Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Petak Rel Mana Saja Bukan Peninggalan Masa Kolonial Belanda?
#11
Petak rel yang kayaknya bukan peninggalan jalur Belande itu ialah jalur percabangan dari Sta. Simpang ke kompleks Universitas Sriwijaya (Kab. Ogan Ilir, SumSel) deh kayaknya.
SAYA BERHARAP SEMUA PULAU BESAR DI INDONESIA MEMILIKI JALUR KERETA API
Reply
#12
nambahin...
Petak Lemahabang-Cikarang Dryport, rel sebelah selatan...
yang dulunya hanya 2 rel, dan sekarang ada 3 rel...

[Image: 5992533437_d244d656ea.jpg]
Reply
#13
(09-05-2011, 11:46 AM)dtRAiNeR Wrote: @ Dana Komuter:

Shortcut yg di Sidoarjo maksudnya yg mana?

Apa maksudnya shortcut SGU-SBI, via Sidotopo? Kayaknya sih iya tuh...

Oh ya, trus juga semua jalur tambahan buat DT (termasuk lintas PWK-PDL) juga buatan kita 100% donk, melengkapi peninggalan Belanda...

Yuppp.... maksudku jalur yg ngindarin lumpur Lapindo.

Reply
#14
Jgn lupakan petak Indro-Petrokimia & Indro-Semen Gresik. Soalnya kedua jalur di kota Gresik itu baru dibangun masing2 thn 1968 & 1960. Jadi, ya pastinya setelah RI merdeka, hehehe. Eh iya lupa...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya


FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Reply
#15
Rencana Waru-Bandara Juanda
Reply
#16
Shortcut SGU-SBI jangan lupa..
Reply
#17
dan yang terbaru dan akan dibangun TJ.Enim-Tarahan.....
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Roda Tebang
Reply
#18
kalo cuma dobel trek itu kan petaknya sama ya? masih lewat yang lama. berarti yang benar2 baru itu seperti citayam-nambo, kabat-bw baru, shortcut sgu-sbi, dll.

sebenarnya thread ini ada poin pentingnya: sangat sedikit sekali perkembangan jaringan rel kereta api pasca kolonial. hal itu membuktikan bahwa di negri ini kereta api bukan prioritas utama untuk dikembangkan.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#19
(09-05-2011, 08:26 PM)adhitka Wrote: Petak rel yang kayaknya bukan peninggalan jalur Belande itu ialah jalur percabangan dari Sta. Simpang ke kompleks Universitas Sriwijaya (Kab. Ogan Ilir, SumSel) deh kayaknya.

betul mas,itu memang jalur baru yg dibuat untuk sarana transportasi mahasiswa kertapati-kampus UNSRI ,Ogan Ilir...stasiun yg d depan kampus itu jg bangunan baru kok..
hidupkan lagi jalur KTA - PWR & feeder purworejo..
Roda Tebang
Reply
#20
(11-05-2011, 10:37 AM)ady_mcady Wrote: kalo cuma dobel trek itu kan petaknya sama ya? masih lewat yang lama. berarti yang benar2 baru itu seperti citayam-nambo, kabat-bw baru, shortcut sgu-sbi, dll.

sebenarnya thread ini ada poin pentingnya: sangat sedikit sekali perkembangan jaringan rel kereta api pasca kolonial. hal itu membuktikan bahwa di negri ini kereta api bukan prioritas utama untuk dikembangkan.

Bukankah sejak jaman orba mula-mula, roda karet dan besi terbang yg lbh diprioritaskan dibgn??? bahkan sm besi mengapung aja si kuda besi kalah
[Image: overstappen.png]
OOT banget nih. Melihat perkembangan Sepur kita, Sya kok agak menyesal dikit ya. Knp kita tidak dijajah agak lama lg sm londo biar mereka bisa bgn jaringan rel di seluruh nusantara. Mungkin ini takdir ya??

[Image: 00031_Iansbiggrandma_1Oktober2008_NEW320x240.jpg]
Murtini

Lahir: Purwokerto, 12 Desember 1950
Wafat: Jakarta, 17 Juli 2012

Selamat jalan mama. Kelak kita akan bertemu kembali.

Semboyan 40, 41, mama aman berangkat.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 2 Guest(s)