Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Solo Operasikan Kereta Wisata dgn Loko Uap
(04-02-2012, 10:53 AM)Gus_Shoim Wrote: mas bro ini kebetulan pas ane pulang ke solo beberapa waktu lalu...tak share hasil motrek2nya nggih...Playboy
http://www.facebook.com/photo.php?
[Image: photo.php?fbid=2371071091128&set=a.23710...=3&theater]
[Image: photo.php?fbid=2371071091128&set=a.23710...=3&theater]

link-nya kudunya yang ini... OK

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2...=3&theater
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .


[Image: new2copy.jpg]
Reply
tertarik juga nih untuk menyaksikan langsung Jaladara.... emmm.. melihat postingan sebelumnya, kalo pas liburan ato misalnya pas long holiday, apakah Jaladara tersebut akan dibuka untuk umum alias tanpa pemesanan...

kalo iya, operasionalnya jam berapa ajah dan karcisnya untuk masyarakat umum berapa ya...

matur Thank You Bye Bye
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
(05-02-2012, 08:26 AM)nino Wrote:
(04-02-2012, 10:53 AM)Gus_Shoim Wrote: mas bro ini kebetulan pas ane pulang ke solo beberapa waktu lalu...tak share hasil motrek2nya nggih...Playboy
http://www.facebook.com/photo.php?
[Image: photo.php?fbid=2371071091128&set=a.23710...=3&theater]
[Image: photo.php?fbid=2371071091128&set=a.23710...=3&theater]

link-nya kudunya yang ini... OK

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2...=3&theater

wah matur nuwun uda di kasih masukan kang nino...ma'lum anak baruOK
Reply
(19-01-2012, 03:49 PM)samnawi Wrote: Saat ini lagi ada tayangannya tuh di Trans 7

Pekan kemarin, kalo ndak salah, Trans 7 syuting pake kereta uap Jaladara. Syuting acara yg ada anak-anaknya itu (Baim dkk) sama Pak Jokowi. Waktu itu saya lagi di Klewer. Hehee
Ditunggu saja tayangnya, tapi entah kapan, saya ndak hapal jadwal acara tv.
Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .


[Image: new2copy.jpg]
Reply
Quote:Asyiknya Menikmati Kota Solo dengan Kereta Uap Jaladara.

Kota Solo yang sarat akan budaya dan seni menawarkan sebuah atraksi wisata yang sayang jika dilewatkan, yakni sebuah kereta api uap kuno atau yang dikenal sebagai sepur kluthuk bernama Jaladara. Wisatawan akan diajak tur berkeliling ke berbagai tempat menarik di Solo. Uniknya, jalur kereta api berdampingan langsung dengan jalan utama kota, tanpa pembatas.

Saat menaiki Jaladara, wisatawan bisa menikmati keindahan Kota Solo di sepanjang rute perjalanan. Wisatawan berkesempatan melakukan wisata belanja dan wisata sejarah di sejumlah kawasan Stasiun Sangkrah-Stasiun Purwosari.

Beberapa tujuan wisata yang dikunjungi antara lain Pusat Grosir Solo (PGS), Benteng Trade Center (BTC), Batik Danar Hadi, Museum Radya Pustaka, dan rumah dinas wali kota Loji Gandung.

Melalui berbagai forum pariwisata baik di dalam maupun di luar negeri, Pemkot Solo tak henti melakukan promosi atas kereta api uap bersejarah tersebut.

Sejak awal Januari hingga Maret, peminat kereta api uap kuno Jaladara yang telah beroperasi sebanyak 16 kali terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2011 jumlah trip perjalanan kereta uap kuno mencapai 60 kali, dan pada tahun 2012 Jaladara ditargetkan beroperasi 80 kali perjalanan dari Stasiun Purwosari dan berakhir di Stasiun Kota (Sangkrah) dengan jalur rel sepanjang 5,6 km.

Jaladara dihidupkan kembali berkat usaha Pemkot Surakarta bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan mendatangkannya dari Museum Kereta Api Ambarawa. Pengoperasian kereta uap dilakukan pada 27 September 2009 oleh Menteri Perhubungan.

Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta api buatan Jerman tahun 1896 dengan nomor lokomotif C1218 dan menarik dua gerbong bernomor seri TR 144 dan TR 16. Kereta mampu menampung sebanyak 76 penumpang untuk sekali jalan.

Sumber : mediaindonesia.com
Reply
(10-04-2012, 10:50 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:Asyiknya Menikmati Kota Solo dengan Kereta Uap Jaladara.

Kota Solo yang sarat akan budaya dan seni menawarkan sebuah atraksi wisata yang sayang jika dilewatkan, yakni sebuah kereta api uap kuno atau yang dikenal sebagai sepur kluthuk bernama Jaladara. Wisatawan akan diajak tur berkeliling ke berbagai tempat menarik di Solo. Uniknya, jalur kereta api berdampingan langsung dengan jalan utama kota, tanpa pembatas.

Saat menaiki Jaladara, wisatawan bisa menikmati keindahan Kota Solo di sepanjang rute perjalanan. Wisatawan berkesempatan melakukan wisata belanja dan wisata sejarah di sejumlah kawasan Stasiun Sangkrah-Stasiun Purwosari.

Beberapa tujuan wisata yang dikunjungi antara lain Pusat Grosir Solo (PGS), Benteng Trade Center (BTC), Batik Danar Hadi, Museum Radya Pustaka, dan rumah dinas wali kota Loji Gandung.

