Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penyelesaian Masalah RF di DIPO JNG
Dari kejadian ini kita harus sadar, bahwa saat kita melakukan railfanning, kita ini sebenarnya tamu yang tidak bisa seenaknya mondar-mandor saat berkunjung ke instalasi KA.
Ada beberapa peraturan ketat yang harus diterapkan. Sebagai railfans, kita harus tahu batas-batas mengakses fasilitas vital perkereta apian tersebut. Dan yang perlu diingat, kita seharusnya hanya bertindak sebagai observer. Tidak boleh ikut mengutak-atik fasilitas KA yang ada.

Saya saja selama melakukan kegiatan railfanning, selama petugas resmi/organik PT KA bilang "ya" saya tetap santai-santai saja melakukan kegiatan railfanning. Tidak peduli biarpun ada larangan dari PKD, yang penting ijin dari PT KA (baik lisan maupun tertulis) adalah "surat sakti".

Yang penting patuhi norma-norma yang saya tulis di paragraf pertama.

Jujur saja, belakangan ini saya agak meresahkan eksistensi segerombolan railfans yang menolak untuk mengikuti norma dan peraturan dalam railfanning (group railfans ala geng motor), yang seenaknya saja nyelonong kalau railfanning. Saya berharap semoga kegiatan mereka diatur dengan baik, sebelum apa-apa terjadi.
Saya takutnya kalau ke depan, bisa-bisa kita diban melakukan railfanning oleh PT KA, kalau tindakannya sudah kelewat batas.

Sekarang ini memang dunia railfanning Indonesia makin lama makin majemuk, tapi PT KA tetap menganggap dunia railfanning Indonesia homogen (hanya IRPS saja).
(08-11-2010, 02:09 PM)B 30 S Wrote: Saya sendiri ngga tau persis kejadiannya. saya mendapat kabar dari babeh Raung yang tidak begitu jelas. setelah saya konfirm pada RF yang lain katanya memang kejadian tersebut benar terjadi.
Untuk deskripsi dan kronologis nya saya ngga bisa jelaskan karena banyak yang ngga valid karena saya ngga berada di TKP. makanya saya tunggu konfirm rekan2 RF yang mungkin kebetulan berada di TKP dan terlibat langsung dengan kejadian MOHON di infokan kepada kita2 agar kita bisa diskusikan solusinya.
Karena setelah kejadian ini pastinya akan berdampak pada RF lain yang akan berkunjung ke dipo JNG.
Marilah kita jaga nama Railfans, sebagai pendukung/mitra kerja PT.KA
Bye ByeBye Bye

sebtulnya saya heran kenapa trit ini di buka kembali sama om gege..Bingung

untuk masalah ini bisa kita liat DIPO itu khan adalah areal kerja(kantor) alangkah lebih baiknya mencari tmpt lain selain dipo tp memang tempat paling enak buat railfans ya dipo tp jangan sampai juga para pekerja merasa terganggu dsb, mungkin dari sisi kita tidak menggangu belum tentu dari sisi pegawai juga sama, itulah yang perlu kita hindari...saya sngt setuju yang di bilang dengan om bagus 70 :kita ini sebenarnya tamu yang tidak bisa seenaknya mondar-mandor saat berkunjung ke instalasi KA.
Ada beberapa peraturan ketat yang harus diterapkan. Sebagai railfans, kita harus tahu batas-batas mengakses fasilitas vital perkereta apian tersebut. Dan yang perlu diingat, kita seharusnya hanya bertindak sebagai observer. Tidak boleh ikut mengutak-atik fasilitas KA yang ada.


@Kang Dedy VH
cek PM yah,hehehehehe

After The Love Has Gone
set minded kita ga kaya railfans luar dimana norma dan etika dalam berkunjung sesopan mungkin, disinilah yang harus kita ubah bila ingin mengunjungi fasilitas milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Saya walaupun setahun sekali melihat rel dan kereta terkadang bingung melihat aksi railfans muda yang begitu ingin tahu sampai2 dalam hati berkata "kayanya norak banget tuh anak2". Sedangkan saya yang notabene rumah dekat dipo jng jika ingin mengamati hanya dari jembatan aja. ga enak takut mengganggu pekerjaan petugas dipo.
berharap terealisasi kereta api di kalsel dan kalteng Ngiler
Sepertinya memang sudah saatnya, Tidak boleh ada aktivitas railfaning Sekitar dipo kecuali para Pegawai Itu Sendiri dan ada Izin. Dipo khan area kerja ya,,
Di Gedung mana yang yang tidak ada Pemeriksaan terhadap tamu yang dateng ke Tempat kerja tanpa lapor dan meninggalkan KTP?? -> ada beberapa yang tidak cuma rata-rata Di tanya dulu mau ngapain dan tujuannya apa dan Disuruh meninggalkan KTP.

Siapa yang MEnyangka juga,,*ini misalnya* ada RF autis(dalam makna sebenar2nya Autis), maen ke dipo, jalan2in kereta,, jeleknya misal doi teroris,,naro bom di Lok.. nah syapa yang mau bertanggung jawab.

nama baik RF itu bukan hanya 1 orang tapi bisa Berbagai organisasi, dan berbagai kelompok..

dari yang sudah2 di bahas diatas,, baiknya kalau ada yang di marahin / Di usir sama petugas, jangan di publish2 gini,,
difikir dulu knapa di marahin, kenapa sampe di usir,.. lalu diskusikan tertutup aja dulu sama RF yang dikenal eX: babeh raung.. JAngan buru2 bilang kalo petugas DIpo Sombong trus marah2 gini gitu gini gitu,,sekenal2nya saya dengan orang dipo mereka welcome sekali kalau kita pun mengerti tatatertib dll..

satu lagi, kalau main ke dipo, kalau ketemu orang dipo jangan kabur dan jangan menghindari,, kalau di liatin, liatin kembali tapi dengan senyuman.,,, belajar lah spik-Spik nanya2 tentang Locomotive,, lalu sampaikan tujuannya dengan baik main kedipo,, kalau dibls marah2 juga ya sudah,, karna memang itu daerah kerja mereka,, wajar mereka marah, mungkin abis cape ada lok mogog abis di benerin trus mood nyalagi gak bagus juga,, tp setau saya rata2 Petugas Dipo Baik-baik kalau kita duluan negor, menyapa, dan sopan..

Sedikit dari gue ya,,
thanx






Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)