Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sukabumi - Lampegan - Cianjur - Padalarang - Bandung
#1
Tahun 1996 yang lalu (bener 14 tahun yang lewat), saya pernah hunting sendirian menelusuri jalur Selatan.
saya berusaha mengingat perjalan ini 14 tahun yang lalu

Berangkat dari Pasar Minggun, menumpang KRL, lanjut dengan KRD menuju Sukabumi.

Di Sukabumi saya sempat keliling kota dan mengunjungi temans. Sorenya saya kembali ke Stasion untuk melanjutkan perjalanan menggunakan Rangkaian Sukabumi - Bandung atau biasa disebut oleh RF dengan Rangkaian Argo Peyeum (Saya saat itu lebih suka menyebutnya dengan kereta buncis, karena banyak petani buncis yang mengangkut hasil buminya dengan rangkaian ini).

Argo Peyeum masih harus menunggu kedatangan KRD Sukabumi - Bogor yang sudah satu jam terlambat. Karena banyak penumpang KRD yang akan meneruskan perjalanan dengan menggunakan Kereta Buncis.

Begitu KRD Bogor tiba di Sukabumi, penumpangnya langsung berhamburan dan sebagian besar masuk kedalam rangkaian Argo Peyeum.
Rangkaian yang tadinya cukup lenggang, tiba-tiba penuh sesak oleh penumpang.
Saya berada di bordes belakang bersama para petani buncis dan duduk diatas tumpukan karung berisi buncis.


[Image: lgn_008.jpg]

Sukabumi - Lampegan
Perjalanan menuju Lampegan sebenarnya biasa saja, jalannya cenderung datar dan lurus. Kondisi rel saat itu tidak cukup rata, sehingga rangkaian berguncang atas bawah kiri kanan selama perjalanan. Karena saya menduduki karung buncis, maka tidak terlalu terasa.

Rangkaian cukup sering BLB karena harus menaikan penumpang yang menstopnya di tengah jalan, kebanyakan mereka adalah petani buncis dengan karung buncisnya.
Tidak jarang saya mendengar penumpang berteriak "KIII-RRRIIIIII" dan rangkaian berhenti untuk menurunkan si penumpang. Bener-bener angkot pikir saya.

Tiba di Lampegan sudah cukup sore, karena rangkaian sudah pasti meleset dari gapekanya. Karena asik ngobrol, saya sampek lupa menyiapkan kamera untuk memotrek saat masuk terowongan Sad


[Image: lgn_009.jpg]


[Image: lgn_010.jpg]


[Image: lgn_011.jpg]
Mulut terowongan ini saat ini sudah hilang karena runtuh

Lampegan - Cianjur
Cukup banyak penumpang yang turun di Stasion Lampegan, tetapi hal ini tidak membuat rangkaian menjadi lowong, karena karung-karung masih banyak berada didalam rangkaian untuk dibawa ke Bandung.

Ruas ini seingatku cukup menarik karena pemandangannya indah, tetapi saat itu yang cukup disesalkan adalah terjadi perang batu antara penumpang diatas atap dengan penduduk, walau tidak berlangsung lama tetapi menjadi sebuah teror tersendiri buat penumpang didalam rangkaian.


[Image: lgn_003.jpg]

Tidak seperti ruas Sukabumi - Lampegan, di ruas Lampegan - Cianjur, rangkaian lebih jarang berhenti di tengah jalan untuk menurunkan dan menaikan penumpang. Mungkin karena lokasinya sudah berada di perbukitan dan hutan yang jauh dari pemukiman.


[Image: lgn_006.jpg]

Tiba di Cianjur menjelang sunset, sayang saya tidak dapat mengabadikan karena film sudah habis di perjalanan. Tetapi sampai sekarang saya masih ingat indahnya sunset di stasion Cianjur (selain mojang geulis tentunya).
Di stasion ini banyak penumpang yang naik ke rangkaian untuk menuju Bandung, rangkaian kembali penuh sesak.


[Image: lgn_005.jpg]


[Image: lgn_001.jpg]


[Image: lgn_004.jpg]

Cianjur - Padalarang
Rangkaian berangkat Stasion Cianjur selepas Maghrib, sepertinya sang masinis menyempatkan maghiban di musholla stasion.
Di dalam rangkaian suasana semakin lama semakin gelap seiiring tenggelamnya sang surya. Bisa dibayangkan tidak ada satu lampu yang menyala kecuali head-lamp nya lokomotif (sayang saya lupa mencatat BB3xxx yang menarik rangkaian).
Sesekali cahaya korek api menyala terang saat ada penumpang menyalakan rokoknya.

Menjelang menyeberang sungai Citarum (setelah PJL sebelum Jembatan Rajamandala dari arah Jakarta), rangkaian berjalan kencang dengan jalan yang saya rasakan menurun. Rangkaian melintas jembatan dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya, selepas jembatan lintasan kembali menanjak dan terdengar suara lokomotif terengah-engah untuk dapat mengatasi jalan menanjak.
Suasana gelap gulita membuat perjalanan saya menjadi lebih tenang, karena tidak perlu tengok kanan kiri untuk melihat obyek, karena semuaya cuman hitam.
Menjelang daerah Cikalong Wetan, mulai tampak kehidupan dengan adanya rumah-rumah dan mobil-mobil di kejauah. Tidak lama lagi rangkaian akan memasuki Stasion Padalarang.
Di ruas ini, rangkaian sama sekali tidak berhenti di tengah jalan untuk menaikan dan menurunkan penumpang.

