Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
(15-09-2009, 11:20 PM)CC20409 Wrote: ehm ehm...
klo boleh saya menyoroti
boleh qt memandang JATIM tertinggal
tetapi qt lihat peran serta pegawai kereta yang lebih terampil daripada DAOP lain
sarana boleh tua pi sumberdaya manusia gag boleh tua
masalah pengadaan sarana memang tertinggal
semua tidak bisa cepat....
karena memang berjalan sesuai sistem
contoh nya
ada yang membandingkan ETR dengan lintas daop tengah
MENINJAU dari PERKA
jalur tengah lebih padat daripada di jalur timur sehingga pembangunan double track harus dilakukan, demi mengurangi keterlambatan lintas ka / mengurangi frekuensi silang susul di stasiun,sedangkan di wilayah timur PERKA tidak terlalu padat, karena wilayah timur merupakan awal dan akhir perjalanan kereta jarak jauh ex : bangunkarta berakhir di jombang,BIMA berakhir di surabaya
Meninjau PRAsarana REL
jalur tengah otomatis memiliki frekuensi PERKA yang padat sehingga
perawatan rel harus lebih extra dan juga sistem persinyalannya harus betul2 terlayani dengan baik, bukan berarti Timur tidak dihiraukan oleh pusat.
setuju dengan kuncen SDT
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
(14-09-2009, 08:18 PM)Agung Wrote: Ya saya tau tentang tingkat kepadatan jalur situ, namun semua kembali lagi ke masyarakat surabaya dan sekitarnya........
dimisalkan dari PT KA memberikan sebuah layanan baru dengan menambah jadwal KA Komuter dan membangun double track disana, apakah anda dapat menjamin okupansi KA itu akan bagus terus sepanjang waktu ?? dan apakah jalan Ahmad Yani akan bisa sepi dan lengang jika semua yang anda inginkan itu dapat terwujud ??
Disini kita boleh berangan-angan denga ssesuka hati, karena kemajuan memang bermula dari sebuah angan-angan, namun semua kembali lagi ke pemerintah dalam hal ini pemda setempat, apakah mereka mau untuk memajukan perkeretapian di wilayah surabaya dsk, sebab yang selama ini saya liat, mereka terkesan setengah hati kalo untuk mengurus maslah perkeretapian karena menganggap prospek keuntungannya sangat kecil, makanya mereka lebih memilih membangun jalan raya atau jalan tol yang prospek keuntungannya katanya sangat besar dan balik modalnya cepat.........
Pokoknya semua itu kembali ke UUD (ujung-Ujungnya Duit), mana yang memiliki prospek bagus, pasti itu yang akan didukung dan dikerjakan lebih cepat. sebenarnya orientasi pembangunan KA di sby ni harusnya lebih beroriantasi kepada kebutuhan, bukan profit, kalo masalah rame apa ga, sama seperti di kota2 besar lain, komuter sby memiliki jam2 sibuk yg sangat ramai (walaupun saya tau itu masih sebagian kecil sekali dari jumlah penglaju di gerbangkertosusila karena frekuensi dan daya tampung terbatas)oleh karena itu, jumlah pengguna komuter di sby relatif lebih kecil karena jumlah frekuensi(lagi2) yg memang ga menjangkau banyak jam2 sibuk, jam terbang KA komuter ga banyak sehingga mengakibatkan waktu tunggu sangat lama, menurut suatu edisi tahun 2007 jawa pos komuter kurang "jam terbang"nya, karena itu ga heran kurang diandalkan, kurangnya frekuensi berarti banyak jam-jam dan penumpang2 yg ga terjaring,,selain itu juga rute komuter(juga KA) sangat tidak terintegrasi,,makanya sistem KA di sby masih jauh jauh dari efektif, dengan sistem seperti ini, ga mungkin bisa memecahkan kemacetan di sby terutama jalan A.Yani yg diprediksi beberapa taun lagi kecepatan lintas rata2nya tinggal 0 km/jam alias macet total setotal-totalnya..
