Kalo ga salah, SS dulu juga dibagi2, jadi ada Sumatra SS, SS westerlijnen, dan SS oosterlijnen, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kok ga dibuat gitu aja ya. Truz soal daop2 di jatim, apa sih yg menghalangi kreatifitas mereka? Apakah mereka takut atau trauma berinovasi? kayak si madeks itu yg tiba2 aja lenyap akhir 2007, padahal beberapa bulan dah dibuat jalan tiap hari, bahkan digembar-gemborkan di MKA
tapi tau2 ilang gitu aja dalam sekejap,
Jatim bukan jalur utama? Kalo g slah bukannya surabaya itu tempat pertemuan 2 jalur utama di jawa.. Harusnya mendapat perhatian lebih walau mungkin g kayak daop2 bandung ato jakarta. Kalo pemda. tahun 2007, walikota sby pak Bambang DhH dah meneken MOU dengan SNCF soal SRRTS, tapi itu proyek ilang begitu aja, ga ada kabarnya lagi, bahkan setelah 2 tahun ga ada realisasiya sedikit pun..Ini saya juga bingung bingung:coz yg ada cuma penjajakan,rencana,penjajakan,rencana. Proyak perkeretaapian mank ada wacana, tapi ga ada wujudnya. Sebenernya perkeretaapian di jatim bisa berkembang dan memiliki kebutuhan dan potensi yg besar, hanya kurang kesempatan. Kesempatan yg diberi ga sebesar di daerah barat, dan juga, jatim ini kayak terra incognita dalam perkeretaapian Indonesia, sehingga bener2 kurang sorotan maupun perhatian.
[email]KA Sumo Perlu Direalisasi Rabu, 3 Juni 2009 | 11:54 WIB MOJOKERTO – Meningkatkan pelayanan transportasi, pihak stasiun kereta api (KA) Mojokerto dan PT KA Daerah Operasional 8 Surabaya selayaknya mengoperasionalkan KA Komuter Surabaya – Mojokerto (Sumo). Mengingat, tingkat mobilisasi warga Mojokerto untuk urusan bekerja, sekolah maupun kunjungan keluarga dan rekreasi maupun belanja ke Surabaya relatif tinggi. Sehingga operasionalnya sarana transportasi yang murah dan nyaman membantu meringankan beban masyarakat. Demikian dikatakan Syaiful Arsad, anggota DPRD Kota Mojokerto, Rabu (3/6) pagi tadi. “Untuk kebutuhan pelayanan Komuter Sumo itu, sebenarnya kita dan pihak eksekutif sudah sering meminta PT KA untuk merealisasinya. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,†katanya. Lebih lanjut, dia mengemukan KA Sumo sudah menjadi kebutuhan mendesak. Karena tingkat mobilisasi masyarakat Mojokerto ke Surabaya, relatif tinggi. “Lihat saja saat pagi hari, siang maupun sore di stasiun KA Mojokerto. Kereta api melaju ke Surabaya atau sebaliknya selalu dijejali penumpang,†ujarnya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan kembali mendesak eksekutif agar lebih gencar melobi pihak PT KA agar segera merealisasi rencana pelayanan transportasi KA Komuter Sumo. Sulastri (40) warga Surodinawan, Kec. Prajuritkulon, Kota Mojokerto yang mengaku kerja di Surabaya ini berharap Komuter Sumo segera dioperasionalkan. “Saya kira sudah saatnya ada komuter untuk memberikan kenyamanan masyarakat,†katanya. Selama ini, Sulastri mengaku berangkat dan pulang kerja dari Surabaya dengan naik kereta api, jarang bisa mendapatkan tempat duduk. Karena, kursi dalam kereta api jurusan Blitar – Surabaya selalu penuh. “Dioperasionalkan komuter,--seperti Surabaya-Sidoarjo, pasti juga meringankan biaya transportasi masyarakat,†tegas Sulastri. Sedangkan Lukito, guru SDN di kawasan Sooko Kab. Mojokerto menilai pengoperasian Komuter Sumo tak hanya menjadi sarana transportasi yang nyaman bagi masyarakat, juga bisa menjadi sarana rekreasi pelajar. “KA Komuter Sumo bisa menjadi sarana belajar sekaligus rekreasi siswa,â€Âkatanya. Kepala Stasiun KA Mojokerto, Fatoni mengatakan, memang PT KA Daop 8 Surabaya pernah punya rencana mengoperasionalkan KA Komuter Sumo. Bahkan pihaknya sudah melakukan studi kelayakan. “Tapi sampai saat ini belum ada penjelasan kapan komuter dioperasionalkan,†katanya. “Pihak kami juga sering mendapat pertanyaan dari masyarakat, tapi kami pun tak bisa menjawab secara pasti kapan dioperasionalkan KA Komuter Sumo,†tambahnya. bas[/email]
[email]http://www.surabayapost.co.id[/email]
Cuma Janji, Sumo Gagal Total
Selasa, 21 Juli 2009 | 7:49 WIB | Posts by: jps | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis
I
SURABAYA - SURYA-Lima kali janji akan meluncurkan komuter Surabaya-Mojokerto (Sumo), lima kali juga masyarakat dikibuli. Ini membuat Ketua Komisi D DPRD Jatim, Bambang Suhartono, minta Dishub & LLAJ Jatim tidak lagi mengumbar janji ke publik.
