10-03-2014, 10:03 AM
Kayaknya biar rute ini eksis ya waktu tempuh dipercepat, harga bersaing dengan Bus Patas AC Solo - Semarang, kalau mau membidik kalangan mahasiswa / karyawan seperti Prameks.
Kalau mau membantu masyarakat lebih luas (terutama di daerah Kabupaten Grobogan) ya tetap seperti dulu dengan resiko impas / tidak ada untung. Mungkin kapasitas gerbong barang ditingkatkan jadi penumpang kereta adalah pedagang yg kulakan di daerah Solo atau Semarang.
Kalau bisa ada KRD / KA keliling Jawa Tengah dengan waktu terkoneksi satu sama lain. Jadi dari Purwokerto - Tegal - Semarang - Solo - Yogya - Purwokerto lagi.
Makanya PT KA jangan memonopoli angkutan di atas rel. Harus punya kompetitor. Harus dibentuk PT lain yang memisahkan tugas operator dan penyedia prasarana serta pemeliharaan. Operatornya jangan hanya 1 saja.
Jadi ga akan ada lagi pernyataan begini ni......
Kalau mau membantu masyarakat lebih luas (terutama di daerah Kabupaten Grobogan) ya tetap seperti dulu dengan resiko impas / tidak ada untung. Mungkin kapasitas gerbong barang ditingkatkan jadi penumpang kereta adalah pedagang yg kulakan di daerah Solo atau Semarang.
Kalau bisa ada KRD / KA keliling Jawa Tengah dengan waktu terkoneksi satu sama lain. Jadi dari Purwokerto - Tegal - Semarang - Solo - Yogya - Purwokerto lagi.
(11-07-2012, 08:15 AM)Illia Wrote: [ -> ](11-07-2012, 07:33 AM)iwag21 Wrote: [ -> ]Astagfirulloh...
Sombong sekali statement itu
Ya begitulah kang...kalau soal kata mutiara "silahkan menggunakan alternatip lain" OK lah....penumpang boleh milih. Tapi kalau uda bilang, "kami tidak butuh penumpang." jd pemikirannya penumpang akan mencari kereta api.....ya iya sih nyari...tp kalau dipersulit penumpang jg bakal beralih ke alternatip lain
Makanya PT KA jangan memonopoli angkutan di atas rel. Harus punya kompetitor. Harus dibentuk PT lain yang memisahkan tugas operator dan penyedia prasarana serta pemeliharaan. Operatornya jangan hanya 1 saja.
Jadi ga akan ada lagi pernyataan begini ni......


