07-05-2010, 07:45 AM
pantesan kemaren krl lama bner,
ternyata begitu toh,
ckckck
parah banget dah itu
ternyata begitu toh,
ckckck
parah banget dah itu

|
07-05-2010, 07:45 AM
pantesan kemaren krl lama bner,
ternyata begitu toh, ckckck parah banget dah itu
07-05-2010, 08:06 AM
2 wesel rusak (1 hancur total),1 tiang LAA beton patah, rel bengkok.
kemaren di lokasi dari jam 18:00 - 21:45, nanti fotonya saya upload...
07-05-2010, 08:34 AM
masinis KRL pada nganggur donk..gak dapet uang jalan ya?
07-05-2010, 09:26 AM
KRL Anjlok di Manggarai
Gerbong Hantam Tiang Listrik Aliran Atas sehingga Pasokan Terputus ![]() FOTO: KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Rangkaian kereta rel listrik dari arah Jakarta Kota anjlok saat masuk di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (6/5). Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Jumat, 7 Mei 2010 | 04:16 WIB Jakarta, Kompas - Satu rangkaian kereta api rel listrik atau KRL anjlok di Stasiun Manggarai, Kamis (6/5) sekitar pukul 11.00. Gerbong yang anjlok sempat menabrak tiang listrik aliran atas sehingga mengganggu pasokan listrik KRL lain. KRL yang anjlok adalah kereta eks KA 615 dari Bogor tujuan Jakarta. Setelah penumpang turun, rangkaian yang tidak lagi membawa penumpang ini hendak dilangsir masuk Depo Bukit Duri untuk perawatan. Di Stasiun Manggarai, kereta anjlok. â€ÂGerbong nomor delapan anjlok satu as, sedangkan gerbong nomor tujuh anjlok empat as. Gerbong yang anjlok keluar dari jalur empat ke jalur satu. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini karena tidak ada penumpang di kereta itu,†papar Kepala Humas PT KA Daop I Jakarta Sugeng Priyono. Gerbong yang menabrak tiang listrik menyebabkan listrik aliran atas (LAA) untuk menyuplai listrik KRL terganggu. Gangguan itu membuat KRL tidak bisa melintasi Stasiun Manggarai. Sementara kereta api yang tidak menggunakan tenaga listrik masih bisa melintas di Stasiun Manggarai seperti biasa. Akibat kejadian ini, seluruh perjalanan KRL dari arah Bogor menuju Jakarta sempat terhenti di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kepadatan penumpang terjadi di stasiun ini sejak KRL anjlok. Aktivitas KRL baru pulih setelah PT KA selesai memasang tiang LAA darurat. Pembenahan permanen tiang listrik yang rusak, menurut Sugeng, membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, PT KA menyediakan tiang listrik sementara. Pemasangan selesai sekitar pukul 17.20 dan KRL bisa melintas mulai pukul 17.40. Namun, KRL harus mengurangi kecepatan saat melintas di Stasiun Manggarai lantaran suplai listrik yang belum normal. Kendati LAA sementara sudah tersedia di Manggarai, sejumlah perjalanan KRL terpaksa dialihkan. KRL tujuan Stasiun Beos yang melewati Stasiun Gambir sementara ini dialihkan ke Stasiun Tanah Abang menuju Beos. KRL dari Bekasi tujuan Jatinegara yang biasanya melewati Stasiun Manggarai dialihkan melewati Stasiun Senen. â€ÂSementara ini, beban KRL lewat Stasiun Manggarai sedang dikurangi,†ucap Sugeng. Dia menambahkan tidak banyak jadwal KRL yang dikurangi akibat kejadian ini. Namun, jadwal KRL memang berubah. Sampai Kamis malam, PT KA masih berupaya mengangkat gerbong KRL yang anjlok. Sugeng mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab anjloknya KRL ini. â€ÂKami masih menyelidiki penyebab kejadian ini. Kalau secara kasatmata, rel di lokasi ini tidak masalah. Namun, secara teknis, perlu ada penelitian yang detail,†ujarnya. Kehabisan uang Di Stasiun Pasar Minggu, banyak penumpang yang tidak tahu perjalanan KRL terganggu sehingga mereka harus berhenti di stasiun itu dan melanjutkan perjalanan dengan angkutan lain. Sedianya, KRL dari Bogor membawa penumpang hingga ke Stasiun Beos. Pengelola Stasiun Pasar Minggu menerima penukaran tiket penumpang yang berangkat dari Bogor menuju Jakarta (melewati Pasar Minggu) setara dengan harga tiket. Pihak Stasiun Pasar Minggu sempat kehabisan