(11-01-2014, 06:39 AM)forever.agus Wrote: [ -> ] (10-01-2014, 10:25 PM)CC20606 Wrote: [ -> ]Iya mas,ka ini kalo di slo jadi ka sidomukti di pagi hari nya...hingga 31 januari,kalo okupansinya bagus ya diperpanjang lagi...
Kenapa aneh2 dikasih nama menjadi KA Sidomukti ya? Kenapa ga dibikin aja Fajar Utama Solo.. Padanan yg sesuai utk Senja Utama adalah Fajar Utama. Seperti yg berlaku di Semarang dan Yogyakarta.. 

Mungkin agar masyarakat tidak bingung karena biasanya ka yang ada nama fajar/senja utama adalah tujuan jakarta...
Gapeka sekarang KA Senjut SLO berangkat PSE jam 21.15 kan? jadi bukan Senja lagi dong namanya?

(18-01-2014, 07:01 PM)Dinosaur Blue Wrote: [ -> ]Gapeka sekarang KA Senjut SLO berangkat PSE jam 21.15 kan? jadi bukan Senja lagi dong namanya? 
Selama Senjut SLO berangkatnya ba'da maghrib, namanya tetep disebut Senjut SLO, karena Senjut itu identik dg KA yg berangkatnya ba'da maghrib & jalan malem. Lain ceritanya kalo berangkatnya kayak Bengawan dari PSE, ntar namanya berubah jadi Kereta Malam Utama SLO donk?

(20-01-2014, 06:32 PM)Dinosaur Blue Wrote: [ -> ] (20-01-2014, 05:00 PM)CC-201-23 Wrote: [ -> ] (18-01-2014, 07:27 PM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (18-01-2014, 07:01 PM)Dinosaur Blue Wrote: [ -> ]Gapeka sekarang KA Senjut SLO berangkat PSE jam 21.15 kan? jadi bukan Senja lagi dong namanya? ~edited
Selama Senjut SLO berangkatnya ba'da maghrib, namanya tetep disebut Senjut SLO, karena Senjut itu identik dg KA yg berangkatnya ba'da maghrib & jalan malem. Lain ceritanya kalo berangkatnya kayak Bengawan dari PSE, ntar namanya berubah jadi Kereta Malam Utama SLO donk? ~edited
Slot Senja udah diambil sama yg ke YK
sampe YK masih jam 3 
nah kalo yang Senjut YK masih "pas" disebut Senja
harusnya Senjut SLO jadi KA Gajah Mungkur ~edited
Setidaknya sejak dia dapet gapeka 21.15 dari PSE, dia jadi bisa lari, dibandingin sawunggalih 104 yang justru kemungkinan jadi odong2 gara2 dipindah berangkat PSE 20.30, dan dibelakangnya banyak kereta bendera yang siap menerjang
Penamaan Senja Solo, karena dia berangkat dari Solo (selaku dipo yang punya kereta) masih senja alias jam 18.00, kalo dari JAKKnya emang kudunya udah jadi Ekspress Malam :-p Tapi berhubung Kereta bisnis identik dengan nama senja/Fajar jadi ya tetep aja dikasih nama senja
Tadi Pagi Senja Solo 96 sampe di Solo jam 06.25, sepertinya dampak banjir di Jakarta, sedikit banyak berdampak juga buat kereta-kereta yang disimpen di DAO, karena kata temen ane yang naik, senja SLO semalem berangkat PSE juga udah telat 10 menit. Tapi masih lebih baik ketimbang ane yang pas naik 96 masuk SLO jam 07.28an...

