Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
28-11-2011, 12:55 PM
(This post was last modified: 28-11-2011, 01:06 PM by kabei.)
(28-11-2011, 12:21 PM)Gregoriusparahyangan Wrote: (28-11-2011, 10:08 AM)kabei Wrote: wah dah ga sabar liat PT KA ambruk macam garuda/merpati (saat kompetitor masuk)..... :ngakak
Justru Garuda itu semakin baik setelah dapet kompetitor, liat kan Garuda sekarang menjadi maskapai yang lebih baik
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
ya ya ya, itu setelah emir satar masuk :o
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
dilihat saja nanti 2014, waktu BATR (Bukit Asam Transpacific Railways) beroperasi. itu mereka bersaing head-to-head sepertinya. sama2 angkut batubara ke lampung, tapi targetnya BATR sangar: 25 juta ton pertahun atau 2 kalinya kapasitas PT. KAI.
padahal batubara sumsel ini kan sepertiga pendapatan PT. KAI.
o, ya pakdhe kabei, apakah ada sejarahnya didunia ini perusahaan kereta negara bangkrut kalah saingan dengan swasta? mohon pencerahannya...
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(28-11-2011, 01:30 PM)ady_mcady Wrote: dilihat saja nanti 2014, waktu BATR (Bukit Asam Transpacific Railways) beroperasi. itu mereka bersaing head-to-head sepertinya. sama2 angkut batubara ke lampung, tapi targetnya BATR sangar: 25 juta ton pertahun atau 2 kalinya kapasitas PT. KAI.
padahal batubara sumsel ini kan sepertiga pendapatan PT. KAI.
o, ya pakdhe kabei, apakah ada sejarahnya didunia ini perusahaan kereta negara bangkrut kalah saingan dengan swasta? mohon pencerahannya...
bisa aja selama tidak ada perbaikan.
*indonesia kan negara dimana semuanya mungkin 
sebenarnya sih penyakit BUMN negeri ini ada 2, kebanyakan jumlah pegawai dan masalah klasik korup
jumlah pegawai jelas, menurut gw terlalu banyak. sudah selayaknya ada pengurangan pegawai terutama untuk yang masuk dalam kategori biaya administrasi dan umum (macam tiketing dan sebagainya). selain itu masalah mental juga harus diperbaiki.
saat garuda/merpati jatuh (dulu) disusul beberapa BUMN termasuk diantaranya PT pos sebenarnya bisa dijadikan pelajaran kok apalagi liberalisasi perkeretaapian tinggal menghitung hari....
Quote:http://www.inilahjabar.com/read/detail/1...tor-swasta
Rute KA 'Gemuk' Bakal Dijual ke Operator Swasta
INILAH.COM, Bandung - Pemerintah berencana menjual rute kereta api (KA) 'gemuk' kepada pihak swasta. Langkah itu ditempuh guna menggenjot pelayanan di bidang perkeretaapian.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, dijualnya rute KA kepada pihak swasta diharapkan bisa menumbuhkan persaingan yang lebih kompetitif dibanding hanya dikuasai operator tunggal PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Kita tawarkan rute kereta api kepada pihak swasta dan mereka dipersilakan memilih rute mana saja. Mengenai skemanya, nanti akan dibicarakan antara pemerintah dan calon pembelinya. Toh saat ini belum ada penawaran dari pihak swasta," ujar Tundjung usai menghadiri peringatan HUT ke-20 PT LEN Industri di Grha LEN, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (6/10/2011).
Bagi investor yang berminat menjadi operator layanan KA di jalur padat penumpang tersebut, jelas dia, harus menyediakan armada kereta sendiri. Pasalnya, bentuknya akan berupa investasi bukan kerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
"Kalau sudah ada operator lain di layanan kereta api, nanti akan tercipta persaingan. Dan secara tidak langsung masing-masing operator akan meningkatkan pelayanannya," ujarnya. [hol]
Posts: 402
Threads: 0
Joined: Sep 2011
(28-11-2011, 01:30 PM)ady_mcady Wrote: apakah ada sejarahnya didunia ini perusahaan kereta negara bangkrut kalah saingan dengan swasta? mohon pencerahannya...
Yang pernah saya tahu adalah, diprivatisasi dulu, baru dibubarkan. Seperti Australian National Railway.
Yang paling kurang ajar adalah perusahaan KA pemerintah dibubarkan total, terus asetnya diprivatisasi semua (semua tanpa negosiasi dulu), seperti pada British Rail.
Gara-gara kejadian privatisasi total British Rail, karir PM Inggris John Major langsung ambruk!
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
(28-11-2011, 01:30 PM)ady_mcady Wrote: dilihat saja nanti 2014, waktu BATR (Bukit Asam Transpacific Railways) beroperasi. itu mereka bersaing head-to-head sepertinya. sama2 angkut batubara ke lampung, tapi targetnya BATR sangar: 25 juta ton pertahun atau 2 kalinya kapasitas PT. KAI.
padahal batubara sumsel ini kan sepertiga pendapatan PT. KAI.
o, ya pakdhe kabei, apakah ada sejarahnya didunia ini perusahaan kereta negara bangkrut kalah saingan dengan swasta? mohon pencerahannya...
bisa aja selama tidak ada perbaikan.