uang untuk membayar penumpang yang menukar tiket. Kepala Stasiun Pasar Minggu E Syarif Budiman sempat meminjam uang dari stasiun terdekat agar dapat membayar penukaran tiket. Syarif mengatakan, semua KRL kelas ekonomi, ekonomi AC, dan ekspres tidak dapat melanjutkan perjalanan dari Bogor ke Jakarta. Hal ini terjadi lantaran arus listrik dari Kalibata menuju Manggarai terputus. Stasiun Pasar Minggu menjadi simpul pemberhentian penumpang dari arah Bogor karena memiliki fasilitas langsir gerbong. Di stasiun ini, setiap hari terdapat 127 perjalanan KRL listrik dari arah Bogor dan 127 perjalanan dari arah Jakarta. Penumpang kecewa Perubahan perjalanan ini membuat banyak penumpang kecewa. Penumpang KRL asal Bogor, Ira (50), bertanya kepada petugas satuan pengamanan Stasiun Pasar Minggu guna mendapatkan penjelasan tentang gangguan perjalanan dan transportasi lanjutan untuk sampai ke tujuannya. Ira tidak tahu harus naik apa untuk melanjutkan perjalanannya ke Stasiun Beos. â€ÂJika tahu begini, saya tidak naik KRL dari Bogor,†kata perempuan yang berjalan dengan alat bantu tongkat. Kekecewaan serupa dialami Asep (18), Angga (17), dan Ian (17), calon mahasiswa asal Tangerang. Mereka kecewa karena rencana daftar ulang ke sebuah universitas di Depok gagal. Sebelumnya, mereka berangkat dari Tangerang menuju Stasiun Kota Jakarta pukul 09.00. Sampai di Stasiun Kota Jakarta, mereka melanjutkan perjalanan dengan KRL ke arah Bogor tujuan Depok. Namun, ketika sampai di Stasiun Juanda (sebelum Stasiun Gambir), KRL berhenti. KRL kemudian kembali ke Stasiun Kota Jakarta. Mereka menunggu sampai perbaikan selesai. Namun, sampai pukul 13.00, kondisi belum juga pulih. Mereka memutuskan naik bus transjakarta menuju Stasiun Pasar Minggu. Ketika sampai di Stasiun Pasar Minggu, hari sudah sore, mereka membatalkan rencana menuju Depok. â€ÂSaya tidak yakin kantor universitas masih buka,†katanya. Sementara itu, penumpang KRL yang menunggu di Stasiun Manggarai terpaksa mencari angkutan ke Stasiun Pasar Minggu sebelum melanjutkan perjalanan dengan KRL. â€ÂSaya terpaksa cari angkutan dulu ke Stasiun Pasar Minggu. Dari sana, baru naik KRL. Tetapi, ya macet jalan itu luar biasa,†kata Yudi, salah satu pekerja di Jakarta yang tinggal di Citayam. (NDY/ART) http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05....manggarai..
.
07-05-2010, 10:30 AM
(06-05-2010, 03:16 PM)ajuy Wrote: bener-bener sukses anjloknya, sampe menghantam tiang LAA... iyo om,, ad yg nebeng, naek busway.. dll saya sendiri naek busway dari gunung sahari sampe kp.rambutan trus nyambung angkot sampe sts POC coz motor di titipin di sts.. brangkat 15.30 sampe sts POC 17.30.. sukses 2 jam maceeettt
07-05-2010, 10:52 AM
(07-05-2010, 10:30 AM)kentank14 Wrote:(06-05-2010, 03:16 PM)ajuy Wrote: bener-bener sukses anjloknya, sampe menghantam tiang LAA... OOT: pasti angkotnya 19 Merah ![]() hari ini jam 03.00 dini hari, lintas sudah bersih, walaupun pada pagi harinya mengalami penumpukan... ![]()
07-05-2010, 01:35 PM
Cuma pake Lukas evakuasi'a?? Gak ada Crane yang diturunkan apa(Gottwald/Kirow)??
![]()
07-05-2010, 01:49 PM
(20-04-2010, 02:40 PM)Eko Budy Santoso Wrote:(19-04-2010, 10:56 AM)mikael_cc20301 Wrote:Ehhmmmm pantesan aja anjlok lho wong ballast_nya gak ono ..., bantalannya ketutup tanah ... jadi labil emang ... klo masinis nggak super hati-hati ...(16-04-2010, 08:38 PM)H4R15 0N Wrote: ada yg punya dokumentasinya? lagipula, itu klo kereta berangkat dr WNG, kan jadi turunan.....makanya kereta kadang suka ngacir kenceng
[img]
Uploaded with ImageShack.us[/img]
07-05-2010, 02:10 PM
(07-05-2010, 01:35 PM)Taufik GM-MarKA Wrote: Cuma pake Lukas evakuasi'a?? Gak ada Crane yang diturunkan apa(Gottwald/Kirow)?? sdh bisa di handel sama DOngkrak Lukas, mungkin jika Kl3 84115 terguling baru crane gottwald/kirow turun tangan.... [spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler][spoiler] [/spoiler]
|