Melalui berbagai forum pariwisata baik di dalam maupun di luar negeri, Pemkot Solo tak henti melakukan promosi atas kereta api uap bersejarah tersebut.

Sejak awal Januari hingga Maret, peminat kereta api uap kuno Jaladara yang telah beroperasi sebanyak 16 kali terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2011 jumlah trip perjalanan kereta uap kuno mencapai 60 kali, dan pada tahun 2012 Jaladara ditargetkan beroperasi 80 kali perjalanan dari Stasiun Purwosari dan berakhir di Stasiun Kota (Sangkrah) dengan jalur rel sepanjang 5,6 km.

Jaladara dihidupkan kembali berkat usaha Pemkot Surakarta bersama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan mendatangkannya dari Museum Kereta Api Ambarawa. Pengoperasian kereta uap dilakukan pada 27 September 2009 oleh Menteri Perhubungan.

Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta api buatan Jerman tahun 1896 dengan nomor lokomotif C1218 dan menarik dua gerbong bernomor seri TR 144 dan T 16. Kereta mampu menampung sebanyak 76 penumpang untuk sekali jalan.

Sumber : mediaindonesia.com

Usulan yang perlu dipertimbangkan
ada dukungan lain ?


KadoKado[/size]
Reply
Quote:2013, Anggaran KA Jaladara Akan Dihentikan.

Anggaran untuk operasional Kereta Api (KA) Jaladara dari APBD Kota Surakarta rencananya akan dihentikan pada tahun anggaran 2013 mendatang. Sebab kontribusi dari operasional kereta uap tersebut tidak terlalu signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Minat wisatawan untuk menggunakan Jaladara juga minim, sehingga jika anggaran operasional tetap diberikan akan memberatkan APBD. Rencana penghentian anggaran tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surakarta Supriyanto.

Menurutnya, kereta wisata yang dijalankan di Solo itu kurang berhasil jadi daya tarik wisatawan. "Sebelum Jaladara, ada KA Punakawan yang juga dijadikan kereta wisata. Tapi itu juga tidak jalan. Lalu Jaladara muncul, tapi peminatnya juga sedikit," tuturnya.

Padahal APBD mengucurkan anggaran Rp 700 juta per tahun untuk operasional kereta kuno tersebut. "Tapi nyatanya, pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan biaya operasional. Pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp 100 juta setahun," kata politisi dari Partai Demokrat ini.

Dia menilai, operasional KA Jaladara terkesan dipaksakan. Kereta yang antik dan kuno, memang memiliki daya tarik kuat sebagai kereta wisata. Terlebih kereta kuno yang beroperasi melintasi wilayah kota hanya ada di Kota Bengawan. Tapi faktanya, wisatawan yang berminat naik kereta tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak.

"Di awal keberadaan Jaladara, DPRD menyetujui anggaran untuk operasional karena berharap ada dampak positif terhadap perkembangan pariwisata Solo. Tapi sekian lama berjalan, pengaruhnya tidak begitu terlihat. Kontribusi ke PAD tidak signifikan. Jauh dari anggaran operasional yang disiapkan per tahun," imbuhnya.

Sumber : suaramerdeka.com
Reply
(12-04-2012, 08:27 PM)warta_kereta Wrote:
Quote:2013, Anggaran KA Jaladara Akan Dihentikan.

Anggaran untuk operasional Kereta Api (KA) Jaladara dari APBD Kota Surakarta rencananya akan dihentikan pada tahun anggaran 2013 mendatang. Sebab kontribusi dari operasional kereta uap tersebut tidak terlalu signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Minat wisatawan untuk menggunakan Jaladara juga minim, sehingga jika anggaran operasional tetap diberikan akan memberatkan APBD. Rencana penghentian anggaran tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surakarta Supriyanto.

Menurutnya, kereta wisata yang dijalankan di Solo itu kurang berhasil jadi daya tarik wisatawan. "Sebelum Jaladara, ada KA Punakawan yang juga dijadikan kereta wisata. Tapi itu juga tidak jalan. Lalu Jaladara muncul, tapi peminatnya juga sedikit," tuturnya.

Padahal APBD mengucurkan anggaran Rp 700 juta per tahun untuk operasional kereta kuno tersebut. "Tapi nyatanya, pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan biaya operasional. Pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp 100 juta setahun," kata politisi dari Partai Demokrat ini.

Dia menilai, operasional KA Jaladara terkesan dipaksakan. Kereta yang antik dan kuno, memang memiliki daya tarik kuat sebagai kereta wisata. Terlebih kereta kuno yang beroperasi melintasi wilayah kota hanya ada di Kota Bengawan. Tapi faktanya, wisatawan yang berminat naik kereta tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak.

"Di awal keberadaan Jaladara, DPRD menyetujui anggaran untuk operasional karena berharap ada dampak positif terhadap perkembangan pariwisata Solo. Tapi sekian lama berjalan, pengaruhnya tidak begitu terlihat. Kontribusi ke PAD tidak signifikan. Jauh dari anggaran operasional yang disiapkan per tahun," imbuhnya.

Sumber : suaramerdeka.com
waduh kok di hentikan ya? apa karena mau ditinggal pak JOKOWI ya?
Lok Merah Biru telah jadi member Semboyan 35 sejak Juli 2011
Reply
jerit peluit iringi putaran cakram membelai batang baja
. . . . .


[Image: new2copy.jpg]
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 5 Guest(s)