15-05-2011, 05:25 AM
(15-05-2011, 12:50 AM)POERWOKERTO +75M Wrote:Yang aku tebelin apa gak salah ketik???(11-05-2011, 10:37 AM)ady_mcady Wrote: kalo cuma dobel trek itu kan petaknya sama ya? masih lewat yang lama. berarti yang benar2 baru itu seperti citayam-nambo, kabat-bw baru, shortcut sgu-sbi, dll.
sebenarnya thread ini ada poin pentingnya: sangat sedikit sekali perkembangan jaringan rel kereta api pasca kolonial. hal itu membuktikan bahwa di negri ini kereta api bukan prioritas utama untuk dikembangkan.
Bukankah sejak jaman orba mula-mula, roda karet dan besi terbang yg lbh diprioritaskan dibgn??? bahkan sm besi mengapung aja si kuda besi kalah
OOT banget nih. Melihat perkembangan Sepur kita, Sya kok agak menyesal dikit ya. Knp kita tidak dijajah agak lama lg sm londo biar mereka bisa bgn jaringan rel di seluruh nusantara. Mungkin ini takdir ya??
Sudah berapa orang suku Jawa khususnya yang terbantai oleh kekejaman merek? Politik uang, kerja paksa dan tanam paksa hasil perkebunan menjadi tujuan mereka utk menghasilkan kekayaan yang berlimpah demi menghapus beban ekonomi di negaranya kala itu. khan lagi krisis industri, banyak yang di-PHK kalau gak salah aku inget pada masanya.Tapi di sisi perkereta apian sih memang menguntungkan dengan terbangunnya jalur KA. Jadi di mari kita bukan sekedar cuma menanggapi sebagai hobi dan idola saja, tapi memang menjadi kebutuhan utama transportasi darat agar proses distribusi angkutan barang dan angkutan massal manusia tertangani khan? Jalan beraspal rusak, bergelombang, banyak pasar kaget dan masih banyak lagi kalau tanpa jasa KA.


![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)