Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kesenjangan di Jatim
#81
sekalian kasih pintu otomatis, biar g da yang bergelantungan di pintu.....

[Image: oldpatent_1937525c.jpg]
Hasil penemuan Mbah Richard Trevithick yang terus berkembang...
#82
Kayaknya memang pake KRD AC yang pake pintu otomatis, biar aman dan nyaman, rutenya mana yang potensial?
#83
jangan lupa bahwa jalur SBY - Jogya sudah padat dengan bus2 terutama Sumber Kencono yang suka tabrakan Heran

sample surat pembaca :

joedhith, saya pelanggan setia SK, suatu hari sempat berbincang-bincang dengan sopir bus SK, dalam pembicaraan itu sang sopir mengeluhkan mepetnya jarak waktu antar bus yang hanya berselang 5 menit, maklum saja trayek surabaya-madiun-solo-jogja cukup banyak dilayani oleh PO bus yang lain, tidak sebanding dgn jumlah penumpang yang naik bus, jd akhirnya sopir 'terpaksa' melajukan bus dgn ngebut demi mendapatkan penumpang. pesan untuk dinas perhubungan pemprov, perhatikan kondisi ini, jgn asal kecelakaan sopir atau bus-nya disalahkan, cobalah buat kajian yang komprehensif sehingga keputusan yang diambil benar-benar menyelesaikan masalah secara komprehensif pula, tidak sepotong-potong.

boby, SK itu tiap 5 menit sekali lewat di ruas jogja-surabaya,,,jadi ko misal terjadi kecelakaannya lebih sering dari yang lain ya wajar,,,ingat teori peluang di pelajaran matematika,,,,saya bilang begitu karena hampir semua bus itu ugal2an tidak hanya SK thok.....begitu,,,,

kalau bus Sumber Kencono suka tabrakan dan izinnya di cabut kesempatan buat kereta tuh, Xie Xie
Jauh lebih happy naik kereta dari pd pesawat, ngak tau kenapa

Menunggu kebangkitan era transportasi Kereta Api seperti dulu Lok Merah Biru
BIS akap, pesawat, jalan tol merupakan pesaing terberat
#84
kalo daop 9 utamanya jember jalur dan medan memang berat jadi kemungkinan kecil bisa dibuat 2 trackBye Bye
#85
Apa benar Jawa Timur itu populasi double tracknya sedikit? Apa karena jauh dari Jakarta jadi nggak prioritas?
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
#86
(28-05-2011, 11:52 AM)paul_foxdemon Wrote: Apa benar Jawa Timur itu populasi double tracknya sedikit? Apa karena jauh dari Jakarta jadi nggak prioritas?

jatim double tracknya 2 petak sta aja... dari sb kota-sb gubeng -wonokromo.
bukan masalah jauh dari jakarta yang membuat jatim ggak proiritas.. malah jatim itu prioritas tinggi.... kenapa dobel treknya dikit karena memang dari segi frekwensi lalu lintas kereta masi jauh kalah dibanding jakarta.. bayangkan saja jng sehari harus melayani kurang lebih 200 kereta baik kedatangan maupun keberangkatan..... sedangkan jatim masi dikisaran 100 buat sgu saja. jadi wajar... dan memang dobel trek belum terlalu perlu. seandainya jatim dikasi layanan krl ato paling tidak krd komuter dengan frekwensi sama dengan jakarta.. maka wacana dobel trek memang sangat perlu.. tapi ya kembali lagi... siapa yang mau naik? lha wong krd komuter dan krd arek surokerto saja pada nomor2 perjalanan tertentu juga sepi penumpang karena mobilitas warja sby utamanya belum setinggi jakarta Tersenyuum
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at www.daop8sgu.blogspot.comPlayboy
#87
pernah dengar cerita dari pakdhe saya di surabaya, itu jaman dulu dobel trek nya sampai bangil. berarti dulu lalulintas kereta api diwilayah itu sudah cukup padat.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
#88
wah mas.. kalo sampe bangil jujur saya belum pernah dengar mas.... :/

tapi kalo yang saya tau dulu dobel trek sampe tarik mas.. bekas2nya masih ada kok kalo bangil belum pernah dengar.. mungkin karena keterbatasan informasi di saya hehehehe
BANGGANYA JADI RAILFANS DAOP 8
Facebook: baim007@gmail.com
twitter: @kentangSPJ48
wanna be my friend? hunting? gathering? joyride? 085648542017
visit my blogs at www.daop8sgu.blogspot.comPlayboy
#89
(19-08-2009, 09:23 AM)Haidar Murtadho Wrote: saya dari dulu selalu prihatin. sebagaI RF daop 8. saiya pengen liat cc 204 yang idung miring terus ada tuisannya "Dio induk SDT"
komuter bekas...
lok..... malah jatahnya yang batch awal-awal....
padahal cukup rame.....Sedih
tapi saiya bangga cz ada mbah djack kendil with cc20015-nya. Top Banget
kutunggu innovasimu daop 8......
walaupun dana terbatas dapi saya harap pembagiannya adil..... jangan ada yang di anak tirikan
aku selalu mendukungnu Sedih
Sama saja dengan aku yang di Daops I....Sedih
Andai saja... Ma'af numpang kasih tau... ini OOT sebentaran yah...Bethe
Wilayah barat Jakarta masih kekurangan rangkaian K1 dan K2 yang dahulu gak sukses dengan Merak Jaya-nya. Belum lagi lok CC 203 belum pernah kulihat melintasi minimal Bintaro Jaya deh... Apalagi bodi2 K-9 melintas...
[Image: overstappen.png]

