Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Statemen PT. KA Jabodetabek (KAJ)
#11
eling Wrote:
sepur21 Wrote:kalo holec jadi ditarik semua trus jadi ac ekonomi ............. ac ekonomi tarifnya harus diturunin jadi 4000, kalao 6000 kayanya terlalu mahal ........... Xie Xie

mungkin harga tiket Rp 6000 sudah tidak disubsidi

yup, bener tuh, Rp 6000 itu harga pokok tanpa subsidi dari Jakarta-Bogor..

trus kalo jd eko ac semua,
yah mungkin aja kalo gak nerapin subsidi lagi, tarifnya jadi sistim zona seperti krl ekonomi sekarang..
jadi Bogor-Jakarta 6rb, Bogor-Ps.Minggu 4rb, Bogor-Depok 3 rb.. Bogor-Citayam 2rb..
Cukup adil kan??
hhe Grin Grin
ketika dunia aviasi dan kereta api menyatu di tubuhku Playboy
Reply
#12
adlian_1090 Wrote:yup, bener tuh, Rp 6000 itu harga pokok tanpa subsidi dari Jakarta-Bogor..

trus kalo jd eko ac semua,
yah mungkin aja kalo gak nerapin subsidi lagi, tarifnya jadi sistim zona seperti krl ekonomi sekarang..
jadi Bogor-Jakarta 6rb, Bogor-Ps.Minggu 4rb, Bogor-Depok 3 rb.. Bogor-Citayam 2rb..
Cukup adil kan??
hhe Grin Grin

moga bener dah kalo kek gitu.....
Reply
#13
adlian_1090 Wrote:
eling Wrote:
sepur21 Wrote:trus kalo jd eko ac semua,
yah mungkin aja kalo gak nerapin subsidi lagi, tarifnya jadi sistim zona seperti krl ekonomi sekarang..
jadi Bogor-Jakarta 6rb, Bogor-Ps.Minggu 4rb, Bogor-Depok 3 rb.. Bogor-Citayam 2rb..
Cukup adil kan??
hhe Grin Grin

cukup adil lah kalo begini ....... jadi ada perbedaan antara jarak jauh dan dekat ... OK
Reply
#14
system zona juga harus didukung dengan infrastructure yang memadai.
salah satunya tasiyun zona harus memiliki jumlah peron yang memadai agar tidak terjadi penumpukan rangkaian..
hal ini masih sulit dilakukan karena di jalur-jalur komuter jarang ditemui stasion dengan 4 peron.

-hegx-
------------------------------------------------
http//www.semboyan35.com
Reply
#15
kepala_stasion Wrote:system zona juga harus didukung dengan infrastructure yang memadai.
salah satunya tasiyun zona harus memiliki jumlah peron yang memadai agar tidak terjadi penumpukan rangkaian..
hal ini masih sulit dilakukan karena di jalur-jalur komuter jarang ditemui stasion dengan 4 peron.

-hegx-

lha iya susah om, apalagi di tengah2 kota..
kayak di tebet yang kiri-kanannya jalan udah ga mungkin dilebarin lagi, klo bisa juga mo abis berapa milyar buat pembebasan lahannya..
mungkin klo pake e-ticket bisa dibuat sistem zona, cuma semua stasiun harus bener2 dibuat steril dari para Kambingers
Reply
#16
Nah ini nih yang penting, sebenernya kenapa sih ga bikin tempat khusus di gerbong buat pedagang? kreatif dikit kek bikin tarif bayar tempat buat pedagang, misalnya Rp 10.000 tarifnya per hari buat ukuran tempat 1x1 meter, maksimal 4 pedagang asongan di tiap sudut kereta, biar penumpang tenang, pedagang nyaman.. duhhhh
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)