Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Jalan-Jalan Menjelang Akhir Tahun...
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
Jalan-Jalan Menjelang Akhir Tahun - Prolog
 
Tahun 2014 hampir berakhir dan saya belum berkesempatan untuk naik kereta selain jurusan Bandung-Jakarta atau Bandung-Cirebon. Impian lama bertandang ke Jawa Timur belum kunjung terlaksana, entah karena faktor waktu, biaya, atau gabungan keduanya. Namun, tetap saja saya memiliki keinginan yang sangat besar untuk melakukan satu kali joyride terakhir di tahun 2014, yang mana joyride tersebut bukanlah sekedar perjalanan pulang-pergi ke Jakarta atau Cirebon, tapi ke suatu destinasi yang lebih jauh, terutama, kalo kondisi memungkinkan, melakukan sebuah perjalanan “melingkar”. Belum lagi, bisa dibilang, 2014 adalah tahun “terakhir” di mana saya bisa “hura-hura” sebelum masuk tahun 2015 yang akan diawali dengan kegiatan kuliah kerja nyata mahasiswa di daerah Ciamis selama satu bulan penuh (06 Januari-05 Februari), dan dilanjutkan dengan kesibukan menyusun tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana. Itu berarti bahwa selama tugas akhir belum berakhir, maka selama itu juga saya belum bisa kembali “hura-hura” ke luar Bandung...
 
Seakan-akan mengetahui kerinduan saya, seluruh dosen mata kuliah yang saya ambil di semester 7 kali ini “sepakat” untuk mengadakan ujian akhir semester di rentang waktu tanggal 01-12 Desember 2014, di saat teman-teman saya yang lain, baik yang sefakultas dengan saya, atau berbeda fakultas namun masih satu universitas, masih harus menunggu jadwal ujian yang berakhir pada tanggal 24 Desember 2014. Alangkah senangnya saya, karena itu berarti saya memiliki waktu libur yang lebih panjang dari teman-teman saya yang lain...
 
Langsung saja, di sela-sela waktu belajar, saya iseng membuka website pemesanan tiket kereta api, dan mencatat sejumlah alternatif perjalanan yang mungkin saya tempuh. Setelah dihitung-hitung, budget yang saya miliki tidak cukup untuk melakukan perjalanan ke Jawa Timur. Akhirnya, saya mencoba untuk memperpendek rute hanya sampai Jawa Tengah. Setelah dilihat-lihat, tersedia empat alternatif berikut:
 
Rute 1: Bandung-Solo-Semarang-Cirebon-Bandung
Rute 2: Bandung-Cirebon-Semarang-Solo-Bandung
Rute 3: Bandung-Yogyakarta-Cirebon-Bandung
Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung
 
Hal kedua yang saya lakukan adalah melakukan “interview” dengan rekan-rekan RF di forum Semboyan 35, tidak lain untuk mencari tahu tingkat ketepatan waktu satu-satunya kereta api yang melayani rute Solo-Semarang PP, yaitu KA Kalijaga. Setelah mendapat info bahwa ketepatan waktu KA Kalijaga tidak dapat dipercaya, akhirnya saya mencoret alternatif rute nomor 1. Rute nomor 2 juga bernasib sama, karena alasan waktu perjalanan yang lebih panjang dan biaya yang lebih besar. Tinggal tersisa dua alternatif lagi...
 
Alternatif manakah yang saya pilih? Silakan ditebak, sekaligus dengan KA-KA yang saya gunakan pada rute tersebut...
(23-12-2014, 05:32 PM)d Wrote: [ -> ]Jalan-Jalan Menjelang Akhir Tahun - Prolog
 
Tahun 2014 hampir berakhir dan saya belum berkesempatan untuk naik kereta selain jurusan Bandung-Jakarta atau Bandung-Cirebon. Impian lama bertandang ke Jawa Timur belum kunjung terlaksana, entah karena faktor waktu, biaya, atau gabungan keduanya. Namun, tetap saja saya memiliki keinginan yang sangat besar untuk melakukan satu kali joyride terakhir di tahun 2014, yang mana joyride tersebut bukanlah sekedar perjalanan pulang-pergi ke Jakarta atau Cirebon, tapi ke suatu destinasi yang lebih jauh, terutama, kalo kondisi memungkinkan, melakukan sebuah perjalanan “melingkar”. Belum lagi, bisa dibilang, 2014 adalah tahun “terakhir” di mana saya bisa “hura-hura” sebelum masuk tahun 2015 yang akan diawali dengan kegiatan kuliah kerja nyata mahasiswa di daerah Ciamis selama satu bulan penuh (06 Januari-05 Februari), dan dilanjutkan dengan kesibukan menyusun tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana. Itu berarti bahwa selama tugas akhir belum berakhir, maka selama itu juga saya belum bisa kembali “hura-hura” ke luar Bandung...
 
