Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda
#1
Menurut teman2 sudah waktunya belum sih antara stasiun Manggarai sampai Bogor dibangun jadi rel dwiganda? Melihat Gapeka yang berlaku nampaknya belum membuat semua masyarakat terangkut mengingat jumlah 8 kereta tiap unitnya yang dioperasikan terutama di KRL Ekonomi selalu dijubeli sampai ke atap KRL.

Bayangin aja, pegawai kantoran maksimal jam 8 pagi sudah ditunggu para bosnya di kantor masing2. Berangkat jam 6 pagi dg uang pas2an dg KRL Ekonomi atau pun juga Ekonomi AC menargetkan diri tiba di stasiun mereka masing2 paling telat jam 1/2 8 pagi. Belum begitu sampai mesti naik ojek, bus kota dan masih beberapa lagi.

Tapi, apa daya KRL yang mereka tumpangin ada saja hambatannya seperti :
1. Dingalahin minimal 1 KRL AC searah di stasiun Depok Lama dan Pasar Minggu. Bisa aja semisal di st. Ps. Minggu si Pakuan lewat, tau2 melintas juga dari arah yg sama Depok Ekspres.
2. Belum lagi Gapeka KA2 luar kota yang melintasi stasiun Manggarai - stasiun Gambir sbg stasiun akhir mereka tidak begitu efisien mengingat perjalanan KA luar kota di pagi hari sama2 tujuannya masuk ke Jakarta.
3. Di stasiun2 persinggahan seperti Lenteng Agung, UI Depok, Cawang dan Tebet seperti yang aku survei seringkali dibanjiri lautan manusia. Pagi pd keluar dari kereta dan sore pada berebut masuk ke kereta.

Jadi, pada intinya buat aku sih sudah saatnya petak rel Manggarai - Bogor harus dwiganda dengan asumsi perjalanan KRL Jakarta - Bogor cuma dari dan ke Manggarai. Yang mau lanjut ke Tn. Abang, Gambir, Juanda dan Beos / Jakarta Kota diasumsiin ada KRL lingkar Jakarta yang gak cuma KRL Ekonomi AC Ciliwung.

Toh khan... semakin banyak KRL X-Jepang datang ke Jakarta...

Reply


Messages In This Thread
Kalau Petak Rel Manggarai - Bogor Dwiganda - by Dana Komuter - 25-04-2010, 07:27 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)