12-12-2013, 11:57 AM
12-12-2013, 12:30 PM
(12-12-2013, 05:22 AM)DiasWU Wrote: [ -> ]Menurut penuturan penumpang yang selamat, alm. Mas Sofyan (Teknisi KRL) sempet membuka pintu ruang masinis dan menginformasikan kepada penumpang bahwa kereta akan menabrak. Setelah itu Mas Sofyan ini menutup pintu ruang masinis. Menurut si penumpang yang selamat ini, si petugas bisa saja menyelamatkan diri, akan tetapi mereka memilih untuk bertahan di kabin masinis, sedapat mungkin memperlambat laju kereta dan menutup pintu penghubung antara kabin masinis - penumpang agar jika terjadi ledakan api bisa dihambat agar tidak masuk ke ruang penumpang. Demikianlah. sumber: detik.com CMIIW..The captain goes down with the ship... Itu di kapal laut...
Mungkin almarhum menjalani cara spt ini... Sang masinis ikut ditabrak beserta kereta apinya...
Berarti heroik...------------
Tapi ada beberapa pertanyaan :

1. Kenapa sirine di palang perlintasan masih bunyi terus yah? NENG NENG NENG NENG NENG... Apa karena tiba2 rusak / korslet?
2. Di beberapa rekaman tampak palang pintu perlintasan sempet turun menutupi ruas jalan. Padahal saat jelang kejadian palang pintunya rusak enggak bisa diturunin...
Beberapa keuntungan :
1. Enggak pas akan melintas KA dari lawan arah. Bayangkan kl tiba2 dateng jg KA dari lawan arah...
2. Bukan di jam2 sibuk krn kejadian sudah bukan umumnya jam berangkat kerja kantoran. Tapi tetap saja korban berjatuhan...
12-12-2013, 12:38 PM
[spoiler]
Yang pendek aja ditabrak berulang kali apalagi yang panjang
(12-12-2013, 11:06 AM)Agung Mamat Wrote: [ -> ][/spoiler](12-12-2013, 10:47 AM)Rail_Ram Wrote: [ -> ](12-12-2013, 09:31 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]Usul kepada rekan-rekan RF, Tamu atau seseorang yang bekerja di PT.Sepur.
Bagaimana di setiap perlintasan sebidang (PJL) resmi / non resmi (Liar) dipasang spanduk yang memberitahukan.
"HATI-HATI PALANG PINTU REL TUNGGAL / GANDA"
"MENEROBOS PALANG PINTU KETIKA KERETA API / KRL LEWAT"
"SAMA DENGAN MENANTANG MAUT....!"
(Kalau bisa di pasang foto kejadian tabrakan KRL Vs (◣_◢)┌∩┠BBM)
semoga penguna jalan mikir-mikir lagi ketika melewati PJL.
Bisa juga si mas . Tapi tetep aja ada yg bakal nerobos palang.. mereka berpikirnya ya yg sudah berlalu ya sudah buat apa dipikirin.... memang harus kesadaran diri sendiri..
paling sederhana mah palangnya di panjangin sampe selebar jalannya sehingga ga ada celah buat nerobos.
Yang pendek aja ditabrak berulang kali apalagi yang panjang

12-12-2013, 12:42 PM
kalau masalah pjl seperti di malioboro sih kurang tepat di terapkan di daop I yang lalu lintasnya sangat padat dan pergerakan manusaianya yang serba cepat. beda dengan malioboro yang hanya di peruntukan bagi para pejalan kaki.
12-12-2013, 01:52 PM
Ada info nih.. 3 syuhada PLH kemarin..
1. Teknisi KRL, Sofyan Hadi dijadikan nama diklat BPTP Bekasi.. sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Sofyan Hadi..
2. Mass. KRL, Darman Prasetyo dijadikan nama diklat BPTT Yogya sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Darman Prasetyo..
3. Ass. Mass. Agus Suroto dijadikan nama diklat Opsar Bandung sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Agus Suroto..
Wah Terharu ya ..
1. Teknisi KRL, Sofyan Hadi dijadikan nama diklat BPTP Bekasi.. sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Sofyan Hadi..
2. Mass. KRL, Darman Prasetyo dijadikan nama diklat BPTT Yogya sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Darman Prasetyo..
3. Ass. Mass. Agus Suroto dijadikan nama diklat Opsar Bandung sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Agus Suroto..
Wah Terharu ya ..

12-12-2013, 01:56 PM
(12-12-2013, 10:47 AM)Rail_Ram Wrote: [ -> ](12-12-2013, 09:31 AM)spoor_hunter Wrote: [ -> ]Usul kepada rekan-rekan RF, Tamu atau seseorang yang bekerja di PT.Sepur.
Bagaimana di setiap perlintasan sebidang (PJL) resmi / non resmi (Liar) dipasang spanduk yang memberitahukan.
"HATI-HATI PALANG PINTU REL TUNGGAL / GANDA"
"MENEROBOS PALANG PINTU KETIKA KERETA API / KRL LEWAT"
"SAMA DENGAN MENANTANG MAUT....!"
(Kalau bisa di pasang foto kejadian tabrakan KRL Vs (◣_◢)┌∩┠BBM)
semoga penguna jalan mikir-mikir lagi ketika melewati PJL.
Bisa juga si mas . Tapi tetep aja ada yg bakal nerobos palang.. mereka berpikirnya ya yg sudah berlalu ya sudah buat apa dipikirin.... memang harus kesadaran diri sendiri..
Kalau saya sebagai dirut-nya PT.Sepur, enggak ada salahnya kok kalau saya tempatkan spanduk itu di dekat PJL.
asalkan spanduk tersebut dipasang di daerah yang rawan kecelakaan maupun tidak. dan yang terpenting, spanduk tersebut mudah dibaca pengguna jalan yg sedang melintas.

12-12-2013, 02:08 PM
(12-12-2013, 11:57 AM)basweey Wrote: [ -> ]lebih baik modelnya ganti jadi seperti PJL Malioboro, itu udah paling ampuh dan ga buat jalanan macet
setuju sama usul kang basweey...jadi kagak bakalan ada yang nerobos

12-12-2013, 07:49 PM
(12-12-2013, 01:52 PM)Rail_Ram Wrote: [ -> ]Ada info nih.. 3 syuhada PLH kemarin..
1. Teknisi KRL, Sofyan Hadi dijadikan nama diklat BPTP Bekasi.. sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Sofyan Hadi..
2. Mass. KRL, Darman Prasetyo dijadikan nama diklat BPTT Yogya sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Darman Prasetyo..
3. Ass. Mass. Agus Suroto dijadikan nama diklat Opsar Bandung sehingga menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Agus Suroto..
Wah Terharu ya ..
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bener2 menghargai pengorbanan beliau, keren
smg kelak bptp, bptt, diklat opsar jga menghasilkan mass, ass mass, n teknisi krl yg gagah berani seperti 3 syuhada plh kemaren, amin 
12-12-2013, 09:13 PM
(12-12-2013, 02:08 PM)rfsampingan Wrote: [ -> ](12-12-2013, 11:57 AM)basweey Wrote: [ -> ]lebih baik modelnya ganti jadi seperti PJL Malioboro, itu udah paling ampuh dan ga buat jalanan macet
setuju sama usul kang basweey...jadi kagak bakalan ada yang nerobos
PJL malioboro yang kayak gimana gan??
ane belum ngerti,,picturenya mana 
12-12-2013, 10:18 PM
Dah begitu pangkat mereka bertiga naik 2 tingkat loh !