Seakan-akan mengetahui kerinduan saya, seluruh dosen mata kuliah yang saya ambil di semester 7 kali ini “sepakat” untuk mengadakan ujian akhir semester di rentang waktu tanggal 01-12 Desember 2014, di saat teman-teman saya yang lain, baik yang sefakultas dengan saya, atau berbeda fakultas namun masih satu universitas, masih harus menunggu jadwal ujian yang berakhir pada tanggal 24 Desember 2014. Alangkah senangnya saya, karena itu berarti saya memiliki waktu libur yang lebih panjang dari teman-teman saya yang lain...
 
Langsung saja, di sela-sela waktu belajar, saya iseng membuka website pemesanan tiket kereta api, dan mencatat sejumlah alternatif perjalanan yang mungkin saya tempuh. Setelah dihitung-hitung, budget yang saya miliki tidak cukup untuk melakukan perjalanan ke Jawa Timur. Akhirnya, saya mencoba untuk memperpendek rute hanya sampai Jawa Tengah. Setelah dilihat-lihat, tersedia empat alternatif berikut:
 
Rute 1: Bandung-Solo-Semarang-Cirebon-Bandung
Rute 2: Bandung-Cirebon-Semarang-Solo-Bandung
Rute 3: Bandung-Yogyakarta-Cirebon-Bandung
Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung
 
Hal kedua yang saya lakukan adalah melakukan “interview” dengan rekan-rekan RF di forum Semboyan 35, tidak lain untuk mencari tahu tingkat ketepatan waktu satu-satunya kereta api yang melayani rute Solo-Semarang PP, yaitu KA Kalijaga. Setelah mendapat info bahwa ketepatan waktu KA Kalijaga tidak dapat dipercaya, akhirnya saya mencoret alternatif rute nomor 1. Rute nomor 2 juga bernasib sama, karena alasan waktu perjalanan yang lebih panjang dan biaya yang lebih besar. Tinggal tersisa dua alternatif lagi...
 
Alternatif manakah yang saya pilih? Silakan ditebak, sekaligus dengan KA-KA yang saya gunakan pada rute tersebut...

No 4 pasti........ Naik Kutsel, Kutut, dan Ciremai kayaknya  Ngeledek
Sempat melihat post om kalo ga salah di thread Progo yang menulis bahwa kalo om dtrainer melihat kejadian penumpang yg akhirnya meninggal di kereta Progo dan saat itu kejadiannya di Kutoarjo...

Jadi bisa disimpulkan Rute yang dipilih adalah Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung....
Dan harusnya kalo melihat rute tersebut KA2 yang memungkinkan untuk dipilih adalah Kutojaya Selatan-Sawunggalih-Ciremai....Xie Xie
(23-12-2014, 05:42 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ]Sempat melihat post om kalo ga salah di thread Progo yang menulis bahwa kalo om dtrainer melihat kejadian penumpang yg akhirnya meninggal di kereta Progo dan saat itu kejadiannya di Kutoarjo...

Jadi bisa disimpulkan Rute yang dipilih adalah Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung....
Dan harusnya kalo melihat rute tersebut KA2 yang memungkinkan untuk dipilih adalah Kutojaya Selatan-Sawunggalih-Ciremai....Xie Xie

Astaga,, Heran
Bagaimana kejadiannya tuh,, karena sakitkah ?

