Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengurangan Kereta Ekonomi dalam satu Rangkaian
#31
mungkin jawaban dari misteri ini sebagian bisa dilihat tanda tandanya disini Post: #87
selamat datang di bisnis baru PT. Kereta Api Indonesia (Persero), bisnis properti, seperti yang juga pernah di sampaikan Pak dahlan, memang bisnis transportasi adalah core bisnis dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tapi sangat tidak bisa diharapkan sebagai Core pendapatan. jadi ngapain mesti pusing-pusing ngurusin,
(angkut penumpang ya sebatas tempat duduk saja ngapain cari resiko mengangkut penumpang berdiri. kalau bisa bawa rangkaian pendek ngapain bawa panjang resiko celaka lebih minimal walaupun tenaga lokomotif mubazir,
yg beresiko mengganggu jalur / keamanan /kenyamanan kereta lebih baik dihilangkan seperti bebas pedagang asongan , sterilisasi peron, bebas rokok dll) Xie Xie
Reply
#32
Kita positive thinking saja akan kebijakan seperti pengurangan jumlah gerbong ini. Barangkali ada hikmahnya. Menurut saya sih, fine-fine aja yah apabila dikurangi. Bukannya kalau gerbong dikurangi PT KA malah rugi karena pendapatannya malah berkurang ataukah lebih untung karena biaya operasional lebih berkurang, mungkinkah ada alasan yang lebih logis daripada mempertimbangkan unsur bisnis dan lebih mengutamakan sisi kemanusiaan.
Pernahkah kalian naik kereta ekonomi jarak jauh pada saat sebelum kebijakan pembatasan diberlakukan, apa yang kalian rasakan, menikmati, happy, senang, ngelus dada, prihatin, sedih, marah, galau, ngomel-ngomel, dan lain-lain.
Ketika masih SD, saya dan keluarga pernah naek kereta Matarmaja dari Malang ke Yogyakarta, waktu dulu sistem penomoran kereta belum terkomputerisasi sekedar pasang nomor kursi di tiket, tempat duduk ganda pun juga hal biasa. Ternyata benar nomor tempat duduk kami double. Alhasil karena kita menempat kursi duluan jadi, penumpang tadi yang mempunyai nomor kursi sama akhirnya tidur di kolong tempat duduk kami. Jujur saja kami tidak nyaman dengan hal tersebut karena kesannya tidak sopan. Itu saja baru nomor double, belum lagi belum ada aturan pembatasan.
Nah, apakah hal diatas akan berlarut-larut sampai sekarang, ternyata tidak. Tahun 2011 kemarin adalah suatu perubahan meskipun banyak pula kritikan tapi orang yang naik KA Ekonomi jarak jauh setelah kebijakan pembatasan itu pasti bilang nyaman. Djamin itu. Sekarang ditambah lagi pengurangan gerbong kereta. Hal ini dilakukan untuk mengubah pola pikir masyarakat dan paradigma yang selama ini melekat di masyarakat. Sesuai program pemerintah bahwa kelak sudah tidak ada KA ekonomi lagi, daripada dihilangkan langsung nanti justru menimbulkan polemik yang lebih besar, lebih baik mengurangi secara perlahan dulu jumlah gerbongnya sampai waktu yang sudah ditentukan. Mungkin gitu sih.
Reply
#33
Mengacu pada postingan diatas, saya menduga, sebelum K3 non AC diganti sepenuhnya menjadi K3 AC, rangkaiannya akan terdiri dari campuran K3 non AC dan K3 AC.
Reply
#34
gpp sih k3 reguler diganti k3 ac
asal harganya masih terjangkau aja
nah sekarang kenyataannya??
liat deh tarif Gawong sama Bogo
melambung jauh dari tarif progo maupun kutojaya
gmana mau masyarakat pindah ke k3 ac klo tarifnya g terjangkau??
terus nanti ka lokal gmn??
apa mau pake k3 ac juga??
blm ngerti bgt sama kebijakan yg satu ini
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#35
(15-05-2012, 07:04 PM)warta_kereta Wrote: Mengacu pada postingan diatas, saya menduga, sebelum K3 non AC diganti sepenuhnya menjadi K3 AC, rangkaiannya akan terdiri dari campuran K3 non AC dan K3 AC.

