Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] K2 Mao dihapus?
#41
di situ dikatakan bisnis serba tanggung karena jendela terbuka maka debu masuk sehingga menambah beban untuk membersihkan KA.

Klo jendela di tutup terus tapi kipas angin nyala lancar kayaknya gpp ya?

Rel, Wesel, dan ceceran oli
Reply
#42
(15-07-2009, 09:26 AM)wesel-25 Wrote: kawan2 railfans

bbrp waktu lalu
gw baca teletex Metrotv apa TVone gitu
PT. KAI akan menghapus kereta bisniz
nah apa alasannya kira2 yak?
plis klo ada info detailnya bagi dong? Sad

Kang, pliz gabung disini ajah...

@Om Momod : Gabungin thread ini donx...Thanks
"Everyone can train..." #sloganoperatorsepoertempodoeloe


[Image: 10p0h7r.jpg]





Reply
#43
Harusnya bisnis plus AC, yg ekonomi aja di hapus, harga tetep eko ...Bijimana ? lagian beda eko sama bisnis cuman cat doang, pedagang mah tetep sama
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#44
Silahkan dilanjut kembali diskusinya,trit digabung....
Big Grin

Reply
#45
yup
dimix ama K1 jg solusi yng perlu dicoba
klo dibasmi abis .... waah, sadis euy Tersenyuum
Reply
#46
Saya sih setuju-setuju aja, asal harga tiketnya gak jauh beda dengan K2 kipas. Klo yg K3 lebih baik tetap pake kipas angin, tapi jendelanya tertutup model k1 sekarang, biar lebih rapih. Inikah realisasi wacana peng-AC-an K2 yg dari dulu santer terdengar??
WAHAI PAK PRESIDEN SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT AGAR PT KA DIPRIVATISASI SAJA, SOALNYA BILA SWASTA TIDAK MASUK KE INDONESIA MAKA JALAN KEHANCURAN BAGI PERKERETAAPIAN KITA MAKIN TERBUKA LEBAR...
Reply
#47
pParahyangan BD-GMR BISNIS hari tertentu 30.000 kalau udah naik?????
Bus Primajasa 35.000 eksekutif......Sakit

Reply
#48
Saya setuju dengan penghapusan kelas bisnis ini. Ini sebuah langkah jitu untuk menghapus 'perkambingan' yang kerap terjadi di kelas bisnis. Banyak praktek bayar di atas, karena banyak kambing yang pengennya bayar tiket ekonomi tapi ngotot pengen secepat waktu tempuh bisnis. Akibatnya muncul 'korlap' yang menjadi gembala kambing di atas kereta bisnis dan marak waktu liburan atau week-end. Akibatnya lagi kereta bisnis jadi luar biasa penuh dan karena tidak ber-AC biarpun dikasih kipas angin segede helikopter tetap aja sumpek.
Lagipula dari laporan keuntungan yang 'dibocorkan' teman saya, kelas bisnis itu perbandingan keuntungannya tipis dengan biaya operasional. Jadi belum termasuk perawatan dan perbaikan ya... (Catet!). Nah, penghapusan kelas bisnis ini cocok sekali dengan situasi sekarang. (Jadi inget penghapusan jurusan Biologi di SMA dulu. Karena jurusan ini dianggap nanggung, mau ke fisika takut susah, ke sosial takut rugi. Begitu Biologi dihapus, nah kelimpungan deh pada hehehe)

Soni
Reply
#49
ho'oh, K2 sama K3 beda2 tipis pelayanannya, beda di cat, bangku yg bisa dibolak balik dan karpet tengah(K2). Yang sama tuh, gerahnya, panasnya, pedagangnya, toiletnya ditambah kambingnya.
Wajar kalo K2 di hapus. Jika jadi di realisasikan, ini merupakan musibah buat yg narik iuran ke kambing serta kambing itu sendiri karena pilihannya cuman 2, ngambing K1 resiko gede dan kalo ke gep lumayan guede, ngambing K3 resiko kecil tapi selisih iuran ngambing dengan beli tiket resmi tipis
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelarMarah
Reply
#50
(15-07-2009, 07:06 AM)sultan rakyat Wrote: berita semalem di tv one

PT KA Akan Hapus Kelas Bisnis
14 Jul 2009 19:02:49

Jakarta,(tvOne)
PT Kereta Api (KA) dijadwalkan akan menghapus layanan kereta kelas bisnis dan hanya mempertahankan kelas eksekutif dan ekonomi saja. "Ini untuk meningkatkan kualitas layanan juga," kata Dirut PT KA Ignatius Jonan kepada rombongan press tour PT KA Daop I Jakarta, di Stasiun Bandung, Selasa.

Namun, Jonan tidak merinci kapan hal itu akan dilakukan, tetapi diperkirakan dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Dijelaskannya, di kelas bisnis selama ini, pelayanannya serba tanggung yakni para penumpang hanya dapat layanan pendingin ruangan berupa kipas angin dan di ekonomi, kipas tangan. "Selama jendela terbuka, debu masuk dan akibatnya kotor selama perjalanan. Ini kan tidak nyaman, selain juga operasional KA membengkak untuk membersihkan KA dan lain-lain," katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, tidak ada pilihan lain, kelas ekonomi, pelayanannya ditingkatkan yakni jadi ber-AC. "Dengan AC kan perjalanan jadi nyaman dan tidak panas. Yang penting debu tidak masuk. Resikonya ya penumpang tidak boleh merokok di kereta," katanya.

