(17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW

(17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW 
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
(17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW 
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
Se ingetku jaman dulu KRD ini dulu ada 3 kali yg ada sampai cepu ada yg Bojonegoro dan ada yg sampe Babat rangkaian KA Ekonominya ada yg duduk hadap2pan kayak komuter

... tapi setelah lahirnya komuter Sulam KRD ini cuma sampe Bojonegoro sama Babat.. sekarang cuma tinggal 1 aja Mungkin penumpang bisa tercover sama Cepu Ekpress
(17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW 
Se ingetku jaman dulu KRD ini dulu ada 3 kali yg ada sampai cepu ada yg Bojonegoro dan ada yg sampe Babat rangkaian KA Ekonominya ada yg duduk hadap2pan kayak komuter
... tapi setelah lahirnya komuter Sulam KRD ini cuma sampe Bojonegoro sama Babat.. sekarang cuma tinggal 1 aja Mungkin penumpang bisa tercover sama Cepu Ekpress
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
Kalaupun lokalan utara ditambah, saya yakin pasti bukan KRD. Pasti sekelas Cepeks.

(17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW 
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
Kalo memang nantinya di tambah sekelas capeks bukan jaminan KA ini laku

soalnya harga KA Capeks ini lebih mahal di bandingkan KRD ini yg 5000an.. hehe
(17-01-2014, 12:52 PM)adhit89 Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 12:48 PM)adhit89 Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 10:10 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:52 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (17-01-2014, 09:30 AM)Wanda Fathoni Wrote: [ -> ]Eh kenapa sih ya ka kayak rapi dhoho keberangkatan/kedatanganya lbh dari 1, sedangkan ka krd bojonegoro cuman sekali dlm sehari ? kan bojonegoro jga jauh dari sby, saya rasa pnp di sgu lbh diutamakan ketimbang yg sbi hehehe, mungkin ada yg mau beri pencerahan ? thanks 
Mungkin karena faktor SGU yg mengcover sebagian besar wilayah Jatim, makanya trip Penataran/Dhoho itu lebih banyak, lagian setau gw penduduk Jatim kebanyakan ngumpulnya di bagian tengah, selatan, & timur (tapal kuda), lah sedangkan di wilayah utara itu kan lebih sedikit penduduknya, makanya mungkin trip KRD BJN tu lebih dikit. Atau mungkin juga faktor subsidi yg diberikan pemprov Jatim ke Penataran/Dhoho itu kan lebih besar dari subsidi untuk KRD BJN, makanya tripnya cuman 1 aja. CMIIW 
iya si emg trip dhoho mampir bnyak kota, beda bgt sma yg krd bjn paling2 yg pnp bnyk d tandes, kandangan, lmg, bbt, bjn hoho, harapan saya sih setidaknya ada 2x trip bwt krd bjn sbi-bji & ada ka lokal kbrngkatan siang hmm
Kalo memang nantinya di tambah sekelas capeks bukan jaminan KA ini laku
soalnya harga KA Capeks ini lebih mahal di bandingkan KRD ini yg 5000an.. hehe
wduh klo ad pnambhan ka (amin

) jgn kyk cepeks, k3 biasa ud sgt cukup kok

(16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: [ -> ]DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206
Cuma itu saja ada yang mau nambahin 
Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......
Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p
(17-01-2014, 02:32 PM)CC-201-23 Wrote: [ -> ] (16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: [ -> ]DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206
Cuma itu saja ada yang mau nambahin 
Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......
Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p
padahal jaman dulu sempet ada bus buat penghubung 2 stasiun SGU dan SBI sekarang uda hilang jadinya mau pindah ke SBI harus cari angkutan sendiri

. semoga ada KA yg menghubungkan ke dua stasiun itu. kalo dari ane sih pinginya usul KA Komuter Sulam sama Susi di gabung jadinya rutenya Lamongan - Sidoarjo jadinya kalo mau ke SBI dan SGU bisa terhubung

(17-01-2014, 02:32 PM)CC-201-23 Wrote: [ -> ] (16-01-2014, 11:39 PM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (16-01-2014, 01:29 PM)Galih 201 20 Wrote: [ -> ]DAOP 8 menurut saya:
Petak terindah ada di Jembatan Lahor antara SBP-PGJ
Daop yang memiliki banyak lokomotif CC 201 batch 1977 dan CC 206
Cuma itu saja ada yang mau nambahin 
Setuju, di seantero daop 8, emang gak ada yg bisa ngalahin jalur kantong kalo masalah spot yg paling ciamik & eksotis.
Cuman, untuk seantero Jatim, daop 8 hanya menguasai pantura & jalur kantong aja, sedangkan jalur ke timur kebanyakan dikuasai daop 9, sedangkan ke barat via selatan dikuasai daop 7. Satu lagi, dipo SDT sering di-bully ma member Semboyan 35 gara2 perawatannya kurang, eksteriornya buluk, kursi sering diledekin karena keras kayak batu (untuk K1). Semoga daop 8 mendengar hal ini, sehingga diadakan perbaikan perawatan di dipo SDT, amiinn......
Makanya SDT ngerawat kereta (terutama K1) itu yg bagus dong, kayak Divre 3, kalo perlu akuisisi saja Mutim biar jadi punya SBI, nanti jalannya lewat jalur pintas SBI-SGU, biar pennumpang dari JKT ga repot2 ganti stasiun :p
Dan........ nanti Muttim pake K1 0 96 xx dan K1 0 98 xx SBI aja............ Klu g nyomot punyany ABA(L) aja............ Biarin K1 0 01 07 dan K1 0 01 09 dimutasi ke SBI dan kursinya diganti semua pake kursi ABA (denger2 K1 0 01 09 udah di PA jadi kulit)
Dan K1nya Muttim di BW buat Tawang Alun Eko-Exa aja. Niru moleks