====
Lanjutkan, dan semoga kelak bisa melanjutkan cita-citamu om TS  Xie Xie
Part 1
 
Sabtu, 13 Desember 2014. H-2 menjelang keberangkatan, yang awalnya direncanakan pada hari Senin (15/12) malam. Pagi harinya, saya mengikuti pembekalan kegiatan kuliah kerja nyata di kampus. Selesai pembekalan, tiba-tiba saya diinformasikan untuk bersiap melakukan perjalanan ke Jakarta. Sontak, rencana semula untuk berangkat tanggal 15 malam harus ditunda hingga keesokan malamnya, hari Selasa tanggal 16. Untungnya, seluruh tiket belum dipesan. Sore itu juga, setelah mendapat konfirmasi dari orang tua, akhirnya saya memesan tiket untuk berangkat dari Bandung tanggal 16 malam, dengan dilanjutkan “tiket terusan” dari Kutoarjo untuk keberangkatan tanggal 17 pagi, dan diakhiri perjalanan dari Cirebon tanggal 17 sore. Total uang senilai Rp. 231.500,- (disitu saya kemudian tahu kalo transaksi online tiket ekonomi PSO tidak mendapat diskon channel) berpindah tangan dari saya kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Perusahaan senang karena mendapatkan pemasukan, saya pun senang karena mendapatkan kesempatan berlibur naik kereta api...
 
Selasa, 16 Desember 2014. Kereta pertama yang akan saya gunakan dijadwalkan meninggalkan Stasiun Kiaracondong pada pukul 21:05, tetapi saya sudah meninggalkan rumah di daerah Gunung Batu pada pukul 17:15. Angkot tujuan Stasiun Bandung yang saya gunakan tiba di tujuan akhirnya sekitar pukul 18:15, setelah sebelumnya sempat tertahan macet cukup lama di perempatan RSHS. Masih tersisa waktu hampir 2 jam untuk menunggu KRD Ekonomi yang akan mengantar saya menuju Stasiun Kiaracondong. Saat itu, rangkaian KA Turangga baru saja dilangsir menuju jalur 1 dan menunggu lokomotif dinasnya disambungkan. Tidak berapa lama, dari arah timur masuk lokomotif bernomor CC 206 59 milik Dipo Induk Cirebon. Ketika kemudian rangkaian ditarik untuk percobaan pengereman, saya mulai mencatat satu per satu nomor kereta yang ada dalam rangkaian KA 48 malam itu. Catatan saya baru lengkap begitu seluruh rangkaian meninggalkan jalur 1 Stasiun Bandung tepat pukul 19:00. Satu hal yang membuat saya iri dengan kondisi rangkaian malam itu, karena lima dari enam kereta eksekutif yang digunakan adalah milik rangkaian KA Bangunkarta; hanya Eksekutif 6 saja yang menggunakan K1 milik rangkaian KA Turangga, yaitu K1 0 99 12 SDT. Berikut adalah stanformasi lengkap KA 48 keberangkatan dari Bandung tanggal 16 Desember 2014 malam:
 
CC 206 59 CN – P 0 68 17 SDT – K1 0 86 03 SDT – K1 0 66 15 SDT – K1 0 67 08 SDT – M1 0 68 05 SDT – K1 0 67 23 SDT – K1 0 64 18 SDT – K1 0 99 12 SDT – B 0 14 15 SBI
 
Lima belas menit setelah keberangkatan KA Turangga, loket penjualan karcis KRD Ekonomi dibuka untuk keberangkatan baik menuju Padalarang maupun menuju Cicalengka. Saya menunggu hingga kepadatan antrian berkurang, baru kemudian beranjak menuju loket dan akhirnya mendapatkan tiket thermal saya yang pertama senilai Rp. 1.500,- saja...
 
[Image: IMG_3502.jpg]
 
Kembali ke tempat duduk saya tepat di sebelah tiang-tiang pembatas ruang tunggu dan peron stasiun, saya sempatkan diri mengambil foto kondisi peron Stasiun Bandung malam itu, dengan rangkaian KA Lodaya Malam tujuan Solobalapan masih tersedia di jalur 5...
 
[Image: IMG_3504.JPG]
 
Tak lupa juga saya mengambil foto kondisi ruang tunggu selatan Stasiun Bandung malam itu...
 
[Image: IMG_3506.JPG]
 
Begitu KRD tujuan Padalarang diberangkatkan, langsung saja saya mendatangi satu-satunya mesin cetak tiket mandiri (CTM) di Stasiun Bandung untuk mencetak tiket perjalanan saya yang pertama. Awalnya saya ingin mencetak tiket tersebut di Stasiun Kiaracondong, tapi entah kenapa, malah saya cetak di Stasiun Bandung. Setelah mencetak tiket, saya langsung masuk ke dalam peron untuk menggunakan fasilitas free charger yang hanya tersedia di peron jalur 1 (ditambah ruang tunggu utara). Di “rumah makan gadget” itu pula, saya memfoto tiket yang masih belum dibubuhi cap “telah diperiksa” ataupun dibolongi oleh kondektur...
 
