Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
di forum ini ada lounge buat kalian ngasih saran & kritik untuk KRL COMMUTER JABODETABEK.
di Thread ini gw mau kalian ngasih saran, masukan & kritik untuk kemajuan KRL COMMUTER JABODETABEK.....
nanti saran kalian insya Allah gw sampein ke pihak yang terkait (jajaran petinggi COMMUTER JABODETABEK)........
tks....
galuh.....

!!!
saran ane, manfaatin tuh space advertisement di KRL maupun di Stasiun..
bisa ningkatin pendapatan banget..
yang gencar, kalo perlu kerjasama dengan perusahaan advertisement
Kang.. Saran nih.. Tolong disampaikan ke COMMUTER
Buat KCJ, masalah utama yang sedang dihadapi perkeretaapian Indonesia saat ini adalah rendahnya profesionalisme dan disiplin pegawai. KCJ harus bisa membina dan mencetak pegawai yang berkarakteristik disiplin dan menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja. Jika ini bisa diwujudkan, mudah-mudahan KCJ bisa menjadi kompetitior yang baik bagi PT.KA sehingga bisa memacu PT.KA untuk memperbaiki mutunya juga, meskipun bukan pada level yang sama. Dalam hal ini bagaimana kita belajar untuk menguntungkan pelanggan dengan melalui kompetisi yang sehat. Karena KCJ lahir sebagai penyelamat dari monopoli jasa angkutan kereta api di Indonesia.
Sedikit saran intinya manfaatin sumber daya yang ada.
1. Jangan terlalu fokus sama JAKK. Buat rute baru mis: BKS - BOO dll.
Kalo blm memungkinkan ya bertahap jd orang yg dari Bekasi akan ke Bogor dpt langsung, tdk perlu ke JAKK dulu untuk ganti kereta.
2. Buat sistem seperti di busway, jd orang hanya membeli karcis satu kali untuk tujuan t'tentu, mis yg mau k serpong dr JNG tdk perlu beli karcis kembali.
3. Banyak penumpang yg tidak berkeberatan jika ekonomi ac ditambah, asalkan ditunjang dengan on time performance dan keandalan armada dan layanan.
4. Sterilisasi kereta api dan peron stasiun, contoh busway seperti yg disebut di atas.
5. Perbanyak jumlah sarana KRL, t'serah memakai produk dlm negeri (PT. Inka) atau membeli murah dari Jepang yg biaya kirimannya selangit itu.
6. Gunakan area yg ada (stasiun atau KRL) utk advertising atau area bisnis yg menguntungkan dgn catatan tidak menggangu keindahan.
7. Jika memungkinkan kerjasama dgn operator transportasi lain di Jakarta (mis: TransJakarta, PPD) agar dapat saling menggunakan tiket, jd penumpang KRL tdk perlu membeli tiket kembali utk naik TransJakarta (demikian jg sebaliknya).
(13-05-2009, 02:56 PM)brantas Wrote: [ -> ]Sedikit saran intinya manfaatin sumber daya yang ada.
1. Jangan terlalu fokus sama JAKK. Buat rute baru mis: BKS - BOO dll.
Kalo blm memungkinkan ya bertahap jd orang yg dari Bekasi akan ke Bogor dpt langsung, tdk perlu ke JAKK dulu untuk ganti kereta.
2. Buat sistem seperti di busway, jd orang hanya membeli karcis satu kali untuk tujuan t'tentu, mis yg mau k serpong dr JNG tdk perlu beli karcis kembali.
3. Banyak penumpang yg tidak berkeberatan jika ekonomi ac ditambah, asalkan ditunjang dengan on time performance dan keandalan armada dan layanan.
4. Sterilisasi kereta api dan peron stasiun, contoh busway seperti yg disebut di atas.
5. Perbanyak jumlah sarana KRL, t'serah memakai produk dlm negeri (PT. Inka) atau membeli murah dari Jepang yg biaya kirimannya selangit itu.
6. Gunakan area yg ada (stasiun atau KRL) utk advertising atau area bisnis yg menguntungkan dgn catatan tidak menggangu keindahan.
7. Jika memungkinkan kerjasama dgn operator transportasi lain di Jakarta (mis: TransJakarta, PPD) agar dapat saling menggunakan tiket, jd penumpang KRL tdk perlu membeli tiket kembali utk naik TransJakarta (demikian jg sebaliknya).
SETUJU.....

Buat saja kartu semacam abonemen yang bisa dipakai untuk segala moda transportasi di Jakarta, seperti di Jepang (kartu PASMO dan SUICA)
salah satu yang jadi masalah utama..orang2 setuju aja EPA dihapus,tapi tarif EDI kalau bisa diturunkan,banyak yang ngeluh soalnya jarak yang di tempuh dekat,contohnya BOO-CTA,tapi harus bayar sama seperti BOO-JAKK..
terus bedain tarif antara penumpang umum dan penumpang pelajar/mahasiswa...
Atur aja harga per kilometer dan harga berdasarkan dewasa atau pelajar, tidak pandang kelas. Toh sudah AC semua.. Kalo dia mau turun di stasiun kecil ya naik ekonomi AC, kalo stasiun besar ya dia bisa naik ekspres.. Sistem ini diterapkan di Jepang.. tentu saja harga akan turun kalau KCJ tidak mau kehilangan penumpang.
nah seharusnya begitu,sehingga bisa terkesan lebih adil,dibandingkan harus membayar tarif flat untuk jarak yang berbeda-beda...
pasang TV di atas tiap2 pintu keluar, kan ada spacenya tuh...
bayangkan diliat ribuan orang dalam satu hari
nganyal mode : on
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14