Posts: 2,344
Threads: 0
Joined: Dec 2008
Reputation:
8
BB201 03 ??? musti di pecah2 dulu tuh ngangkutnya trus dirakit lg, palingan tanpa engine alias kosongan pasti bisa di gendong trailer
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
Posts: 403
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
5
TUT TUT.. KOBONG..!!
~Presjam~
Posts: 76
Threads: 0
Joined: Dec 2011
Reputation:
0
sayang banget...apa gk bisa di overhoul?????????kan ada pt inka??????............
Posts: 54
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Reputation:
0
09-01-2012, 08:07 PM
(This post was last modified: 10-01-2012, 08:32 AM by Gege.)
td baca dari tabloid KONTAK ( tabloid internal karyawan PT.KAI ) bahwa 2 lok DH D 300 06 & D 300 17 di dipo lok CP sudah masuk program rucat ( atau bahkan sekarang udah mulai dirucat ?)
ada yg tau info terkininya ??
Posts: 3,387
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
2
Thread digabung, silahkan baca-baca halaman awal....
Trims.
Ada daftar lok yang dirucat terbaru?
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
Saya dengar, loko-loko BB301 yang mangkrak di pekarangan depo Sidotopo sudah dirucat semua.
Posts: 3,387
Threads: 0
Joined: May 2008
Reputation:
2
27-01-2012, 09:30 AM
(This post was last modified: 27-01-2012, 09:31 AM by Gege.)
[spoiler=Laporan agak basi]
Mulai Senin, 31 Oktober 2011 dan dilakukan selama 25 hari proses perucatan :
- 4 buah Gerbong datar gandar 4
- 181 buah gerbong GW tertutup gandar 2
- 22 buah gerbong YR terbuka gandar 2
- 10 buah gerbong ketel KR gandar 2
- 2 buah lokomotif DH D30006 (pensiun 2010) dan D30017(pensiun 1995)
Masa bakti sarana TSO (Tidak Siap Operasi) tersebut antara 1952-1984, sejak 2008 mereka telah tidak operasi.
Alasan perucatan :
- Ketidaksediaan suku cadang
- Faktor usia
- Menunjang K3 (Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan)
- Membantu kelancaran Perka
- Manmbah jumlah spoor yang SO (siap Operasi)
- Menghindari sarana tersebut dipergunakan oleh gelandangan.
Asal sarana :113 buah berada di emplasemen Karangtalun I dan Karangtalun II, yang lain tersebar di Cilacap, Maos, Kasugihan, Kroya, Kutoarjo, Purwokerto dan Prupuk.[/spoiler]
Sumber : Tabloid Kontak No. 12 Tahun XXXVIII, Desember 2011 hal : 10 Kolom 1 : "Perucatan 217 Gerbong dan 2 Lok TSO"
Demikian sekilas info sedikit basi, hehehehe
Posts: 2,798
Threads: 0
Joined: Aug 2009
Reputation:
25
Boleh minta 1 bh. buat dirumah saya ???
Ku mau terbang dan tenggelam, menjalani semua ini .....
"Terbang Tenggelam" ~ song by NETRAL
Posts: 1,336
Threads: 0
Joined: Dec 2010
Reputation:
18
27-01-2012, 02:54 PM
(This post was last modified: 27-01-2012, 03:05 PM by POERWOKERTO +75M.)
(07-07-2009, 10:51 AM)bonbon Wrote: (06-07-2009, 10:19 PM)mupenx Wrote: dimuseumkan dimuseumkan dimuseumkan dimuseumkan dimuseumkan dimuseumkan dimuseumkan
demi kenangan dan anak cucu di masa yang akan datang, jangan dibiarkan jadi penghuni kebon di PENGOK !!!
RUCAT NO!
DI MUSEUMKAN YES!
DI JADI'IN MONUMEN OKE!
kalo diibikin monumen taro di taman Stasion atau di perlintasan KA yg ada tamannya
setuju forever.
Hati ini rasanya panas nian tiap kali denger kata dan rencana rucat-merucat.
Gemes segemesnya. Mentang2 udh gak produktif, rombeng. gak bisa lagi dibetulin, rombeng. emang berbakat benar jadi pedagang rombengan.
pantesan aja mutu kereta api kita "angin2an".