(21-01-2014, 12:04 PM)Dj_Dj_300791 Wrote: [ -> ] (20-01-2014, 06:32 PM)Dinosaur Blue Wrote: [ -> ] (20-01-2014, 05:00 PM)CC-201-23 Wrote: [ -> ] (18-01-2014, 07:27 PM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ] (18-01-2014, 07:01 PM)Dinosaur Blue Wrote: [ -> ]Gapeka sekarang KA Senjut SLO berangkat PSE jam 21.15 kan? jadi bukan Senja lagi dong namanya? ~edited
Selama Senjut SLO berangkatnya ba'da maghrib, namanya tetep disebut Senjut SLO, karena Senjut itu identik dg KA yg berangkatnya ba'da maghrib & jalan malem. Lain ceritanya kalo berangkatnya kayak Bengawan dari PSE, ntar namanya berubah jadi Kereta Malam Utama SLO donk? ~edited
Slot Senja udah diambil sama yg ke YK
sampe YK masih jam 3 
nah kalo yang Senjut YK masih "pas" disebut Senja
harusnya Senjut SLO jadi KA Gajah Mungkur ~edited
Setidaknya sejak dia dapet gapeka 21.15 dari PSE, dia jadi bisa lari, dibandingin sawunggalih 104 yang justru kemungkinan jadi odong2 gara2 dipindah berangkat PSE 20.30, dan dibelakangnya banyak kereta bendera yang siap menerjang

Penamaan Senja Solo, karena dia berangkat dari Solo (selaku dipo yang punya kereta) masih senja alias jam 18.00, kalo dari JAKKnya emang kudunya udah jadi Ekspress Malam :-p Tapi berhubung Kereta bisnis identik dengan nama senja/Fajar jadi ya tetep aja dikasih nama senja 
Tadi Pagi Senja Solo 96 sampe di Solo jam 06.25, sepertinya dampak banjir di Jakarta, sedikit banyak berdampak juga buat kereta-kereta yang disimpen di DAO, karena kata temen ane yang naik, senja SLO semalem berangkat PSE juga udah telat 10 menit. Tapi masih lebih baik ketimbang ane yang pas naik 96 masuk SLO jam 07.28an... 
masih mending jam 6.25 udah masuk SLO,waktu liburan akhir tahun kemarin hampir setiap hari melintas LPN jam 6-6.30-an
Rabu, 22/01/2014 23:36 WIB
Kereta Senja Utama Solo Bocor, Penumpang Resah
Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Kereta Senja Utama jurusan Pasarsenen-Solo Balapan yang beroperasi pada 22 Januari
2013 dikeluhkan penumpang. Penyebabnya adalah kereta itu bocor di banyak bagian.
Perjalanan kereta malam ini memang disertai dengan hujan deras. Sejak berangkat dari Stasiun
Pasarsenen pukul 21.30 WIB, yang artinya kereta terlambat berangkat 15 menit, hujan deras
disertai angin sudah mengguyur ibu kota.
Belum jauh kereta berjalan, tetes-tetes air mulai jatuh dari langit-langit gerbong. Seperti yang
terlihat di gerbong 1. Titik bocor cukup banyak, sehingga beberapa penumpang yang mendapat
tempat duduk di dekat kebocoran resah.
Salah satunya adalah Ibu Ety (70) yang bepergian berdua dengan suaminya. Ibu Ety mengeluhkan
air yang merembes dari jendela dekat tempat duduknya.
"Ini air udah ke mana-mana. Padahal tiketnya udah mahal," keluh Ibu Ety.
Beberapa mahasiswi yang tampak berniat liburan juga mengeluh. Mereka sempat kesal karena tas
carrier yang dibawanya basah kena tetesan air.
Seorang pria yang duduk dekat jendela terlihat ikut mengeluh. Dia kesal tak bisa tidur karena
jendela tempat dia duduk banyak rembesan air.
"Bantal yang saya sewa juga basah nih," ujar pria berjaket biru itu.
Ada seorang petugas kebersihan kereta yang datang ke gerbong 1. Dia mengepel lantai yang basah
dan melayani keluhan penumpang. Dia juga menjelaskan bahwa kebocoran ini tak hanya terjadi di
gerbong 1, tapi juga gerbong-gerbong lain.
"Masih hujan, mau bagaimana lagi," ujar petugas itu sambil membantu seorang penumpang
mengelap tempat duduk yang basah terkena rembesan air.
yang melaporkan ini RF bukan ya?hehe...
Tentang Senja Utama Solo Pagi ini
[spoiler]
4 Pengendara Motor Tewas Ditabrak KA Senja Utama
Kondisi mereka mengenaskan. Tubuhnya hangus terbakar.
Quote: VIVAnews - Lima pengendara sepeda motor tertabrak kereta api Senja Utama di palang pintu perlintasan kereta api 732 Dusun Tegalyoso, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sekitar pukul 6.50 WIB, Kamis 23 Januari 2014.
Dalam kejadian tersebut, empat orang tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya terbakar. Satu orang lainnya mengalami luka berat.
