Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengurangan Kereta Ekonomi dalam satu Rangkaian
Quote:Subsidi Dikurangi Pemerintah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kurangi Jumah KA Ekonomi.

Pemerintah mengubah subsidi bagi transportasi kereta api (KA). Perubahan ini otomatis mempengaruhi jumlah tempat duduk yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Subsidi yang diberikan pemerintah hanya diberikan 7 KA kelas ekonomi.

Ke 7 KA kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi yakni KA Kertajaya, KA Pasundan, KA Matarmaja, KA Penataran, KA Dhoho, KRD dan KA Tumapel.

"Seiring dengan adanya perubahan Public Service Obligasi (PSO) atau pemberian subsidi dari pemerintah, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengurangi subsidi untuk jumlah KA kelas ekonomi," kata Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (6/6/2012).

Winarto mengungkapkan, subsidi yang diberikan pemerintah dibandingkan 2011 mengalami penurunan.

"Untuk KA Kertajaya saja, pada 2011 pemeritah memberikan subsidi ke masyarakat sebesar 9 kereta. Sedangkan tahun ini hanya diberikan 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk," imbuhnya.

Sedangkan jumlah kereta dan tempat duduk yang di subsidi oleh pemerintah yakni, KA Kertajaya sebanyak 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk, KA Pasundan sebanyak 6 kereta dengan kapasitas 580 tempat duduk, KA Matarmaja sebanyak 7 kereta dengan kapasitas 690 tempat duduk serta KA Penataran, KA Dhoho, KA Tumapel dan KRD masing-masing 4 kereta dengan kapasitas 525 tempat duduk.

Dengan berkurangnya jumlah kereta, Winarto berharap kepada masyarakat yang tidak tertampung agar menggunakan transportasi massal lainnya.

"Kami hanya pelaksana kebijakan pemerintah. Makanya kami berharap bagi masyarakat yang tidak tertampung, kami sarankan menggunaka moda transportasi lain," ujarnya.
Sumber : detik.com
Reply
(06-06-2012, 12:01 PM)warta_kereta Wrote: [spoiler]
Quote:Subsidi Dikurangi Pemerintah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kurangi Jumah KA Ekonomi.

Pemerintah mengubah subsidi bagi transportasi kereta api (KA). Perubahan ini otomatis mempengaruhi jumlah tempat duduk yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Subsidi yang diberikan pemerintah hanya diberikan 7 KA kelas ekonomi.

Ke 7 KA kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi yakni KA Kertajaya, KA Pasundan, KA Matarmaja, KA Penataran, KA Dhoho, KRD dan KA Tumapel.

"Seiring dengan adanya perubahan Public Service Obligasi (PSO) atau pemberian subsidi dari pemerintah, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengurangi subsidi untuk jumlah KA kelas ekonomi," kata Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (6/6/2012).

Winarto mengungkapkan, subsidi yang diberikan pemerintah dibandingkan 2011 mengalami penurunan.

"Untuk KA Kertajaya saja, pada 2011 pemeritah memberikan subsidi ke masyarakat sebesar 9 kereta. Sedangkan tahun ini hanya diberikan 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk," imbuhnya.

Sedangkan jumlah kereta dan tempat duduk yang di subsidi oleh pemerintah yakni, KA Kertajaya sebanyak 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk, KA Pasundan sebanyak 6 kereta dengan kapasitas 580 tempat duduk, KA Matarmaja sebanyak 7 kereta dengan kapasitas 690 tempat duduk serta KA Penataran, KA Dhoho, KA Tumapel dan KRD masing-masing 4 kereta dengan kapasitas 525 tempat duduk.

Dengan berkurangnya jumlah kereta, Winarto berharap kepada masyarakat yang tidak tertampung agar menggunakan transportasi massal lainnya.

"Kami hanya pelaksana kebijakan pemerintah. Makanya kami berharap bagi masyarakat yang tidak tertampung, kami sarankan menggunaka moda transportasi lain," ujarnya.
Sumber : detik.com
[/spoiler]
rakyat kecil bertanya
mengapa PSO dikurangi ?
ke manakah dana PSO mengalir ?
Sedih
Reply
(06-06-2012, 12:01 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:Subsidi Dikurangi Pemerintah, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Kurangi Jumah KA Ekonomi.

