![]() |
|
Talk About Purwojaya - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=15) +--- Thread: Talk About Purwojaya (/showthread.php?tid=551) Pages:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
|
RE: Talk About Purwojaya - Siswajipurwojaya - 12-01-2011 Kalau saya baca alokasi lokomotif tahun 2010, dipo loko yang dimiliki PWT yaitu nomor CC 201 49 s.d. CC 201 71, berkurang 2 loko cc 201 70 & 71, menurut keterangan loko cc 201 70 ke JNG sedangkan loko CC 201 71 ke SDT, malah setelah pindah dari PWT CC 201 70 jadi bagus body dan nomornya jadi besar. Setelah masuknya loko CC 204 12 DIPO PWT harus kehilangan 2 loko cc 201, apakah seperti itu kebijakannya? masuk loko CC 204, malah kehilangan 2 loko cc 201? Berbeda ya dengan alokasi loko di dipo YK mereka dapat lokonya bervariasi ada CC 201, CC 203 & CC 204, kenapa di PWT tidak seperti itu?, terus CC 204 12 tidak ada tulisan DIPO INDUK PWT, sedangkan di dipo lain ada tulisannya, mohon penjelasannya, terima kasih. ![]() Terus tadi ada penjelasan, katanya loko CC 204 12 yang menarik ka purwojaya waktu saya berangkat ke purwokerto tanggal 7 Januari 2011 dan kembali ke Jakarta tanggal 8 Januari 2011 masih naik ka yang sama masih sistem sewa, mengapa demikian?. Saya malah baru tahu infonya, kalau ka purwojaya ditarik CC 204 12, tiketnya malah jebluk/mahal yang artinya dibebankan kepada penumpang. Apakah itu kebijakan dari manajemen kereta api atau kebijakan dari masing-masing daops, berarti loko CC 204 12 yang notabene masih milik BD masih nyewa nih. Kenapa bisa seperti itu? Mohon penjelasannya, terima kasih. Loko CC 201 itu kecepatannya OK, kalau loko CC 204 tidak bisa berlari kencang, yang bisa hanya menarik gerbong yang panjang. Bravo CC 201 PWT. RE: Talk About Purwojaya - anodarno - 12-01-2011 (12-01-2011, 02:23 PM)Siswajipurwojaya Wrote: Kalau saya baca alokasi lokomotif tahun 2010, dipo loko yang dimiliki PWT yaitu nomor CC 201 49 s.d. CC 201 71, berkurang 2 loko cc 201 70 & 71, menurut keterangan loko cc 201 70 ke JNG sedangkan loko CC 201 71 ke SDT, malah setelah pindah dari PWT CC 201 70 jadi bagus body dan nomornya jadi besar. Setelah masuknya loko CC 204 12 DIPO PWT harus kehilangan 2 loko cc 201, apakah seperti itu kebijakannya? masuk loko CC 204, malah kehilangan 2 loko cc 201? Berbeda ya dengan alokasi loko di dipo YK mereka dapat lokonya bervariasi ada CC 201, CC 203 & CC 204, kenapa di PWT tidak seperti itu?, terus CC 204 12 tidak ada tulisan DIPO INDUK PWT, sedangkan di dipo lain ada tulisannya, mohon penjelasannya, terima kasih. klo yg ini kyknya lebih cocok masuk di thread "Mutasi Lokomotif" mas
RE: Talk About Purwojaya - Siswajipurwojaya - 12-01-2011 Kalau tahun2 yang lalu harga tiket kalau tidak salah, kelas bisnis ka Purwojaya Rp.70.000,- kelas eksekutif Rp.120.000,- sekarang harga tiket bisnisnya Rp.120.000,- kelas eksekutifnya Rp.180.000,- itu weekend, kalau tidak weekend kelas bisnis Rp.110.000,- kelas eksekutif Rp.170.000,-, kenaikannya cukup signifikan, apakah ada kebijakan kenaikan harga tiket kelas bisnis & eksekutif untuk semua kereta api pada kelas yang sama, mohon penjelasannya, terima kasih. RE: Talk About Purwojaya - Siswajipurwojaya - 13-01-2011 Kenapa mesti sewa loko apakah ada kebijakan dari manajemen PT. KAI atau kebijakan dari kadaops2, mohon penjelasan, kalau seperti itu jangan dibebankan ke penumpang. RE: Talk About Purwojaya - PurwojayaEXE - 13-01-2011 harga tket purwojaya baik bisnis maupun eksekutif makin gak bisa di nalar.. dengan harga tiket eksekutif 180rb (weekend) seharusnya bisa membuat puas pelanggan, baik sisi kebersihan, ketepatan waktu tiba dan pelayanan di dalam kereta itu sendiri. bisnis 120rb (weekend) saya rasa sangat membebankan konsumen, dengan masih ada penjual asongan masuk ke dalam kabin , membuat kurangnya kenyamanan. sebagai