“Apalagi, kejadian seperti ini sudah terulang beberapa kali. Masyarakat jelas dirugikan, karena mereka sangat berharap komuter Sumo dapat segera beroperasi,†tegasnya.
Dishub & LLAJ merencanakan peluncuran Sumo dilaksanakan akhir Desember 2008. Tetapi gagal karena rangkaian kereta belum jadi. Dijanjikan peluncuran dilakukan Maret 2009. Namun rencana itu kembali gagal dan tarik ulur hingga terbit janji, mundur sampai April. Janji lagi sebulan setelah molor dari batas waktu yang diucapkan, akhirnya muncul janji baru: awal Juli. Sekarang bulan Juli sudah hampir habis dan masih juga tak ada wujudnya.
Kepala Dishub & LLAJ Jatim Binsar Tua Siregar beralasan sejumlah daerah yang dilewati, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto masih mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan, seperti shelter dan akses jalan masuk dan keluar menuju shelter. “Rencana launching Sumo diundur,†ujarnya, Senin (20/7). Kali ini Binsar tidak berani memastikan kapan launching lanjutan dilakukan. Dia hanya memperkirakan Agustus.
Jika janji keenam ini meleset lagi, entah alasan apa lagi yang disiapkan untuk warga yang sangat berharap mendapat layanan transportasi murah.
Menangapi hal itu, Binsar berkelit. “Trainset keretanya sudah siap, bahkan sudah diuji coba atau running test, tapi untuk beroperasi melayani masyarakat semua sarana prasarana yang dibutuhkan juga harus siap semua,†kilahnya. uji
Ini adalah salah satu ketidakjelasan yg dah terjadi sejak saya masih maba sampai sekarang dah semester akhir. Pemda kayaknya juga udah mencoba untuk berpartisipasi dan mendesak berkali2 bahkan dah gregetan , tapi entah siapa yg ga komit, saya memilih ber khusnu dzan aja.
Saya ga bermaksud menyudutkan siapapun, tapi ini menunjukkan kebutuhan transportasi masal di sini pun juga besar, tapi karena memang KA di jatim kurang kesempatan(bukan peluang lho), inovasi, serta sarana/prasarana, wajar aja kalah ma moda transport lainnya. Truz soal DT, kebutuhan soal DT sebenarnya dah sejak dulu,yg berlalu biarkanlah berlalu, sekarang plizz soal DT itu diperhatiin.
tapi tau2 ilang gitu aja dalam sekejap,Jatim bukan jalur utama? Kalo g slah bukannya surabaya itu tempat pertemuan 2 jalur utama di jawa.. Harusnya mendapat perhatian lebih walau mungkin g kayak daop2 bandung ato jakarta. Kalo pemda. tahun 2007, walikota sby pak Bambang DhH dah meneken MOU dengan SNCF soal SRRTS, tapi itu proyek ilang begitu aja, ga ada kabarnya lagi, bahkan setelah 2 tahun ga ada realisasiya sedikit pun..Ini saya juga bingung bingung:coz yg ada cuma penjajakan,rencana,penjajakan,rencana. Proyak perkeretaapian mank ada wacana, tapi ga ada wujudnya. Sebenernya perkeretaapian di jatim bisa berkembang dan memiliki kebutuhan dan potensi yg besar, hanya kurang kesempatan. Kesempatan yg diberi ga sebesar di daerah barat, dan juga, jatim ini kayak terra incognita dalam perkeretaapian Indonesia, sehingga bener2 kurang sorotan maupun perhatian.
