Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Double-Decker Car
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5
Double deck yang ada di Belanda dan Swiss, lantai bawah memang direndahkan deket sekali ke rel diantara bougie. Lantaínya malah lebih rendah dari peron.
Tapi gak enak duduk yang diatas, oleng jadi pusing dan enek.
kalau KAnya double-decker lok CC201 kuat gak ya narik 12/13 kereta sesuai panjang emplasen stasiun?
hehe...

kalau di LN gimana?
di belanda dan Swiss yang narik 1 lok listrik ndak tahu tenaganya berapa. Rangkaian sekitar 10 gerbong. Di Swiss banyak tanjakan, kuat tu. [Image: overstappen.png]
ini saya baru carik. Lok yang dipakai lok listrik 4500kW ato 6200 horse power susunan roda CC.
(17-06-2011, 05:21 AM)Ryusei Wrote: [ -> ]
(16-06-2011, 09:35 AM)Gege Wrote: [ -> ]Indonesia TIDAK AKAN membuat kereta jenis ini.
Kenapa?
Coba kita telaah :
  1. Lebar Spoor. Pengaruh lebar spoor di Indonesia masih terlalu sempit untuk kereta yang 'menjulang'. Harus dipikirkan (dengan perhitungan fisika dan matematika) untuk keseimbangan poros horizontal dan vertikal sehingga pada saat berbelok kereta tidak terguling
  2. Radius tikungan. Karena spoor yang kecil maka radius tikungan sempit sehingga berpengaruh kepada disain kereta (ketinggian dan lebar ruang bebas kereta dan gerbong)
  3. Jembatan dan terowongan. Karena lebar spoor dan ruang bebas rangkaian kereta sudah diadjustment dengan kondisi awal (default) maka jika kita membuat double decker car harus membongkar terowongan dan/atau membuat track baru (yang notabene : mahal).

Demikian background KENAPA Indonesia TIDAK BISA membuat kereta double decker/tingkat, walaupun pemandangan sepanjang rel di Indonesia lebih bisa maksimal dinikmati dengan kereta ini.

Demikian.

(28-03-2010, 09:17 AM)Ryzky_Widi Wrote: [ -> ]Ketika lihat kereta jenis ini, saya jadi ingat salah satu tokoh Indonesia. Siapa hayo...?
P E T R U K

Om Bravo Gege itu betul. 1067 mm gauge itu nggak aman kalo dilewati gerbong 2 tingkat. Karena gerbongnya lebih tinggi, titik massa gerbongnya juga lebih tinggi dari titik massa gerbong biasa. Jadinya kereta double deck itu lebih nggak stabil dibanding kereta single deck. Jalur relnya harus diperlebar supaya gerbongnya jadi lebih stabil.

Pake rel 1435 mm aja masih goyang" kalo lewat wesel. Ngakak

Mudah"an PT. Kereta Api (Persero) bisa mengimplementasi gerbong double deck di masa depan. Kapasitas gerbong double deck itu kan > 150% kapasitas gerbong biasa, jadinya lebih hemat. Xie Xie


kalau masalah titik masa yang lebih tinggi kan bisa diturunkan dengan cara memberi beban lebih di bogie ataupun underframe jadi saat berbelok gak masalah karen pusat masa sudah diturunkan serendah mungkin namun konsekuensinya berat kereta jadi lebih besar mungkin bisa dibatasi jangan lebih dari 50 ton berat kosongnya, kalau prototipe DD di MRI itu sih asal2an kesannya cuma modif dari gerbong yang sudah ada...
jadi gak ada rancangan matang dari awal mungkin INKA bisa melakukan riset untuk kereta DD mengingat kebijakan untuk KA semua kelas tanpa tiket berdiri...Playboy
tentu pendapatan PT.KA bisa bertambah Xie Xie
kalau post foto gimana caranya? Ni ada foto double decker di Swiss namun tingginya ndak beda banyak sama kkereta normal.
(05-10-2011, 07:01 PM)antonius_123 Wrote: [ -> ]kalau post foto gimana caranya? Ni ada foto double decker di Swiss namun tingginya ndak beda banyak sama kkereta normal.

coba masuk sini dulu mas
Ma kasih ya enrico,,,,walah kalau udak computer pusing abis orang tuek.

[Image: c.php?f=thumb_201110052343104_0510201136...036af.jpeg]

Ndak tahu ini kelihatan ndak. Ini foto KA tingkat di Siwss rangkainan 10 gerbong Tanyak Masinis Power Lok 6000kW ato 8200 pk. Berat 1 gerbong 50 ton. Tingginya setinggi lok jadi seperti kereta biasa aja.[Image: overstappen.png]
wih hebat, keluar gambanya, bangga aku rek, jago computer..............
(05-10-2011, 11:48 PM)antonius_123 Wrote: [ -> ]Ma kasih ya enrico,,,,walah kalau udak computer pusing abis orang tuek.

[Image: c.php?f=thumb_201110052343104_0510201136...036af.jpeg]

Ndak tahu ini kelihatan ndak. Ini foto KA tingkat di Siwss rangkainan 10 gerbong Tanyak Masinis Power Lok 6000kW ato 8200 pk. Berat 1 gerbong 50 ton. Tingginya setinggi lok jadi seperti kereta biasa aja.[Image: overstappen.png]
wih hebat, keluar gambanya, bangga aku rek, jago computer..............

hehe...
sama-sama pak, wah itu powernya besar sekali....
4 kali lok CC disini Heran

kalau bobot keretanya mungkin bisa dimaklumi karena disini aja 1 kereta K3 bobotnya sekitar 29 ton Xie Xie
Susah direalisasikan dengan rel sempit saat ini, di Indonesia, tetapi misal lebar badan gerbong di persempit, bisa apa ga? Berdasar pada buku yang pernah saya baca, maaf lupa judulnya, perbandingan aman antara lebar gauge dengan badan kereta 1:1-3, misal berandai-andai dengan 1067 mm, lebar maksimal yang bisa dicapai 2 m, standarnya pake lebar TGV duplex lebih kurang 2,8-2,9 m, jadi dengan lebar gauge normal, mereka kalikan 2, jika Indonesia pake lebar gerbong 2 meter, pasti sempit sekali, kapasitas kecil, padahal yang ada sekarang lebarnya hampir 3 meter?Lok-nya harus gede powernya, pasti lebih berat dari cc 205?Mohon koreksi.
Setahu saya kereta tingkat ato biasa, lebarnya sama. Kereta di Europa lebarnya kurang lebih sama dng kereta di Ind meskipun relnya 1435mm.
Mungkin tingginya kalau di Ind bisa direndahkan krn orang kita kan rata2 lebih kecil dr orang bule.

Salam
Pages: 1 2 3 4 5