09-09-2009, 09:58 PM


|
Kesenjangan di Jatim
|
|
10-09-2009, 01:26 AM
Nah.....sekarang kalo yang ada armadanya hanya itu mau bagaimana lagi.......
sarana di PT KA itu sangat terbatas dan malah cenderung berkurang dari tahun ke tahun karena termakan oleh usia sehingga keandalannya pun berkurang....... sekarang coba pikir deh......dengan armada yang ada.....bagaimana PT KA harus berpikir keras untuk dapat memenuhi kebutuhan dari konsumennya yang tak akan pernah puas jika sudah dikasi barang baru, padahal PT KA itu hanyalah sebagai operatornya saja, mereka hanya mengoperasikan sarana prasarana yang kesemuanya dimiliki oleh dephub, jadi jika ingin protes sarana prasarana, mendingan langsung ke dephub aja, jangan protes ke PT KAnya...... Sekarang soal Double Track.......apakah jalur sana memang sudah sangat padat sekali ?? berapa frekuensi KA yang melintas??? apakah sudah lebih dari 70 KA yg melintas dalam 1x24 jam?? jika belom.....buat apa dibangun double track.......hanya membuang buang anggaran saja.......mending anggaran itu digunakan untuk pengadaan rolling stock yang baru......supaya dapat memenuhi target operasi yang ada ![]() My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks My videos on www.youtube.com/user/cc20409
10-09-2009, 02:06 AM
kl blh sy rangkum, semakin jauh dr pusat maka fasilitas yg dipunyai lebih minim. & semakin ke timur trafficnya lebih minim juga.
utk perjalanan ke pusat pasti akan melewati jawa tengah shg fasilitas d jawa tengah mgkn bs dibilang lebih maju, hehehe....
Keep Fighting Never Give
10-09-2009, 05:01 AM
(10-09-2009, 02:06 AM)ouilevio Wrote: kl blh sy rangkum, semakin jauh dr pusat maka fasilitas yg dipunyai lebih minim. & semakin ke timur trafficnya lebih minim juga. dengan kata lain majukan dulu titik pertemuan seluruh kereta yakni di Daop 6,5,4,3 karena daop-daop itu menajadi padat.... (10-09-2009, 01:26 AM)Agung Wrote: Nah.....sekarang kalo yang ada armadanya hanya itu mau bagaimana lagi....... Jalur WO-SB dah lebih dari 90 KA,,Jalur SB-SDA memang ga sampe 70 KA tapi dah termasuk cukup padat dan kebutuhan frekuensi KA di jalur ini sebenarnya jauh lebih banyak dari pada frekuensi yg ada (inget, SBY adalah kota metropolitan terbesar ke-2)..Hal ini bisa dilihat dari jalan A.Yani di sebelahnya yg dah kelebihan beban, kalo anda pergi dari Sby- ke SDA nyusuri jalan ini pas jam2 sibuk anda akan tahu gimana padatnya..jatim adalah propinsi terbanyak penduduknya di jawa dan ibukotanya adalah kota terbesar ke-2 di indonesia dan mobilitas juga cukup tinggi, dan jalur SDA-WO kok ga seberapa banyak karena mang kurang armada dan masih ST, bukan karena mobilitas penduduk rendah, inget jalur SB-SDA, SB-Mj, dan SB-Lamongan adalah jalur sub-urban yg juga dilalui komuter antara sby dan kota2 penyangganya sebagaimana jalur Jabotabek antara jakarta dan kota2 penyangganya, maka DT adalah suatu keharusan kalopun belum bisa mbuat QT( Quadraple track)dan yg berpendapat soal SBY-SDA harus DT ini ga cuma saya(coba liat di bagian depan thread ini dan di thread "perlukah di buat jalur baru " atau thread " DT,why not",, dan sebenarnya dari dulu dah ada wacana Dt di jalur ini(coba cari di google, berita2 lama yg ada hubungannya dgan DT sby-SDA), tapi belum ada realisasinya,,Kalo wacana banyak sekali termasuk soal proyek SRRTS(yg dah diteken MoU-nya oleh walikota sby bambang DH itu,jadi isu DT SBY-SDAitu bukanlah isu yg baru atau isu yg diada-adakan/mengada-ada, karena isu ini dah lama dan jalur ini pun butuh di DT .. Yah saya sih ga mo nyalahin atau protes ke sapa2(PT. Kereta Api Indonesia (Persero) maupun DEPHUB, karena bagi mereka mungkin masih ada yg perlu dibenahin atau apalah), saya hanya menyampaikan beberapa fakta dan pendapat saya saja,cuma ingin saya sampaikan bahwa disini pun juga butuh improvisasi dan development dalam perkeretaapian sebagaimana di daerah barat dan kalo di bilang buang2 uang, I don' think so, karena benefit yg bisa di dapat juga cukup besar dan bisa menjadi stimultan perekonomian jatim dan potens2 perKAan di jatim masih sagnat2 banyak yg belum digali dan karena di jawa ada dua ujung,yaitu JAKK dan SBY(Jatim), maka kedua ujung ini harusnya maju, makanya saya ga sependapat kalo perKA di jatm terbelakang karena ga ada potensi di jatim atau daya interaksi jatim ga kuat, melainkan karena kurangnya kesempatan dan WILL.