[email]KA Sumo Perlu Direalisasi Rabu, 3 Juni 2009 | 11:54 WIB MOJOKERTO – Meningkatkan pelayanan transportasi, pihak stasiun kereta api (KA) Mojokerto dan PT KA Daerah Operasional 8 Surabaya selayaknya mengoperasionalkan KA Komuter Surabaya – Mojokerto (Sumo). Mengingat, tingkat mobilisasi warga Mojokerto untuk urusan bekerja, sekolah maupun kunjungan keluarga dan rekreasi maupun belanja ke Surabaya relatif tinggi. Sehingga operasionalnya sarana transportasi yang murah dan nyaman membantu meringankan beban masyarakat. Demikian dikatakan Syaiful Arsad, anggota DPRD Kota Mojokerto, Rabu (3/6) pagi tadi. “Untuk kebutuhan pelayanan Komuter Sumo itu, sebenarnya kita dan pihak eksekutif sudah sering meminta PT KA untuk merealisasinya. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,†katanya. Lebih lanjut, dia mengemukan KA Sumo sudah menjadi kebutuhan mendesak. Karena tingkat mobilisasi masyarakat Mojokerto ke Surabaya, relatif tinggi. “Lihat saja saat pagi hari, siang maupun sore di stasiun KA Mojokerto. Kereta api melaju ke Surabaya atau sebaliknya selalu dijejali penumpang,†ujarnya. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan kembali mendesak eksekutif agar lebih gencar melobi pihak PT KA agar segera merealisasi rencana pelayanan transportasi KA Komuter Sumo. Sulastri (40) warga Surodinawan, Kec. Prajuritkulon, Kota Mojokerto yang mengaku kerja di Surabaya ini berharap Komuter Sumo segera dioperasionalkan. “Saya kira sudah saatnya ada komuter untuk memberikan kenyamanan masyarakat,†katanya. Selama ini, Sulastri mengaku berangkat dan pulang kerja dari Surabaya dengan naik kereta api, jarang bisa mendapatkan tempat duduk. Karena, kursi dalam kereta api jurusan Blitar – Surabaya selalu penuh. “Dioperasionalkan komuter,--seperti Surabaya-Sidoarjo, pasti juga meringankan biaya transportasi masyarakat,†tegas Sulastri. Sedangkan Lukito, guru SDN di kawasan Sooko Kab. Mojokerto menilai pengoperasian Komuter Sumo tak hanya menjadi sarana transportasi yang nyaman bagi masyarakat, juga bisa menjadi sarana rekreasi pelajar. “KA Komuter Sumo bisa menjadi sarana belajar sekaligus rekreasi siswa,â€Âkatanya. Kepala Stasiun KA Mojokerto, Fatoni mengatakan, memang PT KA Daop 8 Surabaya pernah punya rencana mengoperasionalkan KA Komuter Sumo. Bahkan pihaknya sudah melakukan studi kelayakan. “Tapi sampai saat ini belum ada penjelasan kapan komuter dioperasionalkan,†katanya. “Pihak kami juga sering mendapat pertanyaan dari masyarakat, tapi kami pun tak bisa menjawab secara pasti kapan dioperasionalkan KA Komuter Sumo,†tambahnya. bas[/email]
[email]http://www.surabayapost.co.id[/email]
Cuma Janji, Sumo Gagal Total
Selasa, 21 Juli 2009 | 7:49 WIB | Posts by: jps | Kategori: Surabaya Raya | ShareThis
I
SURABAYA - SURYA-Lima kali janji akan meluncurkan komuter Surabaya-Mojokerto (Sumo), lima kali juga masyarakat dikibuli. Ini membuat Ketua Komisi D DPRD Jatim, Bambang Suhartono, minta Dishub & LLAJ Jatim tidak lagi mengumbar janji ke publik.
“Apalagi, kejadian seperti ini sudah terulang beberapa kali. Masyarakat jelas dirugikan, karena mereka sangat berharap komuter Sumo dapat segera beroperasi,†tegasnya.
Dishub & LLAJ merencanakan peluncuran Sumo dilaksanakan akhir Desember 2008. Tetapi gagal karena rangkaian kereta belum jadi. Dijanjikan peluncuran dilakukan Maret 2009. Namun rencana itu kembali gagal dan tarik ulur hingga terbit janji, mundur sampai April. Janji lagi sebulan setelah molor dari batas waktu yang diucapkan, akhirnya muncul janji baru: awal Juli. Sekarang bulan Juli sudah hampir habis dan masih juga tak ada wujudnya.
Kepala Dishub & LLAJ Jatim Binsar Tua Siregar beralasan sejumlah daerah yang dilewati, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto masih mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan, seperti shelter dan akses jalan masuk dan keluar menuju shelter. “Rencana launching Sumo diundur,†ujarnya, Senin (20/7). Kali ini Binsar tidak berani memastikan kapan launching lanjutan dilakukan. Dia hanya memperkirakan Agustus.
Jika janji keenam ini meleset lagi, entah alasan apa lagi yang disiapkan untuk warga yang sangat berharap mendapat layanan transportasi murah.
Menangapi hal itu, Binsar berkelit. “Trainset keretanya sudah siap, bahkan sudah diuji coba atau running test, tapi untuk beroperasi melayani masyarakat semua sarana prasarana yang dibutuhkan juga harus siap semua,†kilahnya. uji
Ini adalah salah satu ketidakjelasan yg dah terjadi sejak saya masih maba sampai sekarang dah semester akhir. Pemda kayaknya juga udah mencoba untuk berpartisipasi dan mendesak berkali2 bahkan dah gregetan , tapi entah siapa yg ga komit, saya memilih ber khusnu dzan aja.
Saya ga bermaksud menyudutkan siapapun, tapi ini menunjukkan kebutuhan transportasi masal di sini pun juga besar, tapi karena memang KA di jatim kurang kesempatan(bukan peluang lho), inovasi, serta sarana/prasarana, wajar aja kalah ma moda transport lainnya. Truz soal DT, kebutuhan soal DT sebenarnya dah sejak dulu,yg berlalu biarkanlah berlalu, sekarang plizz soal DT itu diperhatiin.
Silence Is Golden
But My Eyes Still See
But My Eyes Still See




