Quote: Satu Lagi Wahana Wisata Baru di Kota Solo
Tarik Wisatawan, Pemkot Surakarta Siapkan Gerbong Kereta Kuda
Timlo.Net - Kamis, 1 Juli 2010 | 17:43 WIB
Solo – Setelah sukses dengan Solo Steam Loco, Pemkot rencanakan penyediaan Gerbong Kereta Api Kuda. Gerbong ini cukup unik pasalnya akan menggunakan jasa kuda yang akan menarik gerbong tersebut. Hal tersebut diungkapkan Purnomo Subagyo di Pura Mangkunegaran siang tadi (1/7/2010).
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Seni dan Pariwisata Surakarta Purnomo Subagyo, pengadaan gerbong tersebut adalah langkah strategis yang diambil untuk menarik wisatwan berkunjung ke kota Solo. “Kereta ini cukup unik, selain akan mengitari jalur rel kereta api di Slamet Riyadi, kereta ini menggunakan tenaga pendorong kuda bukan lokomotifâ€Â, jelasnya.
“Dahulu kereta ini pernah ada di kota Solo dan digunakan transportasi para bangsawan, namun seiring dengan perkembangan jaman, entah kemana kereta itu beradaâ€Â, imbuhnya. Purnomo sendiri mengaku pemerintah sedang melakukan upaya untuk mendapatkan kereta tersebut. “Sejauh ini pak Jokowi tengah mencari referensi gerbong yang akan digunakan. Pasalnya mencari gerbong kereta ini jauh lebih sulit ketimbang mencari kudaâ€Â, pungkasnya.
Jika rencana ini terealisasi, akan menjadi sebuah wahana wisata transportasi yang baru bagi kota Solo selain adanya Sepur Kluthuk atau Solo Steam Loco. “Jika ini berhasil kemungkinan kereta ini akan berjalan menyusuri jalan Slamet Riyadi menuju Sangkrahâ€Â, terangnya.
Sementara itu Purnomo juga mengakui adanya beberapa bunker yang berada di kawasan Laweyan. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dan penelitian terhadap bunker tersebut, namun ia mengakui bahwa ada rumor yang beredar bahwa bunker tersebut cukup luas dan dapat digunakan untuk berjalan.
Sumber:
http://wisata.timlo.net/bacaberita/2865/...ereta-Kuda
Surprise!!!
Bingung ditaruh dimana, mau ditaruh di Kereta Uap juga tidak cocok karena ditarik kuda

Nantinya pakai gerbong apa ya? Gerbong barang yang dimodifikasi? Benar-benar suasananya kembali ke masa lalu.
Lho ini mau kembali ke jaman trem kuda taun 1900 itu mas? Yang benar saja nih Pemkot Solo ...
(01-07-2010, 08:14 PM)animaX Wrote: [ -> ]Quote: Satu Lagi Wahana Wisata Baru di Kota Solo
Tarik Wisatawan, Pemkot Surakarta Siapkan Gerbong Kereta Kuda
Timlo.Net - Kamis, 1 Juli 2010 | 17:43 WIB
Solo – Setelah sukses dengan Solo Steam Loco, Pemkot rencanakan penyediaan Gerbong Kereta Api Kuda. Gerbong ini cukup unik pasalnya akan menggunakan jasa kuda yang akan menarik gerbong tersebut. Hal tersebut diungkapkan Purnomo Subagyo di Pura Mangkunegaran siang tadi (1/7/2010).
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Seni dan Pariwisata Surakarta Purnomo Subagyo, pengadaan gerbong tersebut adalah langkah strategis yang diambil untuk menarik wisatwan berkunjung ke kota Solo. “Kereta ini cukup unik, selain akan mengitari jalur rel kereta api di Slamet Riyadi, kereta ini menggunakan tenaga pendorong kuda bukan lokomotifâ€Â, jelasnya.
“Dahulu kereta ini pernah ada di kota Solo dan digunakan transportasi para bangsawan, namun seiring dengan perkembangan jaman, entah kemana kereta itu beradaâ€Â, imbuhnya. Purnomo sendiri mengaku pemerintah sedang melakukan upaya untuk mendapatkan kereta tersebut. “Sejauh ini pak Jokowi tengah mencari referensi gerbong yang akan digunakan. Pasalnya mencari gerbong kereta ini jauh lebih sulit ketimbang mencari kudaâ€Â, pungkasnya.
Jika rencana ini terealisasi, akan menjadi sebuah wahana wisata transportasi yang baru bagi kota Solo selain adanya Sepur Kluthuk atau Solo Steam Loco. “Jika ini berhasil kemungkinan kereta ini akan berjalan menyusuri jalan Slamet Riyadi menuju Sangkrahâ€Â, terangnya.
Sementara itu Purnomo juga mengakui adanya beberapa bunker yang berada di kawasan Laweyan. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dan penelitian terhadap bunker tersebut, namun ia mengakui bahwa ada rumor yang beredar bahwa bunker tersebut cukup luas dan dapat digunakan untuk berjalan.
Sumber:
http://wisata.timlo.net/bacaberita/2865/...ereta-Kuda
Surprise!!!
Bingung ditaruh dimana, mau ditaruh di Kereta Uap juga tidak cocok karena ditarik kuda
Nantinya pakai gerbong apa ya? Gerbong barang yang dimodifikasi? Benar-benar suasananya kembali ke masa lalu.