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
13-09-2009, 12:28 AM
ya kalo anda berpikiran begitu......kirim saja usul anda ke dephub dalam hal ini dirjen KA, karena yang membikin DT itu orang situ...........
![]() My Website Railway Photography www.flickr.com/photos/Agung_Ajunks My videos on www.youtube.com/user/cc20409
13-09-2009, 07:12 AM
"orang2" atas di pemerintahan jatim kudu dari railfans,,
potensi jalur di Surabaya cukup bagus,,, hanya "orang2" atas di pemerintahan jatim masih seneng tidak berasumsi save our eart,, pengiriman barang2 ke arah timur tidak memanfaatkan kereta, dari surabaya ke banyuwangi..kalo aja mau memanfaatkan kereta api itu bisa menjadi pemasukan besar bagi PT KA,, juga masayarakat yang pada umumnya,, masih berfikiran lebih mudah naik kendaraaan pribadi, dari pada naik kereta yang notabene masih tidak menjangkau tempat2 yang strategis yang diinginkan...
13-09-2009, 08:54 AM
(12-09-2009, 11:41 PM)Adolph Wrote:(10-09-2009, 01:26 AM)Agung Wrote: Nah.....sekarang kalo yang ada armadanya hanya itu mau bagaimana lagi....... nah, kalau memang jalur SDA-WO padat kenapa KRD SUSI tiap siang yang jalan hanya 1 rangkaian??? saya walaupun tinggal di Bandung tetapi kantor saya di Jawapos sana, jadi sering ke Surabaya dan hampir seluruh jalur di Jatim saya pernah naiki. Sekarang kembali ke pribadi orang-orangnya saja, memang benar Jatim berpenduduk terbanyak, tapi jika mereka tak mau naik kereta mau bilang apa??? trus siapa yang bilang PerKA di Jatim terbelakang???? betul seperti saran agung jika memang punya usulan sampaikan aja kepada Operator Perkeretaapaian di Indonesia dalam hal ini PT KA lampirkan juga studi banding dan survey di lapangan serta komentar para warga seperti pengoperasian KA-KA yang baru, jadi walaupun kita disini terus berdebat tapi yang diatas ndak denger mau apa??? trims
komuter susi jalan 2 rangkaian tiap siang, jam 12.30an dan jam 13.30an,total ada 7 trip pp/14 KA
arus interaksi sby-sda mank padat(saya bilang arus interasksi, ga cuma KA), masa situ ga liat???, ini bukanlah rahasia umum lagi!! dah ribuan kali dibahas diberbagai media termasuk solusi2 pemecahannya termasuk tol tengah kota,frontage road, elevated rail,busway,de-el-el,, kalo masih mempertanyakan apakah sby-sda padat apa nggak, maaf, itu sangat ga relevan kecuali anda baru pertama kali ke surabaya. kalo soal minimnya frekuensi komuter, itu karena mank armadanya cuma sedikit, juga tidak DT, ga kayak jabotabek, jadi kalo jalur sby-sda sepi menurut ukuran jabotabek, itu wajar saja karena mank sarana/prasarana KA di jalur ini ga kayak jabotabek ato paling ga YK-SLO, ,trus gimana anda bisa bilang pendu2k jatim ga maw naik KA?? hal itu belum bisa dibuktikan..Saya bilang Jatim yg berpenduduk banyak itukan masih sebatas potensi, dan itu belum digali, jadi kita belum tau apakah kalo semua wacana2 ini terealisasi apakh penduduk jatim akan welcome ato ga ,karena hal itu belum terjadi,, Saya ga berharap muluk2 soal itu, mau usul ke dirjen kek, ato ke presiden, saya sebagai rakyat biasa menyerahkan semua mekanisme tetek bengek itu ke penguasa, disini saya ga bermaksud maw demo ato apa, disini saya cuma maw menjabarkan ttg beberapa fakta di lapangan di daerah ini dan juga berusaha menjelaskan kpada anda2 yg meragukan urgensitas akan pengembangan perkeretaapian di kawasan ini.
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|