17-09-2010, 10:11 PM
Quote:Kereta Ramah Lingkungan, Inovasi Terbaru PT KA
Ada Mikroba Pengurai, Tidak Lagi Buang Kotoran di Rel
Tren teknologi ramah lingkungan mulai diadopsi oleh berbagai moda transportasi di tanah air. Salah satunya, PT KA kini mengoperasikan kereta ramah lingkungan. Pilot project-nya diaplikasikan pada kereta Argo Lawu yang melayani rute Jakarta-Solo.
Ratusan penumpang menjejali perjalanan perdana kereta api Argo Lawu berpenampilan baru di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin (12/9). Mema suki H+2 Idul Fitri, antusiasme warga untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Pada hari itu, secara resmi PT Kereta Api (KA) menambahkan fitur ramah lingkungan pada kereta berwarna dominan putih abu-abu bergaris biru itu.
''Kami terus berusaha memperbaiki mutu pelayanan tidak hanya kepada penumpang, tetapi juga kepada lingkungan,'' ujar Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Mateta Rijalulhaq di Stasiun Gambir, Jakarta, kemarin.
Penambahan fitur itu memang tidak tampak dari luar. Tampilan kereta eksekutif yang beroperasi sejak 21 September 1996 itu masih sama seperti sebelumnya. Yakni, memiliki rangkaian delapan kereta kelas eksekutif dengan kapasitas total 400 tempat duduk penumpang. Namun, fasilitas ramah lingkungan dapat langsung dinikmati penumpang. Yang menjadi andalan adalah fasilitas toilet yang ramah lingkungan dan tata cahaya yang hemat energi.
Mateta menjelaskan, toilet ramah lingkungan memiliki bak penampungan sehingga tidak seperti toilet kereta konvensional yang langsung membuang kotoran ke jalur rel. Di dalam bak tersebut, nanti diisi air yang dicampur dengan mikroba pengurai kotoran sebagai bahan penghancur dan penetralisasi. Dengan demikian, hasil pembuangan kotoran berbentuk air dan tidak mencemari lingkungan. ''Jika masih ada sisa penguraian yang berbentuk padat, itu dapat digunakan untuk pupuk kompos,'' ujar Mateta.
Menurut dia, pada masa mendatang, semua toilet di kereta api akan diganti dengan sistem seperti itu. Di samping fasilitas toilet ramah lingkungan, KA Argo Lawu menggunakan rangkaian kereta jenis baru produksi PT INKA sebanyak delapan kereta penumpang dan satu kereta makan. ''Rencana selanjutnya, KA baru ini juga akan dipakai sebagai KA Argo Dwipangga jurusan Gambir-Solo PP,'' kata dia.
Inspirasi perusahaan pelat merah itu datang dari kereta api teknologi ramah lingkungan dengan energi biodiesel yang diluncurkan di Bilimora, India bagian barat, April 2010. Selain bahan bakar ramah lingkungan, bagian dalam kereta, seperti toilet, diciptakan ramah lingkungan.
Kereta api di India tersebut menggunakan bahan bakar campuran 10 persen biodiesel. Itu merupakan campuran energi yang diyakini dapat menurunkan kadar emisi karbondioksida tanpa merusak mesin.
Standar perjalanan Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta sejauh 576 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 jam 30 menit serta hanya berhenti di Stasiun Jogjakarta dan Purwokerto. Untuk mengurangi konsumsi energi listrik dalam kereta, gerbong baru dilengkapi jendela kaca yang mudah menyerap cahaya saat siang. Hasilnya, penggunaan lampu berkurang. ''Suhu udara bisa dipertahankan lebih lama dan penggunaan dua AC di tiap gerbong bisa diminimalisasi agar hemat,'' ujar dia.
Mateta mengakui bahwa kereta api adalah kendaraan masa depan yang sangat ramah lingkungan. Sebab, kereta api mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar serta memiliki rasio konsumsi BBM per unit satuan angkutan yang amat rendah. (agm)
Sumber
Ramah lingkungannya buka cuma sistem pembuangan limbahnya juga lho..

![[Image: siggi.jpg]](http://i984.photobucket.com/albums/ae323/phadeen/Railfans/siggi.jpg)