Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengurangan Kereta Ekonomi dalam satu Rangkaian
#1
beberapa hari yang lalu, saya baca spanduk tentang pengurangan Kereta ekonomi dalam 1 rangkaian hanya membawa 6 kereta mulai 1 mei kereta progo dan bengawan lah yang jadi sasarannya...

ada apa dengan kebijakan ini? padahal sebelumnya KA progo bisa membawa +8 kereta dan itu pun penumpangnya penuh..

[Image: 5992533437_d244d656ea.jpg]
Reply
#2
wah bukan di tambah malah di kurangi hmmmm dampak nya jadi makin susah aja buat nyari selembar tiket kelas ekonomi.
JOGJA! JOGJA! TETAP ISTIMEWA, ISTIMEWA NEGRI NYA, ISTIMEWA ORANG NYA

"JOGJA HIP-HOP FOUNDATION"

FACEBOOK

TWITTER

POSTIMAGE

Reply
#3
Iya, efek pengurangan SPO. Beberapa hari yang lalu, Matarmaja cuma bawa 4K3+KMP3, Serayu 3/4K3+KMP3..

Makin susah membeli tiket ekonomi, mungkin karena ini lah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengeluarkan gebrakan bahwa tiket K3 bisa dipesan H-90
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply
#4
Katanya PSO dari pemerintah dikurangi, jadinya harus mengurangi jumlah kereta penumpang yang ditarik ....

Sebuah peristiwa yang bisa menimbulkan efek domino menurut saya. Di saat percaloan makin menjadi-jadi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berencana memperpanjang jangka waktu pemesanan K3 yang jelas merupakan kebijakan pro-calo. Dan sayangnya di saat yang hampir bersamaan pula, jumlah kereta penumpang tiap rangkaian harus dikurangi. Akhir kata, Jayalah terus percaloan Indonesia!!!! Ngeledek


Raksasa itu kini telah rapuh ... dan tinggal menunggu waktu untuk runtuh ..... Ngiler ==> semoga ungkapan yang saya buat ini tidak terjadi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekarang, kalaupun sedang terjadi semoga ada sesuatu yang dapat merubahnya .... Ngiler
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#5
Gue curiga kalo kayak gini pemerintah nggak mendukung perkeretaapian indonesia buat maju sama makin ramah sama pelanggan yang duitnya tipis..... Masa PSO dikurangin?
Facebook/Path: Nina Nursita Ramadhan
Twitter: @nnrst
Instagram: @ninanursita

Go Follow and Add! 
Lok Merah Biru
Reply
#6
Memang KAI makin lama makin membuat susah rakyat kecil .
[spoiler]
[Image: 15052012060.jpg] [/spoiler]
Reply
#7
(14-05-2012, 04:44 PM)Kazuya Wrote: beberapa hari yang lalu, saya baca spanduk tentang pengurangan Kereta ekonomi dalam 1 rangkaian hanya membawa 6 kereta mulai 1 mei kereta progo dan bengawan lah yang jadi sasarannya...

ada apa dengan kebijakan ini? padahal sebelumnya KA progo bisa membawa +8 kereta dan itu pun penumpangnya penuh..

6 KA Mikir Dulu Nanti Kalau Lebaran Kan Semua Mudik, Lonjakan Penumpang (Tidak Tambah Beberapa KA K3 itu Bingung)
Make yourself usefull to other.
Reply
#8
(14-05-2012, 05:39 PM)Hungry Soul Wrote: Katanya PSO dari pemerintah dikurangi, jadinya harus mengurangi jumlah kereta penumpang yang ditarik ....

