Posts: 118
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
2
Untungnya dibalik bubarnya Ka Parahyangan adalah sbb.: 1.waktu tempuh Ka BD-GMR lebih cepat. 2.persilangan ka semakin sedikit.
<a href="http://www.totalleh.com" target="_blank"><img src="http://www.totalleh.com/beta153.gif" border="0" alt="www.totalleh.com - click to visit"></a>
Cat and train lovers
Posts: 2,796
Threads: 0
Joined: Sep 2008
Reputation:
25
ternyata kelanjutan kisah bubarnya parahiyangan memasuki episode baru nih:
http://bataviase.co.id/node/227961
Quote:Armada " Travel" Bandung-Jakarta Sudah "Overload"
27 May 2010
BANDUNG, (PR)\
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung meminta Kementerian Perhubungan mengevaluasi pemberian izin untuk travel, terutama travel Bandung-Jakarta yang sudah overload. Evaluasi itu untuk menghitung kembali kebutuhan tra-vel yang ideal.
Surat tersebut dilayangkan Dishub Kota Bandung sekitar dua bulan lalu, ditujukan kepada Kemenhub melalui Direktur Lalu lintas Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat. "Evaluasi tersebut untuk menghitung kembali berapa jumlahtravel yang diperbolehkan. Sebelum evaluasi dilakukan, jangan ditambah dulu. Kalau terus-terusan ditambah, tidak ada kontrolnya. Kalau sudah overload, susah mencabut izinnya," ujar Kepala Dishub Kota Bandung Timbul Butar Butar di kantornya. Rabu (26/5).
Timbul mengatakan, sebelumnya pemerintah pusat pernah membatasi jumlah travel yang diperbolehkan. "Dulu ada keinginan pengaturan travel. Jumlah armada yang diperbolehkan hanya dua puluh persen dari jumlah armada bus pada jurusan yang sama. Saya kirasekarang sudah lebih dari itu," katanya.Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, perusahaan travel di Kota Bandung ada 42 perusahaan dengan jumlah armada 1.048 unit Angka itu, termasuk travel Bandung-Jakarta yang jumlahnya 18 perusahaan dengan armada 642 unit.Sementara, jumlah bus Bandung-Jakarta hanya 361 unit. Jumlah itu tersebar di lima trayek, yaitu Bandung-Kampung Rambutan, Bandung-Pulogadung, Bandung-Lebak Bulus, Bandung-Tanjung Priok, dan Bandung-Kali Deres.
72 unit
Jika berpegang pada aturan sebelumnya, seharusnya travel Bandung-Jakarta maksimal hanya sekitar 72 unit. "Pengaturan ini tidak hanya untuk melindungi bus, tetapi juga pengusaha travel dan konsumen karena persaingan semakin berat. Sekarang saja, okupansi travel cuma tujuh puluh persen. Seharusnya kan seratus persen," katanya.
Timbul menambahkan, setiap perusahaan travel baru mengurus izin prinsip ke Kemenhub. Dishub Kota Bandung hanya memberikan rekomendasi. Akan tetapi, kebanyakan, rekomendasi tersebut diloloskan. "Mereka mengajukan rekomendasi disertai bukti booking kendaraan. Jika ditolak, mereka rugj. Apalagi, di pusat mengizinkan," ujarnya.Salah seorang pelaku bisnis travel Cacap Saefullah berpendapat, persaingan travel, khususnya jurusan Bandung-Jakarta, masih terbuang wajar, meskipun saat ini banyak pendatang baru di bisnis tersebut "Kalau ada yang baru, silakan saja. Asalkan resmi dan sesuai dengan aturan," ucapnya. (A-170)-
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Posts: 7
Threads: 0
Joined: May 2010
Reputation:
0
Ah, kalau saya jadi direktur utama PT. Kereta Api Indonesia. Pasti Kereta Api Parahyangan tidak akan pernah dihapus dan dipensiunkan buat para masyarakat Sunda.
Posts: 2,564
Threads: 0
Joined: Feb 2008
(12-06-2010, 04:17 PM)rhezafadlysurya Wrote: Ah, kalau saya jadi direktur utama PT. Kereta Api Indonesia. Pasti Kereta Api Parahyangan tidak akan pernah dihapus dan dipensiunkan buat para masyarakat Sunda.
Saya baru ngeh kalau ada saja yang mengusulkan alasan kesukuan untuk justifikasi pengadaan KA.
Biasanya alasan finansial, militer, politik, atau sosial (penertiban tata kota)....
Saya juga merasa agak jengah dengan makin banyaknya travel di jalan tol, karena mereka mengganggu! Kalau jalan entah ngebut kaya kesetanan atau jalan pelan di lajur kanan/tengah.
Grrr....!