[Image: IMG_3510.JPG]
 
Yap, tahap pertama perjalanan saya akan menggunakan kereta api penumpang kelas Ekonomi yang dinamakan Kutojaya Selatan. Menurut saya, penamaan tersebut sebenarnya tidak 100% relevan. Mengapa demikian? Nama Kutojaya merupakan akronim dari Kutoarjo-Jakarta Raya. Namun, KA Kutojaya Selatan sendiri hanya melayani rute Kutoarjo-Bandung PP, tidak pernah mencapai Ibu Kota. Tapi, di sisi lain, penamaan ini mungkin untuk memudahkan pembedaan dengan “saudaranya” sang Kutojaya Utara, yang sama-sama kelas Ekonomi dan sama-sama melayani rute dari/ke Kutoarjo. Tapi ya sudahlah, penamaan kereta tidak menjadi masalah selama kereta tersebut dapat melakukan perjalanan dengan lancar dan aman. Toh, Argo Dwipangga dan Argo Parahyangan juga bukanlah nama yang 100% relevan karena dalam sejarah tidak pernah ada gunung di Indonesia yang namanya demikian, tapi tetap saja digunakan karena sudah familiar di antara para pengguna setianya (bahkan konon, nama Argo Parahyangan digunakan atas permintaan para pengguna setianya, yang tidak ingin nama Parahyangan hanya menjadi kenangan masa lalu). Nama Kutojaya Selatan pun digunakan untuk membedakan kereta relasi Kutoarjo-Bandung ini dengan kereta ekonomi Kutoarjo-Jakarta Raya yang sesungguhnya, yang diberi tambahan label “Utara”, entah supaya PJKA (saat itu) tidak perlu pusing memikirkan nama baru, atau supaya penumpang mudah membedakan, mana kereta tujuan Bandung, mana yang tujuan Jakarta.
 
Sepertinya pembicaraan sudah melenceng terlalu jauh, jadi mari kembali ke topik mengenai laporan perjalanan. Tepat pukul 19:55, lokomotif nomor CC 201 97 datang dari arah barat menarik rangkaian KRD Ekonomi. Malam itu kereta telah dipenuhi penumpang yang hendak pulang ke arah timur Bandung. Perjalanan dari Stasiun Bandung berlangsung dengan lancar hingga akhirnya kereta ditahan sinyal masuk Stasiun Kiaracondong, sepertinya menunggu KA Kahuripan tujuan akhir Kediri berangkat dari stasiun tersebut. Setelah sekitar 5 menit menunggu, barulah KRD Ekonomi tujuan Cicalengka masuk di jalur 2. Saya langsung keluar ke arah utara, menuju boarding counter Stasiun Kiaracondong yang dipenuhi calon penumpang KA Kutojaya Selatan.
 
Setelah mendapat cap “telah diperiksa”, saya langsung diarahkan seorang petugas keamanan stasiun menuju Ekonomi 5 yang terletak di bagian belakang rangkaian. Ternyata kursi nomor 17D tempat saya duduk menghadap ke arah belakang. Ya sudahlah, yang penting saya dapet tempat buat duduk di dalam kereta malam itu. Di depan saya, duduk seorang bapak bersama anak perempuannya yang masih kecil. Dari percakapan sekilas antara saya dengan sang bapak, ternyata mereka hendak turun di Stasiun Sidareja.
 
Oh ya, berikut adalah foto interior Ekonomi 5 KA 184 malam itu:
 
[Image: IMG_3512.JPG]
 
[Image: IMG_3515.JPG]
 
