04-09-2009, 07:00 PM
kondisi jalur yg ke pelahuhan bagaimana?? apakah memungkinkan untuk diaktifkan lagi???

|
04-09-2009, 07:00 PM
kondisi jalur yg ke pelahuhan bagaimana?? apakah memungkinkan untuk diaktifkan lagi???
05-09-2009, 06:22 AM
Yang pasti regulasi mengenai toleransi muatan angkutan barang di jalan raya harus segera dilaksanakan. Setahu sy DIRJEN HUBDAR sudah menghapus tolerasi kelebihan muatan sebesar 40% sejak Desember 2008. Tetapi pada prakteknya tetap saja muatan barang di jalan raya melebihi Tonase yang diperkenankan.
Hal itu bisa dilihat di jalan tol Jagorawi Flyover Gunung Putri lapisan beton dek-nya sudah pernah di bongkar dan di cor ulang pada awal tahun ini. Padahal flyover tsb baru dibangun tahun 1984, berarti baru berusia 25th. Padahal setahu saya jalan tol nilai eknomis beton kontrukksinya rata2 dihitung sanggup sampai berusia 50th. Ini terjadi akibat muatan yang berlebihan. Dalam tehnik kontruksi jika tekanan gandar yg diperkenankan 10 T sebenarnya kekuatan kontruksi yg dibuat sekitar 15 T. Untuk itu sudah seharusnya semua aparat birokrasi sadar bahwa kereta api itu bisa menjawab semua kebutuhan angkutan darat yang bersifat massal dan muatan berat. Sehingga anggaran2 yg selalu dikeluarkan setiap tahun untuk perawatan jalan bisa digunakan hal2 lain untuk kepentingan masy. Kecuali kalau memang birokrat kita mentalnya emang "mental proyek"...
05-09-2009, 06:25 AM
(04-09-2009, 07:00 PM)Narendro Anindito Wrote: kondisi jalur yg ke pelahuhan bagaimana?? apakah memungkinkan untuk diaktifkan lagi??? kayaknya boleh di bilang mustahil karena rel di tengah mall dan jalur menjadi perkampungan dan gang kapanlagi 20090905061608_IMG_0188_resize_4aa19fb819bcf.JPG kapanlagi 20090905061608_IMG_0189_resize_4aa19fb856c68.JPG kapanlagi 20090905061608_IMG_0190_resize_4aa19fb862fb8.JPG kapanlagi 20090905061608_IMG_0192_resize_4aa19fb86cc0d.JPG
05-09-2009, 12:04 PM
terus, rel yg ke pelabuhan lewat mana??
05-09-2009, 06:02 PM
(05-09-2009, 06:25 AM)asep_0907 Wrote:(04-09-2009, 07:00 PM)Narendro Anindito Wrote: kondisi jalur yg ke pelahuhan bagaimana?? apakah memungkinkan untuk diaktifkan lagi??? Sedikit Kasar tapi ini karena saya kesal:Bagong Rel KA Kok dijadiin rumah dan gang,padahal kan dibangun sama moyang mereka,Bikin miskin PT.KAI Aja kalian,nanti begitu mau diaktifkan lagi kalian malah minta ganti rugi",NAMANYA JUGA ABG
BOBOTOH PERSIB
01-10-2009, 01:45 PM
(01-09-2009, 10:29 AM)asep_0907 Wrote:(01-09-2009, 09:46 AM)ady_mcady Wrote: ^ Nah, kalo rencana yang kaya' gini saya mendukung banget nih kang Asep... ![]() Berarti yang pertama harus dilakukan adalah realisasi RCK-CN... Yang kedua realisasi stockpile di RCK... Yang ketiga ga usah takut sama APBC lah kang ebret... Toh kita kan ga akan menutup pintu rejeki mereka... Tul ga ?
![]() _________________________________________________________________ Bukan Mimpi Kalo Bisa Jadi Kenyataan ! ... Jayalah Kereta Api Indonesia !
02-10-2009, 08:01 AM
(01-10-2009, 01:45 PM)anandandhy2009 Wrote:(01-09-2009, 10:29 AM)asep_0907 Wrote:(01-09-2009, 09:46 AM)ady_mcady Wrote: ^ yah itu mah tinggal semua pihak yang terkait duduk satu meja lalu bicarakan semua tujuan tanpa diikuti dengan emosi semua pasti ada jalan keluarnya......
08-10-2009, 06:20 PM
wah usulan bagus kan KA batu bara hanya identik di pulau sumatra yang jauh nan melintasi selat.
mudah mudahan klo ya terwujud ada lok CC 202 yg di hibahkan dari sumatra.
Train is never death for my life specially KA Lodaya
08-07-2010, 01:16 PM
(02-10-2009, 08:01 AM)ebret_cc20191 Wrote:(01-10-2009, 01:45 PM)anandandhy2009 Wrote: [spoiler] kalo menurut beritanya sih kayaknya akan terealisasi deh jalur ini. Seperti yang ada dalam berita harian Kompas. walaupaun udah basi mudah-mudahan bisa menjadikan bahan informasi: Kompas Wrote:Jalur KA Ringankan Cadas Pangeran Sumber: Kompas Mudah-mudahan ajah ditak hanya wacana lagi. ![]() Pengin naik kereta ke Pangandaran lagi Jalur hidup bisa mati, tapi jalur yang mati lebih baik dihidupkan lagi |