Menyinggung tren pelayanan kereta yang berujung pada kinerja perusahaan secara menyeluruh, Jonan menjelaskan, trennya meningkat dari waktu ke waktu. Buktinya, meski tidak menyebut angka, pada semester I 2009 ada peningkatan lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Biaya juga turun 10 persen," katanya.

Jonan juga mengkui, mengubah pola kerja dari dilayani menjadi melayani 27 ribu karyawan organik BUMN Perkeretaapian ini tidak mudah. "Di sini sejak dulu, ada kecenderungan banyak bos-bos, tetapi kini dan ke depan, mandornya cuma satu. Kalau ada tidak siap dengan kondisi ini, terpaksa harus keluar dari PT KA atau dipecat," katanya
saya gak setuju klo k2 diapus, klo dikurangi boleh !!
coz kasian orang2 yg gak nyaman pake ac jd gak punya pilihan selain k3.
ibu & beberapa teman sya termasuk orang yg gak tahan ac.klo naek k1, selain duitnya gak kuat, badannya jg gak kuat.klo naek k3 kasian uyel-uyelan.
mudah2n gak diapus seluruhnya, paling gak disetiap rangkaian k2 di sisakan 2/3 gerbong.Aminn....

nambahin nih dari kompas, masih anget...

Kereta Bisnis Bakal Dihapus



Rabu, 15 Juli 2009 | 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api (KA) berencana menghapus kelas bisnis di sistem klasifikasi kelasnya sehingga nantinya hanya akan ada dua kelas, yakni kelas eksekutif dan kelas ekonomi.

Hal itu diutarakan Direktur PT KA Ignatius Jonan saat peluncuran ulang kereta Argo Gede, Selasa (14/7) di Bandung. ”Kelas ekonomi pun nanti pakai AC. Sekarang masih kami bahas,” ujarnya.

Dia mengakui, selama ini pelayanan penumpang sering terabaikan karena PT KA adalah satu-satunya operator perjalanan KA di Indonesia. ”Dulu kan pikirannya kereta adanya ya begini, kalau enggak mau ya jangan naik kereta. Sekarang pola pikirnya dibalik, kita tanya apa maunya penumpang dan kita penuhi,” ujarnya.

Hal itu terbukti antara lain di KA jurusan Bandung tersebut. Masyarakat lebih memilih layanan transportasi yang dirasa lebih nyaman dan lebih baik.

Saat ini setiap kereta Argo Gede hanya memuat sekitar 65 persen dari kapasitas kereta sebanyak 200 penumpang. Pada akhir pekan, jumlah penumpang meningkat menjadi 80 persen dari kapasitas.

Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, persaingan antarmoda transportasi untuk jurusan pendek, seperti Jakarta-Bandung ini, semakin ketat. Terlebih, setelah menjamurnya bisnis jasa travel ke Bandung yang menawarkan kecepatan waktu tempuh.

”Untuk itu kami lebih memilih meningkatkan layanan dan kenyamanan, serta membidik penumpang kelas menengah ke atas,” ujarnya di sela-sela acara peluncuran ulang KA Argo Gede, di Stasiun KA Bandung, Selasa (14/7).

KA Argo Gede banyak berbenah. Selain layanan ala pesawat terbang dengan pramugari dan pramugara, sejumlah fasilitas untuk penumpang juga disiapkan. Fasilitas itu antara lain soket listrik, baik untuk mengisi ulang baterai ponsel, maupun komputer (•︡益︠•). Sebelum berangkat, penumpang akan mendengar pengenalan dari kru, masinis, dan waktu tempuh KA, mirip ketika pramugari memperkenalkan awak pesawat terbang.

Waktu tempuh selama tiga jam bisa dilalui dengan banyak kegiatan, seperti membaca, berkaraoke, menonton televisi, selain menikmati pemandangan perbukitan. Tarif Argo Gede Rp 50.000-Rp 60.000 per orang.

Perjalanan bernuansa wisata tambah kental, antara lain setelah pramugari dengan pengeras suara memandu dan menjelaskan ikon-ikon khusus yang dilalui, seperti jembatan dan Terowongan Sasak, begitu memasuki wilayah Kabupaten Bandung. Terowongan ini dibangun tahun 1902 dengan pahatan manual ribuan pekerja.

Peningkatan layanan sejak 1 Juli 2009 ini antara lain fasilitas bacaan majalah KA, variasi menu makanan di restorasi, seperti nasi timbel, nasi tutug oncom, steak ayam, dan lainnya. Semua layanan menu restorasi itu dibuat oleh PT Reska, anak perusahaan PT KA.

Jika pelayanan kurang memuaskan, penumpang bisa menghubungi manager on duty yang nama dan nomor ponselnya terpasang jelas di dalam KA. Wimbo menambahkan, pihaknya juga menyiapkan integrasi antarmoda KA Argo Gede dengan bus transjakarta. Tiket KA Argo Gede bisa langsung ditukar dengan tiket transjakarta secara gratis di Stasiun KA Gambir.

Selain itu, setiap gerbong juga menggunakan toilet duduk. Seorang petugas kebersihan on trip cleaning (OTC) di setiap gerbong senantiasa membersihkan area dalam KA. Dengan peningkatan layanan tersebut, PT KA menargetkan peningkatan penumpang 20 persen atau kembali seperti semula ketika belum ada Jalan Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta. Wimbo menambahkan, peningkatan layanan ini secara bertahap akan diberlakukan pada semua KA eksekutif. (Ahmad Sabran)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)