[Image: overstappen.png]
OK...Back on Topic
Hmm... dipikir... iya juga sih yah...Mikir Dulu CC 204 hidung miring malah langka sekali yah di Daops VIII... Tapi di Jng bbrp kali sih melintas...
[Image: overstappen.png]
(20-08-2009, 03:47 AM)sulovyo Wrote: ^^ sabar..sabar...

ya sih.jatim memang propinsi terluas di jawa dan jumlah penduduknya salah satu yang terbesar di Indonesia tapi itu gak menjamin kok.karena kalau dari sisi railways saat ini jatim bukan jalur utama.thats a fact.
maksudnya tetap saja pembangunan fokusnya tetap di ibukota dan sekitarnya.bayangkan bantalan rel di ibukota dan sekitarnya sudah ada yg diganti sejak akhir 80-an sedangkan di jatim sendiri saat ini (2009) masih banyak bantalan kayu.jadi kasarannya pembangunan barat dan timur ada selisih 20 tahunan.

sebenarnya "bola" sekarang tuh ada di tangan pemprov jatim atau pemkab2 atau badan usaha2 yg ada di jatim.

karena dalam UU 23 thn 2007 ttg railways mereka diberi kewenangan untuk menyelenggarakan angkutan perkeratapian (pasal 22).CMIIW.

kalau memang mau,mereka bisa kok membangun perkeretapian di jatim.cuma masalahnya orang2 di atas tuh kan pada masih belum "melek perkeretapian".
kuadran berfikir mereka masih ada di kuadran lain.bukan kuadran kita2 yang peduli sama transportasi masal kayak KA.

kalau memisahkan diri dari Bandung kayaknya agak berat walau gak mustahil sih wong di jepang aja JR ada JR east dan JR west.

tapi menurut ane yang paling realistis adalah pihak daerah kerjasama dengan PT KA dengan cara ikut invest di pembelian loko/gerbong atau pengadaan kereta komuter.atau mendorong pihak swasta untuk ikut berperan di bisnis railways.
yah misalnya pemkab Kediri+Daop 7 mengajak grup GG terjun lebih dalam lagi di bidang KA.masak cuma berani masang bilboard segede gambreng di stasiun2 yang malah merusak pemandangan stasiun2 kita?atau daop 8 coba menggandeng PM,JP,SG ato maspion gitu.kalau lobi2-nya maut pasti swasta2 itu mau invest di railways dah.

dengan adanya dana dari pihak swasta diharapkan daop 789 bisa berkreasi dan gak melulu tergantung Bandung.yah biar kata PT KA dapat suntikan dana segar 19 trilliun tapi daop 789 harusnya gak boleh berdiam diri menunggu "bagiannya" yah kalau itu juga mendapat "bagian" kalau enggak?kan repot.

karena memang wilayah kerja PT KA bukan jatim saja.
dan denger2 itu prioritasnya untuk KA di aceh,DT cirebon-kroya,tegal-pekalongan dan beberapa proyek lainnya.sisanya baru mungkin ke tempat lain salah satunya ya mungkin ke daop 789 itu juga kalau besisa Ngeledek

yah intinya daop 789 harus kreatiplah mencari cara supaya bisa survive dengan inovasi2 baru dan terus tingkatkan servicenya supaya konsumennya tambah cinta dan tambah banyak kalau udah banyak kan siapa tahu pihak swasta atau bahkan pemodal asing mau ngelirik.
Biar tau rasa deh mereka itu pr penggede di gedung sana kalo aja gagal memindahkan kelak ibukota negeri kita ini ke Balikpapan krn alasan jauh nan jauh di mato... kalo pilihan ke Surabaya, infrastruktur macem jalan rel KA aja gak memadai... Sirna sudah impian Bung Karno yang sudah kerap kali siap menatanya... Gak semudah negara Myanmar khan...

#90
(28-05-2011, 10:12 PM)Haidar Murtadho Wrote: tapi kalo yang saya tau dulu dobel trek sampe tarik mas.. bekas2nya masih ada kok kalo bangil belum pernah dengar.. mungkin karena keterbatasan informasi di saya hehehehe

Ooom saya bilang kalau dulu di jaman Belanda, Surabaya itu adalah pusat industri nasional Hindia Belanda, sementara Jakarta hanya pusat politik.
Kata oom saya juga, Jakarta baru jadi pusat industri (dan segala hal di Indonesia) sejak jaman pak Harto.

Apa mungkin karena ini dulu banyak double track di Surabaya?
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)