Sebuah peristiwa yang bisa menimbulkan efek domino menurut saya. Di saat percaloan makin menjadi-jadi, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berencana memperpanjang jangka waktu pemesanan K3 yang jelas merupakan kebijakan pro-calo. Dan sayangnya di saat yang hampir bersamaan pula, jumlah kereta penumpang tiap rangkaian harus dikurangi. Akhir kata, Jayalah terus percaloan Indonesia!!!! Ngeledek


Raksasa itu kini telah rapuh ... dan tinggal menunggu waktu untuk runtuh ..... Ngiler ==> semoga ungkapan yang saya buat ini tidak terjadi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sekarang, kalaupun sedang terjadi semoga ada sesuatu yang dapat merubahnya .... Ngiler

Heran ya???
Apa sih yang dipikirkan para pejabat saat memutuskan aturan ini???
Duit, duit, dan duit???
Terus, sepertinya penumpang cuma dipandang hanya sebagai "alat" untuk cari duit, bukan manusia2 yang musti dilayani?

Atau ada pihak sedang menunjukkan sifat "jumawa"-nya?
Dengan kata lain, mereka ingin: "nih, aku yang "punya" kereta. Kalau kemauanku nggak bisa dipenuhi, aku bisa melakukan apa saja yang aku mau?
Yaah, seperti anak kecil yang nggak diberi uang jajan terus mogok sekolah?

Entah siapa yang musti disalahkan.

Coba kita tinjau beberapa pasal UUD 1945 di bawah ini, terutama yang di-bold:

Pasal 28H
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. **)

(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. **)

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. **)

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenangwenang oleh siapa pun. **)

Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anakanak yang terlantar dipelihara oleh negara. ****)

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. ****)

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undangundang. ****)

Nah,
Bukankah kereta api ekonomi termasuk "fasilitas" seperti yang dimaksud?
Bukannya seorang dengan status golongan ekonomi lemah wajib diberi akses untuk memanfaatkan pelayanan itu?

Yang lebih membingungkan lagi adalah"
Bukankan yang menghela kereta2 yang di sebutkan rekan2 tetap lok CC201/203/204? Memangnya kalau keretanya dikurangi, maka biaya operasinya akan berkurang secara signifikan sehingga "mengejar" besaran PSO? Apa malah nggak efisien, karena lok bertenaga sekitar 2000HP hanya menghela 6 kereta di jalur yang tidak ekstrem? Bukankah dengan pengurangan kereta berarti pemasukan dari karcis juga berkurang?


Apakah pengelolaan sebuah fasilitas publik hanya memerlukan ilmu manajemen dan ilmu ekonomi dengan perhitungan2 finansialnya?
Tidak perlukah dikelola dengan "hati": sebagian saudara saya sebangsa (maaf kalau memang masih merasa seperti ini) dan setanah air perlu diberi support untuk sekedar bertransportasi yang terjangkau?
Bagaimana ini?

Salam kami
Nurcahyo
*******

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
#9
huuft..PSO di kurangi, K3 di kurangi..
sebenarnya hitungan PSO itu per Kereta atau per penumpang atau per perjalanan ? apakah tidak ada cara lain untuk mengakali agar pembatasan PSO tidak mempengaruhi armada K3 ?
Bukankah selama ini ada subsidi silang dengan K1 dan k2, dimana harga tiket K1 dan K2 yang mahal sebagian di pakai untuk menambah biaya perawatan K3. atau kah ada kenaikan biaya bulanan di tubuh operator sehingga tidak ada lagi pos untuk K3 selain PSO?
Sebaiknya permasalahan ini di bicarakan lagi dengan Pemerintah. Kalo emang Pemerintah ngotot PSO tidak bisa di naikkan, ya mending di coba untuk menaikkan harga tiket K3, dengan syarat masih bersaing dengan moda transportasi lain ( bus ekonomi ) dan rangkaian harus sesuai kebutuhan ( namun tetap max 11 K3 + 1 KMP3 ) jadi rakyat tidak harus kehilangan transportasi andalannya selama ini..

[Image: banner.jpg]
Reply
#10
Maaf mau nanya..itu yang mengatakan PSO dikurangi ada sumber yang sudah bisa dipercaya apa sekedar "katanya"?
ditrit "info K2 mao dihapus" Sodara Spoor_jadul mengatakan PT KA mengadakan Tender rehab 40 unit K3 menjadi K3 AC.bukannya itu juga bisa jadi sebabnya K3 mulai dikurangi,mengingat kedepan semua kereta akan ber-AC.

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)