04-01-2011, 05:41 PM
04-01-2011, 05:56 PM
2 orang bersaudara masih pada balita. 1 di antaranya meninggal dan 1 lagi dilaporin kritis. Entah kata di TV One nih rangkaian KA tanpa lokomotif meluncur sendiri. Seketika nabrak 3 rumah begitu aja. Kalau emang kasusnya di dipo koq bisa berhenti di petak rel yang curam yah? Maksudnya menanjak. Kasus yang sama pernah dialamin rangkaian KA ketelan khan 2x?
04-01-2011, 06:01 PM
ya oloh tuh gajah
aya2 wae
aya2 wae
04-01-2011, 06:03 PM
Mungkin fungsi 'periuk gandar golong jika berhenti abar harus terikat' tidak berfungsi dengan baik.
04-01-2011, 06:05 PM
(04-01-2011, 05:56 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ]2 orang bersaudara masih pada balita. 1 di antaranya meninggal dan 1 lagi dilaporin kritis. Entah kata di TV One nih rangkaian KA tanpa lokomotif meluncur sendiri. Seketika nabrak 3 rumah begitu aja. Kalau emang kasusnya di dipo koq bisa berhenti di petak rel yang curam yah? Maksudnya menanjak. Kasus yang sama pernah dialamin rangkaian KA ketelan khan 2x?
Waduh sedih banget dengernya, anak balita yang jadi korbannya... Berarti kalo Gajayana kejadiannya di Malang...
Sedih juga karena hanya dalam 4 hari di tahun yang baru ini sudah 2 PLH terjadi: Muttim nyeruduk mobil dan yang sekarang ini. Koq bisa ya rangkaian ngeluncur sendiri, apa remnya kurang berfungsi dengan baik?
Jujur aja, dengernya aja udah sedih campur kaget, koq gerbong bisa jalan sendiri. Untung jumlah korban ga banyak. Moga-moga si balita yang satu lagi selamat...
04-01-2011, 06:08 PM
ane barusan cek tkp...parah banget tu 2 gerbong nabrak rumah
posisi rel spoor badug yg sudah ga kepake dbangun rumah warga sekitar
ane tanya ke org dsitu, katanya ni kereta pas lg langsir d Sta Kotabaru, nah pas d atas jembatan jl.brantas, 2 gerbong terlepas, krn memang petak kotabaru-kotalama menurun, jd ni gerbong meluncur bebas ke arah kotalama yg berjarak 3-4km.
petugas yg mengetahui hal itu, mengarahkan wesel ke spoor badug agar laju kereta terhenti...
dulu 2x kereta ketel jg persis mengalami seperti ini...
posisi rel spoor badug yg sudah ga kepake dbangun rumah warga sekitar
ane tanya ke org dsitu, katanya ni kereta pas lg langsir d Sta Kotabaru, nah pas d atas jembatan jl.brantas, 2 gerbong terlepas, krn memang petak kotabaru-kotalama menurun, jd ni gerbong meluncur bebas ke arah kotalama yg berjarak 3-4km.
petugas yg mengetahui hal itu, mengarahkan wesel ke spoor badug agar laju kereta terhenti...
dulu 2x kereta ketel jg persis mengalami seperti ini...
04-01-2011, 07:13 PM
(04-01-2011, 06:08 PM)mszams Wrote: [ -> ]ane barusan cek tkp...parah banget tu 2 gerbong nabrak rumah
posisi rel spoor badug yg sudah ga kepake dbangun rumah warga sekitar
ane tanya ke org dsitu, katanya ni kereta pas lg langsir d Sta Kotabaru, nah pas d atas jembatan jl.brantas, 2 gerbong terlepas, krn memang petak kotabaru-kotalama menurun, jd ni gerbong meluncur bebas ke arah kotalama yg berjarak 3-4km.
petugas yg mengetahui hal itu, mengarahkan wesel ke spoor badug agar laju kereta terhenti...
dulu 2x kereta ketel jg persis mengalami seperti ini...
Mnurut info katanya PLHnya ddket st. Kota lama ya ? sberapa jauh dr stasiun mas ? maap bukan org malang
04-01-2011, 07:14 PM
Astaghfirullah..
Ngeri juga kalo critanya kya gt..
Ngeri juga kalo critanya kya gt..