wah cukup menarik itu mas...tapi kalo' bisa ya...tiketnya ga' terlalu mahal...biar masyarakat lokal bisa menjangkaunya...sebab kereta jaladara kemaren masih dirasa kemahalan sama masyarakat...kalo bisa kan seperti di ambarawa itu lho...terjangkau oleh masyarakat....

(01-07-2010, 08:14 PM)animaX Wrote: [ -> ]Quote: Satu Lagi Wahana Wisata Baru di Kota Solo
Tarik Wisatawan, Pemkot Surakarta Siapkan Gerbong Kereta Kuda
Timlo.Net - Kamis, 1 Juli 2010 | 17:43 WIB
Solo – Setelah sukses dengan Solo Steam Loco, Pemkot rencanakan penyediaan Gerbong Kereta Api Kuda. Gerbong ini cukup unik pasalnya akan menggunakan jasa kuda yang akan menarik gerbong tersebut. Hal tersebut diungkapkan Purnomo Subagyo di Pura Mangkunegaran siang tadi (1/7/2010).
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Seni dan Pariwisata Surakarta Purnomo Subagyo, pengadaan gerbong tersebut adalah langkah strategis yang diambil untuk menarik wisatwan berkunjung ke kota Solo. “Kereta ini cukup unik, selain akan mengitari jalur rel kereta api di Slamet Riyadi, kereta ini menggunakan tenaga pendorong kuda bukan lokomotifâ€Â, jelasnya.
“Dahulu kereta ini pernah ada di kota Solo dan digunakan transportasi para bangsawan, namun seiring dengan perkembangan jaman, entah kemana kereta itu beradaâ€Â, imbuhnya. Purnomo sendiri mengaku pemerintah sedang melakukan upaya untuk mendapatkan kereta tersebut. “Sejauh ini pak Jokowi tengah mencari referensi gerbong yang akan digunakan. Pasalnya mencari gerbong kereta ini jauh lebih sulit ketimbang mencari kudaâ€Â, pungkasnya.
Jika rencana ini terealisasi, akan menjadi sebuah wahana wisata transportasi yang baru bagi kota Solo selain adanya Sepur Kluthuk atau Solo Steam Loco. “Jika ini berhasil kemungkinan kereta ini akan berjalan menyusuri jalan Slamet Riyadi menuju Sangkrahâ€Â, terangnya.
Sementara itu Purnomo juga mengakui adanya beberapa bunker yang berada di kawasan Laweyan. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian dan penelitian terhadap bunker tersebut, namun ia mengakui bahwa ada rumor yang beredar bahwa bunker tersebut cukup luas dan dapat digunakan untuk berjalan.
Sumber:
http://wisata.timlo.net/bacaberita/2865/...ereta-Kuda
Surprise!!!
Bingung ditaruh dimana, mau ditaruh di Kereta Uap juga tidak cocok karena ditarik kuda
Nantinya pakai gerbong apa ya? Gerbong barang yang dimodifikasi? Benar-benar suasananya kembali ke masa lalu.
Kalau di tarik kuda terus stasiun kudanya dari mana karena kalau berangkat dari Purwosari kudanya melewati rel yang tidak tertutup saya kawatir kaki kuda kesrimpet bantalan beton dan rel itu sendiri..akakakakakak
(01-07-2010, 08:52 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]Kalau di tarik kuda terus stasiun kudanya dari mana karena kalau berangkat dari Purwosari kudanya melewati rel yang tidak tertutup saya kawatir kaki kuda kesrimpet bantalan beton dan rel itu sendiri..akakakakakak
Rutenya dari depan benteng Vastenburg ke Purwosari aja, soalnya jalur inilah yg pertama kali dibuka tahun 1900 dan dilayani trem kuda. Gerbongnya masih wujud kayu. Setiap 2 km ganti kuda.
(01-07-2010, 08:39 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]Lho ini mau kembali ke jaman trem kuda taun 1900 itu mas? Yang benar saja nih Pemkot Solo ...
iya kembali ke masa lalu
(01-07-2010, 08:46 PM)wildan Yusuf Wrote: [ -> ]
wah cukup menarik itu mas...tapi kalo' bisa ya...tiketnya ga' terlalu mahal...biar masyarakat lokal bisa menjangkaunya...sebab kereta jaladara kemaren masih dirasa kemahalan sama masyarakat...kalo bisa kan seperti di ambarawa itu lho...terjangkau oleh masyarakat....
mestinya lebih murah.... ongkos makan kuda lebih murahh rumputtt, vitamin,
(01-07-2010, 08:52 PM)eko winarno Wrote: [ -> ]Kalau di tarik kuda terus stasiun kudanya dari mana karena kalau berangkat dari Purwosari kudanya melewati rel yang tidak tertutup saya kawatir kaki kuda kesrimpet bantalan beton dan rel itu sendiri..akakakakakak
iya tuh... nanti baliknya gimana ya? bisa tidak dibalik kudanya sampai ke stasiun solo kota..?
kemudian kuda yang berjalan diatas rel juga dapat prioritas utama, boleh mengabaikan traffic light?
wah beda banget. Lain dari yg lain. Mungkin satu2nya di dunia kali ya
Kira-kira namanya apa ya? Delman bukan, kereta juga bukan. Kertaman aja deh alias kereta delman
Semoga terwujud. Nanti coba ah kalo uda jadi

