: manx.luxury-yacht

^^di luar negeri


Bagi warga kota yang mencintai warisan budaya, rencana Walikota Solo Joko Widodo akan mengoperasikan kembali trem kuda, tentu disambut antusias. Lebih-lebih untuk kemajuan pariwisata kota budaya ini.

Sebelum terdapat kereta uap, di Kota Solo lebih dulu telah beroperasi kereta dengan kuda sebagai tenaga utamanya, atau lebih dikenal sebutan trem kuda. Menurut sejarawan UNS Drs Sudarmono SU, trem itu dulu rutenya selain melingkar di dalam kota, juga ke luar kota.

Untuk rute dalam kota yakni antara Stasiun Solo Kota (Sangkrah)-Jebres-Balapan-Purwosari dan kembali Solo Kota. Sedangkan jalur luar kota yakni Solo Kota-Purwosari-Kartasura-Pengging-Boyolali Kota-Sunggingan. Jalur luar kota telah ada lebih dulu.

”Di depan Taman Sriwedari dulu terdapat tempat pemberhentian,” tutur dosen FSSR UNS Solo ini.

Dalam penelusuran Espos, untuk jalur dalam kota ada trem yang beroperasi melalui Jalan Mesen (sekarang Jalan Urip Sumoharjo), dan gambar di kartu pos yang diterbitkan percetakan Sie Dhian Ho Solo pada awal 1900-an, memperlihatkan di sebelah kanan (timur-red) jalan terdapat pasar yang sekarang dikenal dengan sebutan Pasar Gede. Pasar ini sebagai latar belakang pada gambar itu. Pasar ini awalnya sebuah pasar kecil. Dalam perkembangannya, pada 1927, pasar ini dilakukan pemugaran oleh Paku Buwono (PB) X.

Kini, rel yang dilewati trem di Jalan Urip Sumoharjo itu telah tertutup aspal. Padahal, rel itulah yang dulu digunakan untuk trem kuda. Pada saat foto itu dibuat, trem baru datang, terlihat sebuah trem atau kereta roda empat yang beratap dan ditarik dengan dua kuda.

Ada beberapa jejak telah beroperasinya trem kuda. Misalnya, di bekas Hero Supermarket Jalan Slamet Riyadi, dulu tempat itu kandang kuda untuk trem. Kandang Menjangan dulunya juga terdapat pesanggrahan PB X, sehingga ada jalur trem ke situ.

Dalam penelusuran Espos, sejumlah kota di Eropa dan Amerika memang telah beroperasi trem kuda. Untuk AS misalnya di Douglas. - Oleh : Pardoyo/Litbang SOLOPOS
.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)