di forum ini ada lounge buat kalian ngasih saran & kritik untuk KRL COMMUTER JABODETABEK.
di Thread ini gw mau kalian ngasih saran, masukan & kritik untuk kemajuan KRL COMMUTER JABODETABEK.....
nanti saran kalian insya Allah gw sampein ke pihak yang terkait (jajaran petinggi COMMUTER JABODETABEK)........
tks....
galuh.....

!!!
saran ane, manfaatin tuh space advertisement di KRL maupun di Stasiun..
bisa ningkatin pendapatan banget..
yang gencar, kalo perlu kerjasama dengan perusahaan advertisement
Kang.. Saran nih.. Tolong disampaikan ke COMMUTER
Buat KCJ, masalah utama yang sedang dihadapi perkeretaapian Indonesia saat ini adalah rendahnya profesionalisme dan disiplin pegawai. KCJ harus bisa membina dan mencetak pegawai yang berkarakteristik disiplin dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja. Jika ini bisa diwujudkan, mudah-mudahan KCJ bisa menjadi kompetitior yang baik bagi PT.KA sehingga bisa memacu PT.KA untuk memperbaiki mutunya juga, meskipun bukan pada level yang sama. Dalam hal ini bagaimana kita belajar untuk menguntungkan pelanggan dengan melalui kompetisi yang sehat. Karena KCJ lahir sebagai penyelamat dari monopoli jasa angkutan kereta api di Indonesia.
Sedikit saran intinya manfaatin sumber daya yang ada.
1. Jangan terlalu fokus sama JAKK. Buat rute baru mis: BKS - BOO dll.
Kalo blm memungkinkan ya bertahap jd orang yg dari Bekasi akan ke Bogor dpt langsung, tdk perlu ke JAKK dulu untuk ganti kereta.
2. Buat sistem seperti di busway, jd orang hanya membeli karcis satu kali untuk tujuan t'tentu, mis yg mau k serpong dr JNG tdk perlu beli karcis kembali.
3. Banyak penumpang yg tidak berkeberatan jika ekonomi ac ditambah, asalkan ditunjang dengan on time performance dan keandalan armada dan layanan.
4. Sterilisasi kereta api dan peron stasiun, contoh busway seperti yg disebut di atas.
5. Perbanyak jumlah sarana KRL, t'serah memakai produk dlm negeri (PT. Inka) atau membeli murah dari Jepang yg biaya kirimannya selangit itu.
6. Gunakan area yg ada (stasiun atau KRL) utk advertising atau area bisnis yg menguntungkan dgn catatan tidak menggangu keindahan.
7. Jika memungkinkan kerjasama dgn operator transportasi lain di Jakarta (mis: TransJakarta, PPD) agar dapat saling menggunakan tiket, jd penumpang KRL tdk perlu membeli tiket kembali utk naik TransJakarta (demikian jg sebaliknya).
(13-May-2009 03:56 PM)brantas Wrote: [ -> ]Sedikit saran intinya manfaatin sumber daya yang ada.
1. Jangan terlalu fokus sama JAKK. Buat rute baru mis: BKS - BOO dll.
Kalo blm memungkinkan ya bertahap jd orang yg dari Bekasi akan ke Bogor dpt langsung, tdk perlu ke JAKK dulu untuk ganti kereta.
2. Buat sistem seperti di busway, jd orang hanya membeli karcis satu kali untuk tujuan t'tentu, mis yg mau k serpong dr JNG tdk perlu beli karcis kembali.
3. Banyak penumpang yg tidak berkeberatan jika ekonomi ac ditambah, asalkan ditunjang dengan on time performance dan keandalan armada dan layanan.
4. Sterilisasi kereta api dan peron stasiun, contoh busway seperti yg disebut di atas.
5. Perbanyak jumlah sarana KRL, t'serah memakai produk dlm negeri (PT. Inka) atau membeli murah dari Jepang yg biaya kirimannya selangit itu.
6. Gunakan area yg ada (stasiun atau KRL) utk advertising atau area bisnis yg menguntungkan dgn catatan tidak menggangu keindahan.
