14-04-2013, 02:09 PM
Pagi-pagi saya dan bapak saya langsung ke gambir dengan menggunakan motor sambil bawa-bawa barang. Yang paling anehnya padahal bawa barang dah kayak mau mudik padahal cuma ke gambir doang. Saya ke peron sudah ada KA Taksaka dan Argo Jati. Beberapa menit kemudian "Taksaka" pun jalan. KA Argo jati jalan juga. Saat itu saya bertemu salah satu RF yang memakai jaket E.S yaitu mas Adel Realdy. Sembari nunggu Cireks, si Adel ternyata mau ke bandung pakai Argo Parahyangan, tak beberapa kemudian datang KA Argo Parahyangan. Setelah itu masuk KA Cireks, bapakku kira ini tujuan Brebes, ternyata Cirebon. 20 menit kemudian..... Cireks datang. Saya langsung masuk ke gerbong paling belakang yaitu Eksekutif. Pusing dan senang mewarnai hati saya. Di Cirebon bapak saya turun untuk membeli minum. Saya tanya ke kondektur Cireks, ternyata KA Cireks sedang dalam pengisian air. Beberapa menit kemudian bel berbunyi, saya masuk ke Kereta. Sedikit demi sedikit kereta meninggalkan cirebon dengan pelan
. Entah bapakku kenapa berdiri terus. Ternyata bapakku ingin melihat Stasiun yang dilewati kereta Cireks sperti Bulakamba, Tanjung. (maklum, dulunya bapak saya ngaku-ngaku RF Pesantren. Akhirnya sampai di Stasiun Brebes. Sungguh indahnya Kota Brebes. Nah, ente pada belum tau maksud saya dan bapak saya tujuannya datang kesini??. Karena bapak saya ada undangan ceramah dan saya dibujuk menjadi asisten jadi-jadian
. Ceramah dimulai dari pukul 20:00 hingga 00:30 saya sebenarnya pulang 23:30 karena saya ngantuk dan saya membawa pulang HP bapakku kerumah sodara. Pukul 05:00 saya sempat digotong ke mobil (wong saya masih ngantuk
) karena buru-buru untuk memesan KA Cireks. Akhirnya tidak terlambat, sisanya tidur di kereta. Sampai di petak Lemahabang. Saya mendapat kejutan
tak sedap. Melainkan saya diberi nafas buatan
, aku bangun karena nafas buatannya dan suara yang bising didekat gerbong P (karena kalo ke arah Jakarta Eksekutif posisinya di depan sama P-nya).
TAMAT
Kesimpulan yang bisa diambil dalam cerita ini
Bagi anda yang punya motor (kalo ngga punya duit buat ongkos taksi) bisa minta titip kepada petugas penjaga motor. Dijamin ngga bakal hilang selama kita PP.
. Entah bapakku kenapa berdiri terus. Ternyata bapakku ingin melihat Stasiun yang dilewati kereta Cireks sperti Bulakamba, Tanjung. (maklum, dulunya bapak saya ngaku-ngaku RF Pesantren. Akhirnya sampai di Stasiun Brebes. Sungguh indahnya Kota Brebes. Nah, ente pada belum tau maksud saya dan bapak saya tujuannya datang kesini??. Karena bapak saya ada undangan ceramah dan saya dibujuk menjadi asisten jadi-jadian
. Ceramah dimulai dari pukul 20:00 hingga 00:30 saya sebenarnya pulang 23:30 karena saya ngantuk dan saya membawa pulang HP bapakku kerumah sodara. Pukul 05:00 saya sempat digotong ke mobil (wong saya masih ngantuk
) karena buru-buru untuk memesan KA Cireks. Akhirnya tidak terlambat, sisanya tidur di kereta. Sampai di petak Lemahabang. Saya mendapat kejutan
tak sedap. Melainkan saya diberi nafas buatan
, aku bangun karena nafas buatannya dan suara yang bising didekat gerbong P (karena kalo ke arah Jakarta Eksekutif posisinya di depan sama P-nya).TAMAT

Kesimpulan yang bisa diambil dalam cerita ini
Bagi anda yang punya motor (kalo ngga punya duit buat ongkos taksi) bisa minta titip kepada petugas penjaga motor. Dijamin ngga bakal hilang selama kita PP.
[Video: http://www.youtube.com/watch?v=L6CBt9rgW...WeBQDfmbQA] Video terbaru dari ane
KRL 8610 Jatinegara-Bogor
Facebook : www.facebook.com/ihamfahwavinyers
Twitter : www.facebook.com/ihamfarizi
Youtube : www.youtube.com/user/ihamfahwarailfans
KRL 8610 Jatinegara-BogorFacebook : www.facebook.com/ihamfahwavinyers
Twitter : www.facebook.com/ihamfarizi
Youtube : www.youtube.com/user/ihamfahwarailfans



)