Bikin museum napa!!! taruh kek tuh museum di pengok. ato dimanalah yg deket dengan kereta api jalur aktif. kita punya museum lok uap masa kagak gablek bikin museum lok diesel. taruhlah foto2 dokumentasi di tiap2 lok sewaktu loknya masih bertugas. Ditata yg rapi gitu biar pengunjung betah dan pengen dateng2 lagi.
liat aja 10-25thn ke depan. para RF2 baru akan mengais lagi potongan2 sejarah kereta api kita, sama seperti kita sekarang.
kalo aja sy bisa kayak uya kuya ato romi rafael, pihak2 yg "hobi" rombengan ini akan sy kasih "wangsit"
(27-01-2012, 09:30 AM)Gege Wrote: Laporan agak basi
Mulai Senin, 31 Oktober 2011 dan dilakukan selama 25 hari proses perucatan :
- 4 buah Gerbong datar gandar 4
- 181 buah gerbong GW tertutup gandar 2
- 22 buah gerbong YR terbuka gandar 2
- 10 buah gerbong ketel KR gandar 2
- 2 buah lokomotif DH D30006 (pensiun 2010) dan D30017(pensiun 1995)
Masa bakti sarana TSO (Tidak Siap Operasi) tersebut antara 1952-1984, sejak 2008 mereka telah tidak operasi.
Alasan perucatan :
- Ketidaksediaan suku cadang
- Faktor usia
- Menunjang K3 (Keamanan, Ketertiban dan Kebersihan)
- Membantu kelancaran Perka
- Manmbah jumlah spoor yang SO (siap Operasi)
- Menghindari sarana tersebut dipergunakan oleh gelandangan.
Asal sarana :113 buah berada di emplasemen Karangtalun I dan Karangtalun II, yang lain tersebar di Cilacap, Maos, Kasugihan, Kroya, Kutoarjo, Purwokerto dan Prupuk.[/spoiler]
Sumber : Tabloid Kontak No. 12 Tahun XXXVIII, Desember 2011 hal : 10 Kolom 1 : "Perucatan 217 Gerbong dan 2 Lok TSO"
Demikian sekilas info sedikit basi, hehehehe

ada yg bisa jelaskan mksd dari yg sy tebalkan diatas????
yg point 4: siapa suruh gak diatur. di Indonesia tuh gak boleh ada barang geletakan sembarangan. Sendal aja bisa dicolong maling. Makanya bikin perencanaan matang, "sedia payung sebelum hujan", luangkan waktu mengurus hal2 kecil, jd kalo memang ada lok2, kereta2, gerbong2 yg udh uzur dan menjelang ajal, buru2 dibawa, dikumpulin di satu tempat biar gak berceceran kayak sampah. Gak inget ya tuh lok2 boleh beli bukan nyomot gratis dari pabrik. Hargain dikit napa
Mulai dari sekarang cari tempat dan bikin tempat penampungan akhir buat tuh lok, kereta dan gerbong. Kalo udh jadi jgn dikasih tembok batu yg tinggi ato pintu masuknya ditutup rapet, supaya kita para RF bisa berkunjung kesana, bernostalgia disana, ngumpul disana.
Mungkinkah ini bukan cuma (lagi) mimpi
Murtini
Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012
Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.
Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Posts: 333
Threads: 0
Joined: Sep 2010
Reputation:
2
Kalem Bos.. kalem....
Soal rucat-rucatan ini, mau bagaimana lagi? Loko D300 yang dirucat itu bukan 'satu-satunya' kan? IMHO, dirucat nggak apa untuk alasan safety dan ekonomi.
Yang perlu kita cegah adalah perucatan total satu tipe sarana sehingga tidak ada sisanya sama sekali, seperti yang terjadi pada D52 dan loko milik PT. KL. Kalau semua mau dipaksakan untuk disimpan, tempatnya di mana? Lahan nggak murah, sekarang ini. Paling akhirnya sama aja hancur berkarat, lah mending dirucat besinya masih bisa bermanfaat untuk keperluan lain (besi langka dan mahal, Bos).
Coba sekali-sekali mampir ke Wikipedia, lihat artikel-artikel tentang kapal dan lokomotif. Yang saya lihat dari lokomotif, rata-rata dinas sekitar 20 tahun setelah itu 90% dirucat, atau untuk model gagal malah bisa aja unit demonstrator masih gres langsung dirucat. Ratusan kapal perang saksi sejarah yang ikut berbagai pertempuran, cuma sedikit yang bisa selamat dari perucatan. Memang seperti itu dunia industri.
Maaf kalau repost, cuma berniat menenangkan aja.
Mungkin kalau ada jalan supaya komunitas railfans bisa 'menyelamatkan' barang satu-dua sarana secara swadaya.... Mari kita coba cari caranya.
visit my blog
Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api'
RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
|