Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Diskusi Agar KA Aman - Go Zero Accident
#21


jangan malu Belajar dari negara yang maju perkeretaapiannya yang jarang sekali terdengar ada PLH atau kecelakaan lainnya.

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
#22
berantas dulu KKN di PT. Kereta Api Indonesia (Persero), dan perbaiki SDMnya..
Reply
#23
Mengamati kecelakaan (PLH) di Indonesia khususnya KA, Apa hikmah yg anda dapat ambil serta saran utuk PT KA Indonesia Monggo ....

Berdasarkan apa yg saya amati :

1. PT KA (yg berhubungan seperti INKA), sudah selayaknyalah membuat emergency door pada setiap kereta penumpang misalnya, pembuatan slidongdoor diatap, yg berfungsi untuk mengevakuasi penumpang jika terjadi PLH, mohon dicermati dlm setiap PLH KA di Indonesia rata2 yg utuh atapnya so alangkah baiknya kereta2 penumpang baru (sebelum terlanjur bikin banyak seperti bogowonto) dilengkapi dengan "emergency evacuate door" diatap yg bisa di buka jika terjadi PLH

2. PT KA Harap memperhatikan susunan rangkaian misalnya sehabis lokomotive harus gerbong BP bukan penumpang atau KP karena jika terjadi PLH seperti Mutsel dan Kutsel tidak berimbas ke penumpang, sedangkan KP paling akhir supaya jika terjadi PLH tidak terjadi kebakaran.
(kalo ini sudah ada aturannya di PT KA kenapa PLH di St Langen kok setelah lokomotive kereta penumpang??)

3.Adanya cek up kesehatan total untuk masinis setiap bulannya secara random (terutama masinis2 yg udah tua) gratiss

4.Jangan melulu menyalahkan masinis sebagai kambing hitam, tp bos2 berdasi di PT KA kalo dlm setahun terjadi PLH terus wajib di shutdown krn tdk mampu mengkoordinir crew dan sdm yg mumpuni juga tdk dapat menjaga kenyamanan, dan keamanan penumpang KA.

Kalo sudah terjadi PLH seperti kemarin, siapa yg akan bertanggung jawab?pasti cuma crew2 KA bawah ajakan yg disalahkan?

4.Hikmah yg kita ambil dr peristiwa ini, menurut saya KA,jembatan, jalur dan PJL(semua yg menyangkut keselamatan orang banyak kita wajib jaga bersama.

Ada saran dari RF yg lain silahkan diloading dimarih.....
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#24
Betul juga mas Nikmura. Saya setuju dengan gagasan anda, apalagi yang point 4. Kalau point 1, yang pintu darurat diatap, apa ndak bocor, kalau hujan deras. Meskipun tertutup rapat, kan namanya pintu pasti ada celahnya.

Saran saya kalau naik KA yang tidak tertera no tempat duduk, seperti K3, mending cari tempat duduk di kereta rangkaian tengah, kalau PLH tabrakan, aman. Karena umumnya kereta paling depan atau belakang yang biasanya jadi korban tabrakan KA. Apalagi yang banyak PLH kan K3, jadi untuk meninimalisasi kecelakaan.
-  R y z k y   W i d i   A T m a j a  -
Reply
#25
(29-01-2011, 05:44 PM)Ryzky_Widi Wrote: Betul juga mas Nikmura. Saya setuju dengan gagasan anda, apalagi yang point 4. Kalau point 1, yang pintu darurat diatap, apa ndak bocor, kalau hujan deras. Meskipun tertutup rapat, kan namanya pintu pasti ada celahnya.

Saran saya kalau naik KA yang tidak tertera no tempat duduk, seperti K3, mending cari tempat duduk di kereta rangkaian tengah, kalau PLH tabrakan, aman. Karena umumnya kereta paling depan atau belakang yang biasanya jadi korban tabrakan KA. Apalagi yang banyak PLH kan K3, jadi untuk meninimalisasi kecelakaan.
Bocor ...??? lebih seram mana mas KA sama pesawat kalo kecelakaan...?? toh dipesawat ada kok pintu darurat yg ditendang pake kaki aja langsung ngebuka dan gak bocor kalo hujan, palingg nggak dalam 1 kereta penumpang ada 3 pintu darurat dari pada seperti kemarin keburu pada mati yg antri lewat jendela ...

YAkin 100 %lah INKA bisa bikin kayak gini, cuma pada design2 yg dah ada sekarang kurang memperhatikan keselamatan penumpang jadi gak ada emergency doornya .... kalo di luar PT INKA dan PT KA gak bisa dapet sertifikat ISO
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#26
Saran saya kenapa palang pintu PJL di Indo belum ada yang otomatis dan bertenaga surya seperti di Amerika ato Jepang. Jadi pintu perlintasan akan menutup dengan sendirinya jika ada KA mau lewat dan tidak khawatir kalo listrik PLN padam

Belajar dari trit sebelah, ada peristiwa tabrakan KA dengan mobil di PJL karena petugas PJL-nya ketiduran
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
Reply
#27
kawan2 mari yuk kita rapatkan barisan mendiskusikan bagaimana supaya KA kita itu gak kena PLH terus , terkadang suatu negara itu "transportasinya" maju dari khayalan2 pemuda2 / RF kereta api di negara itu sendiri..... yang feedbacknya semoga terfollow up boss2 yg berwenang yg kelihatanya udah "ruwet" harus bagaimana.......

Monggo dipersilahkan dengan tidak mengurangi rasa hormat para senior RF www.semboyan35 mengeluarkan ide dan sumbangsih pemikirannya.....
bisa dari sdm, infrastructure pendukung, security passenger, dll pokoknya bebas ..... Yang tujuan utamanya tidak mendiskriditkan PT KA tapi demi kemajuan dan keamanan angkutan massal ini

Wujud sumbangsih pemikiran kita disini adalah rasa "care" / "peduli" dan cinta kita terhadap kereta api, kalo bukan kita RF www.semboyan35.com siapa lagi..? yg lain sudah sibuk pada dunianya sendiri, hanya kitalah yg masih bisa memberikan perhatian ke KA dengan "suka rela" ditengah kesibukan kita pribadi ....
[spoiler=BRAKE.Emergency use only]

YAHOO!

nikimura.cellular
[/spoiler]
Reply
#28
Di wilayah Jabodetabek khususnya.... harus ada beberapa pembenahan :
1. Sistem persinyalan st. Manggarai yang mampu menjadi jantungnya Daops I Jakarta dengan menambah urat nadi di semua jalur percabangan. Jantung hatinya rusak, maka tamatlah riwayat hidup org itu. Begitupun kalo alasan apapun spt cuaca buruk haruslah disiasatin mungkin dg dibangun kanopi meski di jalur percabangan agar tiada lagi alasan tersambar petir.
2, Masih soal sinyal, di sekitar st. Mri haruslah steril dr pemukiman padat penduduk yg sering rawan pencurian kabel sinyal dan tawuran antar warga yg saling berseberangan. Gak tua gak muda, gak laki2 gak perempuan.
3. Yang sangat urgent setidaknya permasalahan Gapeka. Yang begini sering menyebabkan pr masinis terlena dg kenyataan yg ada knapa di depan dan belakang KA yg mrk kemudiin bisa ada KA lagi. Kedatangan dan keberangkatan KA jarak menengah dan jauh membuat kami pr komuter KRL menanti di sinyal masuk sangat lama. Kalau bisa sih mrk ngalah dulu di jam2 padat org2 pergi dan pulang kerja.
4. Permasalahan lokomotif membuat beberapa rangkaian KA memiliki rangkaian jadi sedikit dan juga PT. KA jadi mengutamakan KA jarak menengah dan jauh. Coba tengok Daops V, mana coba yg punya rangkaian KA komuternya? Sdgkan banyak warga yg memanfaatkan macem Serayu, Logawa dan masih byk K3 yg nitabene bertarif cukup mahal bg mrk yg cuma sekedar ke jarak dekat. Jadi banyak kambingers alias byr ke oknum tertentu di lingkungan PT. KA dlm ini di rangkaian KA.
5. Masalah penggajian pd masinis, assnya, petugas PJL dan petugas PPKA beserta KSnya harus diperhatiin. Sebab mrk bertanggung jawab atas banyaknya perantau yg mengandalkan KA.
6. Perlu peran serta pr pejabat yg peduli mendekati 100% dg namanya KA. Kalau tidak, jalur2 darat lainnya makin menyaingi rel KA yg berujung terbengalainya petak rel dg ditumbuhi semak2 belukar, perumahan warga dan batangan rel makin berkarat krn panas matahari.
7. Dr pelayanana di dlm KA khususnya K1 jangan terus2an mengandalkan Teh Botol Sosro sbg alternatif minuman dingin. Memang di KMP gak ada kulkas, freezer atau apapun itu spy dingin? Masy. itu tamu hotel berjalan di dlm KA. Di hotel tentu ada tambahan menu spt eskrim, puding dan buah2an. Meski tergolong ingin pengiritan, tp setidaknya 1 buah saja spt jeruk sekedarnya gak masalah.
8. Hiburan di stasiun2 besar perlu ada. Aku kerja lg proyek term. domestik bandara Soetta di mana di area stl check in ada fasilitas taman dg gazebo yg besar. Knapa di stasiun2 di Indonesia gak ada? Cuma sekedar emplasemen tok... lengkap dg gelaran majalah dan koran yg dijual beserta lemari es yg ngejual minuman2 botolan.

