Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
(30-09-2011, 06:44 PM)Joe_cn Wrote:
(30-09-2011, 06:17 PM)ady_mcady Wrote: misalnya ada kasus seperti ini: ka gaya baru sudah "full tank" alias penuh penumpang selepas jombang. dan dari seluruh penumpang yang ada itu katakanlah ada beberapa yang turun solo dan yogya.

berarti selepas jombang sampai solo mestinya bablas terus ya? lha wong nggak ada yang turun (apalagi naik. karcis sudah habis), ngapain juga berhenti di kts, nj, mn dll.

nah, selepas solo dan yogya, pasti ada karcis yang sudah hangus karena penumpang turun, lalu stasiun kutoarjo boleh menjual sebanyak penumpang yang telah turun di yogya dan solo. begitu seterusnya.

begitu nggak ya?

Ya itu dia mas, kebanyakan orang2 masih berjalan estafet menggunakan KA, dan entahlah sistem online nanti apakah mampu mengkoordinir penumpang seperti itu.
Tapi masalahnya adalah apabila penumpang sebagai contoh(melanjutkan cerita om Adi tentang penumpang GBMS ) dia duduk di nomor 8 abc gerbong 3, di karcis dia harusnya turun di LPN eh ternyata dia ketiduran atau ada masalah tertentu sehingga akhirnya dia tidak turun di LPN.
Nah bila sistem online sudah bisa mengkoordinir nomor kursi yg kosong selepas LPN karena si nomor 8abc gerbong 3 harusnya kosong namun masih ada penumpang itu tadi, lha bagaimana?
Apa itu penumpang akan diturunkan paksa di pemberhentian selanjutnya?
Apakah harga GBMS dari SGU ke Yk dan ke PSE sama?

yapz. .benar sekali
system yg dipakai di ticketing KAI sudah online semua
jadi misal ada pnumpang GBMS dari SGU ke LPN dengan nomor seat K3-1 12 A. .berarti di system online untuk trayek SGU-LPN kursi itu udah terisi penumpang. .naah selepas LPN hingga JAKK kursi tersebut masih kosong
system yg sama juga dipakai di K1 maupun K2
cuman yang jadi masalah terkadang beberapa petugas loket di stasiun cari "praktis" aja
jadi misal harga tiket GBMS trayek SGU-LPN sama dengan SGU-SLO maka penumpang tujuan SLO tetap dapet tiket jurusan LPN yg otomatis kursi tersebut telah terisi hingga LPN. hal ini mengakibatkan tiket di kursi tersebut baru bisa diisi lagi selepas dari LPN
kalo udah gini kasian penumpang dari SLO. .kehabisan tiket padahal sebenarnya masih ada

untuk masalah penumpang tertidur dengan system penomoran ini malah sangat sangat membantu. penumpang itu bisa langsung dibangunkan oleh penumpang yang kemudian menempati kursi tersebut
naah kalau tidak ada penomoran bisa saja penumpang tersebut tertidur dan bablas ke JAKK tanpa ada yang memberitau
kasus kayak gitu mah sering banget terjadi
Reply


Messages In This Thread
RE: Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri - by BB 30501 - 30-09-2011, 07:42 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)