Semboyan35 Indonesian Railfans
Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Kereta Komuter (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda (/showthread.php?tid=3992)

Pages: 1 2 3 4 5


Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Dana Komuter - 25-04-2010

Menurut teman2 sudah waktunya belum sih antara stasiun Manggarai sampai Bogor dibangun jadi rel dwiganda? Melihat Gapeka yang berlaku nampaknya belum membuat semua masyarakat terangkut mengingat jumlah 8 kereta tiap unitnya yang dioperasikan terutama di KRL Ekonomi selalu dijubeli sampai ke atap KRL.

Bayangin aja, pegawai kantoran maksimal jam 8 pagi sudah ditunggu para bosnya di kantor masing2. Berangkat jam 6 pagi dg uang pas2an dg KRL Ekonomi atau pun juga Ekonomi AC menargetkan diri tiba di stasiun mereka masing2 paling telat jam 1/2 8 pagi. Belum begitu sampai mesti naik ojek, bus kota dan masih beberapa lagi.

Tapi, apa daya KRL yang mereka tumpangin ada saja hambatannya seperti :
1. Dingalahin minimal 1 KRL AC searah di stasiun Depok Lama dan Pasar Minggu. Bisa aja semisal di st. Ps. Minggu si Pakuan lewat, tau2 melintas juga dari arah yg sama Depok Ekspres.
2. Belum lagi Gapeka KA2 luar kota yang melintasi stasiun Manggarai - stasiun Gambir sbg stasiun akhir mereka tidak begitu efisien mengingat perjalanan KA luar kota di pagi hari sama2 tujuannya masuk ke Jakarta.
3. Di stasiun2 persinggahan seperti Lenteng Agung, UI Depok, Cawang dan Tebet seperti yang aku survei seringkali dibanjiri lautan manusia. Pagi pd keluar dari kereta dan sore pada berebut masuk ke kereta.

Jadi, pada intinya buat aku sih sudah saatnya petak rel Manggarai - Bogor harus dwiganda dengan asumsi perjalanan KRL Jakarta - Bogor cuma dari dan ke Manggarai. Yang mau lanjut ke Tn. Abang, Gambir, Juanda dan Beos / Jakarta Kota diasumsiin ada KRL lingkar Jakarta yang gak cuma KRL Ekonomi AC Ciliwung.

Toh khan... semakin banyak KRL X-Jepang datang ke Jakarta...


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - jadrians - 25-04-2010

Belum saatnya dibuat DDT..yang paling realistis yaitu perlu penambahan gardu listrik, penambahan panjang peron dan penambahan sarana / armada krl.

Pertimbangannya :

1. Semakin banyak / dekat jarak antar gardu semakin banyak jumlah rangkaian yang ditampung dalam 1 ( satu ) petak. yang berarti semakin banyak jumlah penumpang yg dapat terangkut. Harap diingat gardu LAA kebanyakan dibangun sekitar tahun70-an dan awal 90-an. Di mana saat ini rangkaian yg beroperasi belum sepadat saat ini dan belum ber- AC pula.
2. Semakin panjang peron berarti semakin panjang rangkaian krl ( apalagi rangkaian x jepang rata berjumlah 10 gerbong setnya ). sayang kalau 2 gerbongnya yang dibeli dengan mahal hanya dianggurkan di depo.

Selisih waktu antara waktu krl disusul gak terlalu lama berkisar 5 - 10 menit.( jika tidak ada gangguan sinyal , LAA loh...kalau itu sdh force majeur.. )


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - peseg5 - 25-04-2010

Kalau untuk sekarang, memang belum perlu. Dan setuju bgt buat jadrians untuk alasan2nya. Tapi untuk jangka panjang dan masuk dalam perencanaan, itu hal yang perlu. Apalagi untuk bisa akomodasi rute2 dari Sukabumi melintas ke Jakarta / Merak secara langsung atau sebaliknya.


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - bonbon - 26-04-2010

kyknya dah cukup 2 rel, yg di hapus expressnya aja Wek kan itu yg suka bikin telad, ga perlu ada krl pakuan atau express, sama'in aja semua, ga ada lagi perbedaan kelas di komuter


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Charles - 26-04-2010

(25-04-2010, 07:27 PM)Dana Komuter Wrote: Menurut teman2 sudah waktunya belum sih antara stasiun Manggarai sampai Bogor dibangun jadi rel dwiganda? Melihat Gapeka yang berlaku nampaknya belum membuat semua masyarakat terangkut mengingat jumlah 8 kereta tiap unitnya yang dioperasikan terutama di KRL Ekonomi selalu dijubeli sampai ke atap KRL.

Bayangin aja, pegawai kantoran maksimal jam 8 pagi sudah ditunggu para bosnya di kantor masing2. Berangkat jam 6 pagi dg uang pas2an dg KRL Ekonomi atau pun juga Ekonomi AC menargetkan diri tiba di stasiun mereka masing2 paling telat jam 1/2 8 pagi. Belum begitu sampai mesti naik ojek, bus kota dan masih beberapa lagi.

Tapi, apa daya KRL yang mereka tumpangin ada saja hambatannya seperti :
1. Dingalahin minimal 1 KRL AC searah di stasiun Depok Lama dan Pasar Minggu. Bisa aja semisal di st. Ps. Minggu si Pakuan lewat, tau2 melintas juga dari arah yg sama Depok Ekspres.
2. Belum lagi Gapeka KA2 luar kota yang melintasi stasiun Manggarai - stasiun Gambir sbg stasiun akhir mereka tidak begitu efisien mengingat perjalanan KA luar kota di pagi hari sama2 tujuannya masuk ke Jakarta.
3. Di stasiun2 persinggahan seperti Lenteng Agung, UI Depok, Cawang dan Tebet seperti yang aku survei seringkali dibanjiri lautan manusia. Pagi pd keluar dari kereta dan sore pada berebut masuk ke kereta.

Jadi, pada intinya buat aku sih sudah saatnya petak rel Manggarai - Bogor harus dwiganda dengan asumsi perjalanan KRL Jakarta - Bogor cuma dari dan ke Manggarai. Yang mau lanjut ke Tn. Abang, Gambir, Juanda dan Beos / Jakarta Kota diasumsiin ada KRL lingkar Jakarta yang gak cuma KRL Ekonomi AC Ciliwung.

Toh khan... semakin banyak KRL X-Jepang datang ke Jakarta...

Saya rasa untuk petak MRI-BOO belum perlu adanya DDT (double-double track) mengingat lahan yang cukup terbatas dan perlunya pembenahan sistem kelistrikan serta persinyalan dengan menambah gardu induk dan memperbaiki sistem aspek yang hingga saat ini masih sering bermasalah (persinyalan itu sendiri masih menggunakan persinyalan dari S***ENS).


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Bangunkarta - 26-04-2010

setuju dengan para juragan semuanya.. kayanya MRI-BOO belum perlu untuk menggunakan DDT... mendingan

1. panjangkan peron.. sehingga bisa menampung 10 gerbong KRL..
2. tambah gardu ALA.. sehingga frekuensi bisa lebih banyak
3. perbaiki sistem sinyal blok
4. tambahkan wesel pindahan jalur kaya di stasiun PSM dan UI di beberapa stasiun di petak MRI-DP. agar ketika ada keadaan darurat.. KRL tidak harus mengantri terlalu lama..
5. tambah stasiun penyusulan model PSM di Kalibata, Lenteng Agung dan Bojonggede.. agar ketika frekuensi KRL Express dan ekonomi AC/non.. tidak ada antrian KRL terlalu panjang karena harus menunggu KRL eko/AC di depannya masuk stasiun penyusulan dahulu


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Dana Komuter - 26-04-2010

Ohh... gitu... Pokoknya sih intinya jangan sampai bejubel lagi sampai ke atap terutama khusus KRL Ekonomi. Kalau sampai jumlahnya 10 kereta poer unit apa bisa menjamin mereka gak naik ke atap? Kita asumsiin antara jam 6 pagi - 7 pagi setidaknya ada 4 perjalanan KRL Ekonomi ke Jakarta. Bolehlah notabene mereka itu minim pekerja kantoran. Ingat lho... maksud aku KRL Ekonomi gak pake AC... Tapi dengan 1 kereta semisal tertampung 80 penumpang saja dengan asumsi meski bejubel di dalam kereta tapi gak sampai ke atap yah... kalai jumlahnya 10 kereta per unit, jadi 80 . 10 = 800 penumpang 1 unitnya. Kalau dalam 1 jam beroperasi 4 KRL Ekonomi non AC berarti 800 . 4 = 3200. Apa terbilang cukup dalam waktu 1 jam-an sudah mengangkut 3200 penumpang dari Bogor, Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok? Itu baru 1 jam. Bisa aja khan jumlahnya 5000 calonn penumpang. Karena alasan mengejar waktu, terpaksa pada naik ke atap deh...

Hambatannya, semisal ada gangguan LAA berarti menyita waktu selama2nya 1 jam dengan asumsi tanpa disusul KRL2 AC yah yang searah... Waktu2 yang peak hour khan antara jam 5 pagi - 8 pagi. Soalnya beberapa kali aku ngalamin sendiri naik KRL baik Ekonomi, Ekonomi AC maupun AC di jam 8-an ketas jumlah penumpangnya gak bejubel sampai ke atap meski masih menuhin seantero interir kereta KRL yah... Tapi gak begitu dg si Pakuan meski masih ada yg berdiri gelantungan. Tapi sekujur tubuh kita masih bisa ngegerakin pergelangan masing2, semisal mau garuk2 kepala karena gatal, SMS-an dan lain sebagainya asal gak ambil dompet orang yeh...


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - dnaV103 - 26-04-2010

Stuju Om BangunKarta ...
memang banyak alternative untuk membuat KRL lebih cepat dan tidak berjubel..
yach semua nya kita kembalikan lagi ke PT.KA gmana baik nya selaku pemegang kebijakan..
karena pertimbangan nya banyak sekali terutama soal bugget yang d punyai oleh PT.KA....


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - sepur21 - 26-04-2010

kalau boleh usul petak Manggarai-Depok dibuat jalur atas untuk menghindari lintasan sebidang ......


RE: Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - Bangunkarta - 26-04-2010

berhubung rute MRI-DP-BOO merupakan satu rangkaian rute Jakk-BOO maka ada baiknya menyinggung di rute ini juga..

mohon maap OOT ya bos momod..
sebagai usulan tambahan.. agar dibuat DDT MRI-GMR aja.. ga perlu nyampe JAKK koq.. soalnya.. yang crowded kan jalur MRI-GMR.. dengan adanya DDT kan PPKA MRI juga ga akan terlalu kebingungan ngatur pemberangfkatan KRL, KA jarak jauh yg baru datang, KA jarak jauh yg mo berangkat n dilangsir ke GMR serta KA dari GMR yg mau istirahat ke MRI..

ntar 2 jalur untuk KRL ekonomi+ekonomi AC, trus 2 jalur lagi untuk KRL express dan KA jarak jauh.. kalo pas lagi crowded kaya jam 6-8.30 dan 16.18.30 express juga bisa dilewatkan jalur yg buat KRL eko/eko AC...