(06-10-2010, 07:15 PM)kentank14 Wrote: [ -> ]iya perlu dibuatin 1 atau 2 stasiun lagi antara sts cilebut dan bogor tuhh
Dulu antara BOO-CLT ada halte Kebon Pedes. Nonaktif dan dibongkar karena proyek DT BOO-MRI.
(05-10-2010, 06:39 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ] (03-10-2010, 07:40 PM)jadrians Wrote: [ -> ]Gak masuk akal itu ide RY...Yang ada buat ngurangi kepadatan stasiun bogor buat tuh stasiun baru di daerah kedung badak di atas Under Pass...sarana parkir sangat luas di dekat gedung ex Hypermart....
nah, ini saya setuju.
Maksud om Iwan Jadrians disini:
Trayek pindah ke Cilebut? Apa cukup memuat sedemikian banyak KRL/KRD yang setiap jam lewat situ?

CMIIW
Kalo menurut saya sih untuk mengatasi kemacetan itu bukan memindahkan fungsi stasiun, tapi dibikin jalur cabang yang menuju wilayah yang banyak kantong-kantong pengguna jasa kereta api. seperti Perumahan dan Mall. Coba kalo tiap perumahan bisa diakses dengan kereta api pasti kemacetan bakalan berkurang, demikian juga Mall.
mas kok pic nya cuma sedikit
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
itu foto nya di daerah mana ya
Ahmad Dani - Okezone
JAKARTA - Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta pada pagi ini mengalami sedikit gangguan. Hal itu diakibatkan adanya KRL AC Ekonomi yang mogok di sekitar Lenteng Agung.
Situasi ini membuat perjalanan KRL Jakarta-Bogor terhambat karena rangkaian belum bisa dipindahkan. Untuk menghindari penumpukan KRL maka dilakukan pengalihan jalur. Rel KRL Bogor-Jakarta dipakai secara bergantian untuk KRL dari arah Jakarta menuju Bogor dan sebaliknya.
Pantauan okezone di lapangan, Senin (7/2/2011), situasi di atas mengakibatkan sejumlah KRL terhambat di Stasiun Tanjung Barat. Bahkan KRL yang sudah terlanjur melewati Stasiun Tanjung Barat ditarik mundur kembali ke stasiun untuk memberi kesempatan KRL dari arah Jakarta melintas lebih dulu.
Humas Daop I PT KA Mateta Rizalulhaq menyatakan pihaknya terpaksa mengurangi laju KRL. “Yang jelas memang ada gangguan tapi saya masih dalam proses koordinasi dengan komando pusat,†terangnya
Kenapa nggak angkotnya aja yg ditertibkan? :new_mikir
Kota dgn banyak angkot malah terlihat semrawut, kayak bandung, depok, semarang, dll
Cb liat solo n jogja, apakah terlihat semrawut? Yg ada mlh kemudahan berpergian dgn transportasi umun dengan nyaman krn transportasiny begitu terpadu dan tertata rapi

(03-10-2010, 07:47 PM)ahmadi Wrote: [ -> ] (03-10-2010, 06:52 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]kalo soal angkot, itu urusannya dishub. makanya jangan kelewat obral trayek tapi gak memperhitungkan kapasitas jalan yang ada. maunya cuma duitnya doang.
Saya juga heran, namanya peremajaan, tetapi plat nomornya berbeda. Ini peremajaan atau penggandaan?
Kalau digeser kearah utara saya kurang setuju, merepotkan orang kota Bogor kalau digeser ke selatan baru, seperti Batu Tulis ide bagus. Mengcover penumpang KRL dari arah timur dan selatan Bogor, jadinya mereka tidak perlu jauh-jauh naik angkot. Hanya tidak lahan..
he'eh, kenapa ga di tarik saja ke arah selatan (Batu Tulis) atau kalau perlu perpanjang dan bikin jalur baru lagi sampai daerah Tajur, Ciawi. Cuman KRL nya kuat nanjak ga

wah aneh tuh, mestinya jalur angkot dialihkan ke cilebut aja sekalian. Stasiun cilebut diperbesar sih OK saja, tapi kalo kereta tetap di st bogor.
perpindahan Stasiun awal/akhir berarti akan ada trayek baru angkot yg menambah PAD Bogor dan juga leasing2 serta para produsen Angkot makin tersenyum lebar