Pemerintah mengubah subsidi bagi transportasi kereta api (KA). Perubahan ini otomatis mempengaruhi jumlah tempat duduk yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Subsidi yang diberikan pemerintah hanya diberikan 7 KA kelas ekonomi.

Ke 7 KA kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi yakni KA Kertajaya, KA Pasundan, KA Matarmaja, KA Penataran, KA Dhoho, KRD dan KA Tumapel.

"Seiring dengan adanya perubahan Public Service Obligasi (PSO) atau pemberian subsidi dari pemerintah, maka PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengurangi subsidi untuk jumlah KA kelas ekonomi," kata Kahumas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII, Sri Winarto saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (6/6/2012).

Winarto mengungkapkan, subsidi yang diberikan pemerintah dibandingkan 2011 mengalami penurunan.

"Untuk KA Kertajaya saja, pada 2011 pemeritah memberikan subsidi ke masyarakat sebesar 9 kereta. Sedangkan tahun ini hanya diberikan 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk," imbuhnya.

Sedangkan jumlah kereta dan tempat duduk yang di subsidi oleh pemerintah yakni, KA Kertajaya sebanyak 8 kereta dengan kapasitas 750 tempat duduk, KA Pasundan sebanyak 6 kereta dengan kapasitas 580 tempat duduk, KA Matarmaja sebanyak 7 kereta dengan kapasitas 690 tempat duduk serta KA Penataran, KA Dhoho, KA Tumapel dan KRD masing-masing 4 kereta dengan kapasitas 525 tempat duduk.

Dengan berkurangnya jumlah kereta, Winarto berharap kepada masyarakat yang tidak tertampung agar menggunakan transportasi massal lainnya.

"Kami hanya pelaksana kebijakan pemerintah. Makanya kami berharap bagi masyarakat yang tidak tertampung, kami sarankan menggunaka moda transportasi lain," ujarnya.
Sumber : detik.com

wakakakakak..kalimat ini selalu ada dan tidak pernah lupa untuk diucapkan pejabat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akhir-akhir ini...Ngakak
Thomas, James, Percy, Gordon, Emily, Henry, Edward, Toby
Reply
(06-06-2012, 01:38 PM)MakSaa Wrote:
(06-06-2012, 12:01 PM)warta_kereta Wrote: Makanya kami berharap bagi masyarakat yang tidak tertampung, kami sarankan menggunaka moda transportasi lain," ujarnya.[/align]
Sumber : detik.com

wakakakakak..kalimat ini selalu ada dan tidak pernah lupa untuk diucapkan pejabat PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akhir-akhir ini...Ngakak

Iya neh, mana pake bahasa "MAKANYA".....Ngakak
Kesannya jadi udahlah gada duit lu jangan pake KA....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
itu lagi2 humas operator bicara asbun dengan mengatakan jumlah PSO dikurangi.... maksude dikurangi apa seh sebenarnya, bukane jumlah PSO buat sepur dari tahun 2011 sebesar Rp. 623,4 M menjadi Rp. 770,12 M pada tahun 2012... artinya ada kenaikan yg lumayan signifikan sebesar Rp. 146,72 M atau 23,54% dari besaran anggaran PSO tahun 2011

lah itu humas asbun itu bisa ngomong kek gitu dari mana sumbernya Bingung trus hanya kata2 itu saja yang diulang-ulang, tapi dia tidak menjelaskan pengurangan itu dari angka berapa ke berapa seh.....

Jujur kalo saya sebagai orang awam koq bingung ya dengan ucapan pak humas, dengan subsidi PSO tahun 2011 yg sebesar Rp. 623,4 M bisa digunakan untuk menarik misal Kertajaya 11 Gerbong, Brantas 11-12 gerbong, Pasundan 7-8 Gerbong, Bengawan 11 gerbong, Logawa 8-11 gerbong dst... sementara dengan besar PSO tahun 2012 yg naik di angka 20 'an persen dengan pertimbangan inflasi sekitaran 5-6% koq malah kurangnya banyak........ kalo pake asumsi sederhana kan ga ada yang namanya PENURUNAN...... ato pola yg digunakan PT. Sepur adalah metode kalkulasi tercanggih dan terbaru dengan menyertakan banyak faktor RELATIVITAS, sehingga orang awam kek saya-saya ini jauh lah dari kata sekedar nyambung ajah