masukan aja, apabila memang daop 5 ingin merintis purwojaya menuju purwojaya eksekutif full, maka utamakan kenaymanan konsumen. RE: Talk About Purwojaya - Siswajipurwojaya - 14-01-2011 Iyalah dengan harga tiket KA Purwojaya weekend kelas bisnis 120 rb, tidak weekend 110 rb, kelas eksekutif weekend 180 rb tidak weekend 170 rb sama aja dengan tiket KA Taksaka I, bandingkan dengan KA Fajar Utama jurusan Yogyakarta kelas bisnis 100 rb, dengan harga yang murah bisa sampai Yogyakarta, lihatlah tiket Purwojaya lebih mahal, berangkat & pulang tidak on time, terus berhenti lagi di Cirebon ngambil penumpang. Untuk kelas eksekutif Purwojaya kursinya suka kendor, kaca jendelanya kotor, harga tiket bikin tekor dan nyampenya molor lengkap deh. Untuk KA Purwojaya tetap KA kelas Eksekutif & Bisnis jurusan GMR-CP, terus ada KA Argo Slamet jurusan GMR-PWT, Insya Allah diminati penumpang. RE: Talk About Purwojaya - proJT26 - 14-01-2011 (14-01-2011, 01:15 PM)Siswajipurwojaya Wrote: Iyalah dengan harga tiket KA Purwojaya weekend kelas bisnis 120 rb, tidak weekend 110 rb, kelas eksekutif weekend 180 rb tidak weekend 170 rb sama aja dengan tiket KA Taksaka I, bandingkan dengan KA Fajar Utama jurusan Yogyakarta kelas bisnis 100 rb, dengan harga yang murah bisa sampai Yogyakarta, lihatlah tiket Purwojaya lebih mahal, berangkat & pulang tidak on time, terus berhenti lagi di Cirebon ngambil penumpang. Untuk kelas eksekutif Purwojaya kursinya suka kendor, kaca jendelanya kotor, harga tiket bikin tekor dan nyampenya molor lengkap deh. Untuk KA Purwojaya tetap KA kelas Eksekutif & Bisnis jurusan GMR-CP, terus ada KA Argo Slamet jurusan GMR-PWT, Insya Allah diminati penumpang. KA-KA K1 & K2 laen jg naek lho, Taksaka sekarang weekday 220rb weekend 280rb, Fajarut YK 130rb-150rb.
Ya beginilah PT KA sekarang, tarifnya naek terus tp pelayanan menurun RE: Talk About Purwojaya - aditnugie - 14-01-2011 Kalau misalkan ada KA Purwojaya berangkat malam dari Gambir sampai Cilacap subuh kira-kira okupansinya gimana ya? RE: Talk About Purwojaya - Dj_Dj_300791 - 15-01-2011 (14-01-2011, 08:39 PM)aditnugie Wrote: Kalau misalkan ada KA Purwojaya berangkat malam dari Gambir sampai Cilacap subuh kira-kira okupansinya gimana ya? wah mesti cuma ambil penumpangnya tujuan Kroya, Maos, gumilir sama cilacap doang, soalnya dia harus bersaing dengan KA-KA malam yang sudah terkenal bagi penggunanya di lintas Jak-PWT, kayak Sawunggalih, Argo Lawu, Taksaka Malam, Gajayana, Bima, Senja YK, Senja Slo... Akan sulit kayaknya. Terlebih lintas selatan di malam hari sangat padat sehingga kemungkinan bersilang dan disusul sangat tinggi dan memperpanjang waktu tempuh. Jam berangkat dari GMR pun akan sulit ditentukan. Misalnya kita liat jam berangkat dari sore ya dgn stasiun awal JNG (Pertemuan K1, K1+K2, dan K2) - Jam 17.10 ada Bima yang lewat PWT - Jam 17.25 ada Gajayana yang juga lewat PWT - Jam 19.20 ada sawunggalih utama - Jam 19.40 ada Senja YK Lewat PWT - Jam 20.00 di GMR ada Argo Lawu (Ls. JNG) - Jam 20.25 ada Senja Slo lewat PWT - Jam 20.45 di GMR ada Taksaka (Ls. JNG) jika purwojaya jalan malem, diliat dr jadwal2 diatas, sulit mencari waktu yang pas karena jika jalan dibelakang KA 4, akan terkesan terlalu malem, slain itu, jam2 sgtu adalah waktu dijalankanya KA Argo Lawu fakultatif. RE: Talk About Purwojaya - arif96 - 15-01-2011 (14-01-2011, 08:39 PM)aditnugie Wrote: Kalau misalkan ada KA Purwojaya berangkat malam dari Gambir sampai Cilacap subuh kira-kira okupansinya gimana ya? Hmm, mau berangkat dari Gambir jam berapa? Apa setelah KA 4 Anggrek berangkat begitu? Terus, dari Cilacap berangkat siang begitu? Sebenernya, kalau dijalanin siang ya rugi. Soalnya banyak KA-KA jauh yang berdatangan pada jam segitu. Jadi, Purwojaya (mungkin) nggak akan mungkin dijalankan malam hari dari Gambir |