Empat korban tewas yakni, Purwanto (41), warga Somodran Banyuraden Gamping Sleman; Sumardi (56), warga Kanoman Banyuraden Gamping Sleman; Latifa (18), warga Balecatur Gamping Sleman; Gikri Yuda (18), dan warga Temuhu Lor Balecatur Gamping. Korban luka parah bernama A. Widopratomo (17), warga Gamping.
Priyopurnomo (61), saksi mata warga perumahan Nogotirto 3 jalan Semeru Banyuraden Gamping, menceritakan peristiwa mengerikan itu.
Sekitar pukul 06.50 WIB, KA Prameks meluncur di double track sebelah selatan dari arah timur. Setelah kereta lewat, pintu perlintasan dibuka. Kendaraan dari sisi selatan jalan kemudian bergerak perlahan. Namun ternyata, dari arah barat di lintasan sebelah Utara meluncur KA Senja Utama dengan kecepatan tinggi.
"Karena jarak sudah terlalu dekat, empat motor langsung tertabrak. Tiga motor langsung disambar kereta dan satu motor terserempet kereta," katanya.
Petugas penjaga perlintasan kereta api, kata Priyo, sudah memperingatkan kalau ada kereta melintas dari arah Barat. Namun karena suaranya tidak terdengar, para pengendara sepeda motor itu tetap melintas. Selain itu, kemungkinan jarak pandang pengendara yang datang dari arah selatan juga terhalang KA.
"Setelah tertabrak, motor yang dikendarai korban terbakar dan terseret hingga jarak 75 meter. Seluruh korban tewas juga dalam kondisi terbakar," jelasnya.
"Saya lihat ada satu korban yang masih hidup, lalu saya selamatkan. Korban lainnya sudah terbakar saya tidak berani mendekat," tambahnya lagi.
Selang 30 menit kejadian, polisi dan petugas Palang Merah Indonesia tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, korban luka berat langsung dilarikan ke RSUD Sarjito dan korban tewas dilarikan ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk diautopsi.
Kepolisian langsung mengamankan Setiyanto (32), penjaga palang pintu perlintasan. Warga Dusun Gunturan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul itu kini berada di Mapolsek Gamping untuk dimintai keterangan.
sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/rea...enja-utama
Ditabrak Kereta Api, Empat Orang Tewas Akibat Luka Bakar
Quote: YOGYAKARTA - Empat orang tewas akibat ditabrak Kereta Api (KA) Senja Utama di pintu perlintasan 732 yang berada di Dusun Tegalyoso, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY pagi tadi. Kondisi ke-empat korban mengenaskan karena mendapat luka bakar pada bagian tubuh.
"Ada satu orang yang hidup, tapi kondisinya juga parah. Empat penumpang lainnya tewas di tempat," kata Priyo Purnomo (60), saksi mata yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, Kamis (23/1/2014).
Kecelakan ini terjadi sekira pukul 06.50 WIB. Sebelum kejadian, jalan perlintasan kereta api sudah ditutup sehingga KA Prameks bisa melinta di sebelah selatan dari arah timur. Sesaat setelah pintu perlintasan dibuka, kendaraan dari kedua sisi jalan (utara-selatan) perlahan jalan.
Nahasnya, KA Senja Utama dari arah barat melintas dengan kecepatan tinggi. Padahal, banyak pengendara diperlintasan itu.
"Empat motor langsung tertabrak hingga ada percikan api menyebabkan kebakaran. Korban-korbanya terbakar," katanya.
Data empat korban tewas dua di antaranya pelajar tinggat SMA yakni Latifa Silfia Epriliani (18) warga Balecatur Gamping Sleman, siswi SMA 1 Gamping, dan Gikri Yuda (18) Warga Temuhu Lor Balecatur Gamping, Sleman.
Selain itu, dua orang lainnya yang tewas Purwanto (41) warga Somodran Banyuraden Gamping Sleman, dan Sumardi (56) warga Kanoman Banyuraden Gamping Sleman, DIY.
Sedangkan satu orang lagi yang menderita luka berat bernama Widopratomo warga Gamping karena sepeda motornya terserempet kereta api yang sama.
Kepolisian setempat langsung melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Kapolres Sleman,AKBP Iksan Amin belum bisa memastikan apa penyebab kecelakaan.
