(20-12-2009, 07:17 PM)gajayana Wrote: . cari sensasi tuh orang .... kalo lolos .... bisa ditepuk in orang2 sekitar .... trus dy dipuji2 "hebat-hebat"
. kalo ketabrak , "sokorr !!!"
Di Bekasi , Angkot No 36 menerobos palang pintu , untung tak dapat diraih , angkot berwarna merah tsb diseruduk oleh KA Gumarang dari arah timur , hasilnya , seluruh penumpang tewas seketika , semuanya adalah karyawan pabrik yg hendak berangkat kerja , secara psikologi KA Gumarang identik dengan Sapi Jantan atau sejenis Banteng dan Angkotnya ndilalahnya ( kebetulan ) berwarna Merah . Seekor banteng akan selalu mengejar/menyeruduk apapun asal berwarna merah, Wah ....
(20-12-2009, 08:37 PM)BAMBANG EKO Wrote: Di Bekasi , Angkot No 36 menerobos palang pintu , untung tak dapat diraih , angkot berwarna merah tsb diseruduk oleh KA Gumarang dari arah timur , hasilnya , seluruh penumpang tewas seketika , semuanya adalah karyawan pabrik yg hendak berangkat kerja , secara psikologi KA Gumarang identik dengan Sapi Jantan atau sejenis Banteng dan Angkotnya ndilalahnya ( kebetulan ) berwarna Merah . Seekor banteng akan selalu mengejar/menyeruduk apapun asal berwarna merah, Wah ....
Waaah, kebetulan yang sangat terjadi dengan sangat kebetulan
Dua pria yang berboncengan sepeda motor mengalami nasib naas, Sabtu (19/12). Keduanya tewas tertabrak kereta api Prambanan Ekspres jurusan Yogyakarta-Solo, saat akan melintas di perlintasan 318 Dusun Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 6.30. Kedua pria diketahui bernama Wasino (26) warga Desa Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah dan Swantari, warga Gondokusuman, Yogyakarta.
Dari keterangan saksi mata yang dihimpun kepolisian, diketahui keduanya tengah berboncengan dari arah selatan menuju utara melewati perlintasan kereta api tersebut. Palang pintu pengaman perlintasan saat kejadian sudah hampir menutup karena KA Prameks dari arah timur (Solo) menuju Yogyakarta (barat) akan lewat.
Namun , Wasino yang mengendarai motor itu tidak menghiraukan peringatan yang diberikan petugas penjaga perlintasan serta berusaha menerobos palang pintu. Karena kereta api yang sudah begitu dekat dan melaju kencang, tabrakan pun tak terhindarkan.
Sepeda motor Honda GL Pro bernomor polisi AD 3659 WJ itu tergilas dan sempat terseret sejauh 10 meter sebelum KA bernimor loko motif 751 itu bisa berhenti. Keduanya pun langsung tewas di tempat dan sepeda motor ringsek tak berbentuk.
Kepala Unit Patroli Polsek Prambanan Inspektur Dua Bisri Mustofa mengatakan, kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit Dr Sardjito Yogayakarta untuk diotopsi sebelum diserahkan ke keluarga.
Lebih jauh, Bisri mengatakan sementara ini pihaknya menyimpulkan kejadian itu murni kecelakaan akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Pengendara dinilai tidak menghiraukan palang pintu dan peringatan di perlintasan KA sehingga menyebabkan kecelakaan.
Terpisah, Kepala Humas PT KA Daop VI Eko Budiyanto mengatakan, kejadian itu merupakan kejadian pertama di sekitar perlintasan 318. Ia mengatakan, selama ini pengamanan perlintasan KA di wilayah itu relatif lengkap dengan penempatan petugas penjaga, rambu-rambu, serta palang pintu kereta.
"Hal ini harus menjadi pelajaran masyarakat agar senantiasa mematuhi semua rambu peringatan di perlintasan. Jangan hanya berpatokan kepada palang pintu," kata Eko.
sumber kompas.com
Lagi-lagi PLH di PJL antara sepeda motor dengan kereta terulang...
Seandainya saja korban mau bersabar sedikit, maka kejadian ini pasti tak akan terjadi...
KA apa yang menabrak korban sehingga sepeda motornya remuk tak berbentuk dan korban tewas di tempat?
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Di Perlintasan Balapan Jl S Parman Solo sudah berapa kali tuh palangnya rusak/patah. Hampir sebulan sekali palang pintu berubah panjangnya. Kadang makin pendek (ditabrak motor/becak), kadang makin panjang (karena diperbaiki PT KA)
Sayang sekali kenapa ya kejadian2 seperti ini kayaknya uda "biasa" di Indonesia...
Kayaknya ada yang salah dengan orang Indonesia dhe dengan pengertian tentang paang pintu perlintasan....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN
(21-12-2009, 09:18 AM)Joe_cn Wrote: Sayang sekali kenapa ya kejadian2 seperti ini kayaknya uda "biasa" di Indonesia...
Kayaknya ada yang salah dengan orang Indonesia dhe dengan pengertian tentang paang pintu perlintasan....
Bukan palangnya yang disalahkan, melainkan rendahnya kedisiplinan pengguna jalan saat melewati perlintasan KA...
Masyarakat sebenarnya sudah pernah diberitahu tentang bahaya menerobos palang pintu perlintasan KA melalui pengeras suara di PJL, namun sayangnya terkadang dengan alasan waktu dan lainnya mereka nekad menerobos palang tsb meskipun KA sudah terlihat di depan mata akibat kesadaran dan disiplin yang kurang.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
(21-12-2009, 12:46 PM)Charles Wrote: Bukan palangnya yang disalahkan, melainkan rendahnya kedisiplinan pengguna jalan saat melewati perlintasan KA...
Masyarakat sebenarnya sudah pernah diberitahu tentang bahaya menerobos palang pintu perlintasan KA melalui pengeras suara di PJL, namun sayangnya terkadang dengan alasan waktu dan lainnya mereka nekad menerobos palang tsb meskipun KA sudah terlihat di depan mata akibat kesadaran dan disiplin yang kurang.
Emang bukan palangnya tapi kesadaran akan SDMnya....
Kenapa seperti ada adat terburu2 gitu?
Mungkin sudah terbiasa menerobos lampu merah nah sekarang diterobos dhe tuh palangnya....
SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN