16-07-2010, 08:03 PM
Tapi selama ini saya pake KTB commuter buat naik odong2 rangkas dari JAKK-Duri ampe sekarang gak pernah didenda
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
|
KTB (Kartu Trayek Bulanan) JABOTABEK dan KA LOKAL
|
|
16-07-2010, 08:03 PM
Tapi selama ini saya pake KTB commuter buat naik odong2 rangkas dari JAKK-Duri ampe sekarang gak pernah didenda
Berharap Rangkas Jaya ditarik lokomotif listrik..
17-07-2010, 07:37 AM
trit idup lg neh....nah yang punya daptar KTB KOmuter dan LOkal tolong di share disini yah, ane jg butuh info neh, ane kan pengguna lintas komuter JAKK - JNG, kenapa KTB nya harus JAKK - BKS ?
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
19-07-2010, 09:51 AM
(17-07-2010, 07:37 AM)bonbon Wrote: trit idup lg neh....nah yang punya daptar KTB KOmuter dan LOkal tolong di share disini yah, ane jg butuh info neh, ane kan pengguna lintas komuter JAKK - JNG, kenapa KTB nya harus JAKK - BKS ? Begini, karena komuter JAKK-JNG terintegrasi dalam lintas JAKK-BKS, maka sistem ticketing KTB-nya disatukan menjadi lintas JAKK-BKS agar penumpang yang menuju BKS tidak perlu repot lagi membeli tiket kedua di JNG. Quote:dulu ada juga kejadian, anak SMA atau SMP itu, dia naek odong-odong pake KTB KRL, padahal cuman sampai stasiun Bekasi. Tapi, disuruh bayar denda. Memang begitu saya cross-check ke salah satu petugas KL di SRP beberapa waktu yang lalu, ada aturan bahwa sistem ticketing KRL Commuter itu terpisah dari KA lokal, dalam artian pendapatan dari KRL Commuter masuk ke kas PT. KCJ sedangkan pendapatan dari KA eko lokal masuk ke kas PT. KAI Daop I, sehingga KTB atau "abu" Commuter tak berlaku di dalam KA lokal dan penumpang yang nekat dapat dikenai suplisi. KTB untuk KA lokal itu sebenarnya berupa secarik kertas karton seperti tiket harian namun ukurannya sedikit lebih besar, ukurannya +/- seperti KTB Prameks (CMIIW, karena saya tahu ini dari wawancara dengan KL di SRP). Quote:"kondekturnya aja yang gak ngerti mas..., gak apa-apa (naik kereta odong2) pake KTB itu" Itu menandakan ada miskoordinasi antara petugas loket SRP dan KP dengan KS setempat, sehingga penjualan KTB KA eko lokal dianggap sudah diwakili oleh KTB untuk KRL Commuter oleh petugas loket tsb, yang mana sebenarnya tidaklah demikian karena tarif masing-masing berbeda jauh dan kepemilikan rangkaiannya juga berbeda. Sekali lagi, CMIIW.
19-07-2010, 10:39 AM
kenapa nggak sekalian aja..Yang naik odong-odong rangkas dengan tiket KRL didenda..
padahal tarif nya 1500 juga. kebijakan tidak populer
19-07-2010, 11:48 AM
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
19-07-2010, 01:46 PM
@bonbon
kalau dibuat begitu nanti jadi "sara". Karena orang Purwakarta dan rangkasbitung juga harus mendapatkan pelayanan yang sama di Kereta. Itu sih emang PT. Kereta Api Indonesia (Persero) aja yang gak mampu bikin sistem.
20-07-2010, 08:01 AM
@m_ilhami, bukan mksdnya "sara", mksdnya yg penumpang KA Lokal nanti bisa nerusin lagi pakai KRL, semacam tiket terusan atau juga bisa membeli tiket lagi untuk KRL, tinggal dah banyakin tuh KRL buat ganti jam2 KA Lokal
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
20-07-2010, 08:26 AM
Maksudnya ya jadi nambah biaya gitu loh, dan penumpang yang sudah enak duduk harus pindah lagi nyambung KRL. Untuk penumpang serpong juga harus rebutan dengan yang dari rangkasbitung misalnya.
20-07-2010, 08:52 AM
nambah biaya sih jelas lah ...kan disesuaikan tarif dgn jarak
, kalo soal rebutan, selama krl na ga di tambah jg rebutan terus ...
Terdampar di Purwokerto setahun gara-gara proyek fiber optik Jateng ga kelar
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|