"Apakah ada kemungkinan human eror atau ada kendala teknis, kami masih belum bisa menyimpulkan karena masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.
Sumber : http://jogja.okezone.com/read/2014/01/23...luka-bakar
KA Senja Utama tabrak motor, empat tewas
Quote: Yogyakarta (ANTARA News) - Kereta Api Senja Utama Kamis pagi menabrak sepeda motor di suatu perlintasan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga empat orang meninggal dunia.
Kecelakaan itu terjadi di perlintasan kereta api Desa Somobaran, Kecamatan Gamping.
Warga setempat, Priyo Priyono, mengemukakan peristiwa itu terjadi pukul 06.50 WIB.
Menurut Priyono, awalnya palang pintu perlintasan kereta api tertutup kemudian kereta api (KA) Prameks jurusan Solo melintas.
Seusai KA Prameks melintas, palang pintu terbuka dan para pengendara sepeda motor melewati jalur kereta.
"Setelah kereta api Prameks lewat di jalur kiri, pintu terbuka. Pengendara lewat, tapi dari arah sebaliknya senja utama tiba-tiba muncul," kata dia.
"Saya sudah menghalang-halangi, tapi dari arah berlawanan motor nggak berhenti," kata Priyono.
Korban meninggal dunia yaitu Purwanti warga Desa Somodaran, Sumardi warga Desa Kanoman, Latifa pelajar warga Desa Kronggahan, dan Fikri Yuda pelajar warga Temuhu Lor, Kecamatan Gamping.
Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Sleman, AKBP Iksan Amin mengatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu.
"Masih kami selidiki dan belum bisa menyimpulkan," kata Iksan
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/415519/...mpat-tewas
[/spoiler]
(23-01-2014, 02:09 PM)Dj_Dj_300791 Wrote: [ -> ]Tentang Senja Utama Solo Pagi ini 
[spoiler]4 Pengendara Motor Tewas Ditabrak KA Senja Utama
Kondisi mereka mengenaskan. Tubuhnya hangus terbakar.
Quote: VIVAnews - Lima pengendara sepeda motor tertabrak kereta api Senja Utama di palang pintu perlintasan kereta api 732 Dusun Tegalyoso, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sekitar pukul 6.50 WIB, Kamis 23 Januari 2014.
Dalam kejadian tersebut, empat orang tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya terbakar. Satu orang lainnya mengalami luka berat.
Empat korban tewas yakni, Purwanto (41), warga Somodran Banyuraden Gamping Sleman; Sumardi (56), warga Kanoman Banyuraden Gamping Sleman; Latifa (18), warga Balecatur Gamping Sleman; Gikri Yuda (18), dan warga Temuhu Lor Balecatur Gamping. Korban luka parah bernama A. Widopratomo (17), warga Gamping.
Priyopurnomo (61), saksi mata warga perumahan Nogotirto 3 jalan Semeru Banyuraden Gamping, menceritakan peristiwa mengerikan itu.
Sekitar pukul 06.50 WIB, KA Prameks meluncur di double track sebelah selatan dari arah timur. Setelah kereta lewat, pintu perlintasan dibuka. Kendaraan dari sisi selatan jalan kemudian bergerak perlahan. Namun ternyata, dari arah barat di lintasan sebelah Utara meluncur KA Senja Utama dengan kecepatan tinggi.
"Karena jarak sudah terlalu dekat, empat motor langsung tertabrak. Tiga motor langsung disambar kereta dan satu motor terserempet kereta," katanya.
Petugas penjaga perlintasan kereta api, kata Priyo, sudah memperingatkan kalau ada kereta melintas dari arah Barat. Namun karena suaranya tidak terdengar, para pengendara sepeda motor itu tetap melintas. Selain itu, kemungkinan jarak pandang pengendara yang datang dari arah selatan juga terhalang KA.
"Setelah tertabrak, motor yang dikendarai korban terbakar dan terseret hingga jarak 75 meter. Seluruh korban tewas juga dalam kondisi terbakar," jelasnya.
"Saya lihat ada satu korban yang masih hidup, lalu saya selamatkan. Korban lainnya sudah terbakar saya tidak berani mendekat," tambahnya lagi.
