Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kenapa KA Komuter Bisa Gak Lengkap Ada K1, K2 dan K3 Yah?
#21
(29-11-2009, 08:19 PM)bagus70 Wrote: Selain itu, seharusnya KRL odong-odong dihapus dari angkutan di kota seperti JAkarta. Nggak pantes dan memalukan kalau stasiun KA malah jadi kantung kekumuhan seperti di stasiun Tanjung Barat (selatan PAsar Minggu).

tandjung barat sekarang udah bagus,,,
mungkin maksudnya lenteng agung...
Reply
#22
(29-11-2009, 08:28 PM)big bro Wrote: tandjung barat sekarang udah bagus,,,
mungkin maksudnya lenteng agung...

Mikir Dulu

Ehh...ya mungkin yang itu.

Ada stasiun di antara Pasar Minggu-Depok yang kondisinya kumuh sekali, padahal di sekelilingnya adalah daerah yang cukup elit. Dulu waktu masih kerja di Depok antara tahun 2006-2008, saya sering melihat stasiun ini.

Mungkin Lenteng Agung...

Saya lupa lagi stasiunnya.
Reply
#23
(28-11-2009, 06:32 AM)Dana Komuter Wrote: Coba kita telusuri :
Bogor- Sukabumi cuma punya K2 Bumi Geulis.
Seantero Jabodetabek gak punya K2 melainkan cuma K1 dan K3. Dulu ada K2 di mana Pakuan dulu Bisnis, Bekasi Ekspres dulu Bisnis, dsb.
Padalarang - Bandung - Cicalengka gak punya K1.
Konon Kutoarjo - Solo via Yogyakarta punya K1 x-Argo Lawu gitu yah...
Dll...

Knapa yah bisa demikian? Padahal masyarakat juga pasti ada yang membutuhkan juga K3 sebagai KA bertarif murah dan juga K2 sebagai KA komuter yang agak mahalan tapi lebih cepet sampai.

Kalau perkara adanya K1 - K2 - K3 di KA komuter itu tidak selalu harus ketiganya ada, yang penting okupansinya cukup tinggi dan segmentasi penumpangnya 'tepat sasaran'.
Pembagian untuk tiap daop:
Daop 1 => ada K1 (kelas ekspres) untuk penumpang bisnismen/karyawan menengah ke atas dan K3 (eko AC dan eko non AC) untuk penumpang kelas menengah ke bawah.
Daop 2 => rata-rata penumpangnya kelas menengah ke bawah jadi kelas yang tersedia adalah K2 dan K3
Daop 3 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 4 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 5 => yang ini kurang tahu
Daop 6 => penumpangnya rata-rata kelas menengah ke atas jadi disediakan kelas K1 (Argo Prameks) dan K2 (KRDE+KRDH)
Daop 7 => ini saya kurang tahu
Daop 8 => penumpangnya rata-rata kelas bawah jadi semua komuternya pakai kelas K3

CMIIW
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#24
(30-11-2009, 07:14 AM)Charles Wrote:
(28-11-2009, 06:32 AM)Dana Komuter Wrote: Coba kita telusuri :
Bogor- Sukabumi cuma punya K2 Bumi Geulis.
Seantero Jabodetabek gak punya K2 melainkan cuma K1 dan K3. Dulu ada K2 di mana Pakuan dulu Bisnis, Bekasi Ekspres dulu Bisnis, dsb.
Padalarang - Bandung - Cicalengka gak punya K1.
Konon Kutoarjo - Solo via Yogyakarta punya K1 x-Argo Lawu gitu yah...
Dll...

Knapa yah bisa demikian? Padahal masyarakat juga pasti ada yang membutuhkan juga K3 sebagai KA bertarif murah dan juga K2 sebagai KA komuter yang agak mahalan tapi lebih cepet sampai.

Kalau perkara adanya K1 - K2 - K3 di KA komuter itu tidak selalu harus ketiganya ada, yang penting okupansinya cukup tinggi dan segmentasi penumpangnya 'tepat sasaran'.
Pembagian untuk tiap daop:

Daop 1 => ada K1 (kelas ekspres) untuk penumpang bisnismen/karyawan menengah ke atas dan K3 (eko AC dan eko non AC) untuk penumpang kelas menengah ke bawah.

