Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Jalur Ganda SB-BW
#21
hm..................
ya mendngan mana yang lebih bisa dikerjakan duluan aja...............
|warm up|


[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
Reply
#22
(28-08-2009, 03:26 PM)Gege Wrote: Guys...
Ada berita anyar...

Quote:Menhub Setuju Jalur Ganda Surabaya-Banyuwangi
Jum'at, 28 Agustus 2009, 14:52 WIB

VIVAnews - Departemen Perhubungan terus memelajari rencana pembangunan jalur rel kereta api ganda atau double track. Bila akhirnya pembangunan itu rampung, perjalanan Banyuwangi-Surabaya akan berkurang tiga jam.

"Rel ganda Banyuwangi-Surabaya sedang dipelajari. Lebih cepat lebih baik," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal usai salat Jumat, di Gedung Departemen Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Agustus 2009.

Menurut Jusman, bila pembangunan rampung maka kecepatan kereta api akan dapat ditingkatkan. Waktu yang ditempuh dalam perjalanan Banyuwangi-Surabaya saat ini mencapai sekitar enam jam.

"Padahal jalannya lurus. Kalau kecepatannya ditambah menjadi 100 (KM per jam) bisa menjadi tiga jam jarak tempuhnya. Itu yang saya minta pada Dirjen Perkeretaapian, " ujar Jusman.

Seperti dilansir situs Departemen Perhubungan, jarak antara Surabaya–Banyuwangi dengan kereta adalah 300 Km. Waktu tempuh enam jam itu dengan asumsi kecepatan rata-rata 60 Km/Jam.

Untuk mendukung hal itu akan dipersiapkan jalur ganda atau double track pada rute kereta api Surabaya-Banyuwangi . Upaya ini, menurut Dirjen Perkeretaapian, adalah sebagai maksud pemerintah untuk bisa memberikan gambaran bahwa ada angkutan kereta api yang memadai, baik dari sisi kecepatan maupun kenyamanan kerja kepada masyarakat.

sumber

Ada tanggapan???
Sebenarnya kondisi real jalur ini gimana toh???
Ada yang punya pics kondisi terkininya???
Kereta apa yang melawani daerah ini????

ah itu cuma bisa-bisanya Pak Jusman aja Om,ngasih "angin surga" di akhir masa jabatan.sory nih bukan bersikap apatis tapi tau ndiri lah.proyek yg udah jelas2 aja masih banyak yang molor.belum lagi ini baru dalam tahap "dipelajari" jadi bisa iya,bisa juga tidak jadi.
####My online hours : Saturday PM - Sunday AM/PM####
Reply
#23
Tapi mungkin lebih banyak ga jadinya..waktu dipelajari c bagus. Nah waktu liat kantong isinya kering, gak bagus lagi deh.. Tapi kalau memang jadi mending cepetan deh..
Aku ingin striping dan livery kereta dan loko matching dan nyambung, kaya jaman K3 merah biru + loko merah biru pada era perumka...Ngiler
Reply
#24
tapi jadi perdebatan juga, dauble track di bangun jika memang jalur padat dan mengganggu lalu lintas dan kelancaran. nah yang terjadi di lintas daop 9 khan bukan padat kereta tapi karena memang sarana dan prasarananya yang sudah tua...

Reply
#25
(29-08-2009, 06:50 PM)aji saka setiyawan Wrote: Itu bukan proyek ny PT.KAI kang. Itu proyeknya pemkot, pembangunan frontage road A. Yani antara RSAL hingga utara Giant.

sori oot,

cak, kira2 rel yang mepet jalan ybs kalo dibikin dt masih bisa kah?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#26
Walau saya sangat sangat pesimis dengan rencana DT ini( saya dah berharap terlalu banyak dengan rencana2 perkeretaapian di seputar sby dan jatim dan dah cukup terluka karenanyaPatah Hati,jadi kali ini saya ga mau banyak berharap), kalaupun masih ga bisa DT full ke Bw karena masalah lapindo ato dana atau lainnya, sebaiknya dibangun DT dulu secara parsial, dan di jalur SB-BW yg paling urgent dan menurutku paling rasional saat ini adalah SB-SDA, itu dulu yg paling lebih dulu di-DT kan di jalur ini..BTW di proyek relokasi di deket SDA aku lihat ada 2 jembatan, itu mank maw2 di buat DT ta?BTW jalur SB-BW mank ga seberapa padat, tapi jalur SB-SDA itu dah kelewat padat kalo dengan ST doank, kalo pun sekarang ga seberapa padat, tapi kebutuhannya jauh di atas traffik yg ada sekarang, dan kalo SB-BW di DT, sapa tau jalur ini jadi jalur ramai, kayak JAKK-Serpong itu, yg dulu sepi, setelah DT jadi ramai.
Silence Is Golden

But My Eyes Still SeeNgeledek
Reply
#27
(30-08-2009, 07:49 AM)ady_mcady Wrote: sori oot,

cak, kira2 rel yang mepet jalan ybs kalo dibikin dt masih bisa kah?

kalo itu aku sendiri masih belum tau selebar apa lahan yang digunakan frontage road A.yani, khan itu masih tahap pengerjaan.
tapi kalo lihat frontage road yang udah jadi yang didepan Gian kayaknya untuk DT ga cukup dech....
yang aku baca di jawapos tuh frontage road th2009 dikerjakan sepenjang 800m, trus th2010 ditambah menjadi 1500m.
kayaknya tuh jalur KA bakalan ga dapet jatah lahan untuk DT nich,,
SedihSedihSedih
Reply
#28
hehehe
kaya'e emank lebih realistis kalo DTnya SB-SDA dulu ya....hehehe
|warm up|


[Image: 418089_2580690805272_1494496598_32011478...2663_n.jpg]
Reply
#29
(30-08-2009, 11:26 AM)aji saka setiyawan Wrote: kalo itu aku sendiri masih belum tau selebar apa lahan yang digunakan frontage road A.yani, khan itu masih tahap pengerjaan.
tapi kalo lihat frontage road yang udah jadi yang didepan Gian kayaknya untuk DT ga cukup dech....
yang aku baca di jawapos tuh frontage road th2009 dikerjakan sepenjang 800m, trus th2010 ditambah menjadi 1500m.
kayaknya tuh jalur KA bakalan ga dapet jatah lahan untuk DT nich,,
SedihSedihSedih

lha kok jadi kayak gini? waduh ini bisa runyam urusannya. bukankah tanah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu lebar kiri-kanannya sudah ada ketentuannya? masa sih bener2 gak bisa buat dt? bagaimana sikap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menanggapi hal ini?

mohon pencerahannya.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#30
waduh omah ku kene gusur iki
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)