Dugaan yang sama seperti apa yang ada di dalam pikiran saya... Sepertinya memang demikian... Dibalik rencana pengurangan rangkaian kereta, ada rencana merubah K3 Non AC menjadi K3 AC... Curiga BagetMikir Dulu
Facebook : Mas Bodhonk Spoorwegen Maatschapij

Biasakan Ijin kpd Pihak PT. KAI (bila akan melakukan kegiatan dlm bentuk apapun di area PT. KAI) meskipun kita adalah RF. Kedepankan 4S Xie Xie
Reply
#36
(15-05-2012, 09:23 AM)Kazuya Wrote: tapi jangan beranggapan negatif dulu,
bisa aja kan k3 yang nganggur karena pengurangan kereta itu mau dibawa ke INKA dan dirubah jadi K3AC..
tapi masih belum jelas alasannya,

ini pics bannernya:


[Image: 156124_3175534069800_1309023358_32411768...6341_n.jpg]

tunggu2...

tempo2 katanya yg mau dikurangin itu K2..

lha kok malah K3AC ny mau dibikin dari K3? kenapa nggak dari K2 aja?

kalo memang alasan nya seperti itu lho..
693-5073-893-673
Reply
#37
(15-05-2012, 10:13 PM)tomrys Wrote:
(15-05-2012, 09:23 AM)Kazuya Wrote: tapi jangan beranggapan negatif dulu,
bisa aja kan k3 yang nganggur karena pengurangan kereta itu mau dibawa ke INKA dan dirubah jadi K3AC..
tapi masih belum jelas alasannya,

ini pics bannernya:


[Image: 156124_3175534069800_1309023358_32411768...6341_n.jpg]

tunggu2...

tempo2 katanya yg mau dikurangin itu K2..

lha kok malah K3AC ny mau dibikin dari K3? kenapa nggak dari K2 aja?

kalo memang alasan nya seperti itu lho..

coba menjawab dengan pola pikir saya sendiri ya mas
K3 baik AC maupun Biasa kan jadi urusannya pemerintah,so akan lebih relevan kalo yang di upgrade jadi K3 AC ya dari K3 Biasa, masih ditambah lagi dengan UU yang sudah jelas jika regulator tidak lagi mengurusi sarana, sedangkan K2 kan hak nya KAI,so lebih realistis kalo dari perusahaan mengupgradenya menjadi K1 dan beberapa B mengingat rencana penghapusan K2.

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#38
(15-05-2012, 11:28 PM)dany cristian Wrote:
(15-05-2012, 10:13 PM)tomrys Wrote:
(15-05-2012, 09:23 AM)Kazuya Wrote: tapi jangan beranggapan negatif dulu,
bisa aja kan k3 yang nganggur karena pengurangan kereta itu mau dibawa ke INKA dan dirubah jadi K3AC..
tapi masih belum jelas alasannya,

ini pics bannernya:


[Image: 156124_3175534069800_1309023358_32411768...6341_n.jpg]

tunggu2...

tempo2 katanya yg mau dikurangin itu K2..

lha kok malah K3AC ny mau dibikin dari K3? kenapa nggak dari K2 aja?

kalo memang alasan nya seperti itu lho..

coba menjawab dengan pola pikir saya sendiri ya mas
K3 baik AC maupun Biasa kan jadi urusannya pemerintah,so akan lebih relevan kalo yang di upgrade jadi K3 AC ya dari K3 Biasa, masih ditambah lagi dengan UU yang sudah jelas jika regulator tidak lagi mengurusi sarana, sedangkan K2 kan hak nya KAI,so lebih realistis kalo dari perusahaan mengupgradenya menjadi K1 dan beberapa B mengingat rencana penghapusan K2.

Tapi pada kenyataannya pemerintah nggak ikut campur dalam masalah tarif K3 AC lho... Tarif K3 AC dihitung layaknya K2 dan K1 tanpa PSO dan mengikuti mekanisme pasar... Jadi ya begitulah kenapa tarif K3 AC bisa mencapai 3 kali tarif K3 biasa, bahkan mungkin lebih disaat lebaran nanti...
Purwojaya mahal... Kutojaya tiketnya habis... Yo wes lah Sinar Jaya ae...
Reply
#39
Sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) benar-benar ngambek dengan pemerintah.
Sekalian saja untuk membeli tiket KA ekonomi harus membuat surat keterangan tidak mampu dari Lurah
Reply
#40
berarti sekarang kereta api sudah tidak ramah lagi buat wong cilik, karena sudah tidak lagi ada karcis yang murah. kalaupun ada harga menjadi naik berlipat2 karena hukum supply and demand (supply malah dikurangi, padahal demandnya naik).

berarti anggapan kalau naik kereta api itu paling murah dibandingkan moda lain, adalah MITOS belaka.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)