Tepat pukul 21:05, PPKA Stasiun Kiaracondong memberangkatkan KA Kutojaya Selatan, dan tidak lama kemudian sang anak langsung tertidur lelap. Karena kursi 17E yang berada di dekat jendela kosong, maka saya berpindah ke dekat jendela. Sang bapak langsung meluruskan kakinya ke tempat yang tadinya saya duduki. Kondektur kemudian datang dan mengecek tiket begitu kereta telah melewati Stasiun Cibatu. Melihat kursi nomor 18 A-C kosong, bapak di depan saya menawarkan saya untuk pindah ke sana. Awalnya saya menolak untuk pindah, dengan pikiran supaya bapak itu saja yang pindah, karena toh dia yang menawarkan. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, saya baru ngeh alasan yang sebenarnya: ketika saya pindah, otomatis kursi 17 D-E jadi kosong. Bapak itu kemudian akan pindah dan dengan demikian ia bisa tidur di depan kursi 18 D-E yang ditempati anaknya. Setelah mempertimbangkan hal tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke kursi 18 A-C. Sempat tertidur pulas di kursi yang panjang, saya sempat terbangun ketika kereta berhenti di sebuah tempat selama 7 menit. Awalnya saya berpikir kereta telah tiba di Stasiun Cipeundeuy, namun setelah berjalan selama 12 menit, kereta kembali berhenti di tempat lain. Kali ini, samar-samar terdengar suara para pedagang menawarkan barang-barang jualannya, ditambah pengumuman “dari jalur 2, Kereta Api Pasundan tujuan akhir Kiaracondong siap untuk diberangkatkan.” Saat itu saya baru sadar bahwa KA Kutojaya Selatan saat itu baru tiba di Cipeundeuy, dan tempat pemberhentian sebelumnya adalah di Stasiun Bumiwaluya. Menurut dugaan saya, kemungkinan Kutojaya Selatan bersilang dengan Serayu Malam di Bumiwaluya. Dugaan itu di kemudian hari dikuatkan dengan postingan di thread KA Pasundan yang menyatakan KA 159 tiba di Kiaracondong pada tanggal 17 Desember dini hari di belakang KA 215.
 
Sejak meninggalkan Cipeundeuy, saya kembali tertidur selama hampir 1 jam hingga akhirnya kereta tiba di Tasikmalaya. Begitu kereta berangkat, saya kembali tertidur sebentar hingga akhirnya kereta berhenti di Ciamis. Di stasiun ini, terdengar pengumuman bahwa KA Kutojaya Selatan akan bersilang dengan dua kereta api sekaligus, yaitu KA Kahuripan dan KA Lodaya Malam. Sambil menunggu kereta kembali berangkat, saya sempat mengintip ke arah kursi 17-18 D-E, dimana seorang bapak dan seorang anak masing-masing tidur di kursi yang saling berhadapan. Dari Ciamis, kembali saya tertidur selama setengah jam. Sekitar jam 01:15, saya terbangun begitu kereta sedang berhenti di Stasiun Banjar. Mengetahui posisi kereta saat itu, saya berharap tidak ada penumpang yang datang dan mengklaim salah satu diantara kursi nomor 18A-B-C yang sedang saya tempati. Beruntung saja, sampai kereta berangkat dan berhenti di pemberhentian berikutnya, tidak ada seorang pun yang meminta saya pindah kembali ke tempat duduk saya yang seharusnya.
 
Selepas Banjar, KA 184 baru kembali berhenti di Stasiun Sidareja. Di stasiun ini, para penumpang disambut dengan iringan instrumen lagu “Di tepian sungai Serayu”. Oh, jadi ini toh yang sering disebut-sebut teman-teman RF sebagai ciri khas stasiun-stasiun di DAOP V. Di stasiun ini pula, sesuai dengan pembicaraan sebelumnya, bapak dan anak yang tadinya berada di depan saya turun dari kereta Kutojaya Selatan. Seluruh penumpang yang turun telah meninggalkan area stasiun, namun KA 184 tak kunjung mendapat sinyal aman untuk berangkat. Awal mulanya, PPKA mengumumkan bahwa KA 184 harus tunggu bersilang dengan KA Malabar dari Malang. Kembali lagu “Di tepian sungai Serayu” mengiringi lewatnya kereta tiga kelas tujuan Bandung tersebut. Namun, begitu KA 97 sudah lewat, PPKA tak kunjung memberangkatkan KA Kutojaya Selatan. Para penumpang masih harus bersabar menunggu satu rangkaian kereta lagi, yaitu KA Turangga dari Surabaya. Setelah bersilang dengan KA 47, barulah KA 184 diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
 
