(15-07-2009, 07:06 AM)sultan rakyat Wrote: berita semalem di tv one
PT KA Akan Hapus Kelas Bisnis
14 Jul 2009 19:02:49
Jakarta,(tvOne)
PT Kereta Api (KA) dijadwalkan akan menghapus layanan kereta kelas bisnis dan hanya mempertahankan kelas eksekutif dan ekonomi saja. "Ini untuk meningkatkan kualitas layanan juga," kata Dirut PT KA Ignatius Jonan kepada rombongan press tour PT KA Daop I Jakarta, di Stasiun Bandung, Selasa.
Namun, Jonan tidak merinci kapan hal itu akan dilakukan, tetapi diperkirakan dalam dua atau tiga tahun ke depan.
Dijelaskannya, di kelas bisnis selama ini, pelayanannya serba tanggung yakni para penumpang hanya dapat layanan pendingin ruangan berupa kipas angin dan di ekonomi, kipas tangan. "Selama jendela terbuka, debu masuk dan akibatnya kotor selama perjalanan. Ini kan tidak nyaman, selain juga operasional KA membengkak untuk membersihkan KA dan lain-lain," katanya.
Oleh karena itu, tegasnya, tidak ada pilihan lain, kelas ekonomi, pelayanannya ditingkatkan yakni jadi ber-AC. "Dengan AC kan perjalanan jadi nyaman dan tidak panas. Yang penting debu tidak masuk. Resikonya ya penumpang tidak boleh merokok di kereta," katanya.
Menyinggung tren pelayanan kereta yang berujung pada kinerja perusahaan secara menyeluruh, Jonan menjelaskan, trennya meningkat dari waktu ke waktu. Buktinya, meski tidak menyebut angka, pada semester I 2009 ada peningkatan lima persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Biaya juga turun 10 persen," katanya.
Jonan juga mengkui, mengubah pola kerja dari dilayani menjadi melayani 27 ribu karyawan organik BUMN Perkeretaapian ini tidak mudah. "Di sini sejak dulu, ada kecenderungan banyak bos-bos, tetapi kini dan ke depan, mandornya cuma satu. Kalau ada tidak siap dengan kondisi ini, terpaksa harus keluar dari PT KA atau dipecat," katanya
saya gak setuju klo k2 diapus, klo dikurangi boleh !!
coz kasian orang2 yg gak nyaman pake ac jd gak punya pilihan selain k3.
ibu & beberapa teman sya termasuk orang yg gak tahan ac.klo naek k1, selain duitnya gak kuat, badannya jg gak kuat.klo naek k3 kasian uyel-uyelan.
mudah2n gak diapus seluruhnya, paling gak disetiap rangkaian k2 di sisakan 2/3 gerbong.Aminn....
nambahin nih dari kompas, masih anget...
Kereta Bisnis Bakal Dihapus
Rabu, 15 Juli 2009 | 09:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com  PT Kereta Api (KA) berencana menghapus kelas bisnis di sistem klasifikasi kelasnya sehingga nantinya hanya akan ada dua kelas, yakni kelas eksekutif dan kelas ekonomi.
Hal itu diutarakan Direktur PT KA Ignatius Jonan saat peluncuran ulang kereta Argo Gede, Selasa (14/7) di Bandung. â€ÂKelas ekonomi pun nanti pakai AC. Sekarang masih kami bahas,†ujarnya.
Dia mengakui, selama ini pelayanan penumpang sering terabaikan karena PT KA adalah satu-satunya operator perjalanan KA di Indonesia. â€ÂDulu kan pikirannya kereta adanya ya begini, kalau enggak mau ya jangan naik kereta. Sekarang pola pikirnya dibalik, kita tanya apa maunya penumpang dan kita penuhi,†ujarnya.
Hal itu terbukti antara lain di KA jurusan Bandung tersebut. Masyarakat lebih memilih layanan transportasi yang dirasa lebih nyaman dan lebih baik.
Saat ini setiap kereta Argo Gede hanya memuat sekitar 65 persen dari kapasitas kereta sebanyak 200 penumpang. Pada akhir pekan, jumlah penumpang meningkat menjadi 80 persen dari kapasitas.
Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, persaingan antarmoda transportasi untuk jurusan pendek, seperti Jakarta-Bandung ini, semakin ketat. Terlebih, setelah menjamurnya bisnis jasa travel ke Bandung yang menawarkan kecepatan waktu tempuh.
â€ÂUntuk itu kami lebih memilih meningkatkan layanan dan kenyamanan, serta membidik penumpang kelas menengah ke atas,†ujarnya di sela-sela acara peluncuran ulang KA Argo Gede, di Stasiun KA Bandung, Selasa (14/7).
KA Argo Gede banyak berbenah. Selain layanan ala pesawat terbang dengan pramugari dan pramugara, sejumlah fasilitas untuk penumpang juga disiapkan. Fasilitas itu antara lain soket listrik, baik untuk mengisi ulang baterai ponsel, maupun komputer (â€¢ï¸¡ç›Šï¸ â€¢). Sebelum berangkat, penumpang akan mendengar pengenalan dari kru, masinis, dan waktu tempuh KA, mirip ketika pramugari memperkenalkan awak pesawat terbang.
Waktu tempuh selama tiga jam bisa dilalui dengan banyak kegiatan, seperti membaca, berkaraoke, menonton televisi, selain menikmati pemandangan perbukitan. Tarif Argo Gede Rp 50.000-Rp 60.000 per orang.
Perjalanan bernuansa wisata tambah kental, antara lain setelah pramugari dengan pengeras suara memandu dan menjelaskan ikon-ikon khusus yang dilalui, seperti jembatan dan Terowongan Sasak, begitu memasuki wilayah Kabupaten Bandung. Terowongan ini dibangun tahun 1902 dengan pahatan manual ribuan pekerja.
Peningkatan layanan sejak 1 Juli 2009 ini antara lain fasilitas bacaan majalah KA, variasi menu makanan di restorasi, seperti nasi timbel, nasi tutug oncom, steak ayam, dan lainnya. Semua layanan menu restorasi itu dibuat oleh PT Reska, anak perusahaan PT KA.
Jika pelayanan kurang memuaskan, penumpang bisa menghubungi manager on duty yang nama dan nomor ponselnya terpasang jelas di dalam KA. Wimbo menambahkan, pihaknya juga menyiapkan integrasi antarmoda KA Argo Gede dengan bus transjakarta. Tiket KA Argo Gede bisa langsung ditukar dengan tiket transjakarta secara gratis di Stasiun KA Gambir.
Selain itu, setiap gerbong juga menggunakan toilet duduk. Seorang petugas kebersihan on trip cleaning (OTC) di setiap gerbong senantiasa membersihkan area dalam KA. Dengan peningkatan layanan tersebut, PT KA menargetkan peningkatan penumpang 20 persen atau kembali seperti semula ketika belum ada Jalan Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta. Wimbo menambahkan, peningkatan layanan ini secara bertahap akan diberlakukan pada semua KA eksekutif. (Ahmad Sabran)