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 4,518
Threads: 0
Joined: Jan 2008
Reputation:
35
ic......ic.......saya mengerti maksud anda.......
pendapat anda lumayan bagus.......bagaimana kalo semua yang anda tuliskan disini.......saya rekap dan saya ajukan kepada direksi PT KA dan juga Dirjen KA, apakah anda berani untuk mempertanggung jawabkan semua tulisan yang anda buat ini........
Posts: 6,463
Threads: 0
Joined: Jul 2008
Reputation:
1
@Adolph.
maksudnya terintegrasi dgn angkutan kota ???
jika yg dimaksud dgn angkutan kota, maka harus ada kerjasama dgn instasi terkait dalam hal ini PEMKOT Surabaya, gak bisa hanya PT KA sendiri yg harus jalan.
di jakarta saja, halte busway blm terintegrasi dgn stasiun2nya PT KA
Posts: 3,218
Threads: 0
Joined: Jun 2008
Reputation:
44
mungkin ini kembali kepada sarana dan prasarana yang dimiliki oleh PT KA pada waktu ini, lambat laun kalau sarana PT KA sudah mencukupi mungkin akan disalurkan ke daerah yang memang padat....
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
(19-09-2009, 10:05 PM)Agung Wrote: ic......ic.......saya mengerti maksud anda.......
pendapat anda lumayan bagus.......bagaimana kalo semua yang anda tuliskan disini.......saya rekap dan saya ajukan kepada direksi PT KA dan juga Dirjen KA, apakah anda berani untuk mempertanggung jawabkan semua tulisan yang anda buat ini........
wel, silakan baca posting saya sebelumnya, di forum ini saya tidak bermaksud membuat konfrontasi dengan siapapun atau melakukan tindakan aneh2 lainnya, di forum ini saya tak lebih cuma melontarkan unek2 yg ada di pikiran saya, sama seperti temen2 lainnya di forum ini, terserah situ maw menerjemahkan kata2 saya, karena saya merasa kalo temen2 lainnya boleh mengajukan unek2nya, kenapa saya tidak,, kalo anda menganggap tulisan saya bernada konfrontatif, ya terserah, itu adalah tafsiran anda sendiri dan itu memang gaya bahasa saya dan saya tegaskan bahwa saya ga memiliki maksud2 tertentu dengan tulisan2 terebut, that's just the nature of my writing style, dan maaf jika ada yg kurang berkenan di hati bos2 semua, saya juga berusaha tau diri kalo saya masih baru di sini, saya ga maksud nantangin bos2 semua, sekali lagi mohon maaf jika ada yg kurang berkenan, mumpung lebaran
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
Posts: 2,632
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
31
21-09-2009, 07:30 PM
(This post was last modified: 21-09-2009, 07:31 PM by we supratman.)
^^^
ga kok Kang .. masih dalam koridor diskusi yang sehat ..
cuma mau negesin ajah .. sebenarnya di UU yg sekarang kalo soal prasarana terutama pembangunan nya yg punya wewenang sekarang ada di Pemprov/pemda setempat , kecuali masalah fiskal dan pertahanan keamanan, itu masih di tangan pemerintah pusat. dalam Hal ini mustinya usulan atau keluh kesah anada lebih pas kita ajukan ke pemerintah setempat dalam hal ini Pem Prov Jatim. karena mengacu pada UU otonomi daerah
Kalo PT KA sih ga bisa berbuat banyak tanpa dukungan dari Pemeritah setempat.
dan satu lagi .. dukungan dana segar untuk realisasinya
Posts: 958
Threads: 0
Joined: May 2009
Reputation:
7
semua harus saling mendukung aja deh....ya saya yg ada di DAOP 8 aja ya maklum deh sama moda transportasi kereta ini...yg ptg tetep usaha dan doa saja
Posts: 92
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
0
iya tuh, jatim butuh double track.biar ga ada tunggu2an,biar cepet sampe,apalagi kalo lg naik matarmaja ^_^
Posts: 1,103
Threads: 0
Joined: Jul 2009
Reputation:
30
setuju!!!
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
|