Sesuai dengan jadwal yang saya miliki, pemberhentian berikutnya adalah Stasiun Gandrungmangun, di mana KA 184 dijadwalkan berhenti di stasiun tersebut dari pukul 01:34 sampai pukul 01:41. Namun kenyataan dini hari itu berkata lain: kereta Kutojaya Selatan melenggang dengan kecepatan sedang di Stasiun Gandrungmangun. Melihat kondisi tersebut, saya kemudian berpikir bahwa mungkin saja KA 184 juga akan berjalan langsung di pemberhentian berikutnya, yaitu Stasiun Kawunganten. Ternyata tebakan saya salah: Kutojaya Selatan berhenti selama satu menit di Kawunganten. Selepas Kawunganten, kereta hanya berhenti selama dua menit di Stasiun Maos sebelum akhirnya berhenti sekitar 20 menit di Stasiun Kroya. Di stasiun ini, selain bersilang dengan KA 113 Mutiara Selatan dari Surabaya, lokomotif KA 184 Kutojaya Selatan juga diganti. Tampak CC 203 02 melintas di sebelah kiri rangkaian KA 184. Saat itu, saya belum tahu lokomotif nomor berapa yang menggantikan tempat CC 203 02.
 
Berangkat dari Kroya pukul 03:40, kereta sempat berhenti di Stasiun Kemranjen (BLB), Stasiun Sumpiuh, dan Stasiun Kebumen (keduanya terjadwal), sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan di Stasiun Kutoarjo pada pukul 04:57. Satu hal yang membuat saya terkejut, masinis KA 184 berhasil menekan keterlambatan kereta, dari yang terlambat hampir 1 jam saat tiba di Kroya, menjadi hanya terlambat 12 menit begitu tiba di Kutoarjo. Setelah mengobrol dengan teman RF yang belakangan ini sering naik KA 184, ternyata kereta yang satu ini terkenal bisa memangkas waktu perjalanan sedemikian banyaknya. Kalo dalam perjalanan kereta sedang telat, maka keterlambatan itu bisa dipangkas banyak saat tiba di Kutoarjo. Kalo dalam perjalanan kereta selalu tepat waktu, maka kereta bisa tiba di Kutoarjo lebih cepat dari jadwal seharusnya. Sebelumnya saya pikir, kejadian seperti itu hanya bisa terjadi pada kereta-kereta Eksekutif lintas Jakarta-Cirebon, tapi ternyata bisa terjadi pada kereta Kutojaya Selatan juga. Mantap deh kereta yang satu ini!
 
Seperti biasa, sebagai penutup tahap pertama dari perjalanan saya, berikut adalah LAPKA yang berhasil saya susun dalam perjalanan dengan KA Kutojaya Selatan:
 
Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)
 
Nama Kereta: KUTOJAYA SELATAN
Nomor Kereta: 184
Jadwal Berangkat: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05
Realisasi: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05 (+ 0 menit)
Jadwal Tiba: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:45
Realisasi: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:57 (+ 12 menit)
Durasi Perjalanan: 7 jam 52 menit
 
Formasi Rangkaian: CC 203 02 – 2 K3 – KMP3 0 08 04 – 4 K3 – K2 LD
Dipo Induk Lokomotif: Bandung (BD)
Dipo Induk Rangkaian: Kutoarjo (KTA)
 
// 21:05 KIARACONDONG (KAC)
LS. 21:12 Gedebage (GDB)
LS. 21:15 Cimekar (CMK)
LS. 21:19 Rancaekek (RCK)
LS. 21:23 Haurpugur (HRP)
LS. 21:27 Cicalengka (CCL)
LS. 21:42 Nagreg (NG)
LS. 21:54 Lebakjero (LBJ)
LS. 22:04 Leles (LL)
LS. 22:19 Cibatu (CB)
22:38-22:45 Bumiwaluya (BMW)
22:57-23:09 Cipeundeuy (CPD), X KA 159 Pasundan SGU-KAC
23:54-00:00 Tasikmalaya (TSM)
00:27-00:49 Ciamis (CI), X KA 161 Kahuripan KD-KAC, X KA 75 Lodaya Malam SLO-BD
01:17-01:24 Banjar (BJR)
 
(DAOP II BD | DAOP V PWT)
 
01:55-02:22 Sidareja (SDR), X KA 97 Malabar ML-BD, X KA 47 Turangga SGU-BD
LS. 02:29 Gandrungmangun (GDM)
02:38-02:39 Kawunganten (KWG)
LS. 02:51 Jeruklegi (JRL)
03:05-03:07 Maos (MA)
03:21-03:40 Kroya (KYA), ganti lok CC 201 61 PWT, X KA 113 Mutiara Selatan SGU-BD
03:46-03:47 Kemranjen (KJ)
03:54-03:56 Sumpiuh (SPH)
04:31-04:34 Kebumen (KM)
LS. 04:47 Prembun (PRB)
\\ 04:57 KUTOARJO (KTA)
 
Sekian laporan perjalanan dengan KA Kutojaya Selatan, nantikan kelanjutan perjalanan selanjutnya dengan KA Sawunggalih Pagi, hanya disini...