Jangan salah, inilah generasi trem pertama di kota Solo semenjak dibangun tahun 1900. Mulai dari pertama yaitu trem kuda, kemudian menjadi trem uap dan kali ini adl trem diesel alias pider Wonogiri. Sdh 110 tahun rel Slamet Rijadi berada, suatu prestasi yg patut dilestarikan lho!

Ntabrp kudayg dipakesekali perjalanan ???
^
^
^ mungkin sekitar 4-8 kuda
Ini berita di koran hari ini:
Edisi : Jum'at, 02 Juli 2010 , Hal.I
Trem kuda bakal dihidupkan lagi
Solo (Espos) Menyusul sukses Sepur Kluthuk Jaladara, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana kembali menghadirkan moda transportasi masa lampau yang pernah hadir di Kota Bengawan.
Moda yang akan dihidupkan yaitu sejenis kereta yang ditarik dengan beberapa ekor kuda atau trem kuda. Kereta jenis itu menurut catatan sejarah pernah digunakan kalangan raja, bangsawan kerajaan dan pejabat Belanda saat akan menuju Stasiun Kereta Api Jebres. Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan langkah menghadirkan lagi trem kuda saat ini memang baru memasuki tahap pengumpulan informasi. Namun Jokowi merasa yakin, program tersebut bisa terealisasi pada 2011.
“Saya sudah minta Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata-red) untuk mengumpulkan informasi. Bagaimana desainnya, jumlah kuda yang menarik, lalu digunakan dalam aktivitas apa. Macam-macam info, nanti kita kaji. Tapi saya yakin ini akan menarik, karena satu-satunya di Indonesia,†papar Walikota, saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (1/7).
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, Jokowi menjelaskan trem kuda itu terdiri dari sebuah gerbong yang mampu menampung sekitar 20 orang. Jika pada kereta api pada umumnya gerbong ditarik dengan lokomotif, maka pada kereta unik ini gerbong ditarik empat ekor kuda. Jokowi memperkirakan investasi untuk membeli gerbong dan segala kebutuhan trem kuda terhitung murah dibanding moda transportasi wisata lain. Jokowi menduga dibutuhkan dana sekitar Rp 300 juta untuk keperluan tersebut. “Dua saja saya kira cukup. Dan ini murah, harganya maupun operasionalnya. Beda dengan Jaladara,†imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Solo, Purnomo Subagiyo, saat ditemui terpisah, membenarkan telah menerima instruksi untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai trem kuda tersebut. Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Seni Budaya Sejarah dan Purbakala Disbudpar Solo, Mufti Raharjo menjabarkan informasi mengenai trem kuda itu kini tengah dihimpun pihaknya. Mufti menjelaskan, dalam Babad Sala karya RM Sayid, disebutkan kereta api yang ditarik dengan kuda pernah digunakan pada masa Pakubuwono (PB) X sekitar awal tahun 1990 untuk membawa raja dan bangsawan ke Stasiun Jebres. Biasanya, kereta tersebut disiapkan di depan Benteng Vastenburg sehingga para bangsawan Belanda dapat dengan mudah menjangkaunya begitu akan menuju stasiun.
Lebih jauh, Mufti menambahkan trem kuda menurut sumber pustaka, ditarik oleh empat ekor kuda. - Oleh : tsa SOLOPOS Edisi Cetak