*indonesia kan negara dimana semuanya mungkin 
sebenarnya sih penyakit BUMN negeri ini ada 2, kebanyakan jumlah pegawai dan masalah klasik korup
jumlah pegawai jelas, menurut gw terlalu banyak. sudah selayaknya ada pengurangan pegawai terutama untuk yang masuk dalam kategori biaya administrasi dan umum (macam tiketing dan sebagainya). selain itu masalah mental juga harus diperbaiki.
saat garuda/merpati jatuh (dulu), DAMRI disusul beberapa BUMN termasuk diantaranya PT pos sebenarnya bisa dijadikan pelajaran kok apalagi liberalisasi perkeretaapian tinggal menghitung hari....
Quote:http://www.inilahjabar.com/read/detail/1...tor-swasta
Rute KA 'Gemuk' Bakal Dijual ke Operator Swasta
INILAH.COM, Bandung - Pemerintah berencana menjual rute kereta api (KA) 'gemuk' kepada pihak swasta. Langkah itu ditempuh guna menggenjot pelayanan di bidang perkeretaapian.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, dijualnya rute KA kepada pihak swasta diharapkan bisa menumbuhkan persaingan yang lebih kompetitif dibanding hanya dikuasai operator tunggal PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Kita tawarkan rute kereta api kepada pihak swasta dan mereka dipersilakan memilih rute mana saja. Mengenai skemanya, nanti akan dibicarakan antara pemerintah dan calon pembelinya. Toh saat ini belum ada penawaran dari pihak swasta," ujar Tundjung usai menghadiri peringatan HUT ke-20 PT LEN Industri di Grha LEN, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (6/10/2011).
Bagi investor yang berminat menjadi operator layanan KA di jalur padat penumpang tersebut, jelas dia, harus menyediakan armada kereta sendiri. Pasalnya, bentuknya akan berupa investasi bukan kerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
"Kalau sudah ada operator lain di layanan kereta api, nanti akan tercipta persaingan. Dan secara tidak langsung masing-masing operator akan meningkatkan pelayanannya," ujarnya. [hol]
Posts: 779
Threads: 0
Joined: Jun 2011
Reputation:
5
tribunenws Wrote:Pemisahan Aset KA Selesai Tahun Ini
Tribunnews.com - Senin, 28 November 2011 19:56 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menegaskan kalau pemisahan aset-aset kereta api antara milik pemerintah dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan diselesaikan hingga akhir tahun ini.
"Tahun ini pemisahan aset harus selesai, karena itu adalah amanah dari aturan yang ada sekarang. Kami juga akan mengejar status wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk laporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," kata Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan di sela rapat kerja Kementerian Perhubungan dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (28/11/2011).
Dijelaskannya, aset pemerintah sebesar Rp 55,68 triliun saat ini sedang dalam proses pemisahan dengan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Mengenai aset yang telah beralih status menjadi milik pribadi, Tundjung menegaskan, bahwa aset tersebut bukan bagian dari aset senilai Rp 55,68 triliun tersebut. apa dengan selesainya pemisahan ini akan segera diikuti dengan masuknya operator KA swasta ya?
Posts: 270
Threads: 0
Joined: Jan 2009
Reputation:
22
29-11-2011, 08:04 AM
(This post was last modified: 29-11-2011, 08:05 AM by kabei.)
(29-11-2011, 07:39 AM)dany cristian Wrote: tribunenws Wrote:Pemisahan Aset KA Selesai Tahun Ini
Tribunnews.com - Senin, 28 November 2011 19:56 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menegaskan kalau pemisahan aset-aset kereta api antara milik pemerintah dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan diselesaikan hingga akhir tahun ini.
"Tahun ini pemisahan aset harus selesai, karena itu adalah amanah dari aturan yang ada sekarang. Kami juga akan mengejar status wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk laporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," kata Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan di sela rapat kerja Kementerian Perhubungan dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (28/11/2011).
Dijelaskannya, aset pemerintah sebesar Rp 55,68 triliun saat ini sedang dalam proses pemisahan dengan aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
Mengenai aset yang telah beralih status menjadi milik pribadi, Tundjung menegaskan, bahwa aset tersebut bukan bagian dari aset senilai Rp 55,68 triliun tersebut. apa dengan selesainya pemisahan ini akan segera diikuti dengan masuknya operator KA swasta ya?
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
heeh, moga aja bentar lagi ada kereta api dengan logo Lion rail
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
hehehe, berarti komentar pak hendrowijono benar ya pakdhe. bahwa pt. kai itu biaya pegawainya terlalu besar (37% dari pendapatan yang 6T). mestinya hanya 15% kata beliau.
sebenarnya selain usaha rasionalisasi, adakah cara lain untuk mengurangi biaya pegawai ini ? mengingat maskapai2 penerbangan itu jumlah pegawainya kecil sekali. pilihan rasionalisasi sepertinya bukan hal yang bijak dan bisa menimbulkan gejolak.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 833
Threads: 0
Joined: Oct 2009
Reputation:
12
tadi sempat baca rencana pemisahan aset PT KA dengan aset pemerintah, apakah terhadap aset SDM (pegawai) ini juga dilakukan pemisahan? dalam bayangan saya, hendaknya pegawai ini juga dipisahkan secara jelas dan dijadikan pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian perhubungan dan mendapatkan gaji dari belanja pegawai APBN.
KA Sumber Kentjono
Posts: 909
Threads: 0
Joined: Mar 2009
Reputation:
3
perusahaan harus jadi PT, diprivatisasi dulu biar bisa maju.
Berarti mental PNS dan BUMN negara kita ini, nggak bisa maju ya.
|