Daop 2 => rata-rata penumpangnya kelas menengah ke bawah jadi kelas yang tersedia adalah K2 dan K3
Daop 3 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 4 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 5 => yang ini kurang tahu
Daop 6 => penumpangnya rata-rata kelas menengah ke atas jadi disediakan kelas K1 (Argo Prameks) dan K2 (KRDE+KRDH)
Daop 7 => ini saya kurang tahu
Daop 8 => penumpangnya rata-rata kelas bawah jadi semua komuternya pakai kelas K3

CMIIW

Perlu diingat, layanan KA Commuter kelas ekspres, ekonomi AC, dan ekonomi adalah layanan KCJ, bukan Daop I.

Daop I punya komuter Bumi Geulis untuk kelas Bisnis, dan KA penumpang Purwakarta/Rangkasbitung.
[Image: photo.php?pid=379024&id=100000253048256&ref=fbx_album]

KCJ 7000 series-7117F
Reply
#25
(30-11-2009, 09:47 AM)Faris GM-MarKA Wrote:
(30-11-2009, 07:14 AM)Charles Wrote:
(28-11-2009, 06:32 AM)Dana Komuter Wrote: Coba kita telusuri :
Bogor- Sukabumi cuma punya K2 Bumi Geulis.
Seantero Jabodetabek gak punya K2 melainkan cuma K1 dan K3. Dulu ada K2 di mana Pakuan dulu Bisnis, Bekasi Ekspres dulu Bisnis, dsb.
Padalarang - Bandung - Cicalengka gak punya K1.
Konon Kutoarjo - Solo via Yogyakarta punya K1 x-Argo Lawu gitu yah...
Dll...

Knapa yah bisa demikian? Padahal masyarakat juga pasti ada yang membutuhkan juga K3 sebagai KA bertarif murah dan juga K2 sebagai KA komuter yang agak mahalan tapi lebih cepet sampai.

Kalau perkara adanya K1 - K2 - K3 di KA komuter itu tidak selalu harus ketiganya ada, yang penting okupansinya cukup tinggi dan segmentasi penumpangnya 'tepat sasaran'.
Pembagian untuk tiap daop:

Daop 1 => ada K1 (kelas ekspres) untuk penumpang bisnismen/karyawan menengah ke atas dan K3 (eko AC dan eko non AC) untuk penumpang kelas menengah ke bawah.

Daop 2 => rata-rata penumpangnya kelas menengah ke bawah jadi kelas yang tersedia adalah K2 dan K3
Daop 3 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 4 => sama halnya dengan Daop 2
Daop 5 => yang ini kurang tahu
Daop 6 => penumpangnya rata-rata kelas menengah ke atas jadi disediakan kelas K1 (Argo Prameks) dan K2 (KRDE+KRDH)
Daop 7 => ini saya kurang tahu
Daop 8 => penumpangnya rata-rata kelas bawah jadi semua komuternya pakai kelas K3

CMIIW

Perlu diingat, layanan KA Commuter kelas ekspres, ekonomi AC, dan ekonomi adalah layanan KCJ, bukan Daop I.

Daop I punya komuter Bumi Geulis untuk kelas Bisnis, dan KA penumpang Purwakarta/Rangkasbitung.

Maaf salah ketik, maksudnya itu ekspres-eko AC-eko non AC punya KCJ bukan PT KA.
Kalo Daop 1 punya Bu-Ge yang K2, plus odong2 rangkas & PWK yang K3, kalo dulunya emang kelas ekspres masuk K1.
Tokyo Metro 05-108F|Sora Naegi
[Image: 2r56iya.jpg]
Jabodetabek no Tsuukin Dentetsu (KCJ)
Reply
#26
Untuk kasus KCJ, layanan komuter itu adalah layanan unik yang sama sekali tidak bisa digolongkan ke dalam kelas K1/K2/K3, karena memang istilahnya tidak dikenal.

Lain cerita kalau kasus Prameks pake gerbong Argo Lawu, yang masih masuk akal digolongkan ke dalam layanan kelas K1.
[Image: NQma0.jpg]
Reply
#27
(30-11-2009, 10:46 AM)Shin Muhammad Wrote: Lain cerita kalau kasus Prameks pake gerbong Argo Lawu, yang masih masuk akal digolongkan ke dalam layanan kelas K1.

Sekali lagi saya ingatkan kalau KA komuter tak sepatutnya ada segregasi kelas. Kalau KA jarak jauh lumrah kalau ada segregasi kelas.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)