04-01-2011, 07:16 PM
Kalo bisa tolong dishare disini dong foto kejadiannya, trims
04-01-2011, 07:18 PM
Quote:KA Gajayana Tabrak Rumah, Satu Orang Tewas
Selasa, 04 Januari 2011 18:37:34 WIB
Reporter : Yatimul Ainun
Malang (beritajatim.com) – Aneh bin ajaib, di Kota Malang, tepatnya di area Stasiun Kota Lama Malang, Kota Malang, gerbong kereta KA Gajayana, jurusan Malang-Jakarta, tiba-tiba mundur sendiri. Lalu keluar dari lintasan rel, nabrak 3 rumah milik warga. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, dan satu lagi mengalami patah tulang di kaki kanannya.
Dari cerita saksi mata, yang mengetahui kejadian tersebut, yakni Minah (51), yang rumahnya tak jauh dari tempat kejadian, tepatnya pukul pukul 13.15 WIB, Selasa (4/1/2011), ia mendengat bunyi bruk.
"Saat itu saya ada di dalam rumah. Lalu saya dengar bunyu bruk yang sangat keras. Setelah saya lihat, ada Gerbong KA yang nabrak rumah. Hanya itu yang saya tahu. Karena saya di dalam rumah saat kejadian," ceritanya saat ditemui di rumahnya, tak jauh dari tempat kejadian.
Ketiga rumah tersebut berada Jl Cipto Mulyo RT 11 RW 3 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun Kota Malang. Adapun tiga rumah yang ditabrak mundur gerbong KA itu adalah milik Nisno (40). Rumah milik Nisno itu mengalami rusak parah, ratah dengan tanah. Saat kejadian, Nisno sedang tidak ada di rumah. "Saya dan istri saya sedang di pasar. Jadi tidak tahu kejadiannya seperti apa," kata Nisno.
Saat kejadian, rumah Nisno dihuni oleh ke lima anaknya. Salah satunya adalah Rosyid. Ia yang tewas akibat rumah bapaknya itu rata dengan tanah ditabrak Gerbong KA Gajayana itu. Sementara empat anak Nisno lainnya selamat.
Selanjutnya, rumah yang menjadi korban adalah milik milik Sutrisno (58), rumah tersebut sekira 30 persen mengalami kerusakan. Adapun rumah ketiga, adalah milik Jamir (55). Rumah tersebut diperkirakan mengalami kerusakan sekira 80 persen.
Setelah berhasil dievakuasi, Rosyid yang sudah ditemukan meninggal dunia, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nirmala, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Begitu juga, Sutrisno, yang mengalami patah tulang di kaki kanannya juga dilarikan ke rumah sakit Panti Nirmala untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kereta KA gajayana, jurusan Malang-Jakarta, sedang menunggu jadwal keberangkatan di Stasiun Kota Lama tak ada kepala KA. Mudur dari Stasiun Kota Baru ke Kota Lama. Ada 4 gerbong di kota baru. Tahu-tahu mundur sendiri, dengan kecepatan 70-80. hingga ngantam rumah. Dua masih dijalur, dua gerbong turun dari rel menghantan rumah yang ada didekat rel itu.
Sementara itu, menurut Kepala Stasiun Kota Lama Gatot Djoko P kepada beritajatim.com mengatakan, korban yang patah kaki akan dibiayai hingga sembuh. Sedangkan yang meninggal masih menunggu hasil koordinasi DAOPS 8 Surabaya.
"Untuk memastikan penyebabnya, masih dilakukan penyelidikan oleh DAOPS 8 Surabaya dan KANKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi) Jakarta," akunya ditemui dilokasi kejaidan.
Dari cerita Gatot, gerbong KA Gajayana tersebut, berada di Stasiun Kota Baru, lalu tiba-tiba mundur sendiri. "Saat itu masih menunggu jadwal pemberangkatan. Dan saat itu juga, gerbong itu belum ada lokomotifnya, dan di dalam empat gerbong itu tidak ada penumpangnya sama seklai," katanya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, ada empat gebong yang mundur ke belakang itu. "Dua gerbng, keluar dari rel dan nabrak rumah itu. Sedangkan dua gerbong lainnya tetap ada di lintasa rel. Makanya kami tersu melakukan penyelidikan apa penyebabnya itu," tegasnya. [ain/kun]
[spoiler=foto]
![[Image: 04012011_tabrakan-ka1.jpg]](http://media.tvone.co.id/uploads/image/04012011/04012011_tabrakan-ka1.jpg)
![[Image: brt593654156.jpg]](http://beritajatim.com/berita/brt593654156.jpg)
[/spoiler]