Padalarang - Bandung / St.Hall
Selama perjalanan dari Sukabumi sampai menjelang Padalarang, kondisi rel yang tidak terlalu baik membuat rangkaian berguncang-guncang. Saya merasakan seperti naik jeep willis melintasi jalan jelek.
Tetapi selepas Padalarang sampai Bandung, tentu saja kondisi lintasnya sudah sangat baik, Argo Peyeum berjalan seperti tanpa suara, dalam hati kalo tadi naik willis, sekarang sudah naik BMW.

Catatan
Perjalanan dari Sukabumi sampai Bandung ditempuh selama 4 jam lebih. Rangkaian berangkat dari Sukabumi sekitar pukul 4 Sore dan saya sampek di St.Hall pukul 20:30an. Waktu itu, Parahyangan ke Jakarta yang terakhir berangkat pukul 18:00.
Capek memang, tetapi benar-benar senang. Bisa menikmati pemandangan indah, sempat melintas didalam terowongan Lampegan, bertemu berbagai macam orang dan ngobrol dengan mereka.

Ada lagi yang saya ingat, saat itu ongkos dari Pasar Minggu ke Bandung hanya Rp.2.000,- dengan rincian: Ongkos KRL Rp500,-, ongkos KRD Rp500,- dan Argo Peyeum Rp1.000,-. Tidak ada moda transportasi lain yang lebih murah dari itu Tersenyuum

Reply
#2
wah Om pegalaman yang bahagia sekali itu... saya yang kepengen sekarang... Tersenyuum

[Image: kaatapcopy.jpg]

( Shizier...089671371636 )
Jurig Argo Wilis

Reply
#3
Mantaf Kang Hed... saya juga Ngalamin waktu saya Duduk di kelas 4 SD di ajak sama saudara yang sudah edan Sepur Duluan Dia lebih tua 7 Tahun dari saya .. Tapi saya naik dari Arah Bandung menuju Sukabumi dan naik dari Stasiun Andir..
Selebihnya Sama kayak Yang Om Hed Paparkan.. ( Pemandangan Yang Indah.. Orang Men STOP di Pinggir REL.. Laju Kereta yang Yang merayap dan bergoyang goyang dan kebetulan Sekali saya CR...Ruang kabin Mass Nya Padat banget.. Pokoknya Gerah Bercampur bau badan orang menyatu di dalam Lok itu.. Tentunya saya juga terheran Heran Kok Kereta Kayak Angkot Atau Angkutan umum Biasanya Bisa Di STOP di sembarang Tempat Terutama Setelah Lewat Cianjur sampe Lampegan.. cuman sayang saya dan saudara termasuk orang gak brada.. kamera pun kami belum punya saat itu.. jadi yah semua kenangan itu cukup tersimpan dalam MMC ciptaan Tuhan yang sesungguhnya hehe Tersenyuum
Persis seperti di katakan Om HEd.. saya Sampai Sukabumi Sore hari yah mungkin sekitaran jam 3 sore lebih... bener2 Pengalaman masa kecil yang cukup berharga buat saya.. sehingga saya selalu mencintai Kereta Api walau wawasan saya Masih amat kurang di Dunia Perkereta Apian...
Reply
#4
Mantaf om... lihat foto2 diatas jadi ikut merasakan yang terjadi....

jadi kepingin intinya... thanks om...
Reply
#5
Pak Hed, cool...
mantap euy...
sy jg dulu pernah joyride dr boo-cibadak naik krd boo-si ... pas taun 99 seinget ku baru lulus sma.. waktu itu udah gag pikir2 panjang lagi dr rmh naik bis ke sta bogor... penasaran sm jalur boo-cibadak karena secara kasat mata jalurnya tepat berada di kaki gunung salak... dan memang bener jalur boo sampe cigombong itu banyak tikungan dan jembatan... sampe cibadak udah jam3an... udah deh balik k gn putri naik bis... poto2 nya Pak Hed bener2 mengingat kembali kenangan itu....bener2 pengalaman yang tersimpan dalam mmc ciptaan tuhan (kaya sony arifin) Tersenyuum

regards,
Jabat Erat Railfans Indonesia! Lok Merah Biru
Reply
#6
Ruar Biasa Bos Hedwig , 14 tlah berlalu , ducumentasinya OK Punya , Bantalan terlihat masih banyak yg pakai besi , banyak juga rel Paksa mungkin untuk mencegah agar KA tidak Anjlok , Trus KRD nya Nippon Sharyo punyak ya ? Okupansinya jelas diatas 100 %, OK dilanjut Om..
Reply
#7
wah taun 96 masi pake bantalan besi yak, serasa bukan ditaun itu deh Ngiler pada jaman itu udah ada loko canggih kan, kon masi make bb yah bwad nariknya Bingung
Reply
#8
Wuih, mantep bgt om liputan'a

Jadi pengen ngerasain kalo ni jalur udah aktif lagi

[Image: 21kkvba.jpg]
Reply
#9
waw, luar biasa.
tarifnya jg luar biasa murah..
Keep Fighting Never Give
Reply
#10
Mantap sekali om Hed perjalanannya sangat mengesankan...apalagi setelah melihat poto2nya..wuiiih...Dan dalam waktu dekat kita bisa mengulang lagi perjalanan seperti ini...Jakarta-Bandung via Sukabumi...
Melihat dari poto2nya om Hed sepertinya om Hed posisinya back riding ya om?Ada photo rangkaian argo peuyeum nya saat itu gak om?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)