7. Jika memungkinkan kerjasama dgn operator transportasi lain di Jakarta (mis: TransJakarta, PPD) agar dapat saling menggunakan tiket, jd penumpang KRL tdk perlu membeli tiket kembali utk naik TransJakarta (demikian jg sebaliknya).
SETUJU.....

Buat saja kartu semacam abonemen yang bisa dipakai untuk segala moda transportasi di Jakarta, seperti di Jepang (kartu PASMO dan SUICA)
salah satu yang jadi masalah utama..orang2 setuju aja EPA dihapus,tapi tarif EDI kalau bisa diturunkan,banyak yang ngeluh soalnya jarak yang di tempuh dekat,contohnya BOO-CTA,tapi harus bayar sama seperti BOO-JAKK..
terus bedain tarif antara penumpang umum dan penumpang pelajar/mahasiswa...
Atur aja harga per kilometer dan harga berdasarkan dewasa atau pelajar, tidak pandang kelas. Toh sudah AC semua.. Kalo dia mau turun di stasiun kecil ya naik ekonomi AC, kalo stasiun besar ya dia bisa naik ekspres.. Sistem ini diterapkan di Jepang.. tentu saja harga akan turun kalau KCJ tidak mau kehilangan penumpang.
nah seharusnya begitu,sehingga bisa terkesan lebih adil,dibandingkan harus membayar tarif flat untuk jarak yang berbeda-beda...
pasang TV di atas tiap2 pintu keluar, kan ada spacenya tuh...
bayangkan diliat ribuan orang dalam satu hari
nganyal mode : on
di jepang mah kayak begitu..diatas pintu ada LCD nya,kalo lagi perjalanan dia nayangin iklan,kalo udah mau masuk stasiun n mau berangkat dari stasiun,dia akan nampilin peta lintas...
Klo kata saya mending bkin jalur baru sndiri supa lalu lintas ka...Jakk-gmr-jng atw jakk-senen-jng lancar meskipun jalur tsb padat tp klo krl memiliki jalur sndiri d jalur tsb..Maka lalu lintas ka akan lancar2 saja...
(14-May-2009 01:12 PM)Irsan Wrote: [ -> ]Klo kata saya mending bkin jalur baru sndiri supa lalu lintas ka...Jakk-gmr-jng atw jakk-senen-jng lancar meskipun jalur tsb padat tp klo krl memiliki jalur sndiri d jalur tsb..Maka lalu lintas ka akan lancar2 saja...
Wah kl masalah jalur sy ada usul lg ney...
Kl DDT MRI - CKR udh jd, KA Eksekutif difokuskan di JNG saja agar lintas BOO - JAKK bersih dr kereta jarak jauh. Sementara dr JNG ke MRI, GMR, JAKK, TNB, PSE disediakan KRL yg layak.
kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...
(14-May-2009 05:20 PM)katyusha Wrote: [ -> ]kalau rencana besarnya mah..nanti yang jadi pusat itu MRI..jadi semua KA berakhir disitu...
Iya.. Seperti yang ada di peta rencana "Terminal Terpadu Manggarai". Nantinya ada interkoneksi antara PT.KAI, PT.KCJ, Transjakarta Busway, Bus Kota, dan PT.Rail Link bandara. Dengan begitu berlaku sistem pemisahan jalur..
BOO - MRI = Jalur Selatan (Khusus KRL)
MRI - JAKK = Jalur Tengah (khusus KRL)
MRI - THB - DU - KPB - PSE - JNG - MRI = Jalur Lingkar (khusus KRL)
THB - SRP = Jalur Barat
JAKK - TPK = Jalur Utara
MRI - JNG - BKS = Jalur Timur
DU - TNG = Jalur Tangerang
Disini yang berperan paling penting adalah KRL Ciliwung Lingkar, dimana dari titik-titik pertemuan jalur Utara, Jalur Barat, Jalur Tangerang, dan Jalur Timur bisa dengan mudah pergi ke Manggarai bagi yang ingin menyambung naik KA Luar Kota maupun jalur Tengah dan jalur Selatan. Jadi belajarlah dari peranan Yamanote Line dalam berkontribusi terhadap jalur Keihintohoku, Sobu, Chuo, Yokosuka, Tokaido, dan bahkan jalur-jalur milik perusahaan lain.