(23-12-2014, 05:41 PM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ]
No 4 pasti........ Naik Kutsel, Kutut, dan Ciremai kayaknya  Ngeledek

(23-12-2014, 05:42 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ]
Sempat melihat post om kalo ga salah di thread Progo yang menulis bahwa kalo om dtrainer melihat kejadian penumpang yg akhirnya meninggal di kereta Progo dan saat itu kejadiannya di Kutoarjo...

Jadi bisa disimpulkan Rute yang dipilih adalah Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung....
Dan harusnya kalo melihat rute tersebut KA2 yang memungkinkan untuk dipilih adalah Kutojaya Selatan-Sawunggalih-Ciremai....Xie Xie


wah, ternyata langsung ketebak ya... dan jawaban yg tepat adalah jawabannya mas Joe_cn... kado menyusul ya, hehehe...


(23-12-2014, 06:11 PM)Warteg Wrote: [ -> ]
(23-12-2014, 05:42 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ]Sempat melihat post om kalo ga salah di thread Progo yang menulis bahwa kalo om dtrainer melihat kejadian penumpang yg akhirnya meninggal di kereta Progo dan saat itu kejadiannya di Kutoarjo...

Jadi bisa disimpulkan Rute yang dipilih adalah Rute 4: Bandung-Kutoarjo-Cirebon-Bandung....
Dan harusnya kalo melihat rute tersebut KA2 yang memungkinkan untuk dipilih adalah Kutojaya Selatan-Sawunggalih-Ciremai....Xie Xie


Astaga,, Heran
Bagaimana kejadiannya tuh,, karena sakitkah ?

====
Lanjutkan, dan semoga kelak bisa melanjutkan cita-citamu om TS  Xie Xie


kronologis lengkapnya saya kurang tahu, tiba-tiba begitu KA 166 tiba di Kutoarjo, langsung saja sejumlah petugas mendatangi Ekonomi 2 lengkap dengan peralatan-peralatan yg diperlukan. tapi menurut info di thread KA Progo, keluarga menginginkan perjalanan dilanjutkan sampai LPN, sehingga jenazah tidak jadi diturunkan di KTA...

amin, terima kasih mas untuk dukungannya... Xie Xie
(23-12-2014, 07:06 PM)d Wrote: [ -> ]Laporan Perjalanan Kereta Api (LAPKA)
 
Nama Kereta: KUTOJAYA SELATAN
Nomor Kereta: 184
Jadwal Berangkat: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05
Realisasi: KIARACONDONG (KAC), 16 DEC 2014 21:05 (+ 0 menit)
Jadwal Tiba: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:45
Realisasi: KUTOARJO (KTA), 17 DEC 2014 04:57 (+ 12 menit)
Durasi Perjalanan: 7 jam 52 menit
 
Formasi Rangkaian: CC 203 02 – 2 K3 – KMP3 0 08 04 – 4 K3 – K2 LD
Dipo Induk Lokomotif: Bandung (BD)
Dipo Induk Rangkaian: Kutoarjo (KTA)
 
// 21:05 KIARACONDONG (KAC)
LS. 21:12 Gedebage (GDB)
LS. 21:15 Cimekar (CMK)
LS. 21:19 Rancaekek (RCK)
LS. 21:23 Haurpugur (HRP)
LS. 21:27 Cicalengka (CCL)
LS. 21:42 Nagreg (NG)
LS. 21:54 Lebakjero (LBJ)
LS. 22:04 Leles (LL)
LS. 22:19 Cibatu (CB)
22:38-22:45 Bumiwaluya (BMW)
22:57-23:09 Cipeundeuy (CPD), X KA 159 Pasundan SGU-KAC
23:54-00:00 Tasikmalaya (TSM)
00:27-00:49 Ciamis (CI), X KA 161 Kahuripan KD-KAC, X KA 75 Lodaya Malam SLO-BD
01:17-01:24 Banjar (BJR)
 
