04-08-2011, 03:40 PM
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120
04-08-2011, 07:01 PM
(21-05-2011, 08:46 AM)PurwojayaEXE Wrote: [ -> ]Ayooo lah Purwojaya full K1 meluncur,,, jangan mau kalah sama CN,,Hohohoooo....
ntar namanya bisa jadi Argo XXX.... kita namain aja semisal Argo Sumbing mungkin....Ngomong2 kalau mayoritas pr penumpang PJKA / pulang jum'at kembali ahad itu tergolong orang - orang Pertamina, apa para prama - praminya gak bosen yah ktemunya sama mereka - mereka itu juga??

04-08-2011, 07:39 PM
(04-08-2011, 03:40 PM)Gopar new image Wrote: [ -> ]apa ini cuma ngebalikin rangkaian aja biar gak aus di satu sisi rodanya?
Ya walopun mungkin maksudnya bgitu tapi sia2 juga kan? Secara sampe KYA dia langsir lok ke CP, walopun durasi kerja porosnya cuma setengahnya tp kan sama aja
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(04-08-2011, 07:01 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ](21-05-2011, 08:46 AM)PurwojayaEXE Wrote: [ -> ]Ayooo lah Purwojaya full K1 meluncur,,, jangan mau kalah sama CN,,Hohohoooo....ntar namanya bisa jadi Argo XXX.... kita namain aja semisal Argo Sumbing mungkin....
Ngomong2 kalau mayoritas pr penumpang PJKA / pulang jum'at kembali ahad itu tergolong orang - orang Pertamina, apa para prama - praminya gak bosen yah ktemunya sama mereka - mereka itu juga??
Ga smua KA yg naek klas jadi full K1 artinya jadi argo kan? Klo mengingat wingitnya nama2 gunung yg ada di PWT, mendingan naek jadi satwa aja dengan nama satwa, karna pelayanan & taspat satwa sama argo skarang juga toh ga ada bedanya.
Klo soal sifat penumpangnya, bukannya banyak KA yg begitu ya? Tak liat waktu terakhir dinas purwojaya juga banyak penumpang yg familiar ma prama praminya
Justru jadi interaksi tersendiri, walopun ada beberapa penumpang yg jadinya agak kurang sopan terkesannya terhadap prami yg bertugas
05-08-2011, 12:44 PM
Sekedar ingin melurusakn.....
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......
regards,
adrie.potter
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......

regards,
adrie.potter
05-08-2011, 01:27 PM
(05-08-2011, 12:44 PM)adrie Wrote: [ -> ]Sekedar ingin melurusakn.....
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......
regards,
adrie.potter
Nah, itu dia
Bukannya kalo dari GMR okupansi K2nya juga sama tinggi nya, artinya upayanya sepihak doank donk, kecuali kalo di MRI nya juga diputer balik lagi formasinya.
05-08-2011, 01:36 PM
(05-08-2011, 01:27 PM)Andrew_CN Wrote: [ -> ](05-08-2011, 12:44 PM)adrie Wrote: [ -> ]Sekedar ingin melurusakn.....
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......
regards,
adrie.potter
Nah, itu dia
Bukannya kalo dari GMR okupansi K2nya juga sama tinggi nya, artinya upayanya sepihak doank donk, kecuali kalo di MRI nya juga diputer balik lagi formasinya.
mungkin karena ini KA punya Daop V, ya merasa berhak untuk menentukan urutan rangkaian untuk memaksimalkan kapasitas penumpang dan menaikkan pendapatan Daop V.
05-08-2011, 07:57 PM
(05-08-2011, 12:44 PM)adrie Wrote: [ -> ]Sekedar ingin melurusakn.....
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......
regards,
adrie.potter


05-08-2011, 09:32 PM
(05-08-2011, 01:36 PM)MakSaa Wrote: [ -> ](05-08-2011, 01:27 PM)Andrew_CN Wrote: [ -> ](05-08-2011, 12:44 PM)adrie Wrote: [ -> ]Sekedar ingin melurusakn.....
Informasi yang saya dapat dari petugas kereta api daop V adalah:
susunan purwo dibalik supaya dapat memaksimalkan potensi kelas bisnis karena tidak harus dikurangi menjadi 1 untuk aling-aling.
BP diletakkan dibelakang, sehingga KA tidak perlu tambahan gerbong aling-aling. namun, ada minusnya neh.....kalo jalan dari gambir, gerbong bisnis paling belakang jadi nggak bisa buat penumpang, tapi buat aling-aling....
bagi saya, ini merupakan suatu solusi yang terbaik buat purwo, mengingat saya juga penglaju yang hampir setiap minggu menggunakan jasa purwo minggu malam ke jakarta.
Dengan demikian, kelas bisnis nggak over load seperti biasanya, karena kembali membawa 5 rangkaian, bahkan pernah 6 rangkaian.
Untuk masalah ontime, minggu lalu memang sedang menjadi tren ontimenya kreta api. Hampir semua kreta brangkat dan tiba ontime.
Mudah-mudahan ini berlaku seterusnya......
regards,
adrie.potter
Nah, itu dia
Bukannya kalo dari GMR okupansi K2nya juga sama tinggi nya, artinya upayanya sepihak doank donk, kecuali kalo di MRI nya juga diputer balik lagi formasinya.
mungkin karena ini KA punya Daop V, ya merasa berhak untuk menentukan urutan rangkaian untuk memaksimalkan kapasitas penumpang dan menaikkan pendapatan Daop V.
Hhmmm, ya juga si secara kalo penumpang beli ticket di DAOP I (terutama pembelian langsung) jatohnya jadi pendapetan dari DAOP I tercatetnya.
Btw, pembaharuan reglemen itu yg disisakan buat ditamengi justru belakang lok kan? Bukan akhir rangkaian KA?
Kalo ya brarti justru ni KA 79 justru yg mrngurangi daya tampung & rugi donk, karna kan K2 nya skarang di depan.
Padahal kalo mo ga rugi si pindahin aja posisi BPnya saat slesai dinas, toh rangkaian ini di MRI & CP masi idle cukup lama dulu, bukan KA yg langsir lok langsung s40-41 lagi kek gopar & cirex, cuma kalo K2 posisinya di depan K2 akan mempengaruhi aliran tenaga listriknya ga ya?
06-08-2011, 08:26 PM
terjawab juga akhirnya.... ya mudah2n okupansi purwojaya akan selalu bagus 

06-08-2011, 11:25 PM
(06-08-2011, 08:26 PM)dimasfaiz Wrote: [ -> ]terjawab juga akhirnya.... ya mudah2n okupansi purwojaya akan selalu bagus
Emang efek ya, ganti stamformasi dgn okupansi...?

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120