Reply
#29
agak sulit sepertinya untuk mewujudkan ini semua...
kita lihat sendiri perekonomian di Negara yang "kaya akan sumber daya alam ini"
sangat rawan akan kejahatan seperti Copet dan pencuri....
kalo rakyat nya saja tidak mau berubah maka akan sulit membuat fasilitas umum yang nyaman.
hal-hal yang harus di perhatikan menurut pengalaman saya :
1.Setiap saya naik kereta malam saya selalu menyimpan tas dengan baik-baik bahkan saya gembok biar gak raib.
2.kereta aja ada yang di coret-coret udah kaya kanvas.
3.Ada peraturan di larang merokok di tempat umum saja masih aja ada yang ngerokok. Saya orang yang tidak merokok merasa terganggu.
4.Para kru KA seharusnya di beri peraturan baku dan pelatihan yang baik.
Biarkan Aku berlari secepat CC 204 03 02, terbang tinggi seperti A340-600, dan gagah seperti Legacy SR-1
youtube nya BagusRailfans
Flickrnya BagusRailfans
Twitter : @BagusRailfans
218071D7 for more Inpoh ! Xie Xie
Reply
#30
(13-02-2011, 09:16 AM)Dana Komuter Wrote: Di wilayah Jabodetabek khususnya.... harus ada beberapa pembenahan :
1. Sistem persinyalan st. Manggarai yang mampu menjadi jantungnya Daops I Jakarta dengan menambah urat nadi di semua jalur percabangan. Jantung hatinya rusak, maka tamatlah riwayat hidup org itu. Begitupun kalo alasan apapun spt cuaca buruk haruslah disiasatin mungkin dg dibangun kanopi meski di jalur percabangan agar tiada lagi alasan tersambar petir.
2, Masih soal sinyal, di sekitar st. Mri haruslah steril dr pemukiman padat penduduk yg sering rawan pencurian kabel sinyal dan tawuran antar warga yg saling berseberangan. Gak tua gak muda, gak laki2 gak perempuan.
3. Yang sangat urgent setidaknya permasalahan Gapeka. Yang begini sering menyebabkan pr masinis terlena dg kenyataan yg ada knapa di depan dan belakang KA yg mrk kemudiin bisa ada KA lagi. Kedatangan dan keberangkatan KA jarak menengah dan jauh membuat kami pr komuter KRL menanti di sinyal masuk sangat lama. Kalau bisa sih mrk ngalah dulu di jam2 padat org2 pergi dan pulang kerja.
4. Permasalahan lokomotif membuat beberapa rangkaian KA memiliki rangkaian jadi sedikit dan juga PT. KA jadi mengutamakan KA jarak menengah dan jauh. Coba tengok Daops V, mana coba yg punya rangkaian KA komuternya? Sdgkan banyak warga yg memanfaatkan macem Serayu, Logawa dan masih byk K3 yg nitabene bertarif cukup mahal bg mrk yg cuma sekedar ke jarak dekat. Jadi banyak kambingers alias byr ke oknum tertentu di lingkungan PT. KA dlm ini di rangkaian KA.
5. Masalah penggajian pd masinis, assnya, petugas PJL dan petugas PPKA beserta KSnya harus diperhatiin. Sebab mrk bertanggung jawab atas banyaknya perantau yg mengandalkan KA.
6. Perlu peran serta pr pejabat yg peduli mendekati 100% dg namanya KA. Kalau tidak, jalur2 darat lainnya makin menyaingi rel KA yg berujung terbengalainya petak rel dg ditumbuhi semak2 belukar, perumahan warga dan batangan rel makin berkarat krn panas matahari.
7. Dr pelayanana di dlm KA khususnya K1 jangan terus2an mengandalkan Teh Botol Sosro sbg alternatif minuman dingin. Memang di KMP gak ada kulkas, freezer atau apapun itu spy dingin? Masy. itu tamu hotel berjalan di dlm KA. Di hotel tentu ada tambahan menu spt eskrim, puding dan buah2an. Meski tergolong ingin pengiritan, tp setidaknya 1 buah saja spt jeruk sekedarnya gak masalah.
8. Hiburan di stasiun2 besar perlu ada. Aku kerja lg proyek term. domestik bandara Soetta di mana di area stl check in ada fasilitas taman dg gazebo yg besar. Knapa di stasiun2 di Indonesia gak ada? Cuma sekedar emplasemen tok... lengkap dg gelaran majalah dan koran yg dijual beserta lemari es yg ngejual minuman2 botolan.

ini saya setuju sama mas Dana Komuter,
meskipun harus step by step tapi setidaknya pemerintah memberikan kebijakan2 yg tepat mengenai kondisi KA saat ini, bukan hanya mencari keuntungan semata.. CMIIW
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 4 Guest(s)