Selang 30 menit kejadian, polisi dan petugas Palang Merah Indonesia tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, korban luka berat langsung dilarikan ke RSUD Sarjito dan korban tewas dilarikan ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk diautopsi.
Kepolisian langsung mengamankan Setiyanto (32), penjaga palang pintu perlintasan. Warga Dusun Gunturan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul itu kini berada di Mapolsek Gamping untuk dimintai keterangan.
sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/rea...enja-utama
Ditabrak Kereta Api, Empat Orang Tewas Akibat Luka Bakar
Quote: YOGYAKARTA - Empat orang tewas akibat ditabrak Kereta Api (KA) Senja Utama di pintu perlintasan 732 yang berada di Dusun Tegalyoso, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY pagi tadi. Kondisi ke-empat korban mengenaskan karena mendapat luka bakar pada bagian tubuh.
"Ada satu orang yang hidup, tapi kondisinya juga parah. Empat penumpang lainnya tewas di tempat," kata Priyo Purnomo (60), saksi mata yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, Kamis (23/1/2014).
Kecelakan ini terjadi sekira pukul 06.50 WIB. Sebelum kejadian, jalan perlintasan kereta api sudah ditutup sehingga KA Prameks bisa melinta di sebelah selatan dari arah timur. Sesaat setelah pintu perlintasan dibuka, kendaraan dari kedua sisi jalan (utara-selatan) perlahan jalan.
Nahasnya, KA Senja Utama dari arah barat melintas dengan kecepatan tinggi. Padahal, banyak pengendara diperlintasan itu.
"Empat motor langsung tertabrak hingga ada percikan api menyebabkan kebakaran. Korban-korbanya terbakar," katanya.
Data empat korban tewas dua di antaranya pelajar tinggat SMA yakni Latifa Silfia Epriliani (18) warga Balecatur Gamping Sleman, siswi SMA 1 Gamping, dan Gikri Yuda (18) Warga Temuhu Lor Balecatur Gamping, Sleman.
Selain itu, dua orang lainnya yang tewas Purwanto (41) warga Somodran Banyuraden Gamping Sleman, dan Sumardi (56) warga Kanoman Banyuraden Gamping Sleman, DIY.
Sedangkan satu orang lagi yang menderita luka berat bernama Widopratomo warga Gamping karena sepeda motornya terserempet kereta api yang sama.
Kepolisian setempat langsung melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Kapolres Sleman,AKBP Iksan Amin belum bisa memastikan apa penyebab kecelakaan.
"Apakah ada kemungkinan human eror atau ada kendala teknis, kami masih belum bisa menyimpulkan karena masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.
Sumber : http://jogja.okezone.com/read/2014/01/23...luka-bakar
KA Senja Utama tabrak motor, empat tewas
Quote: Yogyakarta (ANTARA News) - Kereta Api Senja Utama Kamis pagi menabrak sepeda motor di suatu perlintasan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga empat orang meninggal dunia.
Kecelakaan itu terjadi di perlintasan kereta api Desa Somobaran, Kecamatan Gamping.
Warga setempat, Priyo Priyono, mengemukakan peristiwa itu terjadi pukul 06.50 WIB.
Menurut Priyono, awalnya palang pintu perlintasan kereta api tertutup kemudian kereta api (KA) Prameks jurusan Solo melintas.
Seusai KA Prameks melintas, palang pintu terbuka dan para pengendara sepeda motor melewati jalur kereta.
"Setelah kereta api Prameks lewat di jalur kiri, pintu terbuka. Pengendara lewat, tapi dari arah sebaliknya senja utama tiba-tiba muncul," kata dia.
"Saya sudah menghalang-halangi, tapi dari arah berlawanan motor nggak berhenti," kata Priyono.
Korban meninggal dunia yaitu Purwanti warga Desa Somodaran, Sumardi warga Desa Kanoman, Latifa pelajar warga Desa Kronggahan, dan Fikri Yuda pelajar warga Temuhu Lor, Kecamatan Gamping.
Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Sleman, AKBP Iksan Amin mengatakan pihaknya masih menyelidiki kejadian itu.
"Masih kami selidiki dan belum bisa menyimpulkan," kata Iksan
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/415519/...mpat-tewas
[/spoiler]
Itu di petak mana ya? Kok masuk Kab. Sleman? Setdah jam 7an masih di daerah YK juga ni senjut -_-