26-04-2010, 09:22 AM
setuju dengan para juragan semuanya.. kayanya MRI-BOO belum perlu untuk menggunakan DDT... mendingan
1. panjangkan peron.. sehingga bisa menampung 10 gerbong KRL..
2. tambah gardu ALA.. sehingga frekuensi bisa lebih banyak
3. perbaiki sistem sinyal blok
4. tambahkan wesel pindahan jalur kaya di stasiun PSM dan UI di beberapa stasiun di petak MRI-DP. agar ketika ada keadaan darurat.. KRL tidak harus mengantri terlalu lama..
5. tambah stasiun penyusulan model PSM di Kalibata, Lenteng Agung dan Bojonggede.. agar ketika frekuensi KRL Express dan ekonomi AC/non.. tidak ada antrian KRL terlalu panjang karena harus menunggu KRL eko/AC di depannya masuk stasiun penyusulan dahulu
1. panjangkan peron.. sehingga bisa menampung 10 gerbong KRL..
2. tambah gardu ALA.. sehingga frekuensi bisa lebih banyak
3. perbaiki sistem sinyal blok
4. tambahkan wesel pindahan jalur kaya di stasiun PSM dan UI di beberapa stasiun di petak MRI-DP. agar ketika ada keadaan darurat.. KRL tidak harus mengantri terlalu lama..
5. tambah stasiun penyusulan model PSM di Kalibata, Lenteng Agung dan Bojonggede.. agar ketika frekuensi KRL Express dan ekonomi AC/non.. tidak ada antrian KRL terlalu panjang karena harus menunggu KRL eko/AC di depannya masuk stasiun penyusulan dahulu
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
~just quote~