(DAOP II BD | DAOP V PWT)
 
01:55-02:22 Sidareja (SDR), X KA 97 Malabar ML-BD, X KA 47 Turangga SGU-BD
LS. 02:29 Gandrungmangun (GDM)
02:38-02:39 Kawunganten (KWG)
LS. 02:51 Jeruklegi (JRL)
03:05-03:07 Maos (MA)
03:21-03:40 Kroya (KYA), ganti lok CC 201 61 PWT, X KA 113 Mutiara Selatan SGU-BD
03:46-03:47 Kemranjen (KJ)
03:54-03:56 Sumpiuh (SPH)
04:31-04:34 Kebumen (KM)
LS. 04:47 Prembun (PRB)
\\ 04:57 KUTOARJO (KTA)
 

Setelah sekian lama melanglang buana, akhirnya...Wink

ada juga yang share pengalamnya naik KA kutojaya selatan.

nice gan..

tapi kalo bisa ya diceritakan perpetak gan. biar ada gambarannya juga. soalnya saya juga penasaran sama ini sepur. jarang terekspose disini..




Baca Trip Report ini seperti baca Thesis, banyak kata-katanya... Ngakak
atau jangan-jangan novel yak.. monggo dilanjut gan
Iyak, kayaknya ditulis dulu pake format tertentu, trus di copy paste.
Gapapa sih, tapi kalo boleh saran, font nya digedein dikit Tersenyuum
Numpang gelar dagangan Akhir Tahun Om Big Grin
Diskon 0 , 100 % Big Grin
Karomen..... Karomen...... Karomen.......
Harusnya memang Kutsel ini kalo memang menang silangan di ptak KYA-KTA emang harusnya bisa ditempuh dalam waktu sejam....
Kecuali kalo dia harus kalah silang maka waktu tempuh bisa 1,5 jam ke atas... Xie Xie
(23-12-2014, 09:04 PM)triez_RF Cirebon Wrote: [ -> ]
Setelah sekian lama melanglang buana, akhirnya...

ada juga yang share pengalamnya naik KA kutojaya selatan.

nice gan..

tapi kalo bisa ya diceritakan perpetak gan. biar ada gambarannya juga. soalnya saya juga penasaran sama ini sepur. jarang terekspose disini..




Baca Trip Report ini seperti baca Thesis, banyak kata-katanya...
atau jangan-jangan novel yak.. monggo dilanjut gan

inginnya begitu mas, tapi terkendala kondisi di luar kereta yg gelap sepanjang jalan, belum lagi sempet tidur-bangun-tidur-bangun beberapa kali, jadi ya nggak bisa bercerita banyak...

hahaha, entah kenapa kalo saya udah di depan komputer emg bawaannya pengen ngetik sebanyak-banyaknya... Ngakak

(23-12-2014, 09:24 PM)forever.agus Wrote: [ -> ]Iyak, kayaknya ditulis dulu pake format tertentu, trus di copy paste.
Gapapa sih, tapi kalo boleh saran, font nya digedein dikit

iya mas, saya ketik dulu di word baru dipindahin ke forum...

agak kaget juga dgn model fontnya, kalo dulu begitu dicopy ke forum model fontnya ngikut settingan forum, tapi kalo sekarang ngikut settingan di word... terima kasih sarannya, jadi bahan koreksi untuk kelanjutan TR-nya... Xie Xie


(24-12-2014, 11:05 AM)Joe_cn Wrote: [ -> ]Harusnya memang Kutsel ini kalo memang menang silangan di ptak KYA-KTA emang harusnya bisa ditempuh dalam waktu sejam....
Kecuali kalo dia harus kalah silang maka waktu tempuh bisa 1,5 jam ke atas...

berarti andaikata waktu itu Kutsel kalah silang, keterlambatannya nggak bakal berkurang jauh ya... terima kasih infonya mas... Xie Xie

(24-12-2014, 05:48 AM)Syahrul Manchunian Wrote: [ -> ]Numpang gelar dagangan Akhir Tahun Om Big Grin
Diskon 0 , 100 %
Karomen..... Karomen...... Karomen.......

silakan digelar dagangannya... Big Grin

untuk kelanjutan TR-nya masih menunggu satu foto yg belum berhasil diupload...
Pages: 1 2 3 4