adakah yang bisa memberikan pencerahan Bingung
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
Yg bikin + pusing bin aneh bukane taun ini oprator spoor bisa beli solar harga 4500/lt??? anjlog dr tahun lalu yg kudu bayar 8-10rb/lt
Reply
(06-06-2012, 09:23 PM)Bangunkarta Wrote:
itu lagi2 humas operator bicara asbun dengan mengatakan jumlah PSO dikurangi.... maksude dikurangi apa seh sebenarnya, bukane jumlah PSO buat sepur dari tahun 2011 sebesar Rp. 623,4 M menjadi Rp. 770,12 M pada tahun 2012... artinya ada kenaikan yg lumayan signifikan sebesar Rp. 146,72 M atau 23,54% dari besaran anggaran PSO tahun 2011

lah itu humas asbun itu bisa ngomong kek gitu dari mana sumbernya Bingung trus hanya kata2 itu saja yang diulang-ulang, tapi dia tidak menjelaskan pengurangan itu dari angka berapa ke berapa seh.....

Jujur kalo saya sebagai orang awam koq bingung ya dengan ucapan pak humas, dengan subsidi PSO tahun 2011 yg sebesar Rp. 623,4 M bisa digunakan untuk menarik misal Kertajaya 11 Gerbong, Brantas 11-12 gerbong, Pasundan 7-8 Gerbong, Bengawan 11 gerbong, Logawa 8-11 gerbong dst... sementara dengan besar PSO tahun 2012 yg naik di angka 20 'an persen dengan pertimbangan inflasi sekitaran 5-6% koq malah kurangnya banyak........ kalo pake asumsi sederhana kan ga ada yang namanya PENURUNAN...... ato pola yg digunakan PT. Sepur adalah metode kalkulasi tercanggih dan terbaru dengan menyertakan banyak faktor RELATIVITAS, sehingga orang awam kek saya-saya ini jauh lah dari kata sekedar nyambung ajah

adakah yang bisa memberikan pencerahan Bingung

Langsung teko ae nang Suroboyo, Om.... Humase Daop VIII didebat ae...., syukur2 divideo & di-upload dimarih... Big Grin
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
(06-06-2012, 10:30 PM)sultan rakyat Wrote: Yg bikin + pusing bin aneh bukane taun ini oprator spoor bisa beli solar harga 4500/lt??? anjlog dr tahun lalu yg kudu bayar 8-10rb/lt

Subsidi HSD khusus untuk angkutan barang, kalo penumpang tetep pake solar yang harganya 9000-an... Makannya itu operator sekarang sedang getol-getol nya promosiin angkutan barang...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
(06-06-2012, 09:23 PM)Bangunkarta Wrote:
itu lagi2 humas operator bicara asbun dengan mengatakan jumlah PSO dikurangi.... maksude dikurangi apa seh sebenarnya, bukane jumlah PSO buat sepur dari tahun 2011 sebesar Rp. 623,4 M menjadi Rp. 770,12 M pada tahun 2012... artinya ada kenaikan yg lumayan signifikan sebesar Rp. 146,72 M atau 23,54% dari besaran anggaran PSO tahun 2011

lah itu humas asbun itu bisa ngomong kek gitu dari mana sumbernya Bingung trus hanya kata2 itu saja yang diulang-ulang, tapi dia tidak menjelaskan pengurangan itu dari angka berapa ke berapa seh.....

Jujur kalo saya sebagai orang awam koq bingung ya dengan ucapan pak humas, dengan subsidi PSO tahun 2011 yg sebesar Rp. 623,4 M bisa digunakan untuk menarik misal Kertajaya 11 Gerbong, Brantas 11-12 gerbong, Pasundan 7-8 Gerbong, Bengawan 11 gerbong, Logawa 8-11 gerbong dst... sementara dengan besar PSO tahun 2012 yg naik di angka 20 'an persen dengan pertimbangan inflasi sekitaran 5-6% koq malah kurangnya banyak........ kalo pake asumsi sederhana kan ga ada yang namanya PENURUNAN...... ato pola yg digunakan PT. Sepur adalah metode kalkulasi tercanggih dan terbaru dengan menyertakan banyak faktor RELATIVITAS, sehingga orang awam kek saya-saya ini jauh lah dari kata sekedar nyambung ajah

adakah yang bisa memberikan pencerahan Bingung

Nah lo yang bener yang mana ini?Ngakak
PSOnya bertambah ato berkurang?
Jangan sampe omongannya pa humas malah menyesatkan masyarakat khususnya pengguna k-3 ini.....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)