Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Mulai 1 okt 2011 PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjual tiket berdiri
#91
(28-09-2011, 12:13 PM)g10d Wrote: Sebaiknya dihidupkan kembali kereta jarak pendek seperti jaman dulu, jadi kalo ada penumpang yang mau estapet bisa naik itu kereta.
Misalnya Badung - Cibatu, Cibatu - Tasik, Tasik - Banjar, Banjar - Kroya, Kroya - Kutoarjo dan seterusnya seperti Pramek dll. yang merupakan kereta Komuter.

memang dulu pernah ada kereta jarak pendek pakde karena dulu belum banyak persaingan dengan mobil, lah kalau sekarang di aktfikan kembali tidak sebanding dengan biaya operasional dan menurut itung itungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak ekonomis dan juga karena keterbatasan armada.dulu juga saya sempat merasakan kereta jarak pendek yang melayani lintas cikampek - cirebon yang berjalan siang hari melayani warga di sepanjang lintas ini yang berpergian di sekitaran sini namun sekarang entah masih ada atau tidak ya ?
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#92
Ikutan comment yah.

Kalau PT. Kereta Api Indonesia (Persero) hanya akan menjual tiket sesuai jumlah tempat duduk, berarti emang bener tuh kata beberapa orang sebelum saya, rangkaiannya ditambah atau keretanya juga ditambah. Ambil saja contoh KA dari kota saya, KA Brantas. Ni KA sepanjang sejarah saya menaikinya hampir selalu penuh dan saya selalu menemui penumpang tanpa tempat duduk, baik di KA 145 maupun 146. Kasian kalau tiketnya hanya sejumlah tempat duduk tapi rangkaiannya tidak ditambah. Hmm .... kasian juga.

Dan jangan lupa, kalau memang kebijakan ini jadi dilaksanakan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus mensosialisasikan ini dengan baik ... kalo perlu pake iklan di televisi, koran, atau media lainnya lah Big Grin Soalnya, pengalaman saya beberapa hari yang lalu, sosialisasi pemesanan tiket online di Kediri tampaknya masih kurang, buktinya banyak penumpang kiri-kanan saya yang saling "curhat", komplain, bahkan marah-marah karena tidak tahu menahu sistem baru ini. Mereka mengira pembelian masih tetap dilaksanakna hanya pada Hari-H dan tentu saja tidak mendapat tempat duduk, lha wong tiket duduk hari itu (25 September 2011) memang sudah habis seminggu sebelumnya.

Takutnya kalau kebijakan baru ini tidak disosialisasikan dengan baik, jadi kayak kejadian sistem pemesanan tiket onlen di daerah saya itu ... banyak yang gak tau, banyak yang kecewa, dan banyak yang marah-marah Pasrah Aja Dah

Akhir kata, Jayalah terus Perkeretaapian Indonesia Xie Xie
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#93
memang sih kalau menurut saya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selalu terlambat mensosialisaikan kebijakan kebijakan perusahaan yang sangat berdampak sekali dengan kebiasaan penumpang kereta selama ini. kalau sosialisasi di media tv mah kemahalan kang ! paling banter sosialisasinya di depan stasiun dan di dalam stasiun dengan menggunakan media cetak luar ruang .tapi yang nama nya kebijakan selalu ada yang pro dan kontra dan itu sah sah saja menurut saya . saya yakin direksi sekarang sudah mencoba berbuat maksimal demi kenyamanan penumpang dan demi kemajuan perusahaan
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#94
Hehehe, terkait ticketing online itu, saya sendiri seandainya tidak dikabari teman saya yang balik ke kampus lebih awal, pasti bakal bernasib sama dengan penumpang lain di sekitar saya. Dia ngabarin via internet bahwa tiket tanggal 24 *rencana awal balik kampus* sudah habis dan tanggal 25 tinggal sedikit. Selamat lah saya. Sementara penumpang kiri kanan saya yang juga mendapatkan duduk banyak yang harus berurusan dengan calo dan membayar hingga 2 kali lipat harga normal, karena mereka memang benar-benar harus balik Jakarta tanggal itu. Yang jelas, tempat sekitar saya duduk cukup riuh rendah dengan curhatan yang terus sahut menyahut selama beberapa puluh menit. Ada yang cerita dengan biasa, ada juga yang dengan sewot dan berapi-api. Ngikik

Ya takutnya kalau kebijakan baru tiket dijual sejumlah tempat duduk ini gak disosialisasikan dengan baik ujung-ujungnya menuai banyak komplain seperti kejadian ticketing online itu. Bahkan salah satu penumpang di dekat saya sampe su'udzon bahwa ini merupakan semacam permainan yang terstruktur, sistematis, dan masif gitu. Kayak pemilihan gubernur atau walikota saja Ngakak

Terus kalo sosialisasi di tv terlalu mahal, setidaknya di koran atau majalah lah .... kalau di stasiun saja, masalahnya tak semua orang keluyuran ke stasiun dan menggunakan Kereta Api tiap hari. Seperti saya yang hanya menggunakan KA sekitar 2-3 bulan sekali. Tentu saja saya tidak tahu menahu perkembangan ticketing online itu karena terakhir kali menginjak stasiun adalah 2 bulan sebelumnya. Nah, terkait kebijakan pembatasan tiket ini, Beruntung saya menemukan forum S35 tercinta ini sehingga saya sudah tahu rencana kebijakan ini. Coba kalau nggak, pasti saya tahunya menjelang libur natal saat sudah mau pulang kampung lagi, dan bisa-bisa malah gak jadi pulang kampung Kapan ya... itu kalau saya. Gimana dengan orang lain yang mungkin bakal menginjak stasiun sekitar 2 bulan lagi dan kebijakan ini sudah berlaku 1 bulan sebelumnya? Nah, bisa sewot lagi nih calon penumpangnya ... Mikir Dulu
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
#95
gimana nih, ada yang mau nyobain? ditunggu laporan dari tkp ya Big Grin
Reply
#96
(30-09-2011, 02:25 PM)sochdi Wrote: gimana nih, ada yang mau nyobain? ditunggu laporan dari tkp ya Big Grin

insaloh besok ayas nek gaya baru.. Nanti tak kabarin ceritane,trmasuk "mungkin" kehebohan planggan setia sepur yg "dipaksa" jd bismania
Reply
#97
Berarti PT KA memang akan kembali ke jaman dulu sekali, dimana tiket KA pasti selalu tiket duduk. Saya ingat jaman dulu waktu saya masih kecil, namanya naik KA itu semuanya dapat tempat duduk.

Mulai ada tiket berdiri itu di tahun 1985 keatas.
Reply
#98
misalnya ada kasus seperti ini: ka gaya baru sudah "full tank" alias penuh penumpang selepas jombang. dan dari seluruh penumpang yang ada itu katakanlah ada beberapa yang turun solo dan yogya.

berarti selepas jombang sampai solo mestinya bablas terus ya? lha wong nggak ada yang turun (apalagi naik. karcis sudah habis), ngapain juga berhenti di kts, nj, mn dll.

nah, selepas solo dan yogya, pasti ada karcis yang sudah hangus karena penumpang turun, lalu stasiun kutoarjo boleh menjual sebanyak penumpang yang telah turun di yogya dan solo. begitu seterusnya.

begitu nggak ya?
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#99
(30-09-2011, 06:17 PM)ady_mcady Wrote: misalnya ada kasus seperti ini: ka gaya baru sudah "full tank" alias penuh penumpang selepas jombang. dan dari seluruh penumpang yang ada itu katakanlah ada beberapa yang turun solo dan yogya.

berarti selepas jombang sampai solo mestinya bablas terus ya? lha wong nggak ada yang turun (apalagi naik. karcis sudah habis), ngapain juga berhenti di kts, nj, mn dll.

nah, selepas solo dan yogya, pasti ada karcis yang sudah hangus karena penumpang turun, lalu stasiun kutoarjo boleh menjual sebanyak penumpang yang telah turun di yogya dan solo. begitu seterusnya.

begitu nggak ya?

Wah, kalau begitu ini penjualan tiketnya bener-bener jadi makin kompleks dong ya? Kan harus diitung berapa puluh yang turun di stasiun A, berapa yang turun di stasiun B. Hmm, kalau saya lihat, kok ribet juga ya? Heran

Tapi kalau benar seperti itu, waaah, super sekali!!! Top Banget Top Banget
Seperti alunan detak jantungku,
tak bertahan, melawan waktu
dan semua keindahan, yang memudar
atau cinta, yang tlah hilang

==========

My latest TR: here Tawang Alun, 30 Juni 2013

Lok Merah Biru
Reply
(30-09-2011, 06:17 PM)ady_mcady Wrote: misalnya ada kasus seperti ini: ka gaya baru sudah "full tank" alias penuh penumpang selepas jombang. dan dari seluruh penumpang yang ada itu katakanlah ada beberapa yang turun solo dan yogya.

berarti selepas jombang sampai solo mestinya bablas terus ya? lha wong nggak ada yang turun (apalagi naik. karcis sudah habis), ngapain juga berhenti di kts, nj, mn dll.

nah, selepas solo dan yogya, pasti ada karcis yang sudah hangus karena penumpang turun, lalu stasiun kutoarjo boleh menjual sebanyak penumpang yang telah turun di yogya dan solo. begitu seterusnya.

begitu nggak ya?

Ya itu dia mas, kebanyakan orang2 masih berjalan estafet menggunakan KA, dan entahlah sistem online nanti apakah mampu mengkoordinir penumpang seperti itu.
Tapi masalahnya adalah apabila penumpang sebagai contoh(melanjutkan cerita om Adi tentang penumpang GBMS ) dia duduk di nomor 8 abc gerbong 3, di karcis dia harusnya turun di LPN eh ternyata dia ketiduran atau ada masalah tertentu sehingga akhirnya dia tidak turun di LPN.
Nah bila sistem online sudah bisa mengkoordinir nomor kursi yg kosong selepas LPN karena si nomor 8abc gerbong 3 harusnya kosong namun masih ada penumpang itu tadi, lha bagaimana?
Apa itu penumpang akan diturunkan paksa di pemberhentian selanjutnya?
Apakah harga GBMS